cover
Contact Name
Abd Karim
Contact Email
jurnalalthiqah@gmail.com
Phone
+6285235776365
Journal Mail Official
jurnalalthiqah@gmail.com
Editorial Address
http://ejurnal.stiuda.ac.id/index.php/althiqah/about/editorialTeam
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-THIQAH: Jurnal Ilmu Keislaman
ISSN : 26857529     EISSN : 26857529     DOI : https://doi.org/10.36835/althiqah
Core Subject : Religion, Social,
Al-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman published by Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Bangkalan. This journal contains many variants of Islamic studies, among others: Islamic education, Ushuluddin, the Shariah, Islamic thought, economics, and other Islamic studies. This journal is published twice a year in April and October. Editors invite academics, professors, and researchers to contribute to write in this journal. The journal can be accessed publicly, which means that all content is provided freely accessible without charge to either the user or the institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or cite to the full text of the article did not have to ask permission from the publisher or author.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 02 (2018): Oktober" : 6 Documents clear
Interpretasi Kontekstual Al-Qur’an Persepektif Abdullah Saeed Umar Zakka
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 1 No 02 (2018): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berupaya membahas metodologi interpretasi kontekstual al-Qur’an yang ditawarkan oleh Abbdullah Saeed, Saeed ini termasuk salah satu tokoh Isalm moderen yang berkebangsaan Arab, ia memiliki metode khusus dalam menginterpretasi makna al-Qur’an. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif karena berdasarkan kepada karakter objeknya, atau dengan kata lain, penelitian bersifat kepustakaan (library research), dengan objek berupa naskah, buku atau literatur yang berhubungan dengan persoalan yang dibahas. Adapun metodologi yang ditawarkan oleh Abdullah Saeed sebagai upaya mengkontekstualisai al-Qur’an yaitu, pertama dengan mengklasifikasikan jenis teks al-Qur’an, kedua. Analisis kritis dengan mengkaitkan kondisi situasi masa kini dan objek wahyu(aspek linguistik) ayat. Ketiga, mengumpulkan ayat-ayat yang masih satu tema untuk mengetahui sejauh mana penekanan ayat tersebut serta ayat mana yang turun lebih dahulu.
Feminimisme al-Qur’an; Study Kritik Terhadap Pemikiran Riffat Hasan Tentang Konsep Equality Gender M. Tohir
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 1 No 02 (2018): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berupaya membahsa masalah feminisme al-Qur’an dan kritikan terhadap pemikiran Riffat Hasan tentang konsep equality gender. Adapun yang menjadi fokus pembahasan dalam artikel ini pertama. Metodologi Riffat Hasan dalam menafsirkan ayat-ayat feminis, kedua. Contoh penafsiran Riffat Hasan terhadap ayat-ayat feminis, dan ketiga. kritikan terhadap metodologi penafsiran Riffat Hasan. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif karena berdasarkan kepada karakter objeknya, atau dengan kata lain, penelitian bersifat kepustakaan (library reseacrh), dengan objek berupa naskah, buku atau literatur yang berhubungan dengan persoalan yang dibahas. Dan hasil penelitian ini yaitu: 1. Dalam menafsirkan ayat-ayat feminis Rifat Hasan menggunakan pendekatan empiris, dan pendektan idea-normatif. 2. Adapun contoh penafsiran Riffat Hasan yaitu kata Qawwamun pada surat al-Nisa’: 34 berarti bahwa yang bisa mencari nafkah tidak hanya seorang laki-laki saja namun seorang wanitapun juga diperbolehkan dan laki-laki hanya dituntut mampu menafkahi keluarganya lahir maupun batin. 3. Secara keilmuan Riffat Hasan tidak memiliki kapasitas sebagai mufasir ia hanya pandai membaca, menulis syair-syair (puisi) dan mahir dalam bahasa inggris, tidak dalam ilmu tafsir sehingga dalam menafsirkan cenderung tekstual tidak menggunakan metode tafsir.
Pandangan Orientalis Tentang Hadis Sebagai Sumber Hukum Islam Idris Idris
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 1 No 02 (2018): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada abad ke-19 merupakan periode ketika orang muslim menghadapi munculnya tantangan dari para sarjana orientalis yang bersikap kritis dalam studi hadis. Adalah Alois Sprenger yang menjadi sarjana Barat pertama yang mengekspresikan skeptisisme tentang rehabilitasi hadis sebagai sumber sejarah. Kemudian muncul Ignaz Goldziher melalui karyanya Muhammedanische Studien, berpendapat bahwa hadis Nabi sesungguhnya merupakan hasil evolusi sosial-historis Islam selama abad kedua Hijriah. Setelah ignaz Goldziher, banyak penganut dari kalangan orientalis yang muncul dalam mengkritisi hadis sebagai salah satu sumber hukum Islam. pandangan orientalis tentang otentitas hadis sebagai sumber hukum, yaitu: (a) hadis merupakan produk buatan kaum muslimin abad kedua dan ketiga Hijriyah yng berupa catatan-catatan perkembangan Islam di bidang sosial, agama, sejarah dan lainnya. (b) Kelangkahan peninggalan hadis bentuk tulisan menunjukkan bahwa hadis tidak dapat dipelihara keaslihannya, (c) Mereka sepakat bahwa eksistensi sunnah Nabi sebagai sumber hukum tidaklah terjadi sejak awal Islam., (d) Produk hukum Islam baru terbentuk pada abad kedua Hijriyah dan merupakan hasil dari perkembangan Islam..
Kajian al-Kitab wa al-Qur’an Qira’ah Mu`asirah Karya Muhammad Shahrur Ahmad Bahruddin
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 1 No 02 (2018): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang karya Muhammad Syahrur yang berjudul al-Kita>b wa al-Qur’a>n; Qira>’ah Mu`a>s{irah. Di antara pemikirannya dalam kitab tersebut adalah 1) alam semesta ini bersifat material, manusianya sendiri berhak mengetahui rahasia di dalamnya tanpa ada batas ruang dan waktu; 2) manusia mempunyai pengetahuan yang bebas, tidak boleh ada yang menghalanginya; 3) kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad tidak bertentangan dengan keberadaan ilmu filsafat sama sekali; 4) pada hakikatnya suatu pengetahuan manusia yang ada di dunia ini bersumber dari al-tafki>r al-mushakhkhsy; 5) ia membantah suatu pernyataan tentang istilah ilmu ladunni yang hanya dimiliki oleh orang-orang ma’rifah; 6) awal mula adanya dunia ini disebabkan oleh adanya sebuah ledakan yang sangat bergemuruh. Begitu juga dengan keadaan akhirat nanti. Menurutnya, keberadaan surga neraka nanti bukan perpindahan ke alam lain namun disebabkan adanya sebuah ledakan.
Hermeneutika al-Qur’an Hassan Hanafi; Memadukan Teks Pada Realitas Sosial Dalam Konteks Kekinian Hermanto Halil
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 1 No 02 (2018): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang hermeneutika al-Qur’an Hassan Hanafi. Pemikiran hermeneutikanya dilatarbelakangi oleh kegelisahannya melihat penafsiran al-Qur’an yang tidak relevan lagi dengan konteks saat ini. Menurutnya, penafsir harus mampu mencerminkan suatu konflik sosial politik karena di setiap penafsiran harus menyebutkan sosial politik si penafsir. Hanafi juga beranggapan bahwa metode penafsiran tematik amat baik untuk digunakan dalam sebuah penafsiran karena dalam metode ini berusah menghindari sebuah penafsiran yang kesannya bertele-tele, juga dapat mengarahkan pada sebuah perhatian atas tema-tema sosial yang terkandung dalam al-Qur’an. Metode ini mengajarkan para mufasir untuk tidak hanya memainkan logika deduktif saja akan tetapi harus menggunkan logika induktif disertai tinjuan terhadap realitas yang ada.
Metodologi Ulama Hadis dalam Membentengi Hadis dari Segi Matan Mutmainnah Mutmainnah
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 1 No 02 (2018): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tradisi keilmuan hadis, kritik matan merupakan hal yang sangat penting guna memperoleh kandungan yang tepat akan teks hadis. Beberapa diantara kritik hadis ada yang telah merumuskan tentang kaidah dalam hal membentengi matan hadis dari sesuatu yang merusak, diantranya adalah Yūsuf al-Qaradhawī, al-Ghazalī, al-Dhahabī, dan lain sebainya. Secara garis besar Metodologi kritik matan hadis terdiri dari: (a) Kaidah mayor bagi kesahihan matan hadis adalah: 1) terhindar dari syudzudz; dan 2) terhindar dari ‘illat. (b) kaedah minor bagi matan yang terhindar dari syudzudz adalah :1) matan hadis bersangkutan tidak menyendiri; 2) matan hadis itu tidak bertentangan dengan hadis yang lebih kuat; 3) matan hadis itu tidak bertentangan dengan al-Qur’an; 4) matan hadis itu tidak bertentangan dengan akal sehat, indera dan sejarah. Sedangkan Langkah-langkah dalam melakukan kritik matan hadis adalah: (a) Menghimpun hadis-hadis yang terjalin dalam tema yang sama, (b) Penelitian matan hadis dengan pendekatan hadis sahih, (c) Penelitian matan hadis dengan pendekatan al-Qur’an (d) Penelitian matan hadis dengan pendekatan bahasa (e) Penelitian matan dengan pendekatan sejarah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6