cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 65 Documents
Search results for , issue "PERIODE 147-148 (desember 2019)" : 65 Documents clear
HOTEL RESORT BINTANG EMPAT DI LABUAN BAJO ADANI FILDZAH HANDIANI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan bangunan ini merupakan bagian dari rencana pengembangan wilayah LabuanBajo, Nusa Tenggara Timur. Labuan Bajo merupakan salah satu sari empat destinasi superprioritas. Dengan adanya program destinasi superprioritas ini, pemerintah berharap akan menambah pemasukan negara dari serktor pariwisata. Menurut Kemenpar (2014), Pada tahun 2015, pariwisata menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa setelah komoditiminyak  dan gas bumi serta minyak kelapa sawit dan ditargetkan pada tahun 2019 pariwisata akan menempati peringkat pertama penyumbang devisa.  Untuk menunjang kegiatan pariwisata di Labuan Bajo dibutuhkkan akodomodasi hotel untuk menampung jumlah wisatawan yang terus bertambah setiap tahunnya. Dengan adanya pertumbuhan hotel yang baik dan masuknya hotel-hotel skala besar, semakin banyak wisatawan yang datang untuk mencari pengalaman baru tradisional maupun non-tradisional saat menginap di hotel. Tujuan dari perancangan ini adalah merancang hotel dengan konsep yang berbeda sesuai konteks pada wilayah/ lingkungan alam Labuan Bajo
PERENCANAAN BANGUNAN SHOPPING MALL DI YOGYAKARTA NEGA IKTIARA SANYOTO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

20% Penduduk DIY adalah Pelajar & DIY memiliki lebih dari 137 perguruan tinggi negeri maupun swasta Walau dengan begitu banyaknya pelajar di DIY namun minat membaca masyarakat masih kurang. hanya 42/1000 orang senang membaca Menurut HIPMI Potensi Ekonomi Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta Mencapai 600M/bulan Masyarakat DIY lebih memilih berekreasi ketimbang membaca. Namun Mall di DIY kurang dapat menghadirkan pengalaman ruang baru Mall di Yogyakarta juga Kurang memperhatikan dampak terhadap Lingkungan
APARTEMEN SOHO DI KOTA SEMARANG GRACIA STEFANI HANSEN
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk Kota Semarang terus meningkat tiap tahunnya. (dalamperiode 2017-2018 meningkat 10.000) akibatnya kebutuhan masyarakat meningkat,aktivitas semakin beragam. Untuk mengatasi hal itu dibangun banyak fasilitas (bangunan)untuk memenuhi kebutuhan dan aktivitas tsb. Akan tetapi kebutuhan masyarakat tidakberkurang malah terus bertambah, yang menyebabkan pembangunan terus menerusmeningkat sehingga lahan kosong menjadi semakin berkurang dan harga tanahmeningkat. Bangunan perkantoran dan permukiman menjadi semakin mahal. Jika bangunan kantor / tempat kerja / lapangan kerja berkurang (terbatas),masyarakat akan sulit mencari penghasilan selain dengan membuka usaha sendiri. Olehkarena itu dibangunanlah Apartemen SOHO yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakatakan hunian dan kantor dan mempermudah masyarakat dalam bidang ekonomi.
REDESAIN LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA SUMBAWA BESAR ULFA FARADILA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep penjara yang kian berkembang dari sebuah penolakan sosial untuk dibuang menjadi sebuah proses untuk transformasi perilaku sosial. Tetapi hingga saat ini kerap kitatemui bahwa yang terjadi berbanding terbalik dengan realitas yang ada, penjara adalah kota didalam kota(terletak jauh dari pusat kota, di komunitas terpencil, dipinggiran hinggaberbeda pulau) penjara menjadi tempat isolasi dan sebuah highliht besar dari bangunan fisik yang menyatakan bahwa manusia didunia ini terpisah menjadi 2 yaitu orang baikdan orang jahat. Pemikaran ini lambat laun membuat norma sosial tidak tertulis bahwa orang-orang yang melakukan kejahatan harus dimasukan kedalam penjara, tidak adaopsi terakhir selain opsi penjara. Berdasarkan data dari Sistem Database Pemasyarakatan menyatakan bahwa LAPAS Kelas 2A Sumbawa telah dihuni oleh 542 waga binaanyang seharusnya kapasitas idealnya adalah 250. Bukan tidak mungkin jumlah warga binaan akan terus bertambah hingga beberapa tahun kedepan. Overcapacity cenderungberimplikasi negatif terhadap beberapa hal antara lain rendahnya tingkat pengamanan/pengawasan. Secara teoritik dapat dijelaskan bahwa overcapacity dapat menimbulkanprisonisasi (prisonization). Sykes dengan “pains of impri-sonment theory” mengatakan bahwa pada hakikatnya prisonisasi terbentuk sebagai respon terhadap masalahmasalahpenyesuaian yang dimunculkan sebagai akibat pidana penjara itu sendiri dengan segala bentuk perampasan (deprivation). Berdasarkan fenomena dan uraian diatas makadiperlukan perencanaan dan perancangan Pengembangan Lembaga Pemasyarakatan kelas 2A di Sumbawa Besar. Sentuhan arsitek baik dari segi teori dan praktisi sudahsaatnya digunakan guna membantu “memperbaiki” wajah penjara bagi masyarakat yang diluar dan membantu “memperbaiki” mental bagi para tahanan.
RUMAH SUSUN TINGKAT TINGGI DI JAKARTA JANNETA PUTRI DINAWATI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Rusun kini tengah digencarkan oleh pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan hunian layak huni bagi ASN dan MBR. Denganpertambahan penduduk yang sangat pesat membuat tempat tinggal semakinmahal dan sulit menemukan tempat yang layak huni di ibukota, oleh karena itudiperlukan suatu perencanaan jangka panjang kedepan untuk mengantasipasikebutuhan penduduk akan hunian. Salah satu rencana pembangunan rusuntingkat tinggi berada di pasar jumat Jakarta selatan. Dengan lahan yangterbatas dan kebutuhan hunian layak huni yang tinggi membuat pembangunanrumah susun ini sangat dibutuhkan. Saat ini banyak pekerja dengan gaji rata –rata regional ibu kota yang belum mampu mempunyai hunian layak hunisehingga memilih tinggal diarea pinggir kota atau bahkan dihunian yang kuranglayak. Oleh karena itu pemerintah mencetuskan pembangunan rumah susuntingkat tinggi bagi ASN dan masyarakat umum dengan penghasilan tetap Penekanan konsep desain pada rumah susun tingkat tinggi ini adalahcommunal living dengan menitikan pada hunian bersama atau fasilitasbersama. Hal ini dikarenakan semakin individualisme-nya masayarakat saat inisehingga sulitnya menciptakan interaksi social antar penghuni. Konseptersebut didukung dengan penekanan desain sustainable architecture yangtidak hanya terfokus pada bangunannya namun juga sosial dan jugalingkungan sekitar
APARTEMEN DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIK DI SEMARANG HANNA SOFIA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APARTEMEN DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIK DI SEMARAN
HOTEL BINTANG 3 DAN RESTORAN DI PERIFERI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS RAYHAN AZKA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang sebagai salah satu dari lima kota metropolitan terbesar di Indonesia memiliki laju pertumbuhan ekonomi dan investasi bisnis yang baik. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kota Semarang dari yang semula pada tahun 2015 sebesar 5,79 meningkat pada tahun 2016 menjadi 5,8. Geliat perkembangan bisnis akomodasi terlihat pada semakin tingginya jumlah investasi hotel khususnya di kawasan Kota Semarang, hal ini juga didukung dengan tidak dibatasinya jumlah investasi bidang perhotelan oleh pemerintah Kota Semarang. Untuk menghindari dampak buruk dari pembangunan hotel yang tidak memperhatikan dampak lingkungan, serta terdegradasinya fungsi-fungsi lahan hijau dan daerah resapan yang dapat berakibat pada kerusakan lingkungan, maka diperlukan sebuah usaha pengembangan konsep hotel berbasis eko arsitektur, dimana bangunan dapat berkontribusi positif terhadap lingkungan disekitarny
APARTEMEN DI KABUPATEN SEMARANG ANNISA DHIA ZALVA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten semarang merupakan salah satu penyokong perekonomianJawa Tengah, khususnya pada sector industri yang terus berkembangPerkembangan investasi industri tentunya diiringi perkembangan jumlah investodan pekerja pendatang yang menyebabkan kepadatan penduduk, berkurangnyalahan, dan kepadatan lalu lintas yang berefek berkurangnya produktifitas danhambatan mobilisasi khususnya bagi para petinggi. Oleh karena itu diperlukanhunian sementara yang nyaman dan memudahkan seperti apartemen. Sebagai hunian yang dihuni oleh golongan petinggi dengan kesibukantinggi, diperlukan hunian yang nyaman dan dapat memenuhi seluruh kebutuhanpara penghuninya. Maka terdapat 3 hal penting yang perlu ditekankan yaitucompactness untuk kemudahan, social untuk kesehatan mental, dan bangunansehat dengan penerapan prinsip dasar bioklimatis untuk kesehatan fisik penghuni
PUSAT MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI YOGYAKARTA WICAKSENA DWI SUTRISNO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merencanakan pembangunan Pusat Pengetahuan Pengurangan Risiko Bencana Indonesia (Indonesia Disaster Risk Reduction Knowledge Center – INA DRR KC)dalam jangka 10 tahun kerja 2013-2023, bertempat di Sentul, Bogor, yang sekaligus merupakan kantor pusat Indonesia Disaster Relief Training Ground (INA DRTG), museum,kantor BNPB, laboratorium, perpustakaan, warisan budaya, dan lain-lain. Setelah adanya Pusat Pengetahuan Pengurangan Resiko Bencana Indonesia sebagai pusat daripenanggulangan bencana Indonesia, dirasa perlu adanya pusat – pusat pengetahuan pengurangan resiko bencana untuk tingkat regional agar persebaran pengetahuan dankesadaran akan kebencanaan tersebar secara merata di setiap daerah Indonesia. Dalam menyelesaikan fenomena dan isu diatas maka diperlukan perencanaan danperancangan Pusat Mitigasi Bencana Gempa Bumi Yogyakarta sebagai bangunan Multiguna untuk edukasi dan evakuasi melalui pendekatan berdasarkan skema spacemanagement dengan metode cross-programming guna memberikan desain yang terintegrasi dalam mengurangi resiko bencana dan menanggulangi bencana sesuai dengan RPJMD Yogyakarta Tahun 2017-2022 yang diharapkan menjadi solusi dari kebutuhan arsitektural baik secara struktur maupun estetika
BENGAWAN SOLO PARK DI KAWASAN TAMAN SATWA TARU JURUG AVIDIA LARASATI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata sebagai leading sector dalam perekonomian Indonesia di tahun 2017 berhasil menyumbang 33% bagi GDP Indonesia (Word Travel Tourism Council (2018), dominasi ini menandakan peran besar pariwisata bagi perekonomian Indonesia. Hal ini memicu pemerintah untuklebih fokus dalam mengembangan pariwisata Indonesia. Seperti yangdilakukan oleh Pemerintah Daerah (PEMDA) Kota Surakarta yangmengeluarkan mengeluarkan rencana revitalisasi kawasan Taman SatwaTaru Jurug (TSTJ). Rencana ini hadir berkat dukungan pemerintah pusatdan PKBSI (Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia) serta kritik daripihak luar negeri terhadap kondisi kawasan. Didalam rencana revitalisasi TSTJ tertulis bahwa kawasan TSTJdibagi menjadi dua area yaitu; area konservasi (Taman Satwa) dan areakomersil (Bengawan Solo Park (BSP) ). BSP direncanakan untuk menjadisebuah taman rekreasi mini yang berkedudukan untuk menunjang areakonservasi dan bersama – sama menjadi tempat hiburan untuk rakyat.Berdasarkan rencana BSP akan berisikan Gesang Cendana Laras,Museum Satwa dan taman bermain air (water park). Tujuan yang ingindicapai adalah membuat BSP sesuai dengan rencana revitalisasi kawasanTSTJ dengan berpegang pada prinsip – prinsip pariwisata berkelanjutan.