Articles
74 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 13 No. 1 (2024): Regular Issue"
:
74 Documents
clear
Analisa Pengaruh Video Conference dalam Aktivitas Online Learning Guna Memicu Kepuasan Belajar Mahasiswa
Muhammad Ivan Nugroho;
Novi Mariawati;
Mourine Veronica Lomboan
Journal of Economics and Business UBS Vol. 13 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : UniSadhuGuna Business School
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52644/joeb.v13i1.1486
Tujuan Penelitian ini menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa sebagai pengguna video conference. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Convergent parallel Design Mixed Method. Data kuantitatif diolah menggunakan aplikasi SMART-PLS versi 3 dan data Kualitatif melalui hasil transkrip dan dikategorikan berdasarkan tema. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi gambaran inovasi perkembangan kualitas pembelajaran untuk kedepannya menggunakan Video Conference.
How Does Optimize Peer to Peer Lending Investment
Wahyu Mulyadi;
Budi Purwanto;
Nurhidayah Kusumaningrum Fadhilah
Journal of Economics and Business UBS Vol. 13 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : UniSadhuGuna Business School
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52644/joeb.v13i1.1489
This research uses general data about loans in 5 Credit Grades A, B, C, D and E which can be obtained from the KoinWorks P2PL factsheet platform. The research results show that there are 4 combinations of funding assets in the calculation of the optimal portfolio of the Markowitz Model with the lowest risk preferences consisting of funding assets in Credit Grades A, B, D and E with an expected portfolio return of 24.29% for the year and 2.02. % for monthly and the best risk level in a year of 1.39% for annual and 0.11% for monthly. Meanwhile, in the optimal portfolio planning of the Markowitz model with sharpe ratio, there are 3 combinations of funding assets consisting of Credit Grades A, B and D which obtain an expected portfolio return of 18.29% in the current year and 1.52% in that month. and the level of risk. best in a year of 1.39% for this year and 0.48% for this month, and portfolio performance of 13.1.
Financial Distress Assessment Through Altman Z-Score
Farid Maulana
Journal of Economics and Business UBS Vol. 13 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : UniSadhuGuna Business School
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52644/joeb.v13i1.1493
This research aims to assess the financial distress condition of PT Waskita Karya Tbk (WSKT), a state-owned construction company in Indonesia, from 2017 to 2022 using the Altman Z-Score model. The Altman Z-Score combines financial ratios to predict the likelihood of bankruptcy. Secondary data derived from WSKT’s financial statements were analyzed quantitatively using the Z-Score formula for non-manufacturing firms. The findings indicate that WSKT has experienced significant financial distress. In 2017 and 2022, WSKT was in the Distress Zone with scores of 0.96570 and 0.78271 respectively. The company was also in distress in 2020 with a negative score of -1.12303. For 2018, 2019 and 2021, WSKT was in the Grey Zone with scores of 1.51502, 1.05679 and 1.17451. WSKT did not achieve Safe Zone status during the six years examined. Overall, 66.67% of the period reviewed falls in the Distress Zone, predicting a high bankruptcy risk for WSKT. To address this financial vulnerability, recommendations include conducting operational optimization to enhance efficiency and profitability, diversifying business portfolios to tap into promising segments, and proactively monitoring financial health using analytical models like Altman Z-Score. With disciplined implementation of strategies to rectify distressed ratios, WSKT can achieve financial stability.
Pengaruh Kepemimpinan Digital dan Pemberdayaan Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan Dimediasi Oleh Komitmen Organisasi pada Industri Manufaktur
Lucky Samuel;
Abdul Haeba Ramli
Journal of Economics and Business UBS Vol. 13 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : UniSadhuGuna Business School
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52644/joeb.v13i1.1501
Kepemimpinan Digital telah menjadi sebuah model kepemimpinan yang sangat penting dalam memastikan dan mendorong transformasi dan mendorong perubahan di industri 4.0. Kepemimpinan Digital dan Pemberdayaan Karyawan memiliki hal penting yang dimana untuk mengetahui kinerja karyawan dalam suatu organisasi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh Kepemimpinan Digital. Penelitian ini didesain dengan menggunakan metode purposive sampling yang melibatkan 305 karyawan garment dari 2 perusahaan manufaktur terbesar di Indonesia. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan SmartPLS 3.0. Beberapa temuan dalam studi ini adalah Kepemimpinan Digital danPemberdayaan Karyawan berpengaruh langsung terhadap Kinerja Karyawan melalui mediasi Komitmen Organisasi. Sedangkan Komitmen Organisasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Implikasi manajerial dari penelitian ini untuk praktisi industri maupun peneliti adalah dengan menerapkan Kepemimpinan Digital dalam perusahaan, meningkatkan Pemberdayaan Karyawan, serta mengembangkan Komitmen Organisasi yang kuat dapat meningkatkan Kinerja Karyawan yang akan mengarah pada keungulan kompetitif masing-masing karyawan di perusahaan.
Pengaruh Perceived Value dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Produk Elektronik
Khaerud Dawam;
Muchsin Saggaff Shihab
Journal of Economics and Business UBS Vol. 13 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : UniSadhuGuna Business School
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52644/joeb.v13i1.1504
Industri elektronik merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia. Persaingan di industri ini semakin ketat, sehingga perusahaan perlu memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perceived value, dan brand image terhadap keputusan pembelian konsumen produk elektronik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah studi literatur yang diperoleh dari Google Schoolar. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dalam tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perceived value dan brand image merupakan dua faktor penting yang dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen produk elektronik. Perusahaan perlu meningkatkan perceived value dan brand image produknya untuk meningkatkan daya saing di pasar.
Strategi Pemberdayaan Karyawan untuk Meningkatkan Kinerja dan Inovasi di Tempat Kerja
Hamka Putra Jaya;
Okder Pendrian
Journal of Economics and Business UBS Vol. 13 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : UniSadhuGuna Business School
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52644/joeb.v13i1.1505
Sumber daya manusia memiliki peran penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Perusahaan tidak akan berjalan tanpa adaya kinerja sumber daya manusianya. Selain keberadaannya, kompetensi sumber daya manusianya juga penting, mengingat jaman yang semakin kompetitif sehingga perusahaan perlu melakukan peningkatan kinerja dan inovasi pada sumber daya manusianya. Metode yang digunakan adalah metode studi literature dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berasal dari hasil penelurusan menggunakan google schoolar dan pubmed dengan kata kunci karyawan, kinerja, dan inovasi. Adapun analisis data menggunakan analisis Milles and Hubberman dengan melalui tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan memiliki peran dalam mencapai tujuan perusahaan. Sehingga pentingnya pemberdayaan karyawan oleh perusahaan itu sendiri. Untuk mendapatkan kinerja yang maksimal perlu adanya strategi-strategi yang dilakukan. Adapun strategi pemberdayaan karyawan untuk meningkatkan kinerja dan inovasi di tempat kerja adalah memberikan otonomi, memberikan pengembangan dan pelatihan, dan memberikan penghargaan dan pengakuan.
Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Era Industri 4.0
Lurinjani Akhsan;
Okder Pendrian
Journal of Economics and Business UBS Vol. 13 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : UniSadhuGuna Business School
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52644/joeb.v13i1.1506
Era Industri 4.0 membawa perubahan besar dalam dunia kerja, termasuk dalam hal budaya organisasi dan motivasi kerja. Budaya organisasi yang adaptif dan fleksibel menjadi kunci untuk sukses di era ini. Motivasi kerja karyawan juga perlu ditingkatkan untuk dapat beradaptasi dengan perubahan dan mencapai target perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di era Industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yakni dengan studi literatur. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis mulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya organisasi dan motivasi kerja merupakan dua faktor penting yang dapat meningkatkan kinerja karyawan di era Industri 4.0. Perusahaan perlu membangun budaya organisasi yang adaptif dan fleksibel serta meningkatkan motivasi kerja karyawan untuk mencapai kesuksesan di era ini.
Pengaruh Proporsi Dewan Komisaris Independen, Likuiditas, dan Solvabilitas terhadap Audit Delay Perusahaan pada Industri Property dan Real Estate yang Terdaftar di BEI pada Tahun 2018-2021
Marcella Virginia, Agnes;
Djajadikerta, Hamfri;
Setiawan, Amelia;
Wirawan, Samuel
Journal of Economics and Business UBS Vol. 13 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52644/joeb.v13i1.847
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi dewan komisaris independen, likuiditas, dan solvabilitas terhadap audit delay pada perusahaan yang bergerak di industri property dan real estate dan terdaftar di BEI pada tahun 2018-2021. Data yang digunakan untuk penelitian ini merupakan data sekunder berupa annual report perusahaan yang telah memenuhi kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini berjumlah 109 sampel. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik dan uji hipotesis menggunakan software SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, proporsi dewan komisaris independen tidak dapat dibuktikan pengaruhnya secara statistik terhadap audit delay, namun likuiditas dan solvabilitas dapat dibuktikan pengaruhnya secara statistik terhadap audit delay. Secara simultan, proporsi dewan komisaris independen, likuiditas, dan solvabilitas dapat dibuktikan pengaruhnya secara statistik terhadap audit delay.
Proposed Performance Management System Using Kbpms Framework At PT. Kita Bersama
Utama, Rizki;
Wibisono, Dermawan
Journal of Economics and Business UBS Vol. 13 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52644/joeb.v13i1.956
In Indonesia, company performance measurement is regulated by standards such as Financial Accounting Standards (SAK) published by the Indonesian Accountants Association (IAI). PT Kita Bersama, which operates in the direct sales sector, has experienced a decline in revenue in the last 5 years. One of the causes is the absence of clear performance indicators for employees so that they work without adequate targets and control. Therefore, this thesis research aims to propose the implementation of an integrated performance management system at PT Kita Bersamawith a focus on product marketing and Key Performance Indicators (KPI). The result is 23 KPIs derived from the company's strategy and business processes to carry out more comprehensive performance measurement and evaluation. Furthermore, the Knowledge Based Performance Management System (KBPMS) is designed to overcome various company challenges related to data integration, employee involvement, alignment of activities with vision and mission, and performance management. KBPMS is also based on five principles to simplify operations, increase efficiency, and drive sustainable growth of the company. By implementing this knowledge management system, it is hoped that company performance can be improved in a structured manner according to long-term targets.
Upaya Meningkatkan Kinerja Karyawan Melalui Desain Pekerjaan dan Lingkungan Kerja dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening
Irmawati, Irmawati
Journal of Economics and Business UBS Vol. 13 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52644/joeb.v13i1.989
This study aims to investigate the relationship between job design, work environment, job satisfaction, and employee performance in an organization. These factors are considered to have an important role in creating optimal working conditions and encouraging employees to achieve high performance. The research method used is a survey with a quantitative approach. The respondents of this study were employees from several organizations in various industrial sectors. Data were collected through questionnaires adapted from instruments that have been tested for reliability. The results of data analysis showed a positive relationship between good job design and employee performance. This suggests that when job duties and responsibilities are clearly organized, employees have a better chance of achieving set performance goals. In addition, the results also show that a good work environment contributes positively to employee performance. Factors such as social support, adequate physical facilities, and a positive organizational culture can increase employee motivation and engagement, which in turn improves their performance. In conclusion, this study provides a more in-depth understanding of the relationship between job design, work environment, job satisfaction, and employee performance. This research is expected to provide guidance and recommendations for management practitioners to implement effective strategies to improve employee performance in their work environment.