cover
Contact Name
Rosmaiyadi
Contact Email
ijpd@journal.stkipsingkawang.ac.id
Phone
+6282358388382
Journal Mail Official
rosmaiyadialong@gmail.com
Editorial Address
STKIP SIngkawang, Jalan STKIP - Kelurahan Naram Singkawang, Kalimantan Barat, INDONESIA, 79251
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
IJPD (International Journal Of Public Devotion)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 26146762     EISSN : 26146746     DOI : http://dx.doi.org/10.26737/ijpd
International Journal of Public Devotion is a Scientific Journal of Community Service which is published twice a year in July and December by the Institute for Management and Publication of Scientific Journal of STKIP Singkawang. The articles contain the results of community service that has been done and related to education, science, technology, socio-economic, and entrepreneurship in order to inspire and benefit the community widely.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026" : 9 Documents clear
Training and Mentoring for the "Masterpiece Program for Strengthening Patriotism" for Elementary School Teachers, Parents, and Students at the Indonesian School in Yangon, Myanmar Sartono, Emmanuel Kus Eddy; Prasetia, Hendra; Fathurrohman, Fathurrohman; Suparlan, Suparlan
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.7981

Abstract

The training program on character-building for patriotism for primary school teachers, parents, and students at the Indonesian School in Yangon, Myanmar, is very important to conduct. This training aims to train the skills of Indonesian elementary school teacher human resources in Yangon, Myanmar, so that they are able to carry out learning activities through a showcase that can increase love for the homeland. The showcase training to strengthen love for the homeland character was conducted in a hybrid manner (online and face-to-face). The showcase training program to strengthen love for the homeland character for teachers, students, and parents of students at the Indonesian school in Yangon, Myanmar, which included an introduction to Indonesian culture such as traditional clothing, traditional houses, and traditional weapons, increased knowledge and attitudes of love for the homeland by 88% based on the results of the post-test. From this training, teachers, parents, and students will develop their knowledge, insights, and attitudes, and will foster a love for their homeland, Indonesia.   Pelatihan dan Pendampingan untuk "Gelar Karya Penguatan Cinta Tanah Air" bagi Guru, Orang Tua, dan Siswa Sekolah Indonesia Yangon, MyanmarABSTRAKPelatihan program gelar karya penguatan karakter cinta tanah air bagi guru, orang tua dan siswa SD di Sekolah Indonesia Yangon Myanmar sangat penting dilaksanakan. Pelatihan ini bertujuan untuk melatih skill SDM guru SD Indonesia Yangon di Myanmar agar mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui gelar karya yang dapat meningkatkan kecintaan terhadap tanah air. Pelatihan gelar karya penguatan karakter cinta tanah air dilaksanakan dilaksanakan secara hybrid (secara online dan tatap muka), Program pelatihan gelar karya penguatan karakter cinta tanah air bagi guru, siswa dan orangtua siswa di sekolah Indonesia Yangon Myanmar, mencakup pengenalan budaya Indonesia seperti pakaian tradisional, rumah tradisional, dan senjata tradisional meningkatkan pengetahuan dan sikap cinta tanah air sebesar 88% dari hasil post test. Dari pelatihan ini, guru, orang tua, dan siswa berkembang pengetahuan, wawasan dan sikap mereka, akan kecintaan terhadap tanah air Indonesia.Kata Kunci :Pelatihan; Gelar karya; penguatan karakter; cinta tanah air.  
Strengthening Teachers’ Role In Designing Gamification For Vocational School Learning Siska, Jumiati; Yulianti, Liza; Kristiawan, Muhammad; Agustianza, Afes; Rinanda, Destika
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.7922

Abstract

One innovative approach is gamification, which can improve student motivation, engagement, and learning outcomes. The problem when teachers don't implement gamification in the learning process primarily relates to their role in designing and integrating this strategy into vocational learning. Teachers need to be empowered to develop gamification designs that align with student characteristics and industry needs. This Community Service Program (PKM) aims to strengthen the role of teachers in designing gamification as a learning strategy in vocational schools. The scope of the research includes analyzing teacher needs, developing applicable gamification designs, and evaluating the effectiveness of gamification implementation in improving the quality of vocational learning. Data was obtained through observations, interviews, and questionnaires with vocational school teachers. The results of this PKM activity indicate that empowering teachers in designing gamification improves their creativity, pedagogical skills, and their ability to integrate technology into vocational learning. The implementation of gamification has been proven to increase student motivation, active engagement in the learning process, and optimal learning outcomes. In conclusion, strengthening the role of teachers in designing gamification is crucial for creating innovative learning strategies in vocational schools. Gamification not only increases student motivation and learning outcomes, but also empowers teachers to be more adaptive to developments in educational technology.Penguatan Peran Guru Dalam Merancang Gamifikasi Untuk Pembelajaran Di Sekolah KejuruanABSTRAKSalah satu pendekatan inovatif adalah gamifikasi, yang dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa. Permasalahan ketika guru tidak mengimplementasikan gamifikasi pada proses pembelajaran, terutama terkait peran guru dalam merancang dan mengintegrasikan strategi tersebut ke dalam pembelajaran kejuruan. Guru perlu diberdayakan agar mampu mengembangkan desain gamifikasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kebutuhan industri. PKM ini bertujuan untuk memperkuat peran guru dalam merancang gamifikasi sebagai strategi pembelajaran di sekolah kejuruan. Ruang lingkup penelitian meliputi analisis kebutuhan guru, pengembangan desain gamifikasi yang aplikatif, serta evaluasi efektivitas penerapan gamifikasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran kejuruan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada guru sekolah kejuruan. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa pemberdayaan guru dalam merancang gamifikasi meningkatkan kreativitas, keterampilan pedagogis, serta kemampuan mereka dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran kejuruan. Penerapan gamifikasi terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, serta hasil belajar yang lebih optimal. Kesimpulan nya adalah bahwa penguatan peran guru dalam merancang gamifikasi sangat penting untuk menciptakan strategi pembelajaran yang inovatif di sekolah kejuruan. Gamifikasi tidak hanya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, tetapi juga memberdayakan guru untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.Kata Kunci :Peran guru; Pemberdayaan Guru; Gamifikasi; Desain pembelajaran; Sekolah kejuruan
Increasing the Competency of Guidance and Counseling Teachers Through Preparing Basic Service Materials with the Assistance of Artificial Intelligence Lubis, Khadijah; Sucipto, Sigit Dwi; Rozzaqyah, Fadhlina; Putri, Yola Eka; Sari, Resti Okta; Septriani, Amanda Putri; Mutiara, Nia Bening
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.8129

Abstract

The rapid development of digital technology requires guidance and counseling (BK) teachers to enhance their competencies and adapt to technological advancements, particularly in designing engaging and contextual service materials. This community service program aimed to improve the professional competence of BK teachers through the utilization of Artificial Intelligence (AI), specifically ChatGPT, as a tool for developing basic guidance service materials. The activity was conducted from October 22 to 25, 2025, at SMA Negeri Sumatera Selatan, involving 23 BK teachers from 20 schools in Palembang City. The implementation methods included workshops, hands-on training, mentoring, and evaluation through pretest and posttest. The results revealed an increase in participants’ average scores from 112.17 to 139.57, with an N-Gain score of 0.72 (high category). These findings indicate that AI-based training effectively enhanced teachers’ understanding and skills in developing creative and relevant basic service materials. Supporting factors included participants’ enthusiasm and institutional support from the Palembang BK Teachers Association (MGBK), while challenges such as late attendance and technical difficulties during the pretest were successfully addressed by the organizing team. Overall, this program contributed to strengthening digital literacy and professional competence among BK teachers in facing educational transformation in the era of artificial intelligence.Peningkatan Kompetensi Guru BK Melalui Penyusunan Materi Layanan Dasar Berbantuan Artificial IntelligenceABSTRAKPerkembangan teknologi digital mendorong perlunya peningkatan kompetensi guru bimbingan dan konseling (BK) agar mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, khususnya dalam penyusunan materi layanan yang menarik dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru BK dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) berbasis ChatGPT sebagai alat bantu penyusunan materi layanan dasar. Kegiatan dilaksanakan pada 22–25 Oktober 2025 di SMA Negeri Sumatera Selatan, diikuti oleh 23 guru BK dari 20 sekolah di Kota Palembang. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan (workshop), praktik langsung (hands-on training), pendampingan, serta evaluasi berbasis pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor peserta dari 112,17 menjadi 139,57, dengan nilai N-Gain sebesar 0,72 (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan pemanfaatan AI efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru BK dalam menyusun materi layanan dasar yang kreatif dan relevan. Faktor pendukung keberhasilan meliputi antusiasme peserta dan dukungan kelembagaan dari MGBK Kota Palembang, Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi digital dan profesionalisme guru BK dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital saat ini.Kata Kunci :guru BK; kecerdasan buatan; ChatGPT, layanan dasar
Utilization of Digitalization as Support for Pregnant Women in Preventing Anemia in Majungan Village Aini, Qurrotu; Zulaikha, Layla Imroatu
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.8141

Abstract

Anemia in pregnant women is a public health problem that remains high in Indonesia, especially in rural areas. Based on data from the 2018 Basic Health Research (RisKesDas), the prevalence of anemia in pregnant women reached 48.9%. One cause of anemia is the low level of knowledge of mothers about the importance of consuming iron tablets (TTD). The purpose of this community service activity is to improve the knowledge and behavior of pregnant women in preventing anemia through a digital approach. The media used is the WhatsApp application, namely by creating a special group to assist pregnant women in consuming iron tablets, which is monitored and reminded regularly. The measurement tool used in this assistance is a questionnaire on knowledge about anemia and compliance with iron tablets. The results of the activity showed a significant increase in pregnant women's knowledge about anemia and the importance of iron tablets (TTD). Pregnant women became more compliant and routine in consuming iron tablets. Digital-based assistance has proven effective in providing ongoing support to pregnant women, especially in areas with limited access to health facilities.Pemanfaatan Digitalisasi Sebagai Pendampingan Ibu Hamil Dalam Pencegahan Anemia Di Desa MajunganABSTRAKAnemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi diindonesia,terutama wilayah pedesaan. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RisKesDas) tahun 2018, prevelansi anemia pada ibu hamil mencapai 48,9%. Salah satu penyabab anemia adalah rendahnya tingkat pengetahunan ibu tentang pentingnya konsumsi tablet tambah darah (TTD). Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan penegtahuan dan perilaku ibu hamil dalam mencegah anemia melalui pedekatan digital. Media yang digunakan adalah aplikasi whatsapp yaitu dengan membuat grup khusus pendampingan pada ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah yang dipantau dan diingatkan secara berkala. Alat ukur yang digunakan dalam pendampingan ini berupa kuesioner pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan minum TTD. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan pentingnya tablet tambah darah (TTD). Ibu hamil menjadi lebih patuh dan rutin dalama mengkonsumsi TTD. Pendampingan  berbasis digital terbukti efektif dalam memberikan dukungan berkelanjutan pada ibu hamil terutama pada daerah dengan keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.Kata Kunci :Anemia;Ibu Hamil; Pendampingan; Digitalisasi
Transforming the Role of Guidance Counselors as Anti-Bullying Agents through Case-Based Learning (3C3R) Basic Service Training Yosef, Yosef; Lubis, Khadijah; Alrefi, Alrefi; Wisma, Nur; Nurjanah, Anisa Siti; Pratama, Muhammad Bagas Putra; Ramadhan, Ramadhan
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.8128

Abstract

Indonesia, as a multicultural country, faces a major challenge in preventing bullying practices rooted in cultural differences in educational environments. With the spread of bullying practices in Indonesia, guidance and counseling teachers (BK) need to be equipped with the understanding and skills to provide services to students, including basic case-based services. This activity was carried out at SMAN South Sumatra, attended by 23 BK teachers who are members of MGBK SMA Kota Palembang. The activity was carried out in October to November 2025 in a hybrid manner. The activity was conducted using discussion, practice, case-based learning, and assignment methods, where participants were trained to create cases and solve them using 3C3R. The activity began with a pretest, followed by material delivery, practice, mentoring, and ended with a posttest. The output of this training is the preparation of RPL and  multicultural bullying case which will be applied to basic services.  The analysis of pretest and posttest data showed an N-Gain coefficient of 0.85, which is in the high category. This indicates an increase in the understanding and skills of guidance counselors in implementing basic case-based services to enhance students' multicultural awareness. This training was effective in improving the competence of guidance counselors as agents of multicultural bullying prevention and supporting the creation of an inclusive and harmonious school environment.Transformasi Peran Guru BK sebagai Agen Antibullying melalui Pelatihan Layanan Dasar Berbasis Case-Based Learning (3C3R)ABSTRAKIndonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan besar dalam mencegah praktik bullying yang berakar dari perbedaan budaya di lingkungan pendidikan. Semakin meluasnya praktik bullying di Indonesia, guru bimbingan dan konseling (BK) perlu dibekali pemahaman dan kemampuan untuk memberi layanan kepada siswa termasuk layanan dasar berbasis kasus. Kegiatan ini dilakukan di SMAN Sumatera Selatan yang diikuti oleh 23 guru BK dan merupakan anggota MGBK SMA Kota Palembang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2025 secara hybrid. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode diskusi, praktik, case based learning, dan penugasan, dimana peserta dilatih untuk membuat kasus dan menyelesaikan kasus tersebut menggunakan 3C3R. kegiatan diawali dengan pengisian pretest, pemberian materi, praktik, pendampingan dan diakhiri dengan pengisian posttest. Output dari pelatihan ini berupa penyusunan 1 RPL dan 1 Kasus bullying multikultural yang akan diterapkan pada layanan dasar. Hasil analisis data pretest dan posttest menunjukkan nilai koefisien N-Gain sebesar 0,85 dan berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru BK sebagai agen pencegahan bullying multikultural dan mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang inklusif dan harmonis. Kata Kunci :Layanan Dasar; Case Based Learning; Guru BK; Bullying Multikultural; Pendidikan Multikultural
Assistance in the Development of Interactive Liveworksheet-Based Student Worksheets with the AKMI Model to Improve Students' Literacy Numeracy at MI Nurul Huda Nurwahid, Mohammad; Subiantoro, Nezar; Romadhoni, Nur Laella
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.8533

Abstract

The low level of numeracy literacy among madrasah students, as indicated by AKMI results, is partly caused by teachers’ limited ability to develop digital-based learning materials. This community service program assisted teachers at MI Nurul Huda Sawo, Gresik, in developing interactive Liveworksheet-based worksheets aligned with the AKMI model through a participatory approach over three months. The results showed improved teacher competence and a 20–25% increase in students’ numeracy literacy, accompanied by higher learning motivation. The program produced interactive worksheets, enhanced teachers’ digital teaching capacity, and a nationally published scientific article.Pendampingan Pengembangan LKPD interaktif Berbasis Liveworksheet dengan Model AKMI untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa di MI Nurul HudaABSTRAKRendahnya literasi numerasi siswa madrasah berdasarkan hasil AKMI dipengaruhi keterbatasan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran digital. Kegiatan pengabdian ini mendampingi guru MI Nurul Huda Sawo, Gresik, dalam mengembangkan LKPD interaktif berbasis Liveworksheet dengan model AKMI melalui pendekatan partisipatif selama tiga bulan. Hasilnya menunjukkan peningkatan kompetensi guru serta peningkatan literasi numerasi siswa sebesar 20–25%, disertai meningkatnya motivasi belajar. Luaran kegiatan berupa LKPD interaktif, peningkatan kapasitas guru, dan publikasi artikel ilmiahKata Kunci :Literasi Numerasi; LKPD Interaktif; Liveworksheet; AKMI; Pengabdian Kepada Masyarakat
Valorization of Pepper Stalk Waste from Sebuluh Village into “Tabula Sebuluh” Mosquito Incense Sticks in the Indonesia–Malaysia Border Region Octavianus, Chris; Kurnianto, Alexander Andi; Marjun, Agustinus; Tessia, Margareta; Masselli, Novariana
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.8123

Abstract

Sebuluh Village, located in Ketungau Hulu Subdistrict, Sintang Regency, is one of the pepper-producing areas with farmer groups that manage pepper gardens. The pepper harvesting process produces waste in the form of pepper stalks, which have not been utilized by farmers. Based on literature research and observation, it is known that pepper stalks contain piperine compounds that are effective in repelling mosquitoes. In addition, the abundant cassava plants in Sebuluh Village can be used as a filler and binder in the manufacture of mosquito repellent incense. This community service program aims to process pepper stalks into mosquito repellent incense that has economic value, as well as to improve the competence of members of the Sebuluh Pepper Farmers Group in waste management, production, and product marketing. Training and assistance were provided in the form of product processing, as well as the importance of branding and attractive packaging to increase sales. An evaluation of 19 participants using N-Gain yielded a score of 0.68, which falls into the moderate category, meaning that 52.6% of participants showed an increase in the competence of the Lada Sebuluh farmer group members. There is a need to improve understanding of product branding and packaging aspects. This program also contributes positively to environmental sustainability by reducing waste, utilizing local resources sustainably, and in the long term, improving the economy of farmer groups.Valorisasi Limbah Tangkai Buah Lada Desa Sebuluh Menjadi Racun Nyamuk Bakar “Tabula Sebuluh” di Wilayah Perbatasan Indonesia–MalaysiaABSTRAKDesa Sebuluh, yang terletak di Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, merupakan salah satu penghasil lada dengan kelompok tani yang mengelola kebun lada. Proses pemanenan lada menghasilkan limbah berupa tangkai buah lada yang selama ini tidak dimanfaatkan oleh petani. Berdasarkan penelitian literatur dan observasi, diketahui bahwa tangkai buah lada mengandung senyawa piperin yang efektif dalam mengusir nyamuk. Selain itu, tanaman singkong yang melimpah di desa Sebuluh dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengisi dan pengikat dalam pembuatan produk racun nyamuk bakar. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengolah limbah tangkai buah lada menjadi racun nyamuk bakar yang bernilai ekonomi, serta meningkatkan kompetensi anggota kelompok tani Lada Sebuluh dalam pengelolaan limbah, produksi, dan pemasaran produk. Pelatihan dan pendampingan diberikan dalam bentuk pengolahan produk, serta pentingnya branding dan pengemasan yang menarik untuk meningkatkan daya jual. Evaluasi yang dilakukan terhadap 19 peserta dengan menggunakan N-Gain mendapatkan skor 0,68 dan termasuk dalam kategori sedang, atau 52,6% peserta menunjukkan peningkatan kompetensi anggota kelompok tani Lada Sebuluh. Terdapat kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman mengenai aspek branding dan pengemasan produk. Program ini juga memberikan kontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan dengan mengurangi limbah, memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan serta jangka panjangnya dapat meningkatkan ekonomi kelompok tani.Kata Kunci :Racun nyamuk bakar; tangkai buah lada; fitokimia; Sebuluh
Socialization and Training on Organic Waste Shredding Machine for Waste Management in Schools Jati, Dian Rahayu; Jumiati, Jumiati; Sulastri, Aini; Desmaiani, Herda; Saziati, Ochih
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.8186

Abstract

The issue of waste management remains a major challenge in Indonesia and has also extended to regional areas, including the City of Pontianak. The volume of waste in Pontianak City as of 2024 is recorded at 150,366 tons, this figure is the second largest in West Kalimantan Province. One of the waste-producing sectors is schools, with the composition of waste tending to vary according to the school's activities and geographical conditions. Generally, school organic waste consists of food scraps and leaves. This activity aims to increase the understanding of waste management and provide practical skills in the use of organic waste shredding machines. The implementation of this activity is carried out through several methods, namely (1) Socialization, (2) Demonstrati01101on of the Use of Machines, (3) Training and Composting, (4) Assistance and Maintenance. This activity was well organized, and evaluation results indicated that 80% of the participants were able to explain the functions and benefits of the shredding machine, and 70% were able to practice its use independently. The activity contributes to improving the skills of school residents in organic waste management. This activity is expected to be a reference for the application of environmental education with the implementation of simple technology in other target groups.Sosialisasi dan Pelatihan Mesin Pencacah Sampah Organik untuk Pengelolaan Sampah di Sekolah Kota PontianakABSTRAKPersoalan sampah selain masih menjadi tantangan di Indonesia, namun juga menyebar hingga ke daerah, termasuk Kota Pontianak. Volume sampah kota pontianak per tahun 2024 tercatat sebanyak 150,366 ton, angka ini kedua terbesar di Provinsi Kalimantan Barat. Salah satu sektor penghasil sampah adalah sekolah, dengan komposisi sampah cenderung beragam sesuai aktivitas dan kondisi geografis sekolah. Umumnya sampah organik sekolah terdiri dari sisa makanan dan daun-daun. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengelolaan sampah dan memberikan keterampilan praktis penggunaan mesin pencacah sampah organik. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui beberapa metode, yaitu (1) Sosialisai, (2) Demonstrasi Penggunaan Mesin, (3) Pelatihan dan Pembuatan Kompos, (4) Pendampingan dan perawatan. Kegiatan ini terselenggara dengan baik, ditunjukkan hasil evaluasi bahwa 80% peserta mampu menjelaskan kembali fungsi dan manfaat mesin pencacah, serta 70% mampu mempraktikkan penggunaannya secara mandiri. Kegiatan berkontribusi pada peningkatan keterampilan warga sekolah dalam pengelolaan sampah organik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penerapan edukasi lingkungan dengan implementasi teknologi sederhana pada kelompok sasaran lainnya.Kata Kunci :edukasi lingkungan; kompos; mesin pencacah; sampah organik.
Strengthening Spatial Ability of Madrasah Ibtidaiyah Students through Learning Assisted by “PUTAR” Two-Dimensional Shape Puzzle Media Hidayatulloh, Bagus; Nurwahid, Mohammad
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.8649

Abstract

Spatial ability is one of the essential aspects in mathematics learning, particularly in understanding geometric concepts. This study aims to enhance the spatial ability of MI Nurul Huda students through the use of “PUTAR” media (Two-Dimensional Shape Puzzle). The method employed in this study is community service–based research conducted through a series of activities, including teacher training, implementation of the learning media, and evaluation of students’ learning outcomes. The results indicate that the use of “PUTAR” media significantly improves students’ spatial ability, learning participation, and teachers’ competence in integrating innovative instructional media.Penguatan Kemampuan Spasial Siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui Pembelajaran Berbantuan Media “PUTAR” Puzzle Bangun DatarABSTRAKKemampuan spasial merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam memahami konsep geometri. Penelitian ini bertujuan untuk melatih kemampuan spasial siswa MI Nuru Huda dengan menggunakan media "PUTAR" (Puzzle Bangun Datar). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengabdian masyarakat melalui serangkaian kegiatan, termasuk pelatihan guru, penerapan media pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media "PUTAR" secara signifikan meningkatkan kemampuan spasial siswa, partisipasi belajar, serta kompetensi guru dalam mengintegrasikan media inovatif.Kata Kunci :Kemampuan Spasial; Media "PUTAR"; Puzzle Bangun Datar; Pembelajaran Matematika

Page 1 of 1 | Total Record : 9