cover
Contact Name
Randy Frank Rouw
Contact Email
randyrouw@gmail.com
Phone
+6282255902491
Journal Mail Official
jitpk@sttjaffray.ac.id
Editorial Address
Gunung Merapi 103 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 27227553     EISSN : 27227561     DOI : http://dx.doi.org/10.25278/jitpk.v1i2.487
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (pISSN: 2722-7553; eISSN: 2722-7561) merupakan jurnal kedua yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Theologia Jaffray; diterbitkan tahun 2020. Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen adalah jurnal yang terdiri atas hasil penelitian ilmu teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar. Selain berfokus pada ilmu teologi dan pendidikan, jurnal kami juga menerima artikel yang membahas mengenai topik-topik berikut. Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) Teologi Praktika (kepemimpinan Kristen, misi kontekstual, agama dan budaya) Teologi Pastoral (Pelayanan Pemuda, gereja dan masyarakat) Ilmu Pendidikan Kristen Ilmu Pendidikan Teologi Teknologi Pembelajaran dan Model Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini dan Remaja
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020" : 5 Documents clear
Pendekatan Penginjilan Kontekstual Paulus Berdasarkan Kisah Para Rasul 17:16-34 Sugiono Sugiono
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jitpk.v1i2.492

Abstract

AbstrakIstilah kontekstual selalu dipakai dalam dunia teologi penginjilan dan misi. Istilah ini menunjuk kepada suatu pola pendekatan penginjilan atau misi yang bisa diterima oleh konteks di mana aksi penginjilan atau misi dilakukan. Kontekstualisasi merupakan langkah atau upaya yang tepat untuk membahasakan berita Injil ke dalam masyarakat yang majemuk sekarang ini. Penulis dalam penulisan jurnal ilmiah ini akan mengadakan penelitian tentang pelayanan penginjilan kontekstual yang Paulus gunakan di Atena berdasarkan Kisah Para Rasul 17:16-34, untuk dijadikan sebuah model penginjilan kontekstual yang relevan pada masa sekarang ini. Bentuk pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksegesis di mana teknik pengumpulan data adalah melakukan penafsiran terhadap teks dengan bantuan kajian ilmu hermeneutik dan pustaka. Berdasarkan hasil analisis terhadap pendekatan penginjilan kontekstual Paulus berdasarkan Kisah Para Rasul 17:16:34, maka dapat ditarik sebuah hasil sebagai contoh model penginjilan kontekstual masa kini. Hasil dan pembahasan yang diperoleh: model dialog interaktif persuasif (ay. 17-18), model identifikasi religio-kultural (ay. 22-23), model akomodasi lokatif (ay. 19,22), model adopsi literalis (ay. 23-24).Kata-kata Kunci: Kontekstual, Model dan Masa Kini, Paulus, Pendekatan, Penginjilan. AbstractThe term contextual is always used in the world of evangelical theology and mission. This term refers to a pattern of evangelistic or mission approach that is acceptable to the context in which the evangelistic or missionary action is carried out. Contextualization is the right step or effort to bring the message of the gospel into today's pluralistic society. This scientific journal will research the contextual evangelistic ministry that Paul used in Athens based on Acts 17:16-34, to be used as a model of contextual evangelism that is relevant today. The form of the approach used is qualitative research with exegesis approach in which the data collection technique is to interpret the text with the help of hermeneutic studies and literature. Based on the analysis of Paul's contextual evangelistic approach based on Acts 17:16:34, an outcome can be drawn as an example of the present contextual evangelistic model. Results and discussion obtained: a persuasive interactive dialogue model (17-18), a religion-cultural identification model (22-23), a locative accreditation model (19, 22), a literal adoption model (23-24).Keywords: Approach, Contextual, Evangelism, Model and Present, Paul.
Kepemimpinan Yosia Berdasarkan Kitab 2 Tawarikh 34:1-7 dan Implikasinya bagi Pelayanan Pemuda di Gereja Delvy Fransisca; Yunus D. A. Laukapitang
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jitpk.v1i2.508

Abstract

AbstrakTujuan penulisan artikel ini adalah pertama, untuk memberikan penjelasan secara Alkitabiah tentang kepemimpinan Yosia berdasarkan kitab 2 Tawarikh 34:1-7. Kedua, untuk memberikan penjelasan tentang implikasi kepemimpinan Yosia bagi kepemimpinan pemuda di gereja. Adapun metode penulisan adalah metode kualitatif, yaitu dengan mencari makna dari kepemimpinan Yosia berdasarkan kitab 2 Tawarikh 34:1-7 dengan menggunakan penalaran induktif, eksegesis serta studi kepustakaan. Kesimpulan dari artikel ini adalah sebagai berikut. Pertama, Tuhan memakai kaum muda. Hal ini menjadi dorongan besar bagi gereja seharusnya untuk mampu melibatkan pemuda lebih lagi dalam gereja dan dalam pelayanan. Kedua, dalam kaitannya bagi kepemimpinan pemuda, pemimpin harus memusatkan hidup pada Tuhan. Seorang pemimpin mengejar kekudusan, kejujuran dan perkenanan Tuhan. Ketiga, berkaitan dengan kepemimpinan pemuda, pemimpin harus siap menghadapi tantangan. Tantangan baik dari teknologi maupun tantangan kekuasaan dalam gereja. Kata-kata Kunci: 2 Tawarikh 34:1-7, Gereja, Kepemimpinan, Pemuda, Yosia. AbstractThe purpose of writing is first, to give a biblical explanation of Josiah’s leadership based on 2 Chronicles 34:1-7. Second, to provide an explanation of the implications of Josiah’s leadership for youth leadership in the church. The writing method is a qualitative method, namely by searching for the meaning of Josiah’s leadership based on 2 Chronicles 34:1-7 by using inductive reasoning, exegesis and literature studies. The conclusion of this article is as follows. First, God uses young people. This is a big impetus for the church to be able to involve youth more in the church and ministry. Second, concerning youth leadership, leaders must focus their lives on God. A leader pursues holiness, honesty and God's favor. Third, still concerning youth leadership, leaders must be ready to face challenges. Challenges both from technology and challenges to power in the church.
Iman Perempuan Kanaan Berdasarkan Kitab Matius 15:21-28 Anizah Chelsia; Robi Panggarra
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jitpk.v1i2.511

Abstract

AbstrakTujuan penulisan artikel ini adalah: Pertama, untuk menjelaskan makna iman perempuan Kanaan berdasarkan Kitab Matius 15:21-28. Kedua, untuk memberikan suatu implikasi berdasarkan kajian tentang iman perempuan Kanaan bagi orang-orang percaya masa kini. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode Hermeneutik Eksegesis kualitatif terkait genre dari Kitab Matius 15:21-28. Dari hasil penelitian ini penulis menarik kesimpulan: Pertama, iman yang sejati hanya bergantung pada belas kasihan Yesus. Iman yang sungguh-sungguh kepada Yesus adalah iman yang hanya bergantung pada belas kasihan dari Yesus. Kedua, iman yang benar adalah iman yang tidak mudah menyerah. Sebagai orang percaya harus tetap bertahan apapun persoalan yang akan terjadi pada kehidupan setiap orang. Ketiga, tetap bersabar menunggu waktu Tuhan dan lebih mengutamakan apa yang menjadi tujuan Allah bagi umat-Nya. Keempat, tetap mempertahankan iman percaya kepada Tuhan dan terus berserah kepada Tuhan yang adalah Anak Daud. Kata-kata Kunci: Iman, Matius 15:21-28, Perbuatan, Perempuan Kanaan, Yesus. AbstractThe purpose of this thesis is: First, to explain the meaning of the faith of Canaanite women based on the Book of Matthew 15: 21-28. Second, to provide implications for the assessment of the faith of Canaanite women for those who believe in the future. The research method used in this thesis research is the Hermeneutic Exegesis qualitative method which is related to the genre of the Book of Matthew 15: 21-28. From the results of this study, the authors draw conclusions: First, true faith depends only on the grace of Jesus. A truly extraordinary faith for Jesus is a faith that depends only on Jesus' mercy. Second, true faith is faith that does not give up easily. As believers must be persistent whatever will happen in everyone's life. Third, remain patient waiting for God's time and prioritize what God's purpose for His people. Fourth, continue to believe in God and continue to surrender to God who is the Son of David.Keywords: Acts, Faith, Canaanite Woman, Matthew 15:21-28, Jesus.
Dosa Yerusalem dalam Yehezkiel 22:1-31: Kajian Biblika dan Implikasi Praktis Gabriel Yobert Rajo
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jitpk.v1i2.518

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mengkaji secara biblika dosa Yerusalem Yehezkiel 22:1-31 dan memberikan implikasi praktis bagi masyarakat saat ini. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode hermeneutik Alkitab. Kesimpulan yang penulis dapatkan sebagai berikut. Pertama, ALLAH ingin menjatuhkan hukuman terhadap kaum Israel di kota Yerusalem akibat dari hutang darah dan perbuatan keji yang mereka lakukan. Kedua, ALLAH menuntun segala perbuatan keji kaum Israel di kota Yerusalem mulai dari pemimpin-pemimpin sampai kepada rakyat biasa yang membuat kota itu banyak hutang darah. Ketiga, ALLAH membinasakan kota Yerusalem akibat dari pemimpin-pemimpin di kota Yerusalem berbuat pelanggaran dan kejahatan yang melanggar ketetapan-ketetapan ALLAH. Implikasi yang dapat diambil adalah: Menjadi teladan dalam memimpin, menjauhkan diri dari dosa yang menajiskan, hidup benar di hadapan Tuhan, dan membangun hubungan yang baik dengan ALLAH.Kata-kata Kunci: Dosa, Hutang Darah, Kaum Israel, Murka, Yerusalem AbstractThe purpose of this article is to examine biblically the sin of Jerusalem Ezekiel 22:1-31 and provide practical implications for people today. This research is a qualitative research which is library research using the hermeneutic of the Bible method’s. The conclusion is as follows. First, God wants to punish the Israelites in the city of Jerusalem because of their blood debt and their abominable deeds. Second, GOD guided all the heinous deeds of the Israelites in the city of Jerusalem from the leaders to the common people who made the city so much blood owed. Third, God destroyed the city of Jerusalem because the leaders in the city of Jerusalem committed transgressions and crimes that violated GOD's decrees. The implications are: Being an example in leading, keeping away from defiling sins, living righteously before God, and building a good relationship with GOD.Keywords: Blood Debt, Israelites, Jerusalem, Sin, Wrath.
Prinsip-Prinsip Kepemimpinan Penggembalaan Berdasarkan Yohanes 10:1-21 dan Implementasinya dalam Kepemimpinan Gereja Hanny Frederik
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jitpk.v1i2.487

Abstract

Kepemimpinan penggembalaan menghadapi banyak tantangan, terutama di dunia yang modern pada masa kini, baik dari dalam maupun dari luar gereja yang siap menghadang dan menggagalkan kepemimpinan seorang gembala jemaat. Karena itu, kepemimpinan penggembalaan harus menyadari perlunya menerapkan prinsip-prinsip tertentu dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya. Prinsip-prinsip itu adalah prinsip-prinsip yang alkitabiah atau bersumber dari firman Allah. Penelitian ini bertujuan menggali prinsip-prinsip kepemimpinan penggembalaan berdasarkan pengajaran Yesus dalam Injil Yohanes 10:1-21 dan implementasinya dalam kepemimpinan gereja. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode hermeneutik Alkitab. Berdasarkan pengajaran Yesus dalam Yohanes 10:1-21, dapat ditarik beberapa prinsip kepemimpinan penggembalaan yang dapat diimplementasikan pada kepemimpinan gereja. Beberapa prinsip itu adalah prinsip panggilan Allah, pemeliharaan, berpusat pada Yesus Kristus, pengorbanan, kesetaraan, dan perluasan kerajaan Allah.Kata kunci: kepemimpinan, gembala, penggembalaan, Yohanes 10:1-21

Page 1 of 1 | Total Record : 5