cover
Contact Name
Rosmaiyadi
Contact Email
ijpd@journal.stkipsingkawang.ac.id
Phone
+6282358388382
Journal Mail Official
rosmaiyadialong@gmail.com
Editorial Address
STKIP SIngkawang, Jalan STKIP - Kelurahan Naram Singkawang, Kalimantan Barat, INDONESIA, 79251
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
IJPD (International Journal Of Public Devotion)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 26146762     EISSN : 26146746     DOI : http://dx.doi.org/10.26737/ijpd
International Journal of Public Devotion is a Scientific Journal of Community Service which is published twice a year in July and December by the Institute for Management and Publication of Scientific Journal of STKIP Singkawang. The articles contain the results of community service that has been done and related to education, science, technology, socio-economic, and entrepreneurship in order to inspire and benefit the community widely.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025" : 10 Documents clear
Increasing The Role of Parents Recipients of The Family Hope Program Through a Socialization Management Strategy for The Indonesia Smart Card Scholarship Program for Studying at The International Institute of Science and Business Singkawang Gloria, Syska; Saputra, Kasnur; Sutarto, Sutarto; Araftake Blikololong, Yohanes Gala; Ramadhan, Legawa Tegar; Haviza, Sofia Nur
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7585

Abstract

This Community Service Activity aims to increase the role of parents of The Family Hope Program recipients in supporting their children to access higher education through The Indonesia Smart Card Scholarship Program at The International Institute of Science and Business Singkawang. The partners of this activity overcome the problem of low understanding of parents regarding the flow and requirements for applying for The Indonesia Smart Card, which has impacts on the minimal participation of students from The Family Hope Program families in continuing their higher education. The methods used include a socialization management strategy approach through mapping information needs, compiling contextual materials, and implementing socialization in the form of lectures, discussions, and practical simulations. This activity was carried out in Bukit Batu Village, Singkawang City involving 27 participants. The results showed a significant increase in participant understanding, which was initially only 40.7% understanding The Indonesia Smart Card program before the activity, increasing to 88.9% afterwards. Supporting factors for involvement include the active involvement of The Family Hope Program facilitators, participant enthusiasm, and  communicative delivery formats. The main obstacles are limited digital literacy and implementation time. This activity promises a program in the form of continued assistance and the development of simple and easily accessible digital information mediaPeningkatan Peran Orang Tua Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Melalui Strategi Manajemen Sosialisasi Program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Institut Sains dan Bisnis Internasional SingkawangABSTRAKKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran orang tua penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dalam mendukung anak-anak mereka mengakses pendidikan tinggi melalui program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Institut Sains dan Bisnis Internasional (ISBI) Singkawang. Mitra kegiatan ini menghadapi masalah rendahnya pemahaman orang tua terhadap alur dan syarat pengajuan KIP Kuliah, yang berdampak pada minimnya partisipasi siswa dari keluarga PKH dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Metode yang digunakan meliputi pendekatan strategi manajemen sosialisasi melalui pemetaan kebutuhan informasi, penyusunan materi yang kontekstual, serta pelaksanaan sosialisasi dalam bentuk ceramah, diskusi, dan simulasi praktik. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Bukit Batu, Kota Singkawang dengan melibatkan 27 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, yang semula hanya 40,7% memahami program KIP Kuliah sebelum kegiatan, meningkat menjadi 88,9% setelahnya. Faktor pendukung keberhasilan meliputi keterlibatan aktif pendamping PKH, antusiasme peserta, dan format penyampaian yang komunikatif. Adapun hambatan utama adalah keterbatasan literasi digital dan waktu pelaksanaan. Kegiatan ini merekomendasikan keberlanjutan program berupa pendampingan lanjutan serta pengembangan media informasi digital sederhana dan mudah diakses.Kata Kunci:Kartu Indonesia Pintar; Program Keluarga Harapan; strategi manajemen sosialisasi; pendidikan tinggi
Basic Movement Training Through Traditional Games For Students In Elementary School Sari, Eka Fitri Novita; Siregar, Nofi Marlina; Ali, Masnur; Asri, Novri
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7540

Abstract

This basic movement training through traditional games at SDN 01 Kamasan, Serang Regency, Banten aims to improve students' gross motor skills through fun activities that are relevant to their culture. Traditional games such as congklak, engklek, ucing-ucingan, and gasing were chosen because they contain basic movements such as running, jumping, throwing, and catching that are important for children's physical development. The training was conducted using demonstration, active participation, and group discussion methods. The observation results showed an increase in students' basic movement skills after attending the training. In addition, students also looked more enthusiastic and motivated in participating in learning activities as much as 85% of students. This training is expected to be an effective and fun alternative in developing students' basic movement skills, while preserving the noble values contained in traditional games.Pelatihan Gerak Dasar Melalui Permainan Tradisional untuk Siswa Sekolah DasarABSTRAKPelatihan gerak dasar melalui permainan tradisional di SDN 01 Kamasan, Kabupaten Serang, Banten ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar siswa melalui aktivitas yang menyenangkan dan relevan dengan budaya mereka. Permainan tradisional seperti congklak, engklek, ucing-ucingan, dan gasing dipilih karena mengandung gerakan-gerakan dasar seperti berlari, melompat, melempar, dan menangkap yang penting bagi perkembangan fisik anak. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode demonstrasi, partisipasi aktif, dan diskusi kelompok. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan gerak dasar siswa setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, siswa juga terlihat lebih antusias dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sebanyak 85% Siswa. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang efektif dan menyenangkan dalam mengembangkan kemampuan gerak dasar siswa, sekaligus melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam permainan tradisional.Kata Kunci:Gerak dasar; permainan tradisional
Locomotive Game Model Training for Early Childhood Asri, Novri; Siregar, Nofi Marlina; Sari, Eka Fitra Novita; Ali, Masnur
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7525

Abstract

Early childhood is a critical period for developing motor skills, especially locomotor movements such as walking, running, and jumping. However, many parents and educators lack adequate understanding and skills to apply effective and engaging play models that support optimal motor development. This community service activity aimed to provide training for parents and educators on implementing locomotor movement play models that are enjoyable, educational, and developmentally appropriate for young children. The activity was conducted at SD Negeri 1 Kamasan, Serang–Banten, through a combination of socialization sessions, practical training, and guided play simulations involving the children. Evaluation results showed a significant increase in participants’ knowledge, with average scores rising from 60.4 (pretest) to 86.6 (posttest), and the majority of participants classified in the high improvement category. Moreover, children’s motor skills improved by an average of 41.7%, particularly in jumping and coordination abilities. These findings indicate that locomotor play models are effective in enhancing the physical development of early childhood and can serve as a strategic approach integrated into early childhood education environments. The training also successfully raised awareness among parents and educators regarding the importance of physical activity as an essential component of holistic child development.Pelatihan Model Permainan Gerak Lokomotor untuk Anak Usia DiniABSTRAKMasa usia dini merupakan fase krusial dalam perkembangan keterampilan motorik anak, khususnya keterampilan gerak lokomotor seperti berjalan, berlari dan melompat. Sayangnya, banyak orang tua dan pendidik belum memiliki pemahaman serta keterampilan yang memadai dalam menerapkan model permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan motorik anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada orang tua dan pendidik tentang penerapan model permainan gerak lokomotor yang menyenangkan, edukatif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Kamasan, Serang–Banten, melalui metode sosialisasi, pelatihan praktik, dan simulasi permainan bersama anak-anak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari rata-rata pretest 60,4 menjadi rata-rata posttest 86,6, dengan mayoritas peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam kategori tinggi. Sementara itu, kemampuan motorik anak mengalami peningkatan rata-rata sebesar 41,7%, terutama pada aspek melompat dan koordinasi gerak. Temuan ini menunjukkan bahwa model permainan gerak lokomotor efektif dalam mendukung perkembangan motorik anak usia dini, serta dapat menjadi pendekatan strategis yang dapat diintegrasikan dalam lingkungan pendidikan anak usia dini. Pelatihan ini juga meningkatkan kesadaran orang tua dan pendidik tentang pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian integral dari pendidikan anak secara holistik.Kata Kunci:Anak usia dini; Gerak lokomotor; Keterampilan motorik
First Aid Training for Accidents in Recreational Sports Tourism Siregar, Nofi Marlina; Novita Sari, Eka Fitri; Ali, Masnur; Asri, Novri
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7573

Abstract

Recreational sports tourism activities involving the community and educational institutions such as elementary schools are often accompanied by the risk of minor to moderate accidents, such as injuries, sprains, fainting, and even broken bones. Unfortunately, community preparedness in providing first aid for accidents (P3K) is still relatively low due to the lack of systematic training and education. Therefore, this community service activity aims to improve the capacity of sports teachers and residents around SDN Kamasan 01, Serang Regency, in handling emergency incidents through practice-based P3K training. The implementation method includes interactive lectures, P3K technique displays, case simulations, and distribution of pocket modules to 40 participants. Evaluation was carried out through pretest-posttest and direct observation during the simulation. The results of the training showed a significant increase in the knowledge and skills of participants, with an average increase of 68% and 85% of participants were able to disseminate basic P3K techniques correctly. This activity proves that community-based P3K training is effective in building an emergency response culture and improving the safety of recreational sports activities. It is hoped that similar activities can be replicated in other schools and communities as part of community safety education.Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Di Wisata Olahraga RekreasiABSTRAKKegiatan wisata olahraga rekreasi yang melibatkan masyarakat dan institusi pendidikan seperti sekolah dasar sering kali diwarnai dengan risiko kecelakaan ringan hingga sedang, seperti luka, terkilir, pingsan, bahkan patah tulang. Sayangnya, kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) masih tergolong rendah akibat kurangnya pelatihan dan edukasi yang sistematis. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru olahraga dan warga sekitar SDN Kamasan 01, Kabupaten Serang, dalam menangani kejadian darurat melalui pelatihan P3K berbasis praktik. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi teknik P3K, simulasi kasus, dan pembagian modul saku kepada 40 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest serta pengamatan langsung saat simulasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata peningkatan nilai sebesar 68% dan 85% peserta mampu mempraktikkan teknik P3K dasar dengan tepat. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan P3K berbasis komunitas efektif dalam membangun budaya tanggap darurat dan meningkatkan keamanan kegiatan olahraga rekreasi. Diharapkan, kegiatan serupa dapat direplikasi di sekolah dan komunitas lain sebagai bagian dari edukasi keselamatan publik.Kata Kunci:Pertolongan Pertama; Wisata Olahraga; P3K; Masyarakat; Sekolah Dasar
Productive Economic Empowerment Of PKK Women Through Tali Kur Handicrafts Based On Dayak Local Wisdom In Desa Sungai Ukoi Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang Kurniati, Agusta; Parida, Lusila; Oktaviani, Ursula Dwi; Febriani, Melly; Sari, Dea Agnes Singgar
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7890

Abstract

As a community organization, the Family Welfare Empowerment (PKK) has the task of empowering women and families in villages. The issues related to the empowerment of productive economy of PKK groups in Sungai Ukoi village based on information data include: a) Lack of knowledge about productive economy; b) Conflicts with PKK activities due to busy schedules; c) Lack of awareness; d) Limited funds and tools to support PKK activities; e) PKK programs at the village level have not had a concrete impact on the community; f) PKK programs have not been effectively implemented; g) The implementation of PKK programs has not met the needs to prosper the community. This community service activity aims to develop the skills of the PKK women's group in the field of handicrafts based on the local wisdom of the Dayak tribe, as well as skills in marketing the products they have created, so that the PKK women’s group becomes a productive group in the economic field. The benefits of this program for the PKK mothers' group in terms of social economy for the needs of the broader community are a form of skill development and self-potential in creating cord products as well as in marketing, so that the results obtained can help the family economy. In addition, it also impacts the fulfillment of the obligations of every responsible citizen in the preservation of culture. The results of this community service activity include: an increased understanding of participants regarding handicrafts made from cord based on the local wisdom of the Dayak tribe, and an increased awareness of entrepreneurship in productive economy through product marketing materials, which leads to income from sold products.Pemberdayaan Ekonomi Produktif Kerajinan Tangan Tali Kur Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak Pada Kelompok Ibu-Ibu PKK Desa Sungai Ukoi Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten SintangABSTRAKSebagai organisasi kemasyarakatan PKK memiliki tugas  memberdayakan perempuan dan keluarga di desa. Adapun permasalahan yang berkaitan pemberdayaan ekonomi produktif kelompok PKK di desa Sungai Ukoi berdasarkan informasi data  meliputi: a) Kurangnya pengetahuan tentang ekonomi produktif; b) Kesibukan yang bentrok dengan kegiatan PKK; c) Kurangnya kesadaran ; c) Keterbatasan dana dan alat untuk menunjang kegiatan PKK; d) Progran PKK Desa belum berdampak konkret bagi masyarakat; e)Program PKK belum berjalan efektif; f) Pelaksanaan program PKK belum memenuhi kebutuhan untuk mensejahterakan masyarakat. Kegiatan PKM ini bertujuan mengembangkan keterampilan kelompok Ibu-ibu PKK dalam bidang kerajinan tangan berbasis kearifan lokal suku Dayak serta keterampilan dalam memasarkan produk yang telah dibuat sehingga kelompok Ibu- ibu PKK menjadi kelompok produktif dalam bidang ekonomi. Manfaat program ini bagi kelompok ibu- ibu PKK dari segi sosial ekonomi bagi kebutuhan masyarakat luas adalah bentuk pengembangan keterampilan potensi diri dalam menciptakan produk tali kur maupun dalam pemasaran sehingga hasil yang dipeoreleh dapat membantu perekonomian keluarga selain itu juga berdampak pada pemenuhan kewajiban setiap warga negara yang bertanggungjawab dalam pelestarian budaya. Hasil dari kegiatan PKM ini berupa: peningkatan pemahaman peserta terhadap Kerajinan Tangan Tali Kur berbasis kearifan local suku Dayak, dan peningkatan kesadaran berwirausaha dalam Ekonomi Produktif melalui materi pemasaran produk mendapat penghasilan dari produk yang sudah terjual.Kata Kunci :Ekonomi Produktif; Kerajinan Tangan; Tali Kur; Kelompok PKK
Graphic Design Training to Increase Brand Awareness and Creative Skills of the Community Through Digital Media Nabyla, Fuaida; Setyorini, Ririn; Sudrajat, Eko; Riziqiya, Metiya Fatikhatur; Zahro, Umi Chabibatus
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7820

Abstract

Digital transformation requires Micro, Small and Medium Enterprises (Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)) to be able to adapt, one of which is by strengthening their visual identity as part of their branding strategy. This Community Service Program (PKM) aims to increase brand awareness for MSMEs through training in simple technology-based graphic design. The implementation methods include basic design training, introduction to design tools such as Canva, and practice in creating promotional materials. The subjects of the activity were 23 MSME players who are members of the PKK and youth organisation under the guidance of Linggapura Tonjong Village. The training was held on Wednesday, 2 July 2025, at the Linggapura Village Hall, Tonjong. The training results showed a significant increase in visual design skills, branding consistency, and increased digital interaction through social media. This training demonstrates that simple technology-based educational interventions can be an effective solution in strengthening the competitiveness of UMKM in the digital era.Pelatihan Desain Grafis untuk Meningkatkan Brand Awarness dan Keterampilan Kreatif Masyarakat Melalalui Media DigitalABSTRAKTransformasi digital menuntut pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mampu beradaptasi, salah satunya dengan memperkuat identitas visual sebagai bagian dari strategi branding. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) bagi pelaku UMKM melalui pelatihan desain grafis berbasis teknologi sederhana. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan dasar desain, pengenalan alat desain seperti Canva, dan praktik pembuatan materi promosi. Subjek kegiatan adalah 23 pelaku UMKM yang termasuk dalam PKK dan karangtaruna binaan Desa Linggapura Tonjong. Pelatihan dilaksanakan pada Rabu, 2 Juli 2025 di Aula Balai Desa Linggapura, Tonjong.  Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan desain visual, konsistensi branding, serta peningkatan interaksi digital melalui media sosial. Pelatihan ini membuktikan bahwa intervensi edukatif berbasis teknologi sederhana dapat menjadi solusi efektif dalam memperkuat daya saing UMKM di era digital.Kata Kunci :masyarakat kreatif; desain grafis; brand awareness; Canva; pemasaran digital.
BSF Maggot-Based Organic Waste Management: The Effort of Kelompok Pemuda Jongkong Pasar to Improve Environmental Quality Wardhani, Hilda Aqua Kusuma; Rais, Burhanudin; Asrori, Imam; Elsa, Elsa; Abing, Abing; Ratnasari, Desi; Kurnianto, Alexander Andi
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7856

Abstract

The organic waste in Jongkong Pasar Village is a serious problem. The civilian was prone to throw waste into the Kapus Hulu River that passes the village. It can disrupt the river's ecosystem balance, affecting the nutrient cycle and killing aquatic organisms, as well as damaging natural habitats. Through this issue, the community service team developed a collaborative solution for the Jongkong Pasar Village. The team collaborated with Kelompok Pemuda Jongkong Pasar, a young group that rolled as agents of change. This collaboration aimed to improve their knowledge and skills in sustainable waste management and to have a positive economic impact on Jongkong Pasar Village. The community service team implemented the bioconversion method using maggots or larvae of the Black Soldier Fly (BSF) for the management of organic waste. The activity was evaluated using questionnaires, which were administered at the beginning (pre-test) and end (post-test) of the activity. The analysis results showed an N-Gain score of 0.84, indicating a high level of performance. It can be concluded that the socialization and training on organic waste management using the bioconversion method with BSF maggots were effective in enhancing the knowledge and skills of Kelompok Pemuda Jongkong members.Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Maggot BSF: Upaya Pemuda Jongkong Pasar dalam Meningkatkan Kualitas LingkunganABSTRAKSampah organik di Desa Jongkong Pasar merupakan masalah serius yang harus diselesaikan. Masyarakat cenderung membuang sampah ke Sungai Kapus Hulu yang melintasi desa tersebut. Kegiatan ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sungai, memengaruhi siklus nutrisi, membunuh organisme air, serta merusak habitat alami. Berdasarkan permasalahan ini, tim pengabdian menawarkan solusi kolaboratif untuk Desa Jongkong Pasar. Tim pengabdian berkolaborasi dengan Kelompok Pemuda Jongkong Pasar, sebuah kelompok muda yang berperan sebagai agen perubahan di Desa Jongkong Pasar. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Pemuda Jongkong Pasar dalam pengelolaan sampah berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi positif bagi Desa Jongkong Pasar. Dalam kegiatan pengabdian ini, tim pengabdian menerapkan metode biokonversi menggunakan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) untuk pengelolaan sampah organik. Kegiatan ini dievaluasi menggunakan kuesioner yang diberikan di awal (pre-test) dan di akhir (post-test) kegiatan. Hasil analisis menunjukkan skor N-Gain sebesar 0,84 yang menunjukkan tingkat kinerja yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik dengan metode biokonversi dengan maggot BSF efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Pemuda Jongkong Pasar. Kata Kunci :Sampah Organik; BSF; Biokonversi; Berkelanjutan; Kualitas Lingkungan
Physical Conditioning Training for DKI Jakarta Archery Coaches: Performance Optimization and Injury Prevention Humaid, Hidayat; Wattimena, Ferry Yohannes; Kuswahyudi, Kuswahyudi
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7932

Abstract

Physical conditioning training is an important component in improving athlete performance and preventing the risk of injury, especially in archery, which requires stability, muscle strength, and endurance. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of archery coaches in DKI Jakarta in designing and implementing physical conditioning programs that suit the needs of archery athletes. The implementation methods include lectures, interactive discussions, and practical training covering physical condition evaluation, training program planning, and injury prevention techniques. The subjects of this activity were 100 archery coaches from various clubs in the DKI Jakarta area. The results of the community service showed an increase in coaches' understanding of the importance of physical conditioning in supporting athlete performance, as well as their ability to develop structured and scientifically-based training programs. Post-activity evaluations showed that 92% of participants experienced a significant increase in understanding, and 88% felt capable of implementing the material in their training programs. This activity is expected to be the first step in building a more holistic and sustainable training system for archery athletes in DKI Jakarta.Pelatihan Kondisi Fisik untuk Pelatih Panahan DKI Jakarta: Optimalisasi Performa dan Pencegahan CederaABSTRAKPelatihan kondisi fisik merupakan komponen penting dalam meningkatkan performa atlet dan mencegah risiko cedera, khususnya dalam cabang olahraga panahan yang menuntut kestabilan, kekuatan otot, dan daya tahan tubuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelatih panahan DKI Jakarta dalam merancang dan menerapkan program kondisi fisik yang sesuai dengan kebutuhan atlet panahan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta pelatihan praktis yang mencakup evaluasi kondisi fisik, perencanaan program latihan, serta teknik pencegahan cedera. Subjek kegiatan ini adalah 100 pelatih panahan dari berbagai klub di wilayah DKI Jakarta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman pelatih terhadap pentingnya kondisi fisik dalam menunjang performa atlet, serta kemampuan mereka dalam menyusun program latihan yang terstruktur dan berbasis prinsip ilmiah. Evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan 92% peserta mengalami peningkatan pemahaman secara signifikan, dan 88% merasa mampu mengimplementasikan materi dalam program latihan mereka. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pelatihan yang lebih holistik dan berkelanjutan dalam pembinaan atlet panahan di DKI Jakarta.Kata Kunci :Pelatihan kondisi fisik; pelatih panahan; optimalisasi performa; pencegahan cedera
Optimizing the Osanna Beach Resort Website as a Digital Foundation to Enhance Promotional through Digital Marketing Yuniarti, Dwi Ariani Finda; Prianggono, Agus; Fu’adi, Anwar; Hikmahwan, Bagus; Abadi, Fajar
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7857

Abstract

Osanna Beach Resort, one of the most tourist destinations in Pacitan Regency, does not yet have an official website. This condition results in the resort lacking a strong digital foundation to support sustainable marketing efforts. This Community Service Program (PKM) activity aims to develop the official Osanna Beach Resort website as a digital promotional medium. The implementation method uses a participatory approach combined with WDLC, through the stages of needs analysis, design, implementation with CMS WordPress, testing, launch, maintenance, socialization, and content management training for resort managers. The implementation results show that the website www.osannabeach.com has met partners' needs in providing destination information, facilities, reservations, and integration with social media. The questionnaire analysis of six assessment indicators obtained an average score of 95.35%, with details of color (98.69%), typography (95.74%), layout (90.49%), image quality (97.05%), ease of navigation (97.05%), and user comfort (93.11%). These findings confirm that the developed website design is able to provide a good user experience while enhancing the resort's professional image.Optimalisasi Website Osanna Beach Resort sebagai Fondasi Digital untuk Meningkatkan Promosi melalui Digital MarketingABSTRAKOsanna Beach Resort yang merupakan destinasi unggulan di Kabupaten Pacitan tidak memiliki website resmi, sehingga hal ini menyebabkan Osanna Beach Resort belum memiliki pondasi digital yang kuat untuk mendukung pemasaran berkelanjutan. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk mengembangkan website resmi Osanna Beach Resort sebagai media promosi digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang dipadukan dengan WDLC, melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan desain, implementasi dengan CMS WordPress, pengujian, peluncuran, pemeliharaan serta sosialisasi dan pelatihan pengelolaan konten kepada pengelola resort. Hasil implementasi menunjukkan bahwa website www.osannabeach.com telah memenuhi kebutuhan mitra dalam menyediakan informasi destinasi, fasilitas, reservasi dan integrasi dengan media sosial. Analisis kuesioner terhadap 6 indikaotr penilaian memperoleh rata-rata 95,35% dengan rincian aspek warna (98,69%), tipografi (95,74%), tata letak (90,49%), kualitas gambar (97,05%), kemudahan navigasi (97,05%) dan kenyamanan pengguna (93,11%). Temuan ini menegaskan bahwa desain website yang dikembangkan mampu memberikan pengalaman pengguna yang baik sekaligus meningkatkan citra profesional resort.Kata Kunci:pariwisata; digital marketing; website; WDLC; Osanna Beach Resort
Digital Well-Being: Guidance & Counseling Service Digitalization Program to Reduce Burnout Among Guidance & Counseling Teachers in Singkawang Junior High School Suwanto, Insan; Kamaruddin, Kamaruddin; Saputra, Kasnur
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7906

Abstract

Guidance counselors at junior high schools in Singkawang City face a heavy administrative burden and work pressure that often triggers stress and Burnout. To overcome this problem, efforts to strengthen digital competencies are needed so that guidance services can be more efficient and support the well-being of teachers. The Digital Well-Being Program aims to improve the digital skills of guidance counselors while equipping them with strategies for maintaining work-life balance, thereby reducing administrative burdens and improving mental health. The program is implemented through a series of socialization activities, training, workshops, and assistance with the implementation of digital guidance counseling services. Participants are introduced to the use of technology applications that support guidance counseling services. Practical guidance modules and digital well-being guidelines are also provided to support daily implementation. This program results in guidance counselors with better digital skills, more optimal implementation of technology-based guidance counseling services, and the creation of a work-life balance that supports Burnout reduction. Guidance counseling services become more effective, innovative, and sustainable, thereby having a positive impact on teachers and students. Digital Well-Being: Program Digitalisasi Layanan BK untuk Mengurangi Burnout Guru BK SMP di Kota SingkawangABSTRAKGuru BK SMP di Kota Singkawang menghadapi beban administrasi tinggi dan tekanan kerja yang sering memicu stres dan Burnout. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan upaya penguatan kompetensi digital agar layanan BK dapat lebih efisien dan mendukung kesejahteraan guru. Program Digital Well-Being bertujuan meningkatkan keterampilan digital guru BK sekaligus membekali mereka dengan strategi menjaga keseimbangan kerja–kehidupan (work-life balance), sehingga beban administratif berkurang dan kesehatan mental lebih terjaga. Program dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, pelatihan, workshop, dan pendampingan implementasi digitalisasi layanan BK. Peserta diperkenalkan pada penggunaan teknologi aplikasi pendukung layanan BK. Modul panduan praktis dan panduan kesejahteraan digital juga diberikan untuk menunjang penerapan sehari-hari. Program ini menghasilkan guru BK dengan keterampilan digital yang lebih baik, penerapan layanan BK berbasis teknologi yang lebih optimal, serta terciptanya keseimbangan kerja–kehidupan yang mendukung pengurangan Burnout. Layanan BK menjadi lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan sehingga memberi dampak positif bagi guru dan siswa.Kata Kunci :Digitalisasi, Burnout, Guru BK, Digital Well Being, Kota Singkawang

Page 1 of 1 | Total Record : 10