cover
Contact Name
Dr. Juniawan, S.P., M.Si
Contact Email
juniawanwi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sugiartosumas@kemnaker.go.id
Editorial Address
Sekterariat DPP Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia: Gedung Atmodarminto, BPPK Kemenkeu Jl. Purnawarman No. 99, Kebayoran Baru, Jakarta
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Widyaiswara Indonesia
ISSN : 27227464     EISSN : 27212440     DOI : -
Jurnal Widyaiswara Indonesia (JWI) menerima naskah Karya Tulis Ilmiah (KTI) dari para widyaiswara se-Indonesia, pejabat fungsional tertentu, serta dari penulis umum lainnya, termasuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana. Naskah KTI yang dapat diterbitkan pada Jurnal Widyaiswara Indonesia adalah naskah KTI berjenis kajian (research) dan berjenis ulasan (review), serta untuk naskah orasi calon widyaiswara ahli utama. JWI terbit secara berkala pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021" : 5 Documents clear
Pengukuran Kualitas Layanan Pendidikan Metode Servqual Dalam Rangka Menciptakan Loyalitas Peserta Pada Latsar CPNS Tantry Nugroho
Jurnal Widyaiswara Indonesia Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56259/jwi.v2i4.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kepuasan peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) bagi CPNS yang berasal dari Kabupaten Muko-Muko yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai ASN Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Artikel ini menekankan kembali peran widyaiswara dan penyelenggara dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kegiatan Diklat dalam rangka menciptakan loyalitas peserta. Kepuasan peserta Diklat terhadap kualitas pelayanan diukur dengan metode Servqual yang meliputi 5 dimensi : (1) daya tanggap (responsiveness), (2) empati (emphaty), (3) bukti langsung (tangibles), (4) kehandalan (realibility), dan (5) jaminan (assurance). Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner terhadap 39 peserta Latsar. Data diolah secara kuantitatif deskriptif. Dari kelima dimensi pengukuran, dua dimensi pelayanan memperoleh nilai rata-rata rendah (tidak puas) yakni empathy dan tangibles, yakni dengan nilai 4,278. Sedangkan untuk dimensi responsiveness, realibility dan assurance mendapatkan nilai rata-rata kepuasan 4,462; 4,471 dan 4,530, artinya peserta puas terhadap pelayanan widyaiswara dan penyelenggara terhadap ketiga dimensi tersebut. Diperlukan strategi yang masif untuk dapat memperbaiki kualitas layanan pada dimensi empathy dan tangibles agar peserta mendapatkan kepuasan, serta loyalitas peserta dan lembaga asal peserta Diklat dapat tercapai. This study aims to measure the extent of satisfaction of the participants of Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) for CPNS from Muko-Muko District which is organized by Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai ASN Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. This article re-emphasizes the role of widyaiswara and organizers in maintaining and improving the quality of education and training activities in order to create customer loyalty. Training participants' satisfaction with service quality is measured by the Servqual method which includes 5 dimensions: (1) responsiveness, (2) empathy, (3) tangibles evidence, (4) reliability, and (5) assurance. The data collection technique was using a questionnaire to 39 Latsar participants. The data were processed in descriptive quantitative. Of the five dimensions of measurement, the two service dimensions obtained a low average score (dissatisfied), namely empathy and tangibles, with a value of 4.278. Meanwhile, for the dimensions of responsiveness, reliability and assurance, the average score of satisfaction was 4.462; 4,471 and 4,530, meaning that the participants were satisfied with the services of the lecturers and organizers of the three dimensions. A massive strategy is needed to be able to improve service quality on the dimensions of empathy and tangibles so the customer get satisfaction, which is the participants and they institutions origins loyalty can be achieved
Pemberian Stimulus Ekonomi JPS Gemilang pada Era Pandemi COVID-19 di Provinsi NTB Tahun 2020 Hartina
Jurnal Widyaiswara Indonesia Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56259/jwi.v2i4.98

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana sistem koordinasi dan kolaborasi dalam penyaluran paket Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang di saat awal pandemi Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2020. Tulisan ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan analisa data model Miles & Huberman. Hasil dari analisis data tersebut menunjukan hasil bahwa Pemerintah Provinsi NTB telah melaksanakan koordinasi dan kolaborasi dengan multi pihak dalam menyukseskan JPS Gemilang. Hal ini terlihat dari keberadaan kebijakan terkait pembentukan Gugus Tugas yang melibatkan hampir semua instansi secara vertikal, perbankan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi wanita. Sementara itu, koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota dilakukan melalui rapat koordinasi dan kunjungan kerja. Namun, koordinasi dan kolaborasi yang telah dilakukan dengan intens belum mampu menyelesaikan validasi data untuk menentukan sasaran kelompok penerima bantuan (KPB) dalam forum musyawarah desa/kelurahan. Adapun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sister merupakan pola kolaborasi yang tepat dalam memotivasi UKM/IKM yang terdampak pandemi Covid-19 untuk aktif kembali berproduksi dan mampu memulihkan kepercayaan diri pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM)/Industri Kecil dan Menengah (IKM), Selain itu, UMKM Sister juga sangat efektif untuk mensosialisasikan pemberdayaan UKM. Pada akhirnya, koordinasi dan kolaborasi perlu terus dilakukan dan ditingkatkan secara berkesinambungan oleh Pemerintah Provinsi NTB karena: a) pelaksanaan JPS Gemilang tahap 1, 2 dan 3 dapat diselesaikan tepat waktu dengan paket sembako hasil produk Lokal; b) produk IKM/UKM melalui UMKM Sister mampu menghasilkan isi paket JPS Gemilang dengan berbagai jenis komoditas dalam jumlah besar serta dalam kurun waktu yang relatif singkat; serta c) dapat memotivasi sekitar 4.630 IKM/UKM untuk berpartisipasi aktif diakhir proses mendukung suksesnya JPS Gemilang.
Faktor- Faktor Determinasi Keberlanjutan Proyek Perubahan Peserta Diklatpim Tingkat IV Pada Pemerintah Provinsi NTB Maulana Razak
Jurnal Widyaiswara Indonesia Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56259/jwi.v2i4.99

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberlanjutan proyek perubahan pasca Diklatpim IV dalam jangka menengah dan jangka panjang, untuk mengetahui pengaruh dukungan anggaran, komitmen pimpinan dan dukungan stakeholder, sarana dan prasarana serta prestasi Diklat terhadap keberlanjutan proyek perubahan pada Diklatpim IV pada Pemerintah Provinsi NTB. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif (Mixed Methods), dimana metode kuantitatif digunakan untuk melihat korelasi yang terjadi antara variabel terikat (Y) dan variabel bebas (X), sedangkan metode kualitatif digunakan dalam melakukan wawancara pada seluruh populasi sampel, yakni alumni Diklatpim IV Tahun 2018 sebanyak 35 orang. Analisis data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda yakni model persamaan regresi, hasil hipotesis (hasil uji t) dan koefisien determinasi, sebelum data dianalisis maka dilakukan pengujian kualitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan 1) Jumlah alumni yang melanjutkan proyek perubahan dalam jangka menengah sebanyak 6 orang (17,1 %), jumlah alumni yang dapat melanjutkan proyek perubahan dalam jangka panjang sebanyak 4 orang (11,4 %), 2) Dukungan Anggaran berpengaruh 25,7 %; 3) Komitmen Pimpinan berpengaruh sebesar 21,9 %; 4) Dukungan Stakeholder terkait tidak berpengaruh signifikan sebesar 13,3 %; 5) Dukungan Sarana dan Prasarana berpengaruh signifikan sebesar 27,8 % dan 6) Prestasi Diklat tidak berpengaruh signifikan sebesar 1,6 %. Beberapa alasan proyek perubahan tidak dapat berlanjut disebabkan atara lain: tidak tersediannya anggaran, adanya mutasi jabatan alumni, adanya mutasi staf dari alumni, adanya kendala dalam penyelesaian administrasi serta adanya perubahan kebijakan didalam instansi dan diluar instansi alumni.
Efktivitas Penerapan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Melalui Pola Satu Pintu pada BPSDM Provinsi Papua Blasius Waluyo Sejati
Jurnal Widyaiswara Indonesia Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56259/jwi.v2i4.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif Penerapan Pendidikan Dan Pelatihan pola satu pintu pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Provinsi Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purpose. Peneliti melakukan ekplorisasi mengenai faktor apa saja yang menyebabkan efektivitas penerapan pendidikan dan pelatihan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua. Teknik pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan telaah dokumen dan didukung dengan dokumen yang terkait, dilakukan secara interatif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Teknik analisis data meliputi data reduction, data display dan data conclusion drawing/verification. Hasil analisis disimpulkan bahwa pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua Selama ini dilihat dari segi pencapaian tujuan,Integrasi dan adaptasi belum sepenuhnya dikatakan efektif karena berbagi permaslahan yang dihadapi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, oleh karena itu, guna menjawab berbagi permasalahan dalam mengefektivkan penerapan pendidikan dan pelatihan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua menurut pendapat penulis ditemukan bahwa diperlukan penerapan pola baru berupa kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Satu Pintu.Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan kepada Pemerintah Provinsi Papua agar menerapkan pendidikan dan pelatihan tersebut dengan menggunakan pola satu pintu, serta diperlukan payung hukum yang tegas berupa peraturan Gubernur terkait penerapan pendidikan dan pelatihan pola satu pintu sebagai dasar penerapannya.
Analisis Pengembangan Kompetensi Penyuluh Pertanian Bidang Peternakan Di Kabupaten Bandung Barat anne berliana
Jurnal Widyaiswara Indonesia Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56259/jwi.v2i4.104

Abstract

Kegiatan penyuluhan tidak hanya sebuah proses penyampaian informasi, tetapi juga sebagai sarana konsultasi, pelatihan, dan aktivitas lain yang dapat mengubah perilaku para peternak agar lebih handal dan sejahtera. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kompetensi Penyuluh Pertanian Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat dalam pengembangan kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosiokultural. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Penggunaan metode tersebut bisa menjadi rujukan teori yang tepat sesuai dengan permasalahan selama proses penelitian berlangsung. Hasil observasi pengembangan kompetensi penyuluh pertanian adalah delapan indikator penilaian kompetensi penyuluh, bahwa hanya dua indikator yang dapat memenuhi kriteria tinggi serta dua indikator yang dinilai tidak memenuhi standar penilaian, dan empat indikator lainya masuk dalam kategori sedang. Sehubungan dengan hasil penelitian di lapangan dikaitkan dengan 3 standar kompetensi, yaitu kompetensi teknis, manajerial dan sosiokultural. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat komptensi Penyuluh Pertanian di Kabupaten Bandung Barat tergolong sedang. Berdasarkan hasil observasi di lapangan maka perlunya strategi peningkatan pengembangan kompetensi penyuluh Pertanian melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan serta pemberian dukungan. Jenis dan jalur kompetensi teknis oleh Pemerintah Daerah. Kompetensi Manajerial tergolong sedang dan kurang, perlu difasilitasi untuk mengikuti diklat Manajemen penyuluhan, maupun Diklat teknis penyuluhan yang dapat dilaksanakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Barat kerja sama dengan LAN.

Page 1 of 1 | Total Record : 5