Implementation of the National Program for Community Empowerment Urban (PNPM-MP) in Poverty Reduction Revolving Fund Loan Case Study in the village of Padang Besi Padang Kota sub-district Kilangan Lubuk. Poverty is a multidimensional problem that can be viewed from various angles. Poverty is also linked with the limitations of social rights, economic, political and causing vulnerability, adversity, and helplessness. The purpose of this study was Describes implementation of activities revolving fund in PNPM Urban program in the village of Padang Besi, as well as those aspects that bring kasadaran community in economic returns rolling in the village of Padang Besi. In accordance with the objectives of this research, we used qualitative descriptive method. Techniques and mechanisms to get informants intentional or (purposive) means that researchers establish certain criteria that must be met by those who used as a source of information, where the identity of the person known to be a source of information, so as to guarantee the validity of the data collected. The theory used in this research is the theory of modernization, as a tool of analysis of the findings related to the field on a revolving loan fund PNPM Urban in order to reduce poverty in the village of Padang Padang Besi West Sumatra province, where the collection of data used in-depth interviews, observation, and documentation. Based on the results of this study concluded that, very much a revolving loan fund to help the poor in the capital and business development, which can increase their income, as well as a learning tool to help each other and mobilize their potential, as well as media mutual trust, transparency and mutual responsibility , The things that cause rolling refund rate is quite high because of the leadership that is rooted in the community that have properties that can emulate both the MFI Pearl or at KSM which provide role models for society, as well as rules that have been agreed that joint liability collectively in activities revolving loan fund as well as their sense of community and culture of helping each other. Kemiskinan merupakan masalah yang bersifat multidimensi sehingga dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. Kemiskinan dikaitkan juga dengan keterbatasan hak-hak sosial, ekonomi, dan politik sehingga menyebabkan kerentanan, keterpurukan, dan ketidakberdayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan pelaksanaan kegiatan pinjaman dana bergulir pada program PNPM Mandiri Perkotaan di Kelurahan Padang Besi dan aspek-aspek yang memunculkan kasadaran masyarakat dalam pengembalian ekonomi bergulir di Kelurahan Padang Besi. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik dan mekanisme mendapatkan informan disengaja atau (purposive) artinya peneliti menetapkan kriteria-kriteria tertentu yang mesti dipenuhi oleh orang yang dijadikan sumber informasi, dimana diketahui identitas orang yang menjadi sumber informasi, sehingga dapat menjamin validitas data yang dikumpulkan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Modernisasi , Sebagai alat analisis dari temuan-temuan lapangan terkait dengan pinjaman dana bergulir pada PNPM Mandiri Perkotaan dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Kelurahan Padang Besi Kota Padang Provinsi Sumatera Barat, dimana pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, Pinjaman dana bergulir sangat banyak membantu masyarakat miskin dalam permodalan serta pengembangan usaha, dimana dapat meningkatkan pendapatan mereka, serta sebagai sarana belajar untuk saling membantu dan menggalang potensi yang mereka miliki, serta media saling percaya, transparan dan saling bertanggungjawab. Adapun hal-hal yang menyebabkan tingkat pengembalian dana bergulir cukup tinggi adalah karena adanya kepemimpinan yang mengakar dimasyarakat yang mempunyai sifat-sifat yang dapat diteladani baik di LKM Mutiara maupun di KSM yang memberikan panutan bagi masyarakat, serta aturan-aturan yang telah disepakati yaitu tanggung renteng secara bersama dalam kegiatan pinjaman dana bergulir serta adanya rasa kebersamaan dan budaya saling membantu satu sama lainnya.