cover
Contact Name
Yohanes Hasiholan Tampubolon
Contact Email
jotampubolon@ymail.com
Phone
+62263-2323854
Journal Mail Official
tedeum@sttsappi.ac.id
Editorial Address
Kp. Palalangon RT 02 RW 09, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Kotak Pos 10 Ciranjang 43282 Cianjur, Jawa Barat
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan)
ISSN : 22523871     EISSN : 27467619     DOI : http://doi.org/10.51828/td
Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian dalam lingkup kajian: 1. Penelitian teologi dan tinjauan Alkitabiah (Theological and Biblical research) 2. Pembangunan pedesaan (rural development) 3. Pendidikan kristen (Christian education) 4. Misi holistik (holistic mission) 5. Etika Kristen (Christian ethics).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2015): Januari-Juni 2015" : 6 Documents clear
Refleksi Terhadap Undangan Allah ke dalam Perjamuan Besar dan Tipikal Respons Manusia (Lukas 14:15-24) Hadi P. Sahardjo
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 2 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v4i2.60

Abstract

Through this parable, we can learn about God’s plan about men. His invitation couldn’t be rejected. God’s grace is still abundantly poured on us. But if someone reject it, he/she must give the responsibility to God. The parable symbolizes and represents: the salvation offered to the Jews and their rejection of the Saviour (the first call); indicate the Gentile sinners and harlots who warmly welcomed the Son of God and pressed eagerly into His Kingdom (the second call); and the third call represents the wanderers of outlying Gentile world, the world’s “broken earthenware,” upon whom moral compulsion has to be used. God’s grace always widely opened to everyone, it depend on how we respond on it. We are sure that this parable point to the Kingdom of God and His saving plan upon men and how must we respond it.
Relasi Etika Perjanjian Lama dengan Etika Global Hans Kung Aeron Frior Sihombing
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 2 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v4i2.61

Abstract

Etika global yang diusulkan oleh Hans Küng berdasarkan Yesus Kristus yang terdapat dalam Injil. Esensinya adalah bagaimana memanusiakan manusia menjadi manusia, yaitu dengan memerjuangkan hak asasi manusia yaitu hak yang melekat di dalam diri manusia itu sendiri. Perjuangan atas kemanusiaan tersebut ternyata berakar dari Perjanjian Lama, di mana landasan dari perjuangan Yesus adalah seruan dari para nabi dalam Perjanjian Lama, yaitu untuk memerjuangkan hak asasi manusia, sehingga manusia memeroleh keadilan dalam kehidupannya.
Kecakapan Berpikir dan Penerapannya dalam Pelayanan Kristen Sunarto Sunarto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 2 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v4i2.62

Abstract

Berkembangnya kebudayaan di dalam sejarah hidup manusia tidak bisa dilepaskan dari proses berpikir. Tingkat kemajuannya bukan hanya menyentuh masalah ilmu pengetahuan umum, tetapi juga menyentuh ke wilayah pelayanan gerejawi. Apabila kecakapan berpikir juga bersentuhan dengan pelayanan gerejawi, seharusnya kecakapan ini ditumbuhkembangkan oleh setiap orang percaya. Dalam batasan tertentu berpikir dapat diartikan menggunakan akal budi untuk memertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Secara teologis manusia diciptakan Allah dengan kemampuan berpikir yang melebihi semua makhluk. Manusia baru di dalam Kristus harus mengarahkan buah pemikirannya untuk hal-hal mulia sama seperti Allah yang memiliki sifat yang mulia. Hasil karya manusia harus digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan sesamanya.
Kesinambungan Panggilan Misionaris Bangsa Israel dengan Panggilan Pelayanan Misi dan Pemuridan Noh Ibrahim Boiliu
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 2 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v4i2.63

Abstract

Tulisan ini bertujuan membahas kesinambungan panggilan misi bangsa Israel dengan panggilanpelayanan misi dan pemuridan. Misi dan pemuridan tidak boleh dipisahkan atau hanya menekankan salah satu. Di dalam misi harus ada pemuridan sebagai proses mendidik orang mengenal Tuhan. Sedangkan pemuridan sebagai reaksi dan respons orang yang mengenal Tuhan yang pada akhirnya dinyatakan dalam tindakan bermisi.
Peran Media dalam Pemberitaan Injil Adrianus Pasasa
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 2 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alkitab mulai dengan menjelaskan keadaan manusia yang tragis, suatu keadaan yang hanya dapat terjawab oleh Injil. Melalui Injil dosa manusia dapat terselesaikan dan manusia dapat kembali berdamai dengan Allah. Karena manusia telah jatuh dalam dosa dan akibat dari pemberontakannya ini manusia akan mendapat hukuman yaitu kematian kekal. Oleh karena, itu panggilan pemberitaan Injil harus dilakukan karena merupakan keinginan Allah agar semua manusia berdosa dapat diselamatkan dari hukuman kekal. Panggilan pemberitaan Injil merupakan hal yang mendesak supaya masalah terbesar manusia yaitu dosa dapat teratasi. Kewajiban mengabarkan Injil adalah tanggung jawab setiap orang yang telah menerima Tuhan Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamatnya. Setiap orang percaya wajib mengabarkan Injil sesuai kemampuan dan karunia-karunia yang dianugerahkan Roh Kudus kepadanya. Salah satu penunjang dalam menjalankan mandat pemberitaan Injil adalah media. Dengan media jangkauan pemberitaan Injil menjadi lebih luas dan lebih cepat. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang peran media dalam mengkomunikasikan Injil kepada dunia.
Tradisi Pemberian Kanaan dan Pemilihan dalam Kepercayaan Israel Robi Prianto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 2 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v4i2.65

Abstract

Tradition of awarding Canaan and elections in Israel confidence occur simultaneously. When the Israelites were brought out of the land of Egypt to the land of Canaan, at that time the people of Israel was born into humanity of God. Canaan for the Israelites is a testament to the inclusion and the presence of a God over them, so no matter the people of Israel kept the land claim and maintain Canaan as their inheritance.Therefore Israelities were failed to become humanity of God, so is God to give status humanity of God to every body without to seeing is ethnic nation, provided they to belive to Jesus Christ as God and savior.

Page 1 of 1 | Total Record : 6