cover
Contact Name
Erna Yovi Kurniawati
Contact Email
jurnal.ilmukebidanan@gmail.com
Phone
+6287739122352
Journal Mail Official
jurnal.ilmukebidanan@gmail.com
Editorial Address
Kampus Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Jl Pemuda Gandekan Bantul Yogykarta 55711
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JIK (Jurnal Ilmu Kebidanan)
ISSN : 24076872     EISSN : 25794027     DOI : 10.48092
Core Subject : Health,
JIK terbit pertama kali pada tahun 2014 dalam versi cetak, dan dipublikasikam secara online pada tahun 2015. Tujuan Jurnal Ilmu Kebidanan adalah menyebarluaskan hasil penelitian dan meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah melalui pendekatan interdisipliner dan multidisiplin. Proses pengiriman manuscript terbuka sepanjang tahun. Semua manuscript yang dikirimkan akan melalui peer review dan editorial blind review sebelum disetujui untuk diterbitkan. Terbit pertama kali pada tahun 2014, JIK telah menggunakan Open Journal System yang mewajibkan semua penulis untuk mendaftar terlebih dahulu sebelum diperbolehkan mengupload manuscript yang mereka tulis secara online. Setelah itu, editor, peer reviewer, dan penulis dapat memantau proses pembuatan manuscript. Jurnal Ilmu Kebidanan (JIK) merupakan jurnal yang dikembangkan untuk menyebarluaskan dan membahas literatur ilmiah dan penelitian lainnya tentang perkembangan kesehatan khususnya kebidanan. JIK dimaksudkan sebagai media komunikasi antar stakeholders penelitian kesehatan seperti peneliti, pendidik, mahasiswa, praktisi serta masyarakat umum yang memiliki kepentingan terhadap hal tersebut. Jurnal Ilmu Kebidanan memuat manuscript Ilmu Kesehatan yang meliputi: Kebidanan Kesehatan Reproduksi Kesehatan Ibu dan Anak Kebidanan Komunitas Keluarga Berencana Kebijakan Kesehatan (Kebidanan) Pendidikan Kebidanan Teknologi Kesehatan (Kebidanan)
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2016): Edisi Desember" : 11 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA ANEMIA DAN INFEKSI PADA IBU DENGAN PERSALINAN PRETERM Ari Sulistyawati; Siti Khanifah
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2016): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi kelahiran prematur di Indonesia adalah 18,5%. Persalinan preterm merupakan hal yang berbahaya karena potensial meningkatkan kematian perinatal sebesar 65% - 75%. Persalinan preterm disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah anemia dan infeksi pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia dan infeksi pada ibu dengan persalinan preterm di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2015. Metode penelitian ini adalah kuantitatif inferensial dengan pendekatan retrospektif, di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang mengalami partus prematurus di RSUD Panembahan Senopati pada tahun 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling sebanyak 112 orang ibu bersalin preterm responden. Pengumpulan data menggunakan rekam medik. Analisis data penelitian meliputi analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat mengkaji distribusi frekuensi karakteristik responden, sementara analisis bivariat menggunakan uji korelasi chi-square. Hasil dari penelitian ini terdapat hubungan antara anemia dan infeksi pada ibu dengan persalinan preterm dengan nilai x2 hitung (4,076) > x2 tabel (3,841). Ibu hamil disarankan untuk selalu aktif melakukan pemeriksaan antenatal secara teratur dan melakukan upaya pencegahan anemia dan infeksi selama masa kehamilan.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PARTISIPASI IBU HAMIL UNTUK MENGIKUTI KELAS IBU HAMIL Esti Nugraheny; noerhayati
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2016): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk menurunkan AKI yaitu dengan mencanangkan program kelas ibu hamil. Namun berdasarkan data pemanfaatan kelas ibu hamil masih rendah. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah dukungan suami. Dengan adanya dukungan suami diduga dapat meningkatkan partisipasi ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan partisipasi ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif inferensial dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang ANC di Puskesmas Bantul II dengan jumlah 152. Jumlah sampel 60 orang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dengan hasil 27 soal valid dan reliabilitas dengan nilai alpa chronbach 0,60. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan umur mayoritas 20 - 35 tahun, pendidikan SMP dan SMA, status tidak bekerja (IRT) serta paritas primipara. Terdapat hubungan yang secara statistik signifikan antara dukungan suami dan partisipasi ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil. Ibu hamil yang didukung keluarga memiliki kemungkinan untuk mengikuti kelas ibu hamil 2,86 kali lebih besar daripada tidak didukung (OR=2,86; p=0.002). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan suami dengan partisipasi ibu untuk mengikuti kelas ibu hamil. Ibu yang suaminya mendukung memiliki peluang untuk berpartisipasi 2,86 kali lebih besar dibandingkan ibu yang tidak mendapatkan dukungan suami. Perlu peningkatan peran suami salah satunya melalui program suami siaga.
HUBUNGAN JAHITAN PERINEUM DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU DALAM MELAKUKAN HUBUNGAN SEKSUAL PASCA MELAHIRKAN Sri Sundari; Vita Yuniarsih
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2016): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak pasangan suami istri merasa frekuensi berhubungan intim semakin berkurang setelah memiliki anak. Kegiatan mengurus bayi dan menyusui membuat istri lebih mencurahkan perhatian kepada bayinya dibandingkan suami. Setelah melahirkan, perempuan takut untuk berhubungan seksual lagi dengan pasangannya karena takut terhadap rasa nyeri pada jahitan. Apabila hal ini dibiarkan secara berlarut-larut akan menyebabkan gangguan fungsi seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jahitan perineum dengan tingkat kecemasan ibu dalam melakukan hubungan seksual pasca melahirkan. Jenis penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu pasca melahirkan pervaginam yang sudah lebih dari 40 hari sampai tiga bulan pasca melahirkan selama bulan Desember 2015 sebanyak 35 orang. Lokasi penelitian di BPM Sri Suharti Wates Kulonprogo. Teknik sampling dengan purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 33 orang. Pengumpulan data dengan checklist dan kuesioner. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil uji analisa data dengan chi square menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-sided) 0,001, nilai Asymp. Sig. (2-sided) < 0,05, dan juga hasil x hitung 16.906 dan x tabel 9.488, X hitung > x tabel, sehingga H? ditolak dan H? diterima dengannilai keeratan Contingency Coefficient sebesar 0,582 (cukup erat). Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara jahitan perineum dengan tingkat kecemasan ibu dalam melakukan hubungan seksual pasca melahirkan.
HUBUNGAN KEHAMILAN SEROTINUS DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Anggit Eka Ratnawati; Nani Yusnawati
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2016): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) (2012) Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2012 sebesar 32 per 1000 kelahiran hidup (BKKBN, 2013). Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan 28%, eklamsi 24%, infeksi 11%, partus lama 5%, aborsi 5%, dan lain-lain 27%, yang di dalamnya terdapat juga penyulit pada masa kehamilan dan penyulit pada masa persalinan (Kemenkes RI, 2010). Penyebab kematian bayi baru lahir salah satunya disebabkan oleh asfiksia (27%) yang merupakan penyebab kedua kematian bayi baru lahir setelah BBLR (Kemenkes RI, 2008). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kehamilan serotinus dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan berupa deskriptifkorelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 205 persalinan. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 136 persalinan. Pengumpulan data menggunakan rekam medik. Analisis data dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa distribusi frekuensi kehamilan serotinus sebanyak 68 kasus (50%) dengan kejadian asfiksia sebanyak 51 kasus (75%), kehamilan tidak serotinus sebanyak 68 kasus(50%) dengan kejadian asfiksia sebanyak 16 kasus (23,5%). Data pada kehamilan serotinus dengan kejadian asfiksia menunjukkan bahwa nilai significancy pada hasil menunjukkan (p = 0,000 < 0,05), H? diterima dan H? ditolak. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan kehamilan serotinus dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta Tahun 2016.
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA Arifah Istiqomah; yesi astria
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2016): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) memerlukan pengawasan yang ketat dan kerja sama antara kelurga dan penolong (bidan dan dokter) karena dapat menyebabkan bahaya infeksi intra uterin yang mengancam kesehatan ibu dan janin. Terdapat hubungan antara terjadinya gawat janin dan derajat oligohidramnion, semakin sedikit air ketuban, janin semakin gawat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara Ketuban Pecah Dini (KPD) dengan kejadian asfiksia di RS Nur Hidayah Bantul Yogyakarta Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan waktu retrospektif. Populasi penelitian ini adalah ibu bersalin dengan KPD dan ibu bersalin normal, di RS Nurhidayah Bantul Yogyakarta sebanyak 348 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling ditetapkan sebanyak 78 orang. Alat pengumpul data menggunakan rekam medis. Analisis data dilakukan meggunakan Chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bersalin di RS Nur Hidayah yang tidak mengalami KPD sebanyak 39 orang (50%). Ibu bersalin di RS Nur Hidayah yang mengalami asfiksia sebanyak 39 orang (50%). Hasil uji Chi-square didapatkan x2 hitung 5,128 dengan signifikansi (p) 0,024, (p < 0,05) (OR) 3,189, (RR) 1,78. Terdapat hubungan antara kejadian KPD dengan kejadian asfiksia pada ibu bersalin di RS Nur Hidayah Bantul. Ibu bersalin yang mengalami KPD memiliki kemungkinan untuk mengalami kejadian asfiksia sebesar 1,78 kali.
HUBUNGAN TINGGI BADAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING Rr Dewi Ngaisyah; Septriana
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2016): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia meningkat pada tahun 2010 mencapai 35,6% menjadi 37,2% pada tahun 2013. Salah satu faktor penentu terjadinya stunting yaitu status gizi dan kesehatan orang tua, terlihat dari indikator tinggi badan ayah dan tinggi badan ibu yang diwariskan kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tinggi badan orang tua dengan kejadian stunting. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan pada bulan Maret sampai Oktober 2016. Populasi berjumlah 2310 balita dengan menggunakan cluster random sampling peneliti memperoleh 110 balita yang digunakan sebagai sampel. Data tinggibadan orang tua diperoleh dengan cara pengukuran TB menggunakan microtoise ketelitian 0,1 cm dan kejadian stunting diperoleh dengan pengukuran tinggi badan atau panjang badan balita menggunakan stadiometer SECA ketelitian 0,1 cm. Pengukuran TB orang tua dan anak dilakukan secara bersamaan. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dibantu oleh empat orang enumerator. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitiandiperoleh prevalensi ayah pendek sebesar 28,2%, prevalensi ibu pendek sebesar 29,09% dan kejadian stunting balita 48,2%. Dari hasil uji bivariat tidak ada hubungan tinggi badan orang tua dengan kejadian stunting, hasil uji chi square antara tinggi badan ayah dengan kejadian stunting (p-value 0,507) dan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting (p-value 0,195). Diperlukan program berupa peningkatan edukasi khususnya pada keluarga yang memiliki pendidikan rendah dalam rangka mempersiapkan 1000 hari kehidupan pertama.
PREVALENSI KEJADIAN GANGGUAN MENSTRUASI BERDASARKAN INDEKS MASA TUBUH (IMT) PADA SISWA KELAS VII SMP Endah Puji Astuti; Lucyana Noranita
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2016): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan menstruasi merupakan masalah yang sering dialami wanita dalam masa reproduksi dengan prevalensi terbanyak pada remaja. Apabila tidak ditangani dengan baik, gangguan menstruasi dapat mempengaruhi kualitas hidup, aktivitas sehari-hari dan prestasi belajar. Salah satu pengukuran status gizi dengan indeks masa tubuh dan status gizi merupakan salah satu penyebab gangguan menstruasi, status gizi yang kurang ataupun berlebihan akan mempengaruhi hormon pada proses menstruasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prevalensi gangguan menstruasi berdasarkan indeks masa tubuh pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup tentang gangguan menstruasi dan pengukuran antropometri yang dilakukan pada populasiresponden yaitu siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada bulan Juli 2016 dengan tehnik cluster sampling sebanyak 78 siswa. Analisa univariat menggunakan persentase. Hasil dari penelitian ini adalah responden mayoritas memiliki indeks masa tubuh normal (67%), siswa yang mengalami gangguan menstruasi (99%) dan terbanyak mengalami pre menstrual syndrom/PMS (85%) dan dismenore (81%). Kategori obesitas (100%) mengalami PMS dan dismenore, (33%) mengalami hipermenore, amenore sekunder dan menorargi. Sedangkan sangat kurus (100%) mengalami PMS dan dismenore. Kesimpulan dan saran dalam penelitian ini adalah gangguan menstruasi dapat terjadi pada semua katagori IMT (normal, gemuk, kurus, obesitas maupun sangat kurus). Siswa hendaknya dapat menangani gangguan menstruasi dengan benar dan tepat agar tidak mengganggu aktivitas dan prestasi belajar.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN FREKUENSI SAKIT PADA BAYI UMUR 6 - 12 BULAN Yuni Uswatun Khasanah; Desi Marlinda Rahayu
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2016): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cakupan bayi yang diberi ASI eksklusif di Kabupaten Bantul tahun 2013 sebesar 62,5 % menurun bila dibandingkan tahun 2012 sebanyak 63,51%. Bayi (0 - 1 tahun) yang mendapatkan ASI eksklusif lebih jarang terserang penyakit dibandingkan dengan bayi yang memperoleh susu formula. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan frekuensi kejadian sakit pada bayi umur 6 - 12 bulan di Puskesmas Sanden Bantul Yogyakarta. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Populasi berjumlah 102 responden, dengan sampel berjumlah 51 responden. Analisis menggunakan uji chi square dan koofisien kontingensi untuk mengetahui keeratan hubungan. Hasil dari penelitian ini diketahui karakteristik ibu bayi, umur sebagian besar berumur 20-35 tahun sebanyak 43 orang (84,3%), pendidikan sebagian besar lulusan SMA/SMK sebanyak 33 orang (64,7%), dan status pekerjaan sebagian besar bekerjasebanyak 42 orang (82,4%). Sebagian besar responden tidak memberikan ASI secara eksklusif sebanyak 31 orang (60,8%). Frekuensi sakit pada anak sebagian besar dalam kategori sering sebanyak 29 orang (56,9%) jenis sakit yang sering dialami bayi adalah diare dengan jumlah 22 orang (43,1%). Hasil uji chi square didapatkan hasil bahwa r hitung (36,080) > r tabel (3,481) dengan nilai p-value (Asymp.sig) 0,00 lebih kecil dari 0,05 (p-value < 0,05), artinya H? diterima dengan hasil koofisien kontingensi bernilai 0,644. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan frekuensi sakit pada bayi umur 6-12 tahun di Puskesmas Sanden Bantul dengan keeratan hubungan kategori kuat.
SIKAP IBU HAMIL TRIMESTER II DALAM MENGONSUMSI TABLET FE Ika Fitria Ayuningtyas; Nanik Sulastri
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2016): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 359/100.000 kelahiran hidup (Riskesdas, 2013). Salah satunya disebabkan karena anemia. Kejadian anemia di Indonesia umumnya disebabkan karena kekurangan zat besi (Fe). Pemerintah telah melakukan upaya pencegahan dengan memberikan tablet Fe kepada ibu hamil, namun efek samping yang ditimbulkan tablet Fe, pengetahuan dan sikap ibu hamil dapat memicu seseorang kurang mematuhi konsumsi tablet Fe 90 tablet secara benar sehingga tujuan dari pemberian tablet Fe tersebut tidak tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya sikap ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe di Puskesmas Srandakan Bantul Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester II yang melakukan pemeriksaan Ante Natal Care (ANC) pada bulan Juni sampai dengan Juli 2014 di Puskesmas Srandakan Bantul berjumlah 45 orang. Jumlah sampel 31 orang ibu hamil diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan terlebihdahulu dilakukan uji validitas menggunakan product moment, didapat delapan dari sembilan pernyataan valid dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach dengan nilai alpha 0,95. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ibu hamil memiliki sikap positif dalam mengonsumsi tablet Fe (100%). Diperlukan penelitian lanjutan untuk menganalisis keterkaitan sikap positif terhadap perilaku mengonsumsi tablet Fe dan upaya pendampingan oleh tenaga kesehatan agar sikap positif signifikan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe.
SIKAP SUAMI TENTANG KONTRASEPSI VASEKTOMI Ekawati; Ilmu Wahyuningtyas
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2016): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka keikutsertaan pria ber-KB di Indonesia masih rendah. Kelurahan Bener, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta adalah salah satu daerah yang tingkat keikutsertaan vasektominya masih rendah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui sikap suami tentang kontrasepsi vasektomi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 260 pasangan usia subur. Jumlah sampel 52 suami dengan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup non tes dan skala likert yang telah dimodifikasi serta telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analis data yang digunakan adalah analis univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari aspek kognitif 26 responden (50%) seimbang antara sikap mendukung dan tidak mendukung, berdasarkan aspek afektif sebanyak 27 responden (27%) tidak mendukung, berdasarkan aspek konatif sebanyak 28 responden (53%) adalah tidak mendukung. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar suami di Kelurahan Bener, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta memilikisikap tidak mendukung.

Page 1 of 2 | Total Record : 11