cover
Contact Name
Nofia Hudaya
Contact Email
nofia.hudaya@sttcipanas.ac.id
Phone
+6281264656160
Journal Mail Official
jurnal@sttcipanas.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Cipanas, Jl. Gadog I/36 Desa Gadog, Kec. Pacet, Kab. Cianjur, Jawa Barat 43253
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
The New Perspective in Theology and Religious Studies
ISSN : 27229726     EISSN : 27229718     DOI : 10.47900
The New Perspective in Theology and Religious Studies (NPTRS) is a journal of theology, which is published twice in a year to promote theological and religious studies. Submitted articles will be read by two blinded reviewers. Editorial boards acknowledge the significant contribution from the readers to evaluate and improve the articles published in the Journal of NPTRS. Focus and Scope: 1. Biblical Studies 2. Systematic Theology and Church History 3. Pastoral and Mission Studies 4. Christian Education 5. Religious Studies
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2022): December" : 6 Documents clear
Book Review: The Apostolic Fathers and the New Testament Chandra Gunawan
The New Perspective in Theology and Religious Studies Vol 3, No 2 (2022): December
Publisher : Cipanas Theological Seminary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.875 KB) | DOI: 10.47900/nptrs.v3i2.75

Abstract

In The Apostolic Fathers and the New Testament, Clayton addresses five issues, namely, the historical setting of the church father literature, the genre and setting in life of the church father literature, the ethics, and faith in the church father teaching, the struggle of the church fathers concerning the opposition from the Jewish and Gentile society, the influence of some churches in the second century. After observing the historical setting of church fathers, Jefford concludes that the letter of Ignatius was written ca., 107-109 AD from Asia Minor; the letter of Polycarp was written ca., 108-109 AD from Smyrna;  1 Clement was written ca., 65-70 AD from Rome; the Didache was written ca., 120 AD from Antioch; the Martyrdom of Polycarp was written ca., 155-160 AD from Smyrna; the Shepherd of Hermas was written ca., 90-150 from Rome; 2 Clement was written c.a. 166-174 from Corinthians; the letter of Barnabas was written ca., 96-100 from Alexandria; the Epistle of Diognetus could be composed around the first to the third century from anywhere around the Mediterranean world; the lost written work of Papias, Exposition of the Oracle of the Lord, probably was written in 130 AD.
Jesus the Christ and the Judgment of God in New Testament Theology Chandra Gunawan
The New Perspective in Theology and Religious Studies Vol 3, No 2 (2022): December
Publisher : Cipanas Theological Seminary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.162 KB) | DOI: 10.47900/nptrs.v3i2.73

Abstract

Scholars disagree if there is a New Testament theology. While many scholars claim that there are diversities within NT, some argue that eschatology, especially the teaching about judgment probably can become a theological theme connecting the NT. This article will examine that proposal. The research question is how to understand the role of the teaching of Judgment in the New Testament theology. This article will employ historical-critical exegesis to investigate the teaching of judgment in the NT texts and will argue that, although the teaching of judgment is common in the NT, it is not a core of NT theology; the teaching about Jesus is the central theme of the NT theology.
Penerapan Hukum Levirat dalam Rut 4 dan Signifikasinya bagi Sejarah Keselamatan Daniel Tejo Kusumo
The New Perspective in Theology and Religious Studies Vol 3, No 2 (2022): December
Publisher : Cipanas Theological Seminary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.002 KB) | DOI: 10.47900/nptrs.v3i2.60

Abstract

Sebagian orang pada masa kini tentunya sedikit asing dengan istilah pernikahan levirat yang digunakan dalam kitab Rut. Pernikahan levirat tersebut sebenarnya didasarkan pada Ulangan 25:5-10 dapat terlihat dalam kitab Rut secara jelas. Melalui tulisan ini diharapkan para pembaca nantinya dapat mengetahui keterkaitan antara Ulangan 25:5-10 dan penerapannya dalam kisah pernikahan Rut dan Boas. Penulisan ini menggunakan metodologi sistematika yang dikemukakan oleh Winarto.  Metodologi Sistematika  dalam penulisan ini dilakukan dengan cara   mencermati suatu bagian Alkitab dan mengkaitkannya dengan pemahaman teologis berdasarkan Alkitab secara keseluruhan. Pertama dengan mencermati konsep pernikahan levirat dalam Ulangan 25:5-10. Kemudian penulis mencermati Rut 4 untuk mengkaitkannya kembali dengan konsep-konsep yang telah ditemukan dari proses mencermati Ulangan 25:5-10. Pada akhir pembahasan ini, kedua bagian tersebut akan dikaitkan dengan menarik kesimpulan dalam  pemahaman teologis mengenai sejarah keselamatan umat Allah. Adapun kesimpulanya adalah : (1)  Ulangan 25:5-10 dengan kitab Rut memberikan gambaran tentang bagaimana Allah bertindak dalam sejarah. (2) Sejak awal Allah mengizinkan terjadi pernikahan levirat Rut dengan Boas untuk mendatangkan keselamatan bagi umat-Nya.
‘Pendidikan Multikultural’: Membangun Ilmu Teologi Konteks Indonesia Yustus - Adipati
The New Perspective in Theology and Religious Studies Vol 3, No 2 (2022): December
Publisher : Cipanas Theological Seminary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.319 KB) | DOI: 10.47900/nptrs.v3i2.62

Abstract

Wacana ‘Pendidikan Multikultural’ di sekolah-sekolah teologi di Indonesia akan menjadi salah satu upaya tepat dan kontekstual berwawasan kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam perspektif ilmu, bahwa kebhinekaan membutuhkan kesadaran teologis ‘NKRI-Minded’, agar kesatuan dan persatuan Indonesia tetap terjaga di tengah-tengah ancaman pertikaian antar suku, kelompok, maupun ancaman global dari luar teritorial Indonesia. Masalah yang muncul dalam artikel ini adalah: bagaimana memperlakukan ilmu teologi yang mampu menjaga nilai-nilai utama dari konsensus wawasan kebangsaan di Indonesia; dan bagaimana ‘Pendidikan Multikultural’ mampu memelihara prinsip-prinsip dan nilai-nilai bagi keutuhan NKRI. Rumah Ramah Indonesia (RRI) menjadi pokok utama bagi terwujudnya kebhinekaan yang ramah dan damai, serta berkontribusi maksimal di empat konsensus kebangsaan, yang terdiri dari Panca Sila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Metode yang dilakukan adalah meneliti kajian Pustaka terkait perspektif teologi sebagai ilmu, dan ‘Pendidikan Multikultural’. Artikel ini berkeyakinan bahwa teologi sebagai ilmu berperan juga sebagai peletak dasar bagi keutuhan NKRI dari ancaman internal dan eksternal. Salah satu upaya pentingnya adalah membangun nilai-nilai keutamaan melalui ‘Pendidikan Multikultural’.
Meet the Hidden Jesus within you in Javanese spirituality and Namaste greeting Victor Christianto
The New Perspective in Theology and Religious Studies Vol 3, No 2 (2022): December
Publisher : Cipanas Theological Seminary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.817 KB) | DOI: 10.47900/nptrs.v3i2.61

Abstract

According to Ted Peters (2018), Public discourse today continues topropagate the simplistic idea that science and religion are engagedin a hopelessly unwinnable war. This is misleading. Science andreligion interact at so many different junctures and in so manydifferent ways that any simple generalization misguides us. Althoughthe present writer wrote several articles on cosmology and logic,actually he is not quite well versed in philosophy, especially to meetthe above tension mentioned by Ted Peters. Nonetheless, we cameup in a converging ideas toward such a dialogue between science,philosophy an and theology. Let me emphasize, that what isoutlined here is not a synthesis or syncretistic idea, but it is meantto be a better dialogical approach, in the sense of Buber. See alsoArion, Hivner (2018, 2011). The present article is a continuation toour three previous articles (Christianto Chandra, 2021; Christianto,Smarandache, Tjandrah Simbolon, 2022; Christianto, 2022), as anintentional discussion of our understanding of classic work, PJ.Zoetmulder, Manunggaling Kawula Gusti. In particular, we discusshow Gospel of Thomas’s place among the other Four Gospels canbe an alternative way to interpret sedulur papat limo pancer as aknown principle held among adherents of Javanese spirituality.
Persepsi Umat Parmalim Tentang Dosa Dalam Upacara Mangan Napaet David Lambok Mangapul Manullang; Yustus Adipati; Limbong Samuel Monang; Yonatan Abrianus Nikel
The New Perspective in Theology and Religious Studies Vol 3, No 2 (2022): December
Publisher : Cipanas Theological Seminary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.341 KB) | DOI: 10.47900/nptrs.v3i2.67

Abstract

Ugamo Malim adalah kepercayaan tradisional suku Batak. Penganutnya disebut sebagai Parmalim. Dalam kepercayaan Ugamo Malim dikenal upacara Mangan Napaet sebagai ritual penghapusan dosa. Ritual tersebut berupa memakan makanan yang pahit, asam, pedas, sepat, dan asin. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Memahami bagaimana ritual Mangan Napaet dapat menghapuskan dosa dalam kepercayaan Parmalim dan; (2) Memahami konsep dosa dalam agama Parmalim dilihat dari Mangan Napaet. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara yang disertai studi pustaka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menurut Parmalim dosa memberikan kepahitan dan penderitaan dalam hidup manusia sekaligus menambah kepahitan dalam diri orang-orang suci (Malim Debata). Dosa merupakan penghalang tujuan hidup dalam Ugamo Malim yaitu hidup suci sehingga pada hari akhir beroleh perkenan untuk hidup bersama Debata. Ritual Mangan Napaet hanyalah sarana untuk memohon pengampunan dosa dari Debata. Penyesalan yang sungguh-sungguh dan niat untuk benar-benar bertobat adalah hal terpenting dalam Ritual Mangan Napaet.

Page 1 of 1 | Total Record : 6