cover
Contact Name
FX. Kurniawan Dwi Madyo Utomo
Contact Email
fxiwancm@gmail.com
Phone
+62341552120
Journal Mail Official
serifilsafatws@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Rajabasa 2
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Seri FilsafatTeologi Widya Sasana
ISSN : 14119005     EISSN : 27463664     DOI : https://doi.org/10.35312/
Seri Filsafat Teologi Widya Sasana focuses on philosophical and theological studies based on both literary and field researches. The emphasis of study is on systematic attempt of exploring seeds of Indonesian philosophy as well as contextualization and inculturation of theology in socio-political-historical atmosphere of Indonesia. Scope of Seri Filsafat Teologi Widya Sasana covers various perspectives of philosophical and theological studies from interdisciplinary methodology and cultural-religious point of view of traditions.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 28 No. 27 (2018)" : 13 Documents clear
Kontribusi Teori Ujaran Dan Tindakan Bahasa Dalam Filsafat Analitik John Langshaw Austin Terhadap Bahasa Pewartaan Pius Pandor
Seri Filsafat Teologi Vol. 28 No. 27 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disinyalir bahwa bahasa pewartaan Gereja terkadang sulit dipahami terutama bagi generasi zaman now. Dikatakan demikian karena bahasa pewartaan Gereja merupakan hasil olahan kebudayaan Barat, khususnya zaman abad pertengahan, dengan latar belakang budaya Yunani-Romawi. Bagi generasi zaman now yang tidak mengetahui latar belakang tersebut, tentu akan kesulitan menangkap pesan yang terkandung dalam bahasa pewartaan yang disampaikan lewat budaya itu. Perbedaan logika berpikir itulah yang sering kali menyebabkan isi iman yang termuat dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) sulit dipahami oleh generasi zaman now. Dalam situasi ini, terobosan Paus Benediktus XVI yang pernah mengupayakan penulisan You Cat, Katekismus Populer, menurut saya merupakan salah satu solusi bagaimana mengolah bahasa pewartaan sehingga dapat dipahami oleh generasi zaman now. Dengan cara tersebut, diharapkan banyak generasi zaman now yang tertarik untuk mengetahui (to know), menyebarkan (to share) dan mewujudkan (to express) isi iman yang termuat dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan gagasan dasar di atas, dalam tulisan ini akan ditampilkan tema ”Kontribusi teori ujaran dan tindakan bahasa dalam Filsafat Analitik John Langshaw Austin terhadap bahasa pewartaan”. Pertama-tama akan ditampilkan riwayat hidup John Langshaw Austin yang memperlihatkan minatnya pada filsafat bahasa. Uraian dilanjutkan dengan membahasFilsafat Bahasa John Austin yang berkonsentrasi pada ujaran dan tindakan bahasa. Setelah itu menguraikan kontribusi teori ujaran dan tindakan bahasa Austin terhadap bahasa pewartaan. Tulisan akan diakhiri dengan kesimpulan.
Hidup Sebagai Anak-Anak Allah Yang Terkasih Sebuah Contoh Katekese Calon Baptis1 Antonius Sad Budianto
Seri Filsafat Teologi Vol. 28 No. 27 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagaimana hidup saya selama ini? Apakah saya puas dan mensyukuri hidup saya? Apakah saya hidup sehat dan bahagia? Apa makna pembaptisan dalam hidup saya? Adakah yang berubah dalam diri saya dengan menerima pembaptisan? Apa yang sebenarnya Tuhan inginkan dengan hidup saya? (panggilan dan tujuan hidup saya)
Arah Katekese Di Indonesia Antonius Sad Budianto
Seri Filsafat Teologi Vol. 28 No. 27 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalau kita mau berbicara tentang Pembaharuan Gereja di Bidang Katekese, tentu kita perlu tahu arah katekese Gereja di Indonesia selama ini. Sebuah buku dengan judul “Arah Katekese di Indonesia???”1 merupakan laporan dan makalah yang disampaikan pada Pertemuan Kateketik antar Keuskupan se Indonesia (PKKI) pertama yang diselenggarakan 10-16 Juli di Wisma Syalom Sindanglaya, Jawa Barat. Pertemuan tersebut merupakan tonggak sejarah penting Gereja Katolik Indonesia, terutama di bidang katekese. Tiga tahun kemudian diselenggarakan PKKI yang kedua di Wisma Samadi Klender, Jakarta. Kemudian rupanya disepakati pertemuan tiap 4 tahun hingga yang terakhir PKKI XI, Makssar 2016.

Page 2 of 2 | Total Record : 13