cover
Contact Name
Khoiruddin
Contact Email
khoiruddin@che.itb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtki@cheitb.id
Editorial Address
https://www.aptekim.id/jtki/index.php/JTKI/about/contact
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia Indonesia
ISSN : 16939433     EISSN : 26864991     DOI : http://dx.doi.org/10.5614/jtki
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Kimia Indonesia (JTKI) merupakan majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknik Kimia Indonesia (APTEKIM). Versi cetak JTKI telah diterbitkan secara berkala sejak tahun 2001 (p-ISSN 1693-9433). Mulai Volume 18 No. 2 Agustus 2019, terbitan berkala versi daring telah memiliki no. ISSN 2686-4991 (SK ISSN: 0005.26864991/JI.3.1/SK.ISSN/2019.11, 4 November 2019). Seluruh artikel yang diterbitkan telah melalui proses penilaian. Proses ini dilakukan oleh para akademisi dan peneliti pada bidang terkait untuk menjaga dan meningkatkan kualitas penulisan artikel yang dimuat, pada skala nasional khususnya dan internasional umumnya.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2011)" : 4 Documents clear
Sakarifikasi pati ubi kayu menggunakan amilase Aspergillus niger ITB CC L74 Ukan Sukandar; Achmad Ali Syamsuriputra; L Lindawati; Yadi Trusmiyadi
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2011.10.1.1

Abstract

Saccharification of cassava starch using amilase Aspergillus niger ITB CC L74 Bioethanol is a derivative product from cassava that is thoroughly developed nowadays. One of the bioethanol research program of the Chemical Engineering Product Design and Development Research Group, Faculty of Industrial Technology, Institut Teknologi Bandung in the year of 2008 was to increase productivity and the performance of α-amylase and glucoamylase from Aspergillus niger ITB CC L74 for saccharification of cassava starch in bioethanol production. In conjunction with the optimum condition of saccharification process, research on the effect of pH, temperature, Ca2+ concentration, substrate concentration, and enzyme volume percentage have been carried out. The performance of α-amylase was determined by the iodine method while the performance of glucoamylase was done by the Somogyi-Nelson method. Research variable to determine the optimum performance condition of amylase extract were pH (3.15–7.0), temperature (30–89 oC), Ca2+ concentration (0–200 ppm), substrate concentration (0.5–20 %-w/v), and enzyme volume percentage (1.0–50 %-v). The results of this research showed that the optimum performance of amylase complex were pH 4.5, temperature 60 oC, Ca2+ concentration 75 m/L, and substrate concentration 7 %-w/v. The performances of amylase complex increased with the increase in the amount of enzyme percentage, but the increase was limited by the amount of glucose that could inhibit enzyme activity. Keywords: amylase, glucoamylase, Aspergillus niger, saccharification, starch AbstrakBioetanol merupakan produk turunan ubi kayu yang sekarang sedang giat dikembangkan. Salah satu program riset bioetanol Kelompok Keahlian Perancangan dan Pengembangan Produk Teknik Kimia, FTI, ITB tahun 2008 adalah peningkatan produktivitas dan kinerja enzim α-amilase dan glukoamilase Aspergillus niger ITBCC L74 untuk proses sakarifikasi pati ubi kayu pada produksi bioetanol. Sehubungan dengan kondisi optimum proses sakarifikasi, penelitian tentang pengaruh pH, temperatur, konsentrasi Ca2+, konsentrasi substrat, dan persentase volume enzim, telah dilakukan. Analisis kinerja kompleks amilase yang dilakukan meliputi analisis kinerja enzim α-amilase dengan metode iodin dan analisis kinerja enzim glukoamilase dengan metode Somogyi-Nelson. Variabel yang diteliti untuk menentukan kondisi optimum kinerja ekstrak amilase adalah pH (3,5–7,5), temperatur (25–80 oC), konsentrasi Ca2+ (25–200 ppm) konsentrasi substrat (0,5–20 %-b/v) dan persentase volume enzim (1-50 %-v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kompleks enzim amilase optimum berada pada pH 4,5, temperatur 60 oC, konsentrasi Ca2+ 75 ppm, dan konsentrasi substrat 7 %-b/v. Kinerja kompleks amilase makin baik seiring dengan peningkatan persentase volume enzim, namun peningkatan ini dibatasi oleh kandungan glukosa dalam enzim yang dapat menyebabkan inhibisi terhadap aktivitas enzim.Kata kunci: amilase, glukoamilase, Aspergillus niger, sakarifikasi, pati
Komposisi kimia minyak atsiri daun cengkeh dari proses penyulingan uap J Jayanudin
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2011.10.1.5

Abstract

The chemical composition of clove leaf essential oil obtained from steam distillation process Essential oils are needed in various industries such as industrial perfumes, cosmetics, pharmaceuticals, food industry, and beverages. This study aims to determine the chemical composition of clove leaf essential oil from steam distillation process using GCMS. Dry clove leaves weighing 1.5 kg are included in the kettle flute and sealed properly. Steam from the boiler flows into the kettle with the pressure of 0.5 barG, 1 barG and 1.5 barG for 5, 6 and 7 hours. Mixture oil and water out of the condenser are accommodated and let stand for 24 hours to separate water and oil. Clove leaf oil was purified with 10% bentonite by weight of oil at a temperature of 50oC with stirring for 1 hour. Clove leaf oil that has separated from bentonite added anhydrous Na2SO4 and let stand for 15 minutes and then separate the water and Na2SO4 in oil. Samples with % yield of the largest in its chemical composition analysis using GCMS. Based on the results obtained the largest yield is 1.84% with content of eugenol is 65.03% and 20.94% trans-caryophyllene. Keywords : Clove leaf, Eugenol, Essential Oil, Steam distillationAbstrakMinyak atsiri sangat dibutuhkan dalam berbagai industri seperti industri parfum, kosmetik, farmasi, industri makanan, dan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia minyak atsiri daun cengkeh dari proses penyulingan uap menggunakan analisa GCMS. Daun cengkeh kering seberat 1,5 kg yang sudah bersih dari kotoran dimasukkan dalam ketel suling dan ditutup dengan rapat. Steam dari boiler dialirkan ke ketel suling dengan tekanan 0,5 barG, 1 barG dan 1,5 barG selama 5, 6 dan 7 jam. Campuran minyak dan air yang keluar dari kondenser ditampung dan diamkan selama 24 jam untuk memisahkan air dan minyak. Minyak daun cengkeh dimurnikan dengan bentonit 10% dari berat minyak pada suhu 50oC sambil diaduk selama 1 jam. Minyak daun cengkeh yang telah terpisah dari bentonit ditambahkan Na2SO4 anhidrat dan diamkan selama 15 menit kemudian pisahkan air dan Na2SO4 dalam minyak. Sampel dengan % rendemen terbesar di analisa komposisi kimianya menggunakan GCMS. Berdasarkan hasil penelitian didapat rendemen terbesar adalah 1,84% dengan kadar yaitu eugenol 65,03% dan trans-caryophyllene 20.94%.Kata kunci : Daun cengkeh, Eugenol, Minyak atsiri, Penyulingan uap
Kajian pemanfaatan arang sekam padi aktif sebagai pengolah air limbah gasifikasi Frita Yuliati; Herri Susanto
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2011.10.1.2

Abstract

The study of rice husk charcoal utilization as gasification waste water treatment Our laboratory works showed that activated char with a specific surface area of 145 m2/g and adsorption capacity of 1.35 mg/g could be prepared by activating rice husk char using 0.5 M of NaOH solution, at 92 oC (boiling point at atmospheric pressure) for 3 hours. Using this simple process, a cheap activated char could be produced, so that the cost of wastewater treatment might be reduced. Base on common rice mill capacity of 6 tonnes/day in north part of West Java, a production of activated char with a daily capacity of 480 kg might be expected. With assumptions of a plant life time of 8 years, an activated char price is IDR 5,000/kg, and an investment of IDR 545 millions, a production unit of activated char based on rice husk was found to be economically attractive with estimated Net Present Value of IDR 1.22 billions and Return on Investment of 27%. Keywords: Rice Husk, Activated Char, Wastewater, Phenol Adsorption, Economic Feasibility AbstrakAdsorpsi dengan arang aktif merupakan salah satu cara pengolahan air limbah yang mengandung senyawa-senyawa turunan fenol. Pemanfaatan sekam padi diharapkan dapat menghasilkan arang aktif yang murah, sehingga penggunaannya dapat mengurangi biaya operasi di dalam pengolahan air limbah industri. Prosedur pembuatan arang aktif sederhana telah dikembangkan di laboratorium, yaitu aktivasi arang sekam padi dengan larutan NaOH 0,5 M, pada titik didih atmosferik dan selama 3 jam. Arang aktif yang diperoleh memiliki luas permukaan spesifik 145 m2/g dan kapasitas adsorpsi fenol sekitar 1,35 mg/g dari air limbah gasifikasi yang mengandung fenol antara 39-44 mg/L. Laju adsorpsi fenol sesuai dengan persamaan pseudo-orde 1 Lagergren, sehingga diduga proses adsorpsi yang dominan dalam percobaan ini adalah adsorpsi fisik. Atas dasar hasil percobaan ini, sebuah unit usaha kecil/menengah diusulkan untuk dikembangkan bersamaan dengan unit penggilingan gabah yang banyak terdapat di pantai utara Jawa Barat. Unit produksi ini dirancang untuk menghasilkan arang aktif dengan kapasitas 480 kg/hari atas dasar kapasitas penggilingan gabah 30 ton/hari. Dengan asumsi umur pabrik 8 tahun, harga arang sekam aktif sebesar Rp 5.000/kg, investasi sebesar Rp 545 juta menghasilkan NPV sebesar Rp 1,22 miliar dan ROI sebesar 27%. Kata Kunci: Sekam Padi, Arang Aktif, Air Limbah, Adsorpsi Fenol, Kelayakan Ekonomi
Thermodynamic study on vapour-liquid equilibrium of toluene and several types of oil as absorbent H Hendriyana; S Suhartono; Herri Susanto
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2011.10.1.3

Abstract

Thermodynamic study on vapour-liquid equilibrium of toluene and several types of oil as absorbent Gas cleaning system is one of important step in the utilization of biomass via gasification process. The producer gas obtained from the gasification process must be very clean before it is used in an internal combustion engine. In order to gaseous fuel get cleaned with a tar content below 100 mg/Nm3, a gas cleaning system using scrubbing oil is being developed and taking the advantage of a lower vapour pressure of oil than scrubbing water. Study on vapour-liquid equilibrium is being conducted to understand the phenomena taking place in the absorption of tar with oil. In our present study, the producer gas containing tar is represented using air containing toluene. This producer gas model with a toluene or benzene concentration then bubbled with a rate of 27.6 mL/min into a bath of oil at a various temperature. The progress of absorption of tar model in oil measured gas chromatography until saturated condition. Considering that the concentration of toluene in the gas stream is very low, the toluene and oil vapour-liquid equilibrium follows the Henry’s law. Prediction of Henry’s constants is also carried out using UNIFAC-FV model which is known to be suitable for hydrocarbon gases and high-boiling point hydrocarbon solvent. Keywords: tar, oil, Henry’s constant AbstrakSistem pembersihan gas merupakan salah satu langkah penting dalam pemanfaatan biomassa melalui proses gasifikasi. Gas produser yang dihasilkan dari proses gasifikasi harus sangat bersih sebelum digunakan dalam mesin pembakaran internal. Untuk mendapatkan bahan bakar gas yang bersih dengan kandungan tar di bawah 100 mg/Nm3. Sebuah sistem pembersihan gas dengan menggunakan minyak sebagai media penyerap dikembangkan dengan mengambil keuntungan dari tekanan uap minyak lebih rendah air penyerap. Studi kesetimbangan uap-cair yang dilakukan untuk memahami fenomena yang terjadi dalam penyerapan tar dengan minyak. Dalam kami studi ini, gas produser yang mengandung direpresentasikan dengan udara yang mengandung toluena. Model gas produser ini dibuat dengan menggelembungkan konsentrasi benzena atau toluena dengan laju 27,6 mL/menit ke dalam bak minyak pada berbagai suhu. Kemajuan penyerapan model tar dalam minyak diukur dengan cromathograpy gas sampai dengan kondisi jenuh. Mengingat konsentrasi toluena dalam aliran gas sangat rendah, maka kesetimbangan uap-cair toluena dan minyak mengikuti hukum Henry. Konstanta Henry juga dapat diprediksi dengan menggunakan model UNIFAC-FV yang cocok untuk gas hidrokarbon dan pelarut hidrokarbon dengan titik didih tinggi. Kata kunci: tar, minyak, konstanta Henry

Page 1 of 1 | Total Record : 4