cover
Contact Name
nanang
Contact Email
kjc@uin-suka.ac.id
Phone
+6281229023291
Journal Mail Official
kjc@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Prodi KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kalijaga Journal of Communication
ISSN : -     EISSN : 26851334     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KKalijaga Journal of Communication always places studies related to Islamic broadcasting and journalism as the main focus on academic inquiry and invites comprehensive observations of multidisciplinary studies. The journal, which functions as a forum for the study of Islamic broadcasting in Indonesia and other parts of the world in a challenging local and global context, supports studies that focus on specific themes and studies across disciplines. Subjects include textual studies and fieldwork with a media development perspective.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
Komparasi Bingkai Peristiwa Bencana di Media Online Indonesia Zamhari Zamhari
Kalijaga Journal of Communication Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.21.05.2020

Abstract

This paper examines the differences between Tirto.id and Republika.co.id in framing reporting on the causes of the crash of the Lion Air JT-610 plane on October 29, 2018. This research is a qualitative study using Robert M. Entman's four-stage framing analysis, namely define problems, define causes, make moral statement, and treatment recommendation. The results of this study indicate that there are differences in framing between the three online media in reporting a disaster. Tirto.id focuses more on the professionalism of Lion Air's management, while Republika.co.id focuses more on the news about the cause of the crash of the Lion Air JT-610 plane because the Lion Air JT-610 aircraft is the latest release. This proves that every newsroom has a certain standard in applying the principles of disaster journalism. Tulisan ini mengulas perbedaan Tirto.id dan Republika.co.id dalam membingkai pemberitaan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 pada tanggal 29 Oktober 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis framing empat tahap Robert M. Entman, yaitu define problems, define causes, make moral statement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan framing di antara ketiga media online tersebut dalam memberitakan sebuah bencana. Tirto.id lebih menyoroti profesionalisme manajemen Lion Air, sedangkan Republika.co.id lebih mem-framing pemberitaan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 lantaran jenis pesawat Lion Air JT-610 merupakan keluaran terbaru. Hal ini membuktikan bahwa setiap newsroom memiliki standar tertentu dalam menerapkan prinsip jurnalisme bencana.
Komunikasi dan Dakwah: Strategi Komunikasi dalam Penguatan Wawasan keislaman Remaja Hamdan Daulay; Evi Septiani T. H.
Kalijaga Journal of Communication Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.21.02.2020

Abstract

This article explores how da’wa communication was carried out by Siti Rayana Hasibuan, a grandmother who became ngaji teacher in Matondang village. Through case study  research,  da’wa  communication  is  described  by  explaining  the communication's elements adjusted with da’wa context. In addition, historical factor and da’wa process journey are important aspects to describe the da’wa communication of Siti Rayana Hasibuan. The prominent finding of the research is in conducting da'wa communication, Siti Rayana Hasibuan uses more precision than rhetoric and others. Accuracy is intertpresented with discipline, patience, sincerity and sincerity.Artikel ini mengekplorasi tentang bagaimana komunikasi dakwah yang dilakukan oleh Siti Rayana Hasibuan seorang nenek yang menjadi guru ngaji di desa Matondang. Melalui penelitian studi kasus, komunikasi dakwah dideskripsikan dengan memaparkan unsur-unsur komunikasi yang disesuaikan dengan konteks dakwah yang dilakukan. Selain itu, factor historis dari perjalanan proses dakwah yang dilakukan juga menjadi penting dalam mendeskripsikan komunikasi dakwah Siti Rayana Hasibuan. Temuan menonjol dari penelitian adalah dalam melakukan komunikasi dakwah, Siti Rayana Hasibuan lebih menggunakan keteladanan dibanding retorika dan lainya. Keteladanan diinterprestasikan dengan kedisiplinan, kesabaran, keiklasan serta ketulusan.
Aktualisasi Tuhan dalam Syair: Pesan Dakwah Lirik Lagu “Sebelum Cahaya” Karya Band Letto Afifah Nur Sansidar
Kalijaga Journal of Communication Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.21.03.2020

Abstract

This study aims to reveal the da'wah message contained in the lyrics of the song “Sebelum Cahaya” by Band Letto. The song, which is one of the works of art with the power of meaning in the lyrics, is able to invite listeners to appreciate and absorb the meaning contained in it. Song lyrics will affect listeners emotionally because there is a message that the author wants to convey. To achieve this goal, this study uses a qualitative method with the semiotic approach of Charles S. Pierce. This research found that the Letto band, which is not a religious band, through the song “Sebelum Cahaya” incorporated divine values which became the basis of religion. Letto wants to show in his song that God is always there and accompanying humans, even though they are not aware of it. The existence of God is represented in symbols that the listeners can perceive according to the depth of their religious experience. The significance of the semiotic study in this study shows the different levels of meaning in understanding the signs in the song “Sebelum Cahaya” lyrics. Someone at a certain level can interpret the presence and truth of the promise of a true partner. However, to a certain extent, the meaning can lead to the presence and certainty of God's promises to humans.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pesan dakwah yang terkandung dalam lirik lagu “Sebelum Cahaya” karya Band Letto. Lagu yang merupakan salah satu karya seni dengan kekuatan makna dalam liriknya, mampu mengajak pendengarnya untuk menghayati dan meresapi makna yang terkandung di dalamnya. Lirik lagu akan mempengaruhi pendengar secara emosional, karena terdapat pesan yang ingin disampaikan oleh pengarangnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Chales S. Pierce. Penelitian ini menemukan bahwa band Letto yang bukan merupakan band religi, melalui lagu “Sebelum Cahaya” memasukkan nilai-nilai ketuhanan yang menjadi dasar dari agama. Letto ingin menunjukkan dalam lagunya bahwa Tuhan selalu ada dan menemani manusia, meskipun mereka tidak menyadarinya. Keberadaan Tuhan dimunculkan dalam simbol-simbol yang dapat ditangkap oleh pendengar sesuai dengan tingkat kedalaman pengalaman religius mereka. Signifikansi kajian semiotik dalam penelitian ini menampilkan tingkat pemaknaan yang berbeda dalam memahami tanda dalam lirik lagu “Sebelum Cahaya”. Seseorang dalam tingkatan tertentu, dapat memaknai kehadiran dan kebenaran janji dari pasangannya yang sejati. Akan tetapi, dalam tingkat tertentu, pemaknaannya dapat mengarah pada kehadiran dan kepastian janji Tuhan kepada manusia.
Bingkai “Tampang Boyolali “ dalam Pidato Prabowo Subianto di Media Daring Mike Meiranti
Kalijaga Journal of Communication Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.21.06.2020

Abstract

This article aims to explain and describe "tampang Boyolali" in Prabowo's speech which was explored using online media framing analysis. To see the framing of media online the authorused qualitative research method with framing analysis Robert N Entman who examined the analysis into four concepts namely: define problems, diagnose causes, make moral judgement, and treatment recommendation. The results of the study using three online media gave rise to fitur diverse news. The diction "Tampang Boyolali" in Prabowo Subianto's speech invited controversy in the community and media. Government officials also contributed to the diction of his speech. The diction "Tampang Boyolali" seemed to demean the people of Boyolali, and immediately invited an angry reaction from the people of Boyolali. Researchers collected data in the form of images and text through 3 media, namely CNNIndonesia.com, Sindonews.com, and Kompas.Com. The three media are actively preaching "Tampang Boyolali" with different framing. In this case the author tried to analyze the news with Robert N. Entmen's analysis which resulted in the fact that CNNIndonesia.com did not respond well and discredited Prabowo's apology. Meanwhile Sindonew.com appreciated Prabowo's  gentleman attitude that dared to make an apology. As Kompas.com tend to be neutral, do not appreciate and do not discredit the figures reported.Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan “tampang Boyolali” dalam pidato Prabowo yang dieksplorasi menggunakan analisis framing media online. Untuk melihat framing media online penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis framing Robert N Entman yang mengkaji analisis menjadi empat konsep yaitu: define problems (pendefenisian masalah), diagnose causes (memperkirakan penyebab masalah), make moral judgement (membuat pilihan moral), dan treatment recommendation (menekankan penyelesaian). Hasil studi menggunakan tiga media online memunculkan fitur berita yang beragam. Diksi “Tampang Boyolali" dalam pidato Prabowo Subianto mengundang kontroversi di masyarakat dan media. Para petinggi pemerintahan pun turut andil mengomentari diksi pidatonya tersebut. Diksi “Tampang Boyolali" seakan merendahkan warga Boyolali, dan seketika mengundang reaksi marah warga Boyolali. Peneliti mengumpulkan data berupa gambar dan teks melalui 3 media, yaitu CNNIndonesia.com, Sindonews.com, dan Kompas.Com. Ketiga media tersebut aktif memberitakan “Tampang Boyolali” dengan framing yang berbeda-beda. Dalam hal ini penulis mencoba menganalisis berita dengan analisis Robert N. Entmen yang menghasilkan fakta bahwa CNNIndonesia.com tidak merespon baik dan mendiskreditkan permohonan maaf Prabowo. Sedangkan Sindonew.com sangat mengapresiasi sikap gentleman Prabowo yang berani menghaturkan permohonan maaf. Adapun Kompas.com cenderung netral, tidak mengapresiasi dan tidak mendiskreditkan tokoh yang diberitakan.
Komunikasi dan Kebudayaan Islam di Indonesia Ahmad Yadi
Kalijaga Journal of Communication Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.21.04.2020

Abstract

This study tries to explore the link between communication and Islamic culture in Indonesia. To see the linkages, the authors used research with a library research method which focused three issues, namely first, the relationship between communication and culture; second, the relationship between culture and religion; and thirdly, the institutionalization of Islamic cultural values in Indonesia. The results of the study turned out that communication and culture are two things that are inseparable. If we talk about communication then we also talk about culture. Religion and culture are closely related and complementary such as the influence of Islam on culture and cultural influence on Islam. Therefore we know the term "Islamization of culture and the teaching of Islam". Institutionalization of Islamic values is very strong in shaping the system of knowledge and intellectuality of society, belief system, national culture, economic system and the formation of the behavior of Muslims in Indonesia. In short, Islamic values have been rooted in Indonesia national culture.Studi ini mencoba untuk mengeksplorasi keterkaitan antara komunikasi dan budaya Islam di Indonesia. Untuk melihat keterkaitan tersebut, penulis menggunakan penelitian dengan metode penelitian pustaka yang mana memfokuskan tiga isu yaitu pertama, hubungan antara komunikasi dan budaya; kedua, hubungan antara budaya dan agama; dan ketiga, institusionalisasi nilai-nilai budaya Islam di Indonesia. Hasil studi yang dilakukan ternyata komunikasi dan budaya adalah dua hal yang tak terpisahkan. Jika kita membicarakan komunikasi berarti kita juga bicara tentang budaya. Agama dan budaya memiliki kaitan yang erat dan saling melengkapi misalnya pengaruh Islam terhadap budaya dan pengaruh budaya terhadap Islam. Oleh karena itu kita mengenal istilah “Islamisasi budaya dan mengadabkan Islam”. Institusionalisasi nilai-nilai Islam sangat kuat dalam membentuk sistem pengetahuan dan intelektualitas masyarakat, system kepercayaan, budaya nasional, sistem ekonomi dan pembentukan perilaku umat Islam di Indonesia. Pendeknya nilai-nilai Islam telah mengakar ke dalam budaya nasional Indonesia.
Media Tradisional Sebagai Media Komunikasi Pembangunan Masyarakat Titidu Gorontalo Mohamad Hasan As'adi
Kalijaga Journal of Communication Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.21.01.2020

Abstract

Communication media as a means to convey information is traditional and modern. The rapid development of communication technology in modern media by some communication experts is allegedly able to change the traditional form of communication found in Indonesia. The author is interested to know the benefits of the implementation of the Gorontalo tribal tradition as a traditional communication media play a role in development in the village of Titidu? By using the method of observation and in-depth interviews with 34 sources obtained from purposive sampling techniques. This study was also complemented by a literature review to deepen data and data processing using descriptive qualitative analysis. The findings show the existence of traditional media that still survive in the village of Titidu aims to preserve the traditions of the Gorontalo tribal people who place the tradition based on syara 'and syara' based on the book of God as a way of life, so that the culture of Gorontalo people highly values traditions especially those with Islamic nuances. The tradition is related to customs in the form of wedding ceremonies, coronation and reception of officials, funerals, hair cutting and weighting. Art in the form of remembrance (obeyed), burdah (buruda), funds and zamrah. Dance movements or sports such as langga, longgo, and literature in the form of prose and poetry. By implementing interpersonal, group, free and social communication to socialize regional development in the fields of innovation (health, education, national defense, arts, development), government policy, program accountability in the village head's remarks.Media komunikasi sebagai sarana untuk menyampaikan informasi bersifat tradisional dan modern. Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi pada media modern oleh beberapa pakar komunikasi disinyalir dapat merubah bentuk komunikasi tradisional yang terdapat di Indonesia. Penulis tertarik untuk mengetahui manfaat pelaksanaan tradisi suku Gorontalo sebagai media komunikasi tradisional berperan dalam pembangunan di Desa Titidu.  Dengan menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam terhadap 34 narasumber yang di dapat dari teknik sampling purposive. Penelitian ini juga dilengkapi dengan kajian pustaka untuk memperdalam data serta pengolahan data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Temuan menunjukkan keberadaan media tradisional yang masih bertahan di Desa Titidu bertujuan untuk melestarikan tradisi masyarakat suku Gorontalo yang menempatkan adat bersendikan syara’ dan syara’ bersendikan kitab Allah sebagai pandangan hidup, sehingga secara kultural masyarakat Gorontalo sangat menghargai tradisi-tradisi terutama yang bernuansa Islami. Tradisi tersebut berhubungan dengan adat istiadat berupa upacara pernikahan, penobatan dan penyambutan pejabat, pemakaman, pengguntingan rambut serta pembeatan. Kesenian berupa dzikir (diikili), burdah (buruda), dana-dana dan zamrah. Gerak atau olahraga tarian seperti langga, longgo, dan sastra berupa prosa maupun puisi. Dengan menerapkan komunikasi antar pribadi, kelompok, bebas dan sosial untuk mensosialisasikan pembanguan daerah pada bidang inovasi (kesehatan, pendidikan, bela negara, kesenian, pembangunan), kebijakan pemerintah, pertanggungjawaban program dalam sambutan kepala desa. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6