cover
Contact Name
Faiz Urfan
Contact Email
faiz.urfan@unsam.ac.id
Phone
+6282117009117
Journal Mail Official
fkip_geografi@unsam.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Syarif Thayeb, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Provinsi Aceh.
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Samudra Geografi
Published by Universitas Samudra
ISSN : 27162737     EISSN : 27162001     DOI : https://doi.org/10.33059/jsg
Jurnal Samudra Geografi is a scientific publication media for lecturers, researchers, and students in the fields of geography education, geography, and other study that related to geographic phenomena.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2019)" : 5 Documents clear
Mitigasi Bencana terhadap Abrasi Pantai di Kuala Leugekecamatan Aceh Timur Muhammad Khairullah Abda
Jurnal Samudra Geografi Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peureulak, Aceh Timur memiliki beberapa pantai diantaranya yaitu Pantai kuala Leuge. Kuala Leuge termasuk primadona wisata pantai di Peureulak selain pohon cemara dan mangrove, terdapat pula beberapa binatang dan biota laut. Pemandangan Sunrise juga tersaji di Kuala Leuge. Selain keindahan yang dapat dinikmati Kuala Leuge juga memiliki masalah yaitu abrasi. Abrasi merupakan kejadian siklus tahunan yang terjadi di pesisir timur Peureulak. Paper ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas upaya mitigasi struktural berbasis ekosistem alami dan buatan. Pengambilan data dilakukan dengan survei. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis upaya mitigasi abrasi yang dilakukan di Kuala Leuge berbasis ekosistem alami lebih efektif dibandingkan dengan ekosistem buatan. Upaya pengurangan bencana abrasi berbasis ekosistem alami seperti memaksimalkan keberadaan laguna dan ekosistem di dalamnya. Ekosistem alami yang dapat diusahakan dapat berupa penanaman mangrove di muara-muara sungai di Kuala Leuge ini. Upaya pengurangan bencana ekosistem buatan berupa penanaman cemara udang di sepanjang pantai di Kuala Leuge.
Pengubahan Air Laut Menjadi Air Tawar yang Bisa Diminum dengan Bantuan Sinar Matahari untuk Mengatasi Krisis Air Bersih di Desa Teulaga Tujuh Indriani Richwana
Jurnal Samudra Geografi Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis air bersih adalah permasalahan yang sudah wajar terjadi di Indonesia salah satunya di daerah pesisir yaitu di desa Teulaga Tujuh. Dimana masyarakat sangat sulit untuk mendapatkan air bersih karena memang tidak sumber air bersih (tawar) didesa tersebut maka dari itu saya melakukan penelitian untuk mengubah air laut menjadi air tawar (bisa diminum) dengan bantuan sinar matahari. Penelitian dilakukan selama 10 hari dan hasilnya ternyata menghasilkan air yang layak untuk diminum. Sehingga sistem ini menjadi jawaban dari permasalahan desa Teulaga Tujuh yaitu krisis air bersih.
Mitigasi terhadap Tsunami Berbasis Kearifan Lokal di Pulau Simeulue Mahlia Umin
Jurnal Samudra Geografi Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal merupakan nilai dari sebuah kebudayan yang secara turun menurun dalam sebuah masyarakat. Masyarakat yang memiliki kearifan lokal dapat bersahabat dengan alam termasuk dalam kebencanaan. Penelitian ini ingin mengetahui (1) kearifan lokal masyarakat simeulue dan kearifan lokal yang berkaitan dengan mitigasi bencana tsunami. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat simeulue, tetap memegang kuat kepercayaan dan adat istiadatnya. Pada tsunami Aceh 2014, Pulau simeulue menelan korban yang sangat minim. Masyarakat memilki mitigasi kearifan lokal tersendiri dalam penangulangan bencana Tsunami di Seimeulue. Kearifan lokal tersebut salah satunya semong. Dalam kepercayaan masyarakat Seimeuleu, semong adalah gelombang air laut yang menerjang sehabis gempa bumi telah terjadi. Bagi masyarakat simeulue semong bukanlah kisah yang baru akan tetapi menjadi cerita turun-temurun sejak ratusan tahun yang silam.
Analisis Kesiapan Mitigasi Warga terhadap Pencegahan Kebakaran Kawasan Permukiman Padat Penduduk (Studi Kasus di Gampong Meurandeh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa) Ridwansyah Putra
Jurnal Samudra Geografi Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu contoh bencana yang sering terjadi di Indonesia khususnya di kota-kota besar di Indonesia adalah kebakaran permukiman padat penduduk. Tidak terkecuali di daerah kota Langsa sebagai salah satu daerah di aceh yang penduduknya cukup padat dan beragam suku ada di daerah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kesiapan mitigasi non-struktural warga untuk pencegahan dan pengendalian kebakaran daerah pemukiman padat penduduk di gampong meurandeh, kecamatan langsa lama, kota langsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. hasil menunjukkan pengetahuan dan sikap warga mengenai pencegahan kebakaran dari semua informan sangat tinggi.
Keadaan Sosial di Desa Terpencil Gampong Telaga Tujuh (Pusong) Rifany Utami Purba
Jurnal Samudra Geografi Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor fisik yang meliputi ; topografi dan letak desa serta faktor non fisik yang meliputi: mata pencaharian, pendidikan dan saran-prasarana. Yang menyebabkan desa Gampong Telaga Tujugh menjadi desa tertinggal. Populasi penelitian dilakukan di Desa Gampong Telaga Tujuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menyebabkan Gampong Telaga Tujuh menjadi desa tertinggal dipengaruhi oleh : (1) kondisi fisik, (a) desa merupakan daerah pulau terpencil di Kota Langsa yang daerahnya dikelilingi oleh lautan sehingga kondisi tersebut membuat masyarakat bermata pencaharian dalam bidan kelautan sepert, tambak ikan, nelayan dan lain lain. (2) kondisi non fisik, (a) tingkat pendidikan tergolong masih rendah, kebanyakan masyarakat hanya tamatan SD dan SMP, sehingga belum dapat memanfaatkan sumber daya alam dengan baik, (b) mata pencaharian penduduk masih memanfaatkan laut sebagai sumber kebutuhan sehari-hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 5