cover
Contact Name
Yohanes Hasiholan Tampubolon
Contact Email
jotampubolon@ymail.com
Phone
+62263-2323854
Journal Mail Official
tedeum@sttsappi.ac.id
Editorial Address
Kp. Palalangon RT 02 RW 09, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Kotak Pos 10 Ciranjang 43282 Cianjur, Jawa Barat
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan)
ISSN : 22523871     EISSN : 27467619     DOI : http://doi.org/10.51828/td
Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian dalam lingkup kajian: 1. Penelitian teologi dan tinjauan Alkitabiah (Theological and Biblical research) 2. Pembangunan pedesaan (rural development) 3. Pendidikan kristen (Christian education) 4. Misi holistik (holistic mission) 5. Etika Kristen (Christian ethics).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2017): Januari-Juni 2017" : 6 Documents clear
Pluralitas menurut Hans Kung dan Implikasinya di Indonesia Aeron Frior Sihombing
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 6 No 2 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v6i2.54

Abstract

Pluralitas atau kemajemukan merupakan suatu keniscayaan di Indonesia, sehingga pluralitas harus dipertahankan. Oleh sebab itu, artikel ini berusaha untuk melihat bagaimana pluralitas menurut Hans Küng, di mana di dalamnya terkandung nilai-nilai universal yang berkaitan dengan Pancasila. Pluritasi dilihat bukan sebagai kompetisi yang harus saling mengasingkan, namun sebagai kekayaan bangsa Indonesia yang saling mengisi dan melengkapi. Meskipun demikian tentu saja harus tetap dicermati secara teliti pendekatan dan sifat ideologi partnership (ideologi pluralitas dalam agama) berusaha mencari titik temu dengan agama-agama lain, yaitu dengan pendekatan teosentrisme sebagaimana dikatakan oleh Hick yang diikuti oleh Knitter, sehingga semua agama menyembah Allah yang sama dan mereka akan sederajat. Ia akan menghilangkan finalitas kristosentris, karena dianggap sebagai ideologi tertutup, kompetisi dan bermusuhan.
Suatu Analisis Kritis Mencermati ‘Mutasi Genetik’ Gerakan Zaman Baru yang Memengaruhi Segala Aspek Kehidupan Kristen Edwin Yen Gandaputra
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 6 No 2 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh modernisme seakan takkan pernah terbendung, baik di dunia sekular maupun di dunia kekristenan, yang bahkan telah menjadi seperti „virus‟ yang bermutasi lebih „ganas‟, dan lebih „kuat‟ dibanding dengan generasi sebelumnya. Gerakan Zaman Baru ini telah mengglobal dan bermutasi dengan bentuk yang lebih sulit dideteksi, merasuki seluruh jaringan kehidupan rohani jemaat gereja. Gerakan Zaman Baru ini meliputi realitas rohani seperti meditasi, penyembuhan-penyembuhan kristal, pengalaman- pengalaman di luar tubuh, hipnotis, dsb. Hal ini disebabkan oleh karena filosofi esoterisisme dalam Gerakan Zaman Baru merupakan penggabungan antara pemikiran Barat dan pemikiran Timur, di mana setiap manusia memiliki kemampuan untuk mencapai tahap pencerahan melalui latihan batin dan berhubungan dengan penuntun-penuntun batin. Celakanya, Gerakan Zaman Baru telah mengalami „mutasi genetika‟ yang dimulai dengan pemahaman orang percaya Kristus sebagai anak-anak Allah, pewaris Kerajaan Allah.
Hidup Kudus Hadi P. Sahardjo
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 6 No 2 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v6i2.56

Abstract

Salah satu tuntutan dan sekaligus ciri kekristenan adalah hidup kudus dan kekudusan. Kekristenan tidak akan pernah bisa dilepaskan dengan soal hidup kudus. Ini bukan hanya bagian dari para tokoh Alkitab atau orang-orang pilihan zaman dulu, tapi juga di sini dan kini. Hal ini ditegaskan dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru; dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu. Mengapa ini penting? Karena Allah yang kudus memang menuntut supaya umat kepunyaan-Nya juga menjadi kudus. Pengudusan dalam hal status sudah dilakukan oleh Allah melalui pekerjaan Roh Kudus dan merupakan akibat dari iman kepada Kristus Yesus. Proses pengudusan—dalam pengalaman hidup—itu akan terus berlangsung seumur hidup, sampai kita sudah meninggalkan dunia ini di mana Allah sendiri yang akan menyempurnakan kekudusan kita. Namun demikian pengudusan dalam status/ kedudukan kita di hadapan Allah—itu berlaku sekali seumur hidup, yaitu pada saat kita percaya.
Pengembangan Karakter di Era Pascamodern Jamson Siallagan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 6 No 2 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter—yang sering dikaitkan dengan kepribadian—itu tidak akan ada dan tumbuh-kembang dengan sendirinya terpisah dari sekitar. Baik kepribadian (personality) maupun karakter yang berwujud pada tingkah laku yang ditujukan ke lingkungan sosial, keduanya relatif permanen serta menuntun, mengerahkan dan mengorganisasikan aktivitas individu. Karakter berkaitan dengan kebajikan-kebajikan yang ditopang oleh sebuah kepercayaan kepada hukum moral yang lebih tinggi. Dalam menghadapi budaya pascamodern kita harus kembali kepada titik pusatnya yakni kebenaran absolut dan universal. Kebenaran yang absolut dan universal itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa seperti yang diterima dalam Kitab Suci Agama. Kebenaran Tuhan Allah adalah sumber moral yang transenden bagi pembentukan karakter. Untuk hal ini etika pramodern begitu meyakini dan memegangnya secara kuat. Di sisi lain, karena karakter itu sangat berkaitan erat dengan hidup dalam kebajikan pribadi maupun kebajikan publik, dan itu harus dibangun di atas kebenaran yang absolut dan universal.
Studi Teologis mengenai Mukjizat Kesembuhan Sudianto Manullang
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 6 No 2 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara mengenai mukjizat, ada banyak perbedaan pendapat di dalam lingkungan Kekristenan sendiri. Perbedaan-perbedaan pendapat ini seringkali memicu pertentangan di antara aliran tertentu di antara lingkungan kekristenan sendiri. Sementara orang-orang Kristen mengaku sama, yaitu sama-sama pengikut Kristus, tetapi di dalam hati sebenarnya mereka merasa berbeda.Masing-masing pihak merasa lebih benar dan lebih unggul daripada pihak yang lain. Pihak yang satu menganggap mereka lebih unggul karena merasa memiliki pengajarannya yang benar, sedangkan pihak yang lain menganggap mereka lebih unggul karena mereka memiliki pernyataan kuasa Allah di dalam gerejanya yang tampak nyata dan fenomenal mengenai mukjizat. Salah satu pertentangan yang terjadi di antara lingkungan kekristenan adalah dalam hal mengenai konsep mukjizat, khususnya mukjizat penyembuhan (Yoh 6:2). Sebagian orang Kristen menganggap bahwa mukjizat, termasuk mukjizat penyembuhan, masih terus terjadi sampai hari ini sebagai salah satu pernyataan kuasa Allah.Dengan dasar pemahaman itulah tulisan ini mencoba untuk menjelaskannya secara teologis.
Pendidikan Teologi dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Developmentalisme di indonesia Yudha Nata Saputra
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 6 No 2 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development in all fields requires a more educated society. Developmentalisme education policy answers the needs of development. How is the link between philosophy, educational theory and educational policy developmentalisme? How well developmentalisme educational practice that has been practiced in the educational environment in Indonesia? The study results showed that neopositivisme educational philosophy and theory of humanism education is the basis for education policy developmentalisme. In the practice of education, educational policy developmentalisme focused on efforts to explore the potential of students, technology-based approach to information and communication is an important tool in the practice of education. In the context of education policy developmentalisme, theological education in Indonesia comes with mission of theology.

Page 1 of 1 | Total Record : 6