cover
Contact Name
Dr. Kaswanto, SP, MSi
Contact Email
kaswanto@apps.ipb.ac.id
Phone
+628121939739
Journal Mail Official
jkebijakan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, Bogor 16129, Jawa Barat
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan
ISSN : 23556226     EISSN : 24770299     DOI : https://doi.org/10.29244/jkebijakan
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan merupakan jurnal terbitan kerjasama antara Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB) dan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Alamat Penerbit Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranagsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, RT.02/RW.05, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129 P: +62 251 8345 724 F: +62 251 8344 113 E: psp3@apps.ipb.ac.id
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2021): Agustus" : 5 Documents clear
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHATANI PADI LAHAN IRIGASI DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Hernawati Hernawati
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 8 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v8i2.28037

Abstract

Efisiensi merupakan suatu ukuran relatif dan abstrak., Secara individual seorang produsen hanya akan menyadari hakekat efisiensi jika inefisiensi berlangsungnya dalam waktu yang cukup lama akan merugikan karena secara sosial terjadi pemborosan sumberdaya yang semakin langka seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan adanya proses degradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis pada penggunaan faktor produksi pada usahatani padi di lahan irigasi di Kabupaten Lombok Barat. Rata-rata tingkat efisiensi teknis dan rata-rata produktivitas yang dicapai petani dalam usahatani padi sebesar 80% dengan menggunakan analisis frontier yakni produktivitas maksimum yang dapat dicapai dengan sistem pengelolaan yang baik, artinya petani masih memiliki peluang sekitar 20 persen untuk mencapai tingkat efisiensi maksimal 100%. Tingkat Efisiensi Teknis yang tinggi mencerminkan prestasi petani dalam keterampilan manajerial cukup tinggi sehingga penguasaan informasi dan pengambilan keputusan dalam mengelola faktor-faktor penting yang mempengaruhi produktivitas dapat tercapai secara maksimal. Tingkat efisiensi teknis yang sudah dicapai petani dalam menggunakan fakctor-faktor produksi sudah pada level yang memuaskan, namun mengingat jumlah penduduk setiap tahunnya terus bertambah yang berdampak pada peningkatan kebutuhan akan pangan khususnya beras maka untuk mempertahankan program ketahanan pangan diperlukan kebijakan pemerintah daerah untuk membuat rancangan baru khususnya tehnologi budidaya padi sehingga tingkat efisiensi yang nantinya bisa dicapai mendekati satu. Tingkat efisiensi yang tinggi juga merefleksikan bahwa peluang petani untuk meningkatkan produktivitas yang cukup tinggi semakin kecil karena perbedaan antara tingkat produktivitas yang telah dicapainya dengan tingkat produktivitas maksimum dengan sistem pengelolaan terbaik cukup kecil.
DESAIN PENYELENGGARAAN PENYULUHAN MENDUKUNG PROGRAM KAWASAN PERTANIAN SEJAHTERA (SAPIRA) DI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG Fauziah Yulia Adriyani
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 8 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v8i2.28040

Abstract

Pelaksanaan program pembangunan pertanian membutuhkan peran penyuluh sebagai pendamping yang memiliki kinerja baik. Akan tetapi, penyelenggaraan penyuluhan belum dirancang untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan pertanian. Hal ini menyebabkan penyuluh sebagai ujung tombak dan pendamping yang berinteraksi langsung dengan sasaran dan pelaksana program, belum dapat bekerja dengan optimal. Berdasarkan potensi dan kendala yang dihadapi, desain penyelenggaraan penyuluhan di Kabupaten Pringsewu pada tahap awal difokuskan pada peningkatan kemampuan pos penyuluhan pedesaan dan kelompok tani sebagai kelas belajar petani dalam upaya mengatasi kekurangan tenaga penyuluh serta meningkatkan kemampuan penyuluh dalam aspek manajemen. Selain sinergitas antar instansi dalam pelaksanaan program pembangunan pertanian juga diperlukan sinergitas metode penyuluhan yang digunakan.
ALIRAN PERDAGANGAN LADA INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL Eka Miftakhul Jannah; Rita Nurmalina; Ratna Winandi Asmarantaka
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 8 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v8i2.28042

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara produsen dan eksportir lada terbesar di dunia. Namun pertumbuhan volume ekspor lada Indonesia memiliki pertumbuhan lebih rendah dari pertumbuhan produksinya. Rendahnya ekspor lada Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi perdagangan lada Indonesia di pasar internasional. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perdagangan lada Indonesia di pasar internasional dan menjelaskan potensi perdagangan lada Indonesia di negara tujuan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data panel dengan gravity model dan analisis potensi perdagangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran perdagangan ekspor lada Indonesia secara signifikan sangat dipengaruhi oleh nilai GDP riil per kapita Indonesia, GDP riil per kapita negara tujuan ekspor, jarak ekonomi Indonesia dengan negara tujuan ekspor, nilai tukar rupiah terhadap negara tujuan ekspor, dan nilai RCA Indonesia. Namun demikian tarif impor negara tujuan ekspor tidak memiliki pengaruh signifikan. Indonesia memiliki potensi untuk terus meningkatkan perdagangan lada terhadap negara China, Malaysia, Taiwan, Belanda, Perancis, dan Jerman. Hal ini disebabkan perdagangan lada Indonesia dengan mitra dagang masih mengalami under trade. Sementara China merupakan negara yang memiliki potensi perdagangan paling tinggi.
ANALISIS RAPFISH DALAM PENYUSUNAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN PENANGKAPAN GLASS EEL (Anguilla spp.) DI MUARA SUNGAI CIMANDIRI, JAWA BARAT Triyanto Triyanto; Ridwan Affandi; Mohammad Mukhlis Kamal; Gadis Sri Haryani
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 8 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v8i2.28043

Abstract

Penelitian untuk menyusun kebijakan pengelolaan penangkapan glass eel ikan sidat dilakukan dengan menerapkan analisis RAPFISH. Penelitian dilakukan pada Desember 2017-November 2018 di Sungai Cimandiri Jawa Barat. Analisis RAPFISH untuk menilai status keberlanjutan penangkapan glass eel dilakukan pada lima dimensi keberlanjutan, yaitu dimensi ekologi, teknologi, ekonomi, sosial dan kelembagaan. Status keberlanjutan penangkapan glass eel adalah cukup berlanjut. Dimensi teknologi berada pada kondisi sangat berlanjut, dimensi ekologi, sosial dan kelembagaan cukup berlanjut dan dimensi ekonomi kurang berlanjut. Kebijakan pengelolaan penangkapan glass eel ditentukan dari keberlanjutan dimensi ekologi, dimana hasil tangkapan glass eel telah mengalami penurunan yang signifikan. Pengaturan upaya tangkap dan pembatasan jumlah tangkapan glass eel yang sesuai dengan kemampuan lestarinya perlu dijadikan sebagai regulasi kebijakan dalam mengelola sumberdaya tersebut.
ANALISIS PENETAPAN HARGA KAYU JATI PLUS PERHUTANI BERDASARKAN STUMPAGE COST DAN WILLINGNESS TO PAY Arga Pramudita; Suryanaji Suryanaji
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 8 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v8i2.28140

Abstract

Jati Plus Perhutani (JPP) sebagai salah satu hasil program pemuliaan pohon memiliki beberapa keunggulan komparatif dibandingkan dengan jenis jati yang dikembangkan melalui perbanyakan konvensional dengan biji. Keunggulan dalam hal keliling batang dan produktivitas yang tinggi dalam jangka waktu yang relatif singkat akan memberikan biaya pembangunan tegakan yang minimal sehingga harga juga tidak terlalu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harga pokok produksi kayu JPP hasil penjarangan melalui pendekatan biaya selama daur dan pendekatan pasar (market value). Metode yang digunakan adalah pendekatan nilai tegakan (stumpage cost) dan metode Willingness to Pay (WTP) yang terdiri dari survei pelanggan dengan kuisioner dan in depth interview dengan sistematik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai pembangunan tegakan JPP selama 9 tahun sebesar Rp. 20.024.309,-/ha, dengan harga pokok penjualan sortimen AI sebesar Rp. 642.538,- dan sortimen AII sebesar Rp. 881.214,-. Sedangkan berdasarkan pendekatan pasar, konsumen menginginkan harga kayu JPP tidak jauh berbeda dengan kayu jati asal hutan rakyat atau penurunan harga sebesar 13% - 22%. Rekomendasi kebijakan yang disarankan terhadap penentuan harga kayu JPP adalah perlu pemisahan dan pembedaan harga jual dasar kayu JPP supaya dapat bersaing dengan harga kayu rakyat dan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan perusahaan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Page 1 of 1 | Total Record : 5