cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2013): JUNI" : 6 Documents clear
ANALISIS KOMPARATIF EFISIENSI USAHATANI MELON ANTARA VARIETAS MELON APOLLO DENGAN VARIETAS MELON ACTION Agriaf Purdihandoko; Sumarno Sumarno
AGRIBIOS Vol 11 No 1 (2013): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

berbeda dengan varietas melon action, untuk mengetahui apakah pendapatan usahatani varietas melon apollo berbeda dengan varietas melon action, dan untuk mengetahui apakah efisiensi usahatani varietas melon apollo berbeda dengan varietas melon action.Penentuan daerah penelitian ditentukan secara sengaja (Purposive Method) di Desa Landangan Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo pada Bulan Agustus sampai dengan Oktober 2012 atas pertimbangan bahwa di daerah penelitian tersebut terdapat lahan tanaman melon dengan dua varietas berbeda yang layak untuk diteliti.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat serta hubungan antara fenomena-fenomena yang diselidiki, untuk mendapatkan kebenaran yang menerangkan hubungan dan menguji hipotesis sehingga memperoleh makna dan implikasi suatu masalah yang ingin dipecahkan. Proses pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik total sampling dengan sampel sebanyak 25 orang dimana respnden varietas action sebanyak 13 orang dan varietas apollo sebanyak 12 orang.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya rata-rata per hektar usahatani melon jenis apollo lebih besar dibandingkan usahatani melon jenis action. Hal ini dapat ditunjukkan biaya rata-rata per hektar melon jenis apollo yaitu sebesar Rp. 48.573.947, sedangkan melon jenis action Rp. 39.598.365. Untuk Pendapatan rata-rata per hektar melon jenis action lebih tinggi yaitu Rp. 168.767.019 dibanding melon jenis apollo yaitu Rp. 84.168.23. Demikian pula tingkat efisiensi melon jenis action 5.26 sedangkan melon jenis apollo tingkat efisien 2.73 sehingga usahatani melon jenis action lebih efisien dari usahatani melon jenis apollo.
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI ( Studi Kasus : Di Desa Landangan Kecamatan Kapongan ) Puryantoro Puryantoro; Sulistyaningsih Sulistyaningsih
AGRIBIOS Vol 11 No 1 (2013): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan struktur perekonomian, kebutuhan lahan untuk kegiatan nonpertanian cenderung terus meningkat. Kecenderungan tersebut menyebabkan alih fungsi lahan pertanian sulit dihindari.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Landangan Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo dimulai pada 01 Desember 2012 sampai dengan 05 Januari 2013.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pendapatan petani mantan pemilik lahan akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman. Dengan sampel sebanyak 13 pemilik lahan yang dialihfungsikan.Hasil analisa uji peringkat bertanda wilcoxon ( Wilcoxon Signed Rank Test ) menunjukkan nilai Z hitung sebesar -2,062 dengan nilai probabilitas sebesar 0,039 < 0,05 sehingga Ho ditolak Hi diterima, maka dapat dikatakan bahwa pendapatan petani mengalami penurunan setelah mengalihfungsikan lahan pada tingkat keyakinan 95%.
WIRAUSAHA, POTENSIAL BAGI IBU RUMAH TANGGA SEBAGAI PENUNJANG PENGHASILAN KELUARGA (SEBUAH GAGASAN) Yohanes Nangameka
AGRIBIOS Vol 11 No 1 (2013): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wirausaha Potensial Ibu Rumah Tangga Sebagai Penunjang Penghasilan Keluarga merupakan sebuah gagasan dengan pertimbangan bahwa ibu rumah tangga mempunyai potensi untuk mengembangkan usaha tambahan untuk meningkatkan penghasilan keluarga.Potensi yang dimliki ibu rumah tangga harus dilandasi oleh visi, cita-cita dan dan semangat yang kuat dalam pengembangan usaha tambahan untuk meningkatkan penghasilan keluarga.Langkah nyata bagi ibu rumah tangga mengembangkan usaha tambahan adalah dengan penentuan lokasi tempat usaha, produksi produk, pemasaran produk, dan membuat catatan usaha dalam proses produksi usaha tambahan, guna meningkatkan penghasilan keluarga.Usaha ibu rumah tangga akan berhasil jika meniadakan masalah – masalah yang berhubungan dengan masalah manajemen usaha, masalah pemasaran dan penguatan asset yang dimiliki oleh rumah tangga.
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM MENERAPKAN USAHA TANI PADI ORGANIK (Studi kasus di Desa Seletreng Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo) Gijayana Aprilia Kartika Putri; Sulistyaningsih Sulistyaningsih
AGRIBIOS Vol 11 No 1 (2013): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan faktor umur, pendidikan, luas lahan dan kepemilikan lahan dengan pengambilan keputusan petani dalam menerapkan usahatani padi organik. Kegunaan penelitian ini sebagai informasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan sebagai penentu kebijakan daerah. Responden berjumlah 30 orang, yaitu 11 orang petani organik dan 19 orang petani anorganik. Faktor umur, pendidikan, luas lahan dan kepemilikan lahan diduga berhubungan dengan pengambilan keputusan bagi petani untuk berusahatani padi organik. Untuk menguji hipotesa tersebut digunakan analisa Chi Kuadrat (Chi Square) dengan kriteria pengujian ditetapkan harga � harga yang sebenarnya yang didapat dari sampel yang diambil dengan harga � harga yang diharapkan. Hasil analisa Chi Square menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur, pendidikan, luas lahan dan kepemilikan lahan dengan pengambilan keputusan petani untuk menerapkan usahatani padi organik dengan tingkat kepercayaan 95%.
ANALISA PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR Ratih Putri Sari; Endang Suhesti
AGRIBIOS Vol 11 No 1 (2013): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan usaha peternakan ayam ras petelur dan untuk mengetahui apakah usaha peternakan ayam petelur efisien. Penelitian ini dilakukan pada Desa Paowan Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Waktu pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan November 2012. Peneliti ini menggunakan metode wawancara kepada peternakan ayam ras petelur Desa Paowan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisa data yang pertama menggunakan Rumus TC = TFC + TVC kemudian dilanjut dengan Rumus ke dua TR = Q . P dan Rumus yang ke tiga I = TR � TC.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil yang diperoleh maka pendapatan rata � rata pada usaha peternakan UD.Bumi Unggas sebesar Rp. 45,616.750, dan pendapatan rata � rata pada usaha peternakan Enjoy Fram sebesar Rp. 17,859.416. selain itu tingkat efisiensi usaha peternakan UD.Bumi Unggas secara R/C ratio sebesar 2.04 %, dan efisiensi usaha peternakan Enjoy Fram secara R/C ratio sebesar 1.33 %.Saran dari penelitian adalah peternakan ayam ras petelur dipedesaan disarankan untuk meningkatkan produksi dengan menambah kapasitas karena perusahaan memiliki lahan kosong dan untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut
PERAN KELEMBAGAAN LOKAL TERHADAP AKTIVITAS EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DI KABUPATEN JEMBER Syamsul Hadi
AGRIBIOS Vol 11 No 1 (2013): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meliputi : 1) Mengetahui peran kelembagaan lokal bagi aktivitas ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Jember; dan Mengiventarisir hambatan yang dialami oleh kelembagaan lokal selama ini dalam bekerjasama dengan masyarakat pesisir guna menggerakkan perekonomian masyarakat. Adapun tipe penelitian ini adalah penelitian penjajakan dan metode yang digunakan adalah metode survei. Jenis dan sumber data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh melalui teknik wawancara dan data sekunder yang bersumber dari instansi terkait. Guna menjawab tujuan pertama dan kedua, digunakan analisis secara kualitatif dengan memusatkan pada aspek peran kelembagaan lokal, jejaring sosial dan hambatan-hambatan dalam melaksanakan fungsinya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Pertama, Kelembagaan lokal memiliki peranan dan arti penting guna menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir yang telah dikembangkan cukup luas dalam fungsinya untuk mengakomodasi berbagai masalah dan kebutuhan masyarakat pesisir. Diantaranya meliputi kegiatan bidang ekonomi (simpan pinjam, pinjaman modal, penyediaan sarana produksi, pelatihan keterampilan dan penyuluhan), dan bidang kesejahteraan sosial (santunan bagi fakir miskin, yatim, kegiatan kesenian, olah raga, kebersihan lingkungan, kerukunan kematian dan lain-lain). Kedua, Hambatan yang dialami oleh kelembagaan lokal dalam menjalankan tugas dan fungsinya meliputi hambatan teknis dan non teknis. Sebagian besar hambatan teknis meliputi keterbatasan modal usaha dan sistem kerja yang kurang efektif dan efisien selain kurangnya komitmen investor kelembagaan lokal dalam hal pembinaan dan bimbingan teknis usaha ekonomi produktif kepada para nasabah termasuk kesulitan dalam keberadaan tenaga ahli perkoperasian. Adapun hambatan non teknis antara lain karakter masyarakat pesisir yang tempramental, keras dan sering memberikan data identitas diri yang fiktif dengan tujuan menghilangkan jejak agar terhindar dari tagihan pengembalian pinjaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 6