cover
Contact Name
Anang Setyo Budi
Contact Email
zooindonesia@gmail.com
Phone
+6282233362977
Journal Mail Official
zooindonesia@gmail.com
Editorial Address
Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 46 Cibinong, Bogor, Jawa Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Zoo Indonesia
ISSN : 0215191x     EISSN : 25278703     DOI : -
Zoo Indonesia adalah sebuah jurnal ilmiah dibidang fauna tropika yang diterbitkan oleh organisasi profesi keilmiahan Masyarakat Zoologi Indonesia (MZI) sejak tahun 1983. Terbit satu tahun satu volume dengan dua nomor (Juli dan Desember). Memuat tulisan hasil penelitian yang berhubungan dengan aspek fauna, khususnya wilayah Indonesia dan Asia. Publikasi ilmiah lain adalah Monografi.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015" : 7 Documents clear
Zoo Indonesia Desember 2015 Zoo Indonesia
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.2338

Abstract

PERBANDINGAN KARAKTER MERISTIK PADA Varanus salvator macromaculatus Deraniyagala, 1944 DARI POPULASI WILAYAH SUMATERA Sri Catur Setyawatiningsih; Evy Ayu Arida; Dedy Duryadi Solihin; Arief Boediono; Wasmen Manalu
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.680

Abstract

Karakter meristik (hitung sisik) merupakan karakter pendiagnosa dalam mencandra biawak, termasuk Varanus salvator complex. V. s. macromaculatus tersebar paling luas di antara anak jenis Biawak Air sehingga diduga memiliki variasi morfologi. Hal tersebut ditunjukkan adanya ketumpangtindihan hitung sisik V.s. macromaculatus dengan anak jenis lainnya. Maka hitung sisik bukan sebagai karakter pendiagnosa yang mandiri. Oleh karenya digunakan pola warna sebagai karakter pendiagnosa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakter hitung sisik dan pola warna tubuh V.s. macromaculatus asal Pulau Sumatera dan pulau-pulau satelitnya serta Pulau Jawa untuk melihat kekonsistenan dan kemandirian karakter meristik pada anak jenis tersebut. Kami juga mengidentifikasi karakter hitung sisik yang membedakan dua anak jenis, yaitu V.s. macromaculatus dan V.s. bivittatus. Karakter hitung sisik di bagian tengah tubuh (karakter S) dan pola warna tubuh dapat digunakan untuk membedakan populasi Biawak Air asal Pulau Simeulue dengan setiap populasi yang diteliti (populasi asal Pulau Sumatera, Pulau Batam, Pulau Kundur, dan Pulau Jawa). Karakter S bersifat konsisten dan bukan sebagai karakter pendiagnosa mandiri. Hitung sisik di sekitar pangkal ekor (karakter Q) dapat membedakan anak jenis Biawak Air, yaitu V.s. macromaculatus dan V.s. bivittatus dalam penelitian ini.
ETHOGRAM PERILAKU ALAMI INDIVIDU TIKUS SAWAH (Rattus argentiventer Robinson and Kloss, 1916) DALAM LABORATORIUM Agus Wahyana Anggara; Dedy Duryadi Solihin; Wasmen Manalu; Irzaman Irzaman
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.739

Abstract

Perilaku merupakan respons senso-motorik makhluk hidup terhadap beragam stimulus dan fluktuasi kondisi lingkungan. Pengamatan terhadap perilaku alami tikus sawah telah dilakukan pada kondisi laboratorium. Tikus sawah tersebut ditangkap dari lapangan. Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan perilaku alami tikus sawah. Semua aktivitas tikus percobaan dipantau kamera CCTV dan dilakukan pengamatan saksama untuk membuat ethogram. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas normal tikus sawah sepanjang periode aktifnya pada malam hari meliputi perilaku keluar-masuk lubang sarang, mengendus, mengawasi, menjelajah, makan dan minum, merawat diri, istirahat, dan menggali tanah. Sebagian besar aktivitas dilakukan pada pukul 17:30-22:00 WIB sehingga dapat dinyatakan bahwa periode tersebut merupakan waktu puncak aktivitas tikus sawah. Hasil percobaan diharapkan dapat menjadi standar perilaku alami tikus sawah untuk dibandingkan dengan respons tikus uji ketika dipaparkan kembali vokalisasi alaminya. Vokalisasi yang memberikan perbedaan respon perilaku tikus dianggap sebagai suara
ANALISIS MORFOLOGI ANTARPOPULASI Uca vocans (BRACHYURA: OCYPODIDAE) PADA BEBERAPA KAWASAN MANGROVE DI PULAU LOMBOK Dewi Citra Muniarti
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.2336

Abstract

Uca vocans, salah satu jenis kepiting pemakan deposit (bakteri dan protozoa) dan detritus, memiliki sebaran yang luas di mangrove pulau Lombok dan memiliki variasi morfologi yang disebabkan oleh kondisi lingkungan, persaingan dan pemangsaan. Penelitian ini dilakukan agar diketahui variasi morfologi berdasarkan ratio ukuran tubuh. Metode analisis yang digunakan adalah Discriminant Function A nalysis (DFA). Hasil analisis menunjukkan variasi terbesar ditemukan pada populasi Teluk Eka, Tanjung Luar dan Teluk Kodek, sedangkan variasi yang kecil pada Desa Sariwe dan Teluk Rasu. Karakteristik penyebab variasi terutama ditemukan pada capit besar, sedangkan karakter lainnya cenderung seragam. Karakter utama yang menjadi penentu pengelompokan populasi adalah panjang tangkai mata.
STRUKTUR KOMUNITAS EKHINODERMATA (HOLOTHUROIDEA, ECHINOIDEA DAN OPHIUROIDEA) DI DAERAH PADANG LAMUN DI PANTAI GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA Eddy Yusron
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.2334

Abstract

Penelitian ekhinodermata di perairan pantai Gunung Kidul dilakukan pada bulan Maret 2012 di lima lokasi yaitu : Pantai Kukup, Pantai Krakal, Pantai Drini, Pantai Sepanjang dan Pantai Sundak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi struktur komunitas ekhinodermata di perairan pantai Gunung Kidul. Pengambilan contoh biota dilakukan dengan menggunakan transek kuadrat ukuran 1m x 1m. Dari hasil penelitian diperoleh 12 jenis fauna ekhinodermata yang mewakili empat jenis Holothuroidea, empat jenis Echinoidea, dan empat jenis Ophiuroidea. Kelompok bintang mengular atau Ophiuroidea merupakan kelompok yang paling menonjol untuk daerah karang mati. Berdasarkan hasil transek yang dilakukan di lima lokasi yang diamati, ternyata bahwa kelompok bulu babi (Echinoidea) menempati tingkat kekayaan jenis relatif tinggi. Dari analisa kuantitatif diperoleh nilai indeks keanekaragaman dan indeks kemerataan tertinggi ditemukan di Pantai Kukup (H = 0,996; J = 0,896) dan nilai indeks kekayaan jenis tertinggi didapatkan pada Pantai Sundak (D = 0,185). Terlihat umumnya kelompok biota menyukai mikrohabitat lamun (10 jenis), tujuh jenis menempati mikrohabitat pasir dan lima jenis menempati mikrohabitat karang mati. Analisis hierarki dilakukan untuk mengetahui pola pengelompokan jenis di setiap lokasi disarikan pada indeks kemiripan.
EFEKTIVITAS JENIS ALAT TANGKAP DAN JENIS UMPAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENANGKAP UDANG AIR TAWAR DI DANAU KAMPUS INSTITUT PERTANIAN BOGOR Meutiya Agustina; Achmad Farajallah; Daisy Wowor
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.2337

Abstract

Studi mengenai penangkapan udang air tawar dengan metode eksperimental fishing telah dilakukan di Danau Kampus Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penangkapan udang air tawar dengan menggunakan alat tangkap Tray net dan bubu yang diberi tiga jenis umpan yang berbeda, yaitu terasi, pelet pakan ikan dan kelapa bakar. Alat tangkap tray net lebih efektif dibandingkan bubu dalam penangkapan udang, namun umpan terasi yang dimasukkan kedalam perangkap bubu adalah umpan yang paling efektif diantara ketiga jenis umpan yang diberikan. Udang air tawar yang diperoleh diidentifikasi dan didapatkan dua jenis udang yaitu Macrobrachium lanchesteri dan Caridina propinqua sebanyak 474 individu.
EVALUASI METODE SEKSING NURI KEPALA HITAM (Lorius lory LINNAEUS, 1758) DI FASILITAS PENANGKARAN PUSAT PENELITIAN BIOLOGI Herjuno Ari Nugroho; Moch. Syamsul Arifin Zein
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.460

Abstract

Penentuan jenis kelamin pada burung monomorfik seperti Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) kadang sulit dilakukan, meskipun hal itu penting dalam program penangkaran. Tujuan dari studi ini untuk mengevaluasi reliabilitas dan efektifitas metode seksing untuk Nuri Kepala Hitam berdasarkan pengukuran karakter morfologi (morfometri) dan identifikasi molekuler menggunakan gen CHD1 dari kromosom seks. Analisis diskriminan diterapkan pada ukuran panjang tubuh dan culmen dari 9 spesimen museum. Fungsi yang terbentuk diaplikasikan pada 6 ekor burung hidup dan mampu mengklasifikasikan dengan benar 83,33% individu (5/6). Amplifikasi gen CHD1 mampu menentukan 100% sampel (6/6) dengan jantan menunjukkan pita DNA tunggal (ZZ) dan betina menunjukkan pita DNA ganda (ZW). Berdasarkan perbandingan dan evaluasi diantara kedua metode, metode molekular lebih akurat dan aplikatif digunakan untuk determinasi seksual Nuri Kepala Hitam di Fasilitas Penangkaran, Pusat Penelitian Biologi LIPI dibandingkan dengan metode morfometri. Penelitian ini menganjurkan bahwa teknik molekuler dapat digunakan dalam determinasi kelamin burung monomorfik.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024 Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023 Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 31, No 1 (2022): Juli 2022 Vol 30, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021 Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 29, No 1 (2020): Juli 2020 Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 28, No 1 (2019): Juli 2019 Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 More Issue