cover
Contact Name
Ferry Purnama
Contact Email
jurnalkharis@gmail.com
Phone
+6285959999152
Journal Mail Official
jurnalkharis@gmail.com
Editorial Address
Jln. Mekar Laksana no 8, Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi
ISSN : 27226433     EISSN : 27226441     DOI : -
Fokus dan Scope Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi adalah: Teologi Biblika, Teologi Sistematika, Teologi Kontemporer, Teologi Praktika, Teologi Pastoral, Teologi Kontekstual
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2024): JUNI" : 7 Documents clear
Pemanfaatan Aplikasi Kencan Online Jodoh Kristen untuk Menemukan Pasangan Hidup Sembiring, Esty Endaria; Siregar, Ersada; Purnama, Jellia Puspa; Simanjuntak, Ferry
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 5, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v5i1.184

Abstract

Human development and technological progress run in parallel, human civilization is inseparable from technological advances. Technology influences habitual behavior and human expectations for survival. Utilizing technology appropriately and fulfilling ethics in its values is the idea that humans want to achieve. This technology also affects how humans move toward their future, including finding a suitable partner through online dating applications. This application leads a person to find a partner by paying attention to their ethical values that humans remain under God's law, using progress but making God still in control of decisions, and in the end humans are responsible to their creator. One of the online dating applications, namely Christian Matchmaking, applies deontological Christian ethics where biblical rules will determine the outcome so that many couples have found their life partners and decided to tie the knot in marriage. The online dating application Christian dating applies a process that tries to naturally not rush in making choices. It is hoped that the online dating application Jodoh Kristen can get rid of the negative stigma and doubts about using online dating applications for Christian youth in particular and the wider community in general. Perkembangan manusia dan kemajuan teknologi berjalan secara paralel, peradaban manusia tidak terlepas dari kemajuan teknologi. Teknologi mempengaruhi perilaku kebiasaan dan harapan manusia akan kelangsungan hidupnya. Memanfaatkan teknologi dengan tepat guna dan mememuhi etika dalam nilai-nilainya adalah hal ideal yang ingin dicapai oleh manusia. Pemanfaatan teknologi inipun mempengaruhi cara manusia dalam menuju masa depannya, diantaranya adalah menemukan pasangan yang cocok melalui aplikasi kencan online. Aplikasi ini menuntun seseorang menemukan pasangannya dengan memperhatikan nilai etisnya bahwa manusia tetap berada dibawah hukum Allah, meski tidak semua aplikasi kencan online ini memenuhi nilai etis yang dimaksud. Menggunakan kemajuan tapi menjadikan Allah tetap pengendali keputusan dan pada akhirnya manusia bertanggung jawab pada penciptanya. Salah satu aplikasi kencan online yaitu Jodoh Kristen yang menerapkan etika kristen dimana prosesnya mengarahkan pengguna untuk mengandalkan Tuhan. Aplikasi kencan online Jodoh Kristen sangat menerapkan proses yang diusahakan secara alami tidak terburu-buru dalam menentukan pilihan. Aplikasi kencan online Jodoh Kristen diharapkan dapat menepis stigma negatif dan keragu-raguan penggunaan aplikasi kencan online bagi pemuda pemudi kristen secara khusus dan masyarakat luas pada umumnya
Implementasi Karunia Rohani Berdasarkan Roma 12:1-8 bagi Guru Pendidikan Agama Kristen Tanama, Yulia Jayanti; Wulandari, Rini Ratnasari; Tari, Iwan Sugandi
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 5, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v5i1.237

Abstract

Spiritual gifts are very necessary for teachers in the learning process and carrying out the Great Commission of Lord Jesus Christ. The aim of this research is to analyze spiritual gifts based on Romans 12:1-8 and their implementation for Christian Religious Education teachers. The research method used is the references study with collecting, reading, writing, and processing the fact based on research problem. The research results is Christian religious teachers must have to spiritual gifts in acting as teachers, trainers, and educators. The gift which must be had by teachers base on Romans 12:1-8 is prophesying, serving, teaching, exhorting, sharing things, giving leadership, and showing mercy. Karunia rohani sangat diperlukan guru dalam proses pembelajaran dan melaksanakan amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis karunia rohani berdasarkan Roma 12:1-8 serta implementasinya bagi guru Pendidikan Agama Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan melakukan pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat, dan mengolah fakta berdasarkan permasalahan penelitian. Hasil penelitian yaitu guru PAK perlu memiliki karunia-karunia rohani dalam menjalankan perannya sebagai pengajar, pelatih, dan pendidik. Karunia yang harus dimiliki guru berdasarkan Roma 12:1-8 yaitu bernubuat, melayani, mengajar, menasihati, membagi-bagikan sesuatu, memberi pimpinan, dan menunjukkan kemurahan.
Pendampingan dan Konseling Pastoral, dengan Pendekatan Etnometodologi Musarub, Liviana Binti; Tampake, Tony; Adi, Suwarto
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 5, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v5i1.262

Abstract

Ethnomethodology is the study of what humans use in solving everyday problems and Ethnomethodology is also the study of everyday human social activities. This article wants to explain the ethnomethodological approach in the process of accompanying and providing pastoral counseling in the church. The author uses the ethnomethodological approach as a method in pastoral assistance and counseling, to find the root of the problem that must be researched in the struggles that exist in the church or that are faced by individuals in the church. . Literature review is the method used in this paper to obtain data and collect the information needed in this paper. This article begins with an explanation of ethnomethodology to explain what ethnomethodology is, then an explanation of community assistance and counseling so that readers can know how to understand assistance and counseling in society and after that the author explains how ethnomethodology is used in pastoral assistance and counseling.Etnometodologi adalah studi yang dipakai oleh manusia dalam penyelesaian masalah sehari-hari dan Etnometodologi juga adalah studi pada kegiatan sosial manusia sehari-hari. tulisan ini mau menjelaskan pendekatan etnometodologi dalam proses mendampingi dan memberikan konseling pastoral dalam gereja, penulis menggunakan pendekatan etnometodologi sebagai metode dalam pendampingan dan konseling pastoral, untuk menemukan akar masalah yang harus diteliti dalam pergumulan yang ada dalam gereja atau yang dihadapi oleh individu yang ada dalam gereja. Kajian pustaka merupakan metode yang digunakan dalam tulisan ini untuk mendapatkan data dan mengumpulkan maklumat yang diperlukan dalam tulisan ini. Tulisan ini dimulai dengan penjelasan etnometodologi untuk menjelaskan apa itu etnometodologi, kemudian penjelasan tentang pendampingan dan konseling masyarakat supaya pembaca boleh mengetahui bagaimana memahami pendampingan dan konseling dalam masyarakat dan setelah itu penulis menjelaskan bagaimana etnometodologi digunakan dalam pendampingan dan konseling pastoral.
Peran Orang Percaya dalam Konservasi Lingkungan: Mengaplikasikan Ajaran Matius 5:13-16 sebagai 'Garam' dan 'Cahaya' dalam Mempertahankan Bumi yang Lebih Berkelanjutan Paliling, Gilbert; Nunung, Donny Stevianus
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 5, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v5i1.259

Abstract

The purpose of this article is to explore the roles and responsibilities of believers in maintaining environmental sustainability, particularly in the context of natural disasters in Indonesia in 2023. This research applies a combined qualitative and quantitative method, with a focus on natural disaster data analysis and biblical interpretation, especially Matthew 5:13–16. The quantitative method involves collecting and analyzing statistical data on natural disasters from various sources, such as government reports and mass media. On the other hand, the qualitative method utilizes biblical exposition and analysis to understand the role of believers in maintaining harmony with the environment. The results show that the use of combined methods provides a holistic and contextual understanding of environmental issues. The impact of natural disasters in 2023 in Indonesia was systematically analyzed, including the number of victims, damage, and related trends. Biblical analysis illustrates the role of believers as "salt" and "light," demonstrating their responsibility in environmental conservation. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi peran dan tanggung jawab orang percaya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya dalam konteks bencana alam di Indonesia pada tahun 2023. Penelitian ini menerapkan metode gabungan kualitatif dan kuantitatif, dengan fokus pada analisis data bencana alam dan interpretasi Alkitab, terutama Matius 5:13-16. Metode kuantitatif melibatkan pengumpulan dan analisis data statistik bencana alam dari berbagai sumber, seperti laporan pemerintah dan media massa. Di sisi lain, metode kualitatif menggunakan eksposisi dan analisis Alkitab untuk memahami peran orang percaya dalam menjaga harmoni dengan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode gabungan memberikan pemahaman holistik dan kontekstual terhadap isu-isu lingkungan. Dampak bencana alam pada tahun 2023 di Indonesia dianalisis secara sistematis, termasuk jumlah korban, kerusakan, dan tren terkait. Analisis Alkitab menggambarkan peran orang percaya sebagai "garam" dan "cahaya," mengilustrasikan tanggung jawab mereka dalam konservasi lingkungan.
Peran Gereja dalam Meningkatkan Literasi Media Sosial pada Generasi Z di Indonesia Martha, Jessica; Wihardja, Edy Widjaja; Ardianto, Putra Ageng
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 5, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v5i1.233

Abstract

Social media has become inseparable from Generation Z. However, Gen-Z's use of social media has not been accompanied by strong literacy skills. The majority of Generation Z is still unaware of how social media works. Gen-Z, known as digital natives, are often called digital navies. As a result, social media literacy is an important skill for Gen-Z, particularly in Indonesia. The government has undertaken a number of initiatives to improve social media literacy. However, the government’s efforts need to be supported by other actors, including churches. This paper explained church can role in improving social media literacy among Gen-Z in Indonesia. The author used qualitative research methods, specifically case studies and literature studies, as well as the theory of faith-based media literacy education. This paper found that there are a number of roles that churches can play in supporting the improvement of social media literacy in Gen-Z in Indonesia, one of which is implementing a media mindfulness strategy. Media sosial menjadi sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan Gen-Z. Media sosial memiliki berbagai manfaat, namun penggunaannya oleh Gen-Z belum disertai dengan kemampuan literasi yang baik. Sebagian besar Gen-Z masih belum memiliki pengetahuan tentang bagaimana sebenarnya media sosial bekerja. Gen-Z yang dikenal sebagai digital natives pun akhirnya sering disebut sebagai digital naives. Oleh karena itu, literasi media sosial menjadi hal penting yang harus dipelajari oleh Gen-Z, khususnya di Indonesia. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan literasi media sosial. Namun, upaya pemerintah tersebut perlu didukung oleh aktor lainnya, termasuk gereja. Tulisan ini menjelaskan peran yang dapat dilakukan oleh gereja dalam meningkatkan literasi media sosial pada Gen-Z di Indonesia. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, khususnya studi kasus dan studi literatur, dengan pendekatan teori faith-based media literacy education. Tulisan ini menemukan sejumlah peran yang dapat dilakukan oleh gereja dalam mendukung peningkatan literasi media sosial pada Gen-Z, salah satunya adalah dengan menerapkan media mindfulness strategy.
Kritik Etika Kristen Feminis atas Sikap GMIT Ebenhaezer Naimuti Terhadap Praktik Adat Suus Oef Ora, Thresia Nina; Ludji, Irene
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 5, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v5i1.191

Abstract

This article examines the attitude of the Evangelical Christian Church in Timor (GMIT) Ebenhaezer Naimuti towards the suus oef custom in Nekmese Village, South Amarasi, from a feminist Christian ethics perspective. The research employs a qualitative method, including field observations, structured and unstructured interviews, and literature studies. The results indicate that suus oef, part of the bride price, influences how men treat women, with women being considered men's property after payment. GMIT Ebenhaezer Naimuti addresses this issue by providing mass wedding services for couples who have lived together but are not yet legally married in the church. This approach underscores the church's stance that both men and women are made in the image of God (Imago Dei).Artikel ini mengkaji sikap Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Ebenhaezer Naimuti terhadap praktik adat suus oef di Desa Nekmese, Amarasi Selatan, dengan perspektif etika Kristen feminis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Hasil menunjukkan bahwa suus oef, sebagai bagian dari mahar, memengaruhi perlakuan laki-laki terhadap perempuan, di mana perempuan dianggap milik laki-laki setelah pembayaran. GMIT Ebenhaezer Naimuti merespons isu ini dengan menyediakan pelayanan nikah massal bagi pasangan yang sudah tinggal bersama namun belum menikah secara sah di gereja. Pendekatan ini menegaskan pandangan gereja bahwa laki-laki dan perempuan adalah gambar Allah (Imago Dei).
Strategi Flooding: Menyikapi Childfree Berdasarkan Perspektif Mandat Illahi Kej 1:28 Ria, Natal; Tobing, Nurhayati; Simangunsong, Meriko Zonnedy; Simanjuntak, Ferry
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 5, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v5i1.178

Abstract

The declining birth rate has an adverse impact on the whole of life, psychologically, economically, socio-culturally and the deterioration of a country's stability. In response to this, couples should understand and recognize that phobia is one of the fundamental reasons for choosing a child-free concept. The research will help change the perspective for steps that can be taken to address the concept based on the perspective of the divine mandate of Genesis 1:28. Through this research, the author uses a qualitative approach as a way to answer the problem formulation. From the discussion, the author examines the results regarding the steps that couples should take whether they are planning or married, which are as follows: informs that the flooding strategy can be used to change the perspective of not deciding childfree and the obstacles experienced in carrying out the flooding strategy in addressing the concept of childfree phobia (the concept of children) based on the divine mandate. The Flooding strategy used invivo is to present a stimulus to the source of the couple's fear, while imagineri is to imagine the impact of anxiety. From the discussion, it is obtained that the importance of supporting information and education media regarding the truth values of the concept of children, the source of anxiety from childfree and the enactment of government policies on child protection.               Semakin menurunnya angka kelahiran berdampak buruk pada seluruh kehidupan baik secara psikologis, ekonomi, sosial budaya dan kemerosotan stabilitas suatu negara. Menyikapi hal tersebut, pasangan sebaiknya perlu memahami dan mengetahui bahwa fobia menjadi salah satu alasan mendasar adanya pemilihan konsep bebas anak. Penelitian akan membantu mengubah cara pandang untuk langkah-langkah yang dapat dilakukan menyikapi konsep tersebut berdasarkan perspektif mandat Illahi Kej 1:28. Melalui penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif sebagai cara untuk menjawab rumusan masalah. Dari pembahasan tersebut, penulis mengkaji hasil mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan pasangan baik yang berencana ataupun menikah, yakni sebagai berikut: menginformasikan bahwa strategi flooding dapat digunakan untuk mengubah cara pandang untuk tidak memutuskan childfree dan hambatan-hambatan yang dialami dalam melakukan strategi flooding dalam menyikapi konsep fobia childfree berdasarkan mandat Illahi. Strategi yang digunakan invivo adalah menghadirkan stimulus pada sumber ketakutan pasangan, sedangkan imajineri adalah membayangkan dampak dari adanya kecemasan. Dari pembahasan maka diperoleh pentingnya media informasi dan edukasi yang mendukung mengenai nilai-nilai kebenaran terhadap konsep anak, sumber rasa kecemasan dari childfree dan serta adanya pemberlakuan kebijakan pemerintah tentang perlindungan anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 7