Jurnal Poster Pirata Syandana
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles
88 Documents
Search results for
, issue
"PERIODE 149-150 (juli 2020)"
:
88 Documents
clear
SOLO 4* HOTEL BERBASIS GREEN BUILDING
AYU RADINNA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hotel merupakan salah satu bentuk tempat peristirahatan yang seringnya menjaditempat inap atau bahkan hanya sebagai tempat transit dalam sebuah perjalanan.Ada berbagai macam hotel yang ditawarkan di Kota Surakarta, mulai dari hotelbintang satu sampai bintang lima, dan bahkan hotel melati. Hotel, berdasarkankelasnya, memiliki pasarnya masing-masing. Pangsa pasar hotel bintang satu akanberbeda dengan pangsa hotel bintang 4 dan 5.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Surakarta dalam publikasiBanyaknya Hotel dan Jumlah Kamar Menurut Klasifikasi di Kota SurakartaTahun 2018, jumlah hotel berbintang di Surakarta didominasi oleh hotel bintang 2dan hotel bintang 3. Jumlah kamar dari keseluruhannya adalah 6.937 kamar.Namun, menurut Ketua PHRI Surakarta, Abdullah Suwarno, pada acara"Talkshow PHRI" di Hotel Novotel Solo, Senin 22 Juli 2020, Kota Surakartamasih kekurangan hotel bintang 4-5. Menurutnya, pemerintah perlu membatasipembangunan hotel bintang 1, 2, dan 3 karena jumlahnya sudah cukup banyak.Solo 4* Hotel dirancang untuk memenuhi kebutuhan kamar hotel di KotaSurakarta dengan bantuan program EDGE untuk mengukur performa energysaving pada bangunan guna meminimalisir dampak negatif pada lingkungan.
ISLAMIC BOARDING SCHOOL DI KOTA SEMARANG
FENDY ARTHA JUNIAR
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Islamic Boarding School merupakan salah satu jenis pendidikan Islam Indonesiayang bertujuan bagi pelajar untuk menjalankan pendidikan formal sesuaijenjangnya sekaligus dapat mendalami ilmu agama Islam dengan mengikutikegiatan keseharian di dalam lingkungan sekolah dan bertempat tinggal di sebuahasrama atau pondok. Kebanyakan pesantren hanya mengajarkan pendidikanagama tanpa mengikuti pedoman dari Dinas Pendidikan.Kehadiran Islamic Boarding School memberikan alternatif pendidikan bagi orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya. Seiring dengan pesatnya modernitas diera globalisasi ini, dimana beberapa orang tua yang mempunyai jadwal padatsehingga anak kurang terkontrol maksimal, maka Boarding School adalah tempatuntuk menitipkan dan mendidik anak mereka. Maka dari itu, dibangunnyaIslamic Boarding School di Kota Semarang akan menjadi alternatif pendidikandan penting untuk mencetak SDM yang cerdas dan dan berakhlak di eraglobalisasi.
SOLO WEDDING CENTER
LUTHFI PUTRI PAMBAYUN
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan data Surakarta dalam angka 2020, Pertumbuhan penduduk dikota Solo meningkat dengan rata-rata 0,33% dan peristiwa pernikahan rata-ratapertahun sebanyak 1,296 per tahun. Tingginya angka pernikahan memicubertambahnya vendor bisnis dalam bidang persiapan pernikahan. Vendor-vendortersebut juga mengadakan Wedding Expo sebagai acara tahunan yangberlangsung selama 2-3 hari di mall-mall besar kota solo untuk menfasilitasicalon pengantin yang ingin mencari informasi terkait pesiapan dan pelaksanaanpernikahan.Generasi milenial yang lahir pada tahun 1980-1990 atau awal 2000ansudah mengenal teknologi sejak dini, hal ini membuat perkembangan budaya dangaya hidup generasi milenial bersifat praktis, mudah dan efisien. Hal ini tidakselaras dengan Pengaturan, eksekusi dan fasilitas yang berbeda pada setiaprangkaian acara pernikahan. Untuk memenuhi menyelaraskan kebutuhan dengangaya hidup generasi milenial ini maka diperlukan pelayanan terpadu, dimanafasilitas layanan, jasa, informasi dan konsultasi dalam memenuhi kebutuhan,persiapan dan pelaksaan upacara pernikahan dapat dilakukan dalam satu tempatyang sama dan terpusat, atau disebut dengan pelayanan One-Stop-Service yangdiwujudkan dalam bangunan Solo Wedding Center.
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KELAS B DI KOTA BOGOR
RAHMA HAMIDAH
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Terjaminnya kesehatan penduduk merupakan salah satu tujuan yang perlu dicapai dalam SDGs (SustainableDevelopmemt Goals). Indikator yang menjadi sorotan dalam target peningkatan derajat kesehatan adalah penurunanangka kematian bayi dan anak dan peningkatan kesehatan ibu yang diwujudkan melalui penurunan angka kematianibu.Kota Bogor merupakan kota metropolitan dengan jumlah penduduk sekitar satu juta jiwa di mana jumlahtersebut selalu bertambah seiring berjalannya waktu. Bertambahnya jumlah penduduk memacu peningkatankebutuhan pelayanan kesehatan. Tujuan dalam SDGs mengenai peningkatan pelayanan kesehatan selaras denganRPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kota Bogor Tahun 2019-2024 yaitu penambahanfasilitas pelayanan kesehatan secara merata dan sesuai dengan ketentuan teknis yang diatur dalam peraturanperundang-undangan terbaru.Merespon dari permasalahan tersebut, dengan tersedianya Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kelas B yangmemfasilitasi pelayanan kesehatan, khususnya untuk ibu dan anak, dapat menjadi upaya menunjang pencapaianderajat kesehatan di Kota Bogor. Perencanaan dan Perancangan RSIA Kelas B di Kota Bogor memprioritaskankenyamanan dan memberikan harapan sehat kepada pasien dengan menggunakan pendekatan “healing environment.”
CONVENTION CENTER DI MAKASSAR
YAUMUL MASIR
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Makassar merupakan salah satu kota yang menjadi sasaran pelaksanaan eventseperti pameran dan pertemuan, baik regional, nasional bahkan internasional yangdiadakan setiap tahun. Makassar memainkan peranan penting dalam pengembanganindustri MICE di Indonesia karena memiliki potensi yang baik dengan adanyafasilitas yang cukup untuk kegiatan konvensi misalnya memiliki objek pariwisata,hotel-hotel berbintang, dan bandara yang bertaraf internasional. Potensi ini tidakdapat dimanfaatkan dengan baik apabila tidak didukung oleh fasilitas yangmengakomodasi khusus untuk kegiatan konvensi ini.Untuk venue berkapasitas besar, Makassar memiliki Celebes ConventionCenter (CCC) dengan daya tampung mencapai 5.000 orang. Kebutuhanakan venue berkapasitas besar, turut ditopang oleh sektor perhotelanmelalui ballroom seperti Grand Clarion Hotel & Convention dan Sahid Makassar.Setiap event memiliki kapasitas dan kebutuhan ruang yang berbeda-beda,maka dari itu memerlukan ruang dengan fasilitas yang berbeda. Untuk dapatmenggerakkan industri MICE di masa depan, Makassar memerlukan venueberkapasitas lega. Namun saat ini, Makassar hanya bergantung pada CCC yangmemerlukan venue baru. Selain itu, dibutuhkan gedung convention center yangjuga dapat merepresentasikan kearifan lokal budaya Makassar
STADION SEPAKBOLA DI KOTA SEMARANG
ZAENAL ABIDIN
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Semarang yang merupakan ibu kota dari provinsi Jawa Tengah, memiliki klub Persatuan Sepakbola Indonesia Semarang (PSIS). PSIS saat ini berlaga di kompetisi kelas satu Indonesia, Liga 1 Indonesia. PSIS Semarang sendiri pada pertengahan kompetisi 2017 hingga sekarang kompetisi 2019 terpaksa harus berlaga diluar dari kota Semarang hal ini dikarenakan Stadion Jatidiri Semarang yang merupakan markas utama dari PSIS sedang dalam renovasi, sementara pemkot Semarang sendiri sebetulnya meiliki stadion sepak bola Citarum, namun kondisi stadion dan kapasitas stadion citarum belum layak untuk menyelenggarakan kompetisi liga 1 dan tidak mungkin untuk menampung supporterOleh Karena itu penulis menilai pemerintah Kota Semarang perlu untuk membuat alternative sebuah stadion sepak bola baru dengan tipe B berkapasitas 15.000 sampai 30.000 penonton, dengan penekanan desain high tech arsitektur.
MUSEUM BUS INDONESIA DI BERGAS
FACHRUL DEANCA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penggunaan transportasi umum yang efektif, dapat menekan angka kemacetanpada kota yang sudah cukup padat. Namun pada praktiknya, masih banyak masyarakatyang belum sadar akan pentingnya penggunaan transportasi umum dibandingkan dengantransportasi pribadi, sehingga kemacetan masih terus terjadi hingga saat ini.Bus merupakan salah satu moda transportasi umum yang banyak digunakan dikota kota di Indonesia, bahkan sejak era kolonial Belanda, bus sudah menjadi andalanmasyarakat dan pemerintahan dikarenakan efektifitas dan fleksibilitas bus sebagai modatransportasi. Hal ini tentu meninggalkan sejak sejarah bagi Indonesia. Perkembangan busdari masa lalu, hingga masa kini akan mencerminkan perkembangan bangsa Indonesiabaik dari social, hingga teknologi otomotif. Namun sebagai salah satu bagian sejarahbangsa Indonesia, kondisi bus – bus tua di Indonesia masih banyak yang belum terawat,dan dikumpulkan pada suatu fasilitas edukasi yang terpadu.Dengan minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaantransportasi umum, serta tidak adanya usaha pelestarian bus tua di Indonesia, dapatdilakukan pemecahan masalah dengan adanya perancangan Museum Bus Indonesia.Dimana sebagai museum, memiliki fungsi edukasi dan pelestarian. Pada fungsi edukasi,Museum Bus dapat melakukan edukasi pada masyarakat mengenai pentingnyapenggunaan moda transportasi umum terutama bus. Edukasi dapat dilakukan melaluipengenalan pada bus, serta edukasi sejarah perkembangan bus di Indonesia. Sedangkanpada fungsi pelestarian, Museum Bus dapat melakukan pelestarian bus tua di Indonesia,serta dapat melakukan penelitian dan perbaikan bus tua di Indonesia yang nantinya akandipamerkan pada masyarakat.
SEMARANG CONVENTION HALL (SEMCONH)
ISTI ASTETIKA SARA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah saat ini sedangmempersiapkan diri menjadi salah satu kota tujuan MICE di Indonesia. Hal itutercantum di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) KotaSemarang Tahun 2016-2021. Data tahun 2016 menunjukkan tingkat wisatawanMICE di Kota Semarang sudang cukup tinggi yaitu 7.354 wisatawan MICEdengan total pemasukan lebih dari 16 Milyar Rupiah. Namun, hal tersebutbelum didukung fasilitas MICE yang memadahi. Sarana untuk melaksanakanacara setingkat MICE di Kota Semarang masih sangat minim.Semarang Convention Hall dirancang untuk memenuhi kebutuhansarana Convention yang akan menjadi pusat kegiatan MICE di Kota Semarangdengan memanfaatkan potensi tapak kawasan PRPP Jawa Tengah. Konsepperencanaan yang kekinian sesuai kemajuan teknologi dan juga hemat energyyang akan diterapkan diharapkan mampu membantu pengembangan wisataMICE di Kota Semarang secara umum dan kawasan PRPP Jawa Tengah padakhususnya.
KANTOR SEWA DI SEMARANG PENEKANAN PADA KONSEP GREEN BUILDING
NICO ROBERTO SIREGAR
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Semarang merupakan Ibukota provinsi Jawa Tengah yang menjadi salah satu provinsi yangpertumbuhan ekonomi sangat pesat di Indonesia.Dari sektor ekonomi kecil bahkan ke bisnis dan asinginvestor ada di Semarang. Semarang juga telah menjadi kota tujuan para investor baik dari di dalam negeridan juga di luar negeri telah banyak dikembangkan di Semarang. Namun demikianfasilitas dan kebutuhanruang untuk mendukung ekonomi juga sedikit.Perancangan Kantor Sewa merupakan pilihan jenis bangunan yang tepat untuk mendukung sektorekonomi di Semarang. Bangunan hemat energi dan ramah lingkungan didorong menjadi tren duniabangunan hemat energi dan ramah lingkungan ini mempunyai kontribusi menahan laju pemanasan globadengan membenahi iklim mikro.Berangkat dari hal – hal tersebut, maka dalam perancangan kantor sewa ini menekankan konsepgreen building dengan tujuan bangunan yang dirancang ke dalam gedung untuk meminimalkan pengaruhburuk terhadap lingkungan,alam, dan manusia serta menghasilkan yang lebih hemat dan ramah lingkunganNamun, untuk mendukung desain ini juga menggunakan tool yaitu “EDGE” yang merupakan perangkatlunak sebagai elemen pendukung green building dalam hal efisiensi energi, air, material dan ramahlingkungan di sekitar bangunan.
UNDIP HOTEL AND CONVENTION CENTER
SHEILLA PRADHITA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Universitas Diponegoro merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Semarang.Kegiatan yang sering dilakukan (selain kegiatan perkuliahan) berupa kegiatan seperti kuliahumum, kongres, seminar, dan forum ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Namunsangat disayangkan karena beberapa kali kegiatan-kegiatan tersebut harus dilaksanakan di luarkampus Undip dikarenakan fasilitas yang sudah ada belum bisa mengakomodasi semuakebutuhan dalam penyelenggaraan acara tersebut.Kampus Undip Tembalang memiliki sebuah gedung serba guna yang sudah lama tidak pernahdigunakan lagi. Kegiatan-kegiatan seperti seminar, kuliah umum, Dies Natalis Undip,penerimaan mahasiswa baru, hingga acara wisuda diselenggarakan di gedung Auditorium Prof.Soedarto. Namun, untuk beberapa acara seperti wisuda, penggunaan gedung ini dirasa sudahtidak efektif lagi karena kapasitas gedung tidak bertambah sedangkan jumlah mahasiswa barubertambah. Hal ini juga berpengaruh terhadap jumlah wisudawan yang menjadi lebih banyak,menyebabkan penyelenggaraan acara wisuda harus dilakukan dalam beberapa hari karenaterbatasnya kapasitas gedung.Undip Hotel and Convention Center dapat dijadikan salah satu solusi dalam mengatasiberbagai permasalahan tersebut. Dengan kapasitas bangunan + 4500 orang, bangunan inimampu menampung tiga kali lebih banyak dari Gedung Prof. Soedarto. Area parkir juga akandisesuaikan dengan kebutuhan, sehingga diharapkan tidak lagi terjadi kemacetan.