Journal of Educational Review and Research
Journal Of Educational Review and Research (JERR) is published by Institute for managing and publishing scientific journal STKIP Singkawang in 2017 and periodically published twice per year on July and December, with e-ISSN : 2597-9760 and p-ISSN : 2597-9752. JERR aims to becoming the publication center of education researches in instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019"
:
10 Documents
clear
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DITINJAU DARI MOTIVASI SISWA PADA MATERI LINGKARAN DI SMP NEGERI 12 SINGKAWANG
Dewi Ratna Sari;
Nurhayati Nurhayati;
Buyung Buyung
Journal of Educational Review and Research Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jerr.v2i1.1851
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa ditinjau dari motivasi siswa serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa di SMP Negeri 12 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A dengan jumlah 22 siswa. Pengambilan data menggunakan instrument berupa angket motivasi dan tes kemampuan berpikir kreatif. Adapun hasil penelitian: 1). (a). Siswa yang memiliki motivasi tinggi: kemampuan berpikir kreatif tinggi dapat memberikan ide yang relevan dalam penyelesaian pemecahan masalah matematika, kemampuan berpikir sedang dapat memberikan ide yang relevan meskipun pengungkapan yang diberikan kurang jelas, kemampuan berpikir kreatif rendah terdapat jawaban siswa untuk menuliskan rumus dengan kalimat yang singkat sehingga dalam mengungkapkan ide-idenya. (b). Siswa yang memiliki motivasi sedang: kemampuan berpikir kreatif tinggi terdapat siswa mengungkapkan ide-idenya dengan cara menyelesaikan soal yang diberikan kurang jelas, kemampuan berpikir kreatif sedang terdapat siswa kurang percaya diri dengan hasil jawaban sendiri, kemampuan berpikir kreatif rendah terdapat siswa memberikan ide yang relevan dalam penyelesaian pemecahan masalah matematika dengan benar dan lancar. (c). Siswa yang memiliki motivasi rendah: kemampuan berpikir kreatif tinggi terdapat tidak ada siswa yang memiliki motivasi rendah dan kemampuan berpikir kreatif tinggi, kemampuan berpikir kreatif sedang terdapat siswa memberikan ide yang relevan dalam penyelesaian matematika dengan benar dan lancar, kemampuan berpikir kreatif rendah terdapat siswa tidak sampai membuat kesimpulan karena sudah beranggapan hasil jawaban sudah benar. 2). (a). Faktor ketidakmampuan siswa mencapai tahap kemampuan berpikir kreatif matematika disebabkan siswa mengalami ketidakmampuan dalam mengungkapkan ide-idenya yang dimiliki untuk menyelesaikan soal yang diberikan. (b). Siswa kurang percaya diri dengan hasil jawaban sendiri. (c). Siswa tidak mampu menentukan rumus yang akan digunakan. (d). Siswa sering menganggap pengecekan jawaban tidak penting karena beranggapan hasil jawaban sudah benar.
PROFIL PILIHAN KARIR SISWA SETELAH LULUS SMA BERDASARKAN SUKU (TIONGHOA, DAYAK, MELAYU DAN MADURA) DI KOTA SINGKAWANG
Dewi Mariana;
Slamat Fitriyadi;
Restu Aji Utomo
Journal of Educational Review and Research Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jerr.v2i1.1630
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arah karir minat siswa berdasarkan suku (tionghoa, dayak, melayu dan madura); Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini subjek yang digunakan sebanyak empat puluh subjek yang dianggap mampu memberikan data yang peneliti inginkan. Objek pada penelitian ini ditentukan berdasarkan situasi sosial. Pada situasi sosial atau objek penelitian ini peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas (activity) orang-orang (actors) yang ada pada tempat (place) tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arah karir siswa berdasarkan suku: a. Etnis tioghoa melanjutkan ke Perguruan Tinggi. b. Suku dayak melanjutkan ke Perguruan Tinggi. c. Suku melayu melanjutkan ke dunia kerja. d. Suku madura melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
MODEL PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS SISWA SEKOLAH DASAR
Fitriyani Fitriyani;
Erdi Guna Utama
Journal of Educational Review and Research Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jerr.v2i1.1921
Model pembelajaran merupakan kerangka atau konsep kegiatan dari proses pembelajaran yang melibatkan antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa dengan lingkungannya. Dalam mencapai proses pembelajaran yang diharapkan maka diperlukan penguasaan kemampuan dasar yakni kemampuan membaca dan menulis siswa sekolah dasar dan model pembelajaran yang tepat. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis mengenai model pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa sekolah dasar. Model penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Dari hasil penelaahan, hasil yang didapat menunjukkan bahwa model pembelajaran CIRC merupakan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa sekolah dasar, karena menekankan kepada pemahaman, bakat dan minat siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL KELAS VIII
Citra Utami;
Mariyam Mariyam;
Nurdin Nurdin
Journal of Educational Review and Research Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jerr.v2i1.1591
Penelitian ini bertujuan untuk:(1) mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa antara kelas yang diterapkannya model pembelajaran Team Assisted Individualization dan kelas dengan model pembelajaran langsung; (2) mengetahui aktivitas belajar siswa ketika diterapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization; (3) mengetahui motivasi siswa dengan diterapkannya model pembelajaran Team Assisted Individualization. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 11 Singkawang pada kelas VIII menggunakan metode eksperimen dengan rancangan berupa Pre-test Posttest Control-Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Singkawang yang terdiri dari 4 kelas. Sampel pada penelitian ini kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik Probability Sampling dengan pengambilan sampel yaitu Claster Random Sampling.. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Uji N-gain, uji-t indenpenden, uji normalitas, uji homogenitas, persentase aktivitas belajar, dan rata-rata motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan thitung lebih besar dari ttabel yaitu3,676>2,018; (2) aktivitas belajar siswa kelas eksperimen tergolong aktif dengan rata-rata sebesar 78,58%; (3) motivasi siswa kelas eksperimen tergolong sangat tinggi dengan rata-rata sebesar 4,36.
PENGARUH MODEL MEA DENGAN PENDEKATAN RME TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI PERBANDINGAN KELAS VII
Okta Asmara Yudha;
Rosmaiyadi Rosmaiyadi;
Nurhayati Nurhayati
Journal of Educational Review and Research Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jerr.v2i1.1852
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh model MEA (Means-Ends Analysis) dengan Pendekatan RME (Realistic Mathematic Education) terhadap kemampuan pemecahan masalah, perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan aktivitas belajar siswa pada materi perbandingan kelas VII MTs.N1 Singkawang 2018/2019. Penelitian ini menggunakan desain True Eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VII MTs.N1 Singkawang yang terdiri dari lima kelas yang berjumlah 160 siswa. Sampel diambil dengan teknik nonprobability sampling. Adapun sampel yang dipilih terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIIC sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIE sebagai kelas kontrol. Hasil analisis menunjukkan: 1) Terdapat pengaruh penerapan model MEA dengan pendekatan RME terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi perbandingan kelas VII di MTs.N1 Singkawang 2018/2019; 2) Model MEA dengan pendekatan RME berpengaruh tinggi terhadap kemampuan pemecahan masalah; 3) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi perbandingan antara yang mendapat pembelajaran menggunakan model MEA dengan pendekatan RME dan model pembelajaran langsung pada siswa kelas VII MTs.N1 Singkawang 2018/2019; 4) Aktivitas siswa tergolong tinggi saat proses pembelajaran pada tahun 2018/2019 menggunakan model MEA dengan pendekatan RME di kelas VII MTs.N1
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CONECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA PADA MATERI KUBUS DAN BALOK
Rika Wahyuni;
Mariyam Mariyam;
Vinsensia Reda Astiva Kumang
Journal of Educational Review and Research Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jerr.v2i1.1593
Penelitian ini bertujuan; (1) Untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapat pembelajaran matematika melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CORE dan yang mendapat model pembelajaran langsung pada kelas VIII SMP Negeri 8 Singkawang; (2) Untuk mengetahui aktivitas siswa ketika diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CORE; (3) Untuk mengetahui motivasi siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CORE. Jenis penelitian ini adalah Semu (Quasi Experimental)dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan koneksi matematis, lembar pengamatan aktivitas, lembar angket motivasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa antara yang menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CORE dan yang menggunakan model pembelajaran langsung. Hal ini dibuktikan dengan uji-t dua sampel independen. Maka diperoleh bahwa yaitu 6,17> 1,67 (2) Aktivitas siswa tergolong aktif saat diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CORE terhadap kemampuan koneksi matematis dengan persentase aktivitas siswa sebesar 81,59%; (3) Motivasi siswa tinggi saat diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CORE terhadap kemampuan koneksi matematis siswa dengan perolehan skor sebesar 3,9.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS V SDN 12 SINGKAWANG
Nani Nani;
Evinna Cinda Hendriana
Journal of Educational Review and Research Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jerr.v2i1.1853
Kesulitan belajar merupakan sebuah permasalahan yang menyebabkan seorang siswa belum dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan belum mampu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Empat kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia tingkat sekolah dasar mencakup aspek: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kesulitan belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN 12 Singkawang. Artikel ini merupakan hasil analisis dengan mengkaji literature yang memiliki keterkaitan dengan topik pembahasan. Model yang digunakan adalah studi literatur atau lirature riview. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar siswa masih tidak faham ketika guru menyampaikan materi Bahasa Indonesia. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan siswa kesulitan belajar Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa siswa kelas V SDN 12 Singkawang masih berkesulitan dalam mempelajari pelajaran Bahasa Indonesia.
MEDIA POP UP BOOK SEBAGAI ALAT PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA
Murniati Murniati;
Rien Anitra
Journal of Educational Review and Research Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jerr.v2i1.1855
Peningkatan keterampilan berbicara merupakan suatu aspek penting yang dapat menunjang untuk mahir dalam berkomunikasi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis media Pop-Up Book dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Artikel ini merupakan hasil analisis dengan mengkaji literatur yang memiliki keterkaitan dengan topik pembahasan. Model yang digunakan adalah studi literatur atau lirature riview. Dari hasil penelaahan, hasil yang didapat menunjukkah bahwa peningkatan keterampilan berbicara siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan media pembelajaran. Satu diantaranya yaitu media dengan desain tiga dimensi yang menarik dan dapat merangsang pemikiran siswa, dan media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media Pop-Up Book. sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa media Pop-Up Book dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dikarenakan desain tiga dimensi yang dapat membantu siswa menemukan ide-ide serta dapat mengungkapkan ide tersebut dengan jelas.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VII MTs YASTI SHALAHUDDIN SINGKAWANG
Rudi Rudi;
Eka Murdani;
Mariyam Mariyam
Journal of Educational Review and Research Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jerr.v2i1.1681
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair Share terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di MTs YASTI Shalahuddin Singkawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, bentuk penelitian yang digunakan Pre-Eksperimen Design dengan One Group Pre-test Post-test Design. Sampel penelitian menggunakan Sampling Jenuh, yaitu semua siswa kelas VII dengan jumlah 31 siswa sebagai kelas eksperimen. Data menunjukkan bahwa: 1) Hasil perhitungan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa ditunjukkan dengan nilai rata-rata post-test 72,58. Dari data tersebut dilakukan analisis data menggunakan uji-t dua sampel berpasangan, diperoleh nilai thitung sebesar 32,47 dan ttabel sebesar 2,0003 dengan taraf signifikan 5%, karena (thitung> ttabel ) maka dapat dikatakan hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Think Pair Share terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi himpunan. 2) Hasil perhitungan aktivitas menggunakan model pembelajaran Think Pair Share menunjukkan sebesar 90,82% kriteria sangat tinggi. 3) Hasil perhitungan angket respon siswa keseluruhan memberikan respon yang positif terhadap model pembelajaran Think Pair Share pada materi himpunan yang diterapkan mulai dari kriteria baik hingga sangat baik.
OPTIMALISASI PEMAHAMAN KONSEP BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN METODE GALLERY WALK (Sebuah Studi Literatur)
Putri Mayang Sari;
Sumarli Sumarli
Journal of Educational Review and Research Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jerr.v2i1.1859
Model pembelajaran inkuiri adalah suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan percaya diri. Saat merumuskan penemuannya diperlukan pemahaman konsep belajar yang dapat dimunculkan melalui metode pembelajaran gallery walk. Studi ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pemahaman konsep belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa Sekolah Dasar (SD) melalui model pembelajaran inkuiri dengan metode gallery walk. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri dengan metode gallery walk dapat membantu mengoptimalkan pemahaman konsep belajar IPA Siswa SD.