cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 17 Documents
Search results for , issue "PERIODE 151 (desember 2020)" : 17 Documents clear
CIBUBUR LRT STATION APARTMENT NAUFAL PRATAMA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 151 (desember 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia, sebagai kota terbesar Jakarta memiliki masalah yang umum dialami oleh kota besar di seluruh dunia yaitu salah satunya adalah kepadatan penduduk yang tinggi. Statistik terbaru dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta, jumlah penduduk DKI Jakarta tahun 2019 mencapai 10.557.810 jiwa, Sementara luas DKI Jakarta adalah 662,33 km² sehingga kepadatan penduduk DKI Jakarta adalah 15.904 jiwa/km². Sebagai perbandingan kepadatan penduduk Indonesia adalah 141 jiwa/km² (hasil dariproyeksi penduduk tahun 2020). Oleh karena itu, semakin dibutuhkan bangunan yang bisa menampung padatnya penduduk Jakarta. Dengan adanya pembangunan apartemen di lokasi tersebut diharapkan akan memberikan dampak positif baik saat pra konstruksi, saat konstruksi dan saat operasional. Dampak positif itu antara lain bisa menyerap tenaga kerja baru, UMKM, sehingga mampu menggerakkan perekonomian dan daya beli masyarakat Jakarta dan Indonesia pada umumnya, serta sekitar tapak perencanaan pada khususnya.
SEKOLAH DASAR INKLUSI DI SURAKARTA JEHAN MAHENDRA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 151 (desember 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 32 ayat (1) yang menegaskan “setiap warga berhak mendapatkan Pendidikan”; Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 32 ayat (2) yang menegaskan setiap anak wajib mengikuti Pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayayainya. Kebutuhan sekolah dasar inklusi baik pengadaan sekolah reguler bari Anank Berkebutuhan Khusus (ABK) maupun dalam membentuk generasi yang toleran serta berkarakter baik, tidak sebanding dengan jumlah nyata dari sekolah dasar inklusi itu sendiri. Dari data Direktorat Pembinaan SLB Tahun 2008 yang menyebutkan bahwa ABK yang bersekolah di sekolah inklusi hanya 12% dan 88% Anak Berkebutuhan Khusus masih bersekolah di SLB. Harapan akan karakter bangsa dapat dibentuk melalui sekolah reguler dengan orientasi inklusi, terutamapada sekolah dasar, di mana terjadi masa kritis pembentukan karakter seseorang. Namun, aktualita dari sekolah inklusi di Indonesia tidak sebandingnya kebutuhan sekolah inklusi terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), baik secara kualitas maupun kuantitas. Maka dari itu, dibutuhkan sekolah dasar inklusi di Surakarta yang berpotensi memenuhi kegiatan pembelajaran seluruh individu dengan memperhatikan pengembangan tiga kemampuan anak secara merata (konitif, afektif, dan psikomotorik) dan dibantu dengan elemen sekolah yang keseluruhan aspeknya mampu membantu kebutuhan anak mengembangkan diri di masa mendatang.
CITY HOTEL *5 DENGAN KONSEP STAYCATION di SEMARANG BAGAS RAFIF ERARKANA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 151 (desember 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang, sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah merupakan kota seluas 373,8 km² yang memiliki tingkat kepadatan penduduk dan tingkat perdagangan yang tinggi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, tercatat sebanyak 2.627 orang yang memasuki pintu Bandara Ahmad Yani pada Desember 2019, yaitu meningkat 13,23 persen dari bulan sebelumnya yaitu 2.320 orang. Hotel Bintang 5 dibutuhkan di Kota Semarang untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas Penginapan yang ada di Ibukota Provinsi Jawa Tengah ini. Hal ini disebutkan oleh Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng, Bambang Mintosih, seperti yang dipublikasikan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Selasa (7/1/2020). Setelah adanya COVID-19, diperlukan adanya Hotel yang dapat beradaptasi dengan ‘New Normal’, dan menurut Somawati, pada Kajian “Bali vs COVID-19”, ia menyatakan “Beberapa hal yang akan kita temui pada ‘new normal’ setelah COVID-19 dalam bidang pariwisata adalah wisatawan yang akan mengutamakan kesehatan dan keselamatan seperti tetap melaksanakan physical-distancing dan memerhatikan sarana kebersihan. Dengan mengutamakan hal tersebut maka traveling akan berubah menjadi beberapa bentuk baru seperti staycation, niche tourism, ataupun solo travel tour.”
RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI KOTA MAGELANG RISKA KRISTIANA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 151 (desember 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Undang-Undang RI No.44 tahun 2009, Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Tugas dan fungsi rumah sakit telah dijabarkan dalam undang-undang tersebut, tugas rumah sakit yaitu memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang meliputi preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Pertambahan jumlah penduduk Indonesia khususnya wilayah Kota Magelangdan perkembangan aktifitas manusia mendorong pembangunan fisik kota sebagai dampak yang timbul untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia akan tempat tinggal, berupa pembangunan kawasan hunian, perkantoran beserta infrastrukturnya. Pembangunan infrastruktur berupa sarana kesehatan sekaligus pendidikan berupa Rumah Sakit Pendidikan sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang Pendidikan Kedokteran atau kedokteran gigi, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnyasecara multiprofesi menjadi pilihan yang tepat dalam memenuhi perkembangan aktifitas manusia ditengah pandemic Covid-19.
SEMARANG COMMUNITY CENTER KEVIN ALEXANDER
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 151 (desember 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era pandemik COVID-19 membawakan perubahan di seluruh dunia, dan Semarang tanpa terkecuali. Berbagai hambatan yang terjadi akibat kasus COVID19 mendorong masyarakat untuk menciptakan pola hidup baru yang dapat dikatakan sebagai ‘the new normal’. Manusia yang perlu bersosialisasi mulai mencari alternatif lain. Arsitektur dalam kasus ini merespon dengan menciptakan parameter parameter baru dalam desain yang akan dihasilkan. Community Centermerupakan salah satu jawaban sebagai suatu wadah alternatif dalam melakukan kegiatan rutinitas sehari-hari selepas dari rumah yang juga mendapatkan kontrol dari pihak ke-3 dalam aspek kontrol sanitasi dan kesehatan. Tujuan utama dari desain ini adalah menghadirkan suatu ruang antara atau dapat dikatakan sebagai ‘ruang ke3’ diluar dari rumah dan tempat kerja yangmenjadi pusat interaksi masyarakat dengan memanfaatkan kreativitas individu yang meningkat pada fase isolasi ini. Objek desain ini menyediakan pengalaman komunal baik dari skala kecil maupun besar sebagai fasilitas untuk keluar dari rutinitas sehari-hari yang menjenuhkan, dan lewat hal tersebut membuat seseorang lebih mengapresiasi hal-hal kecil yang terletak di alam relung mereka sebelum era pandemi terjadi.
SEMARANG AQUARIUM BIANDI ZAMARIZ
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 151 (desember 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecenderungan masyarakat gemar memelihara binatang laut dalam wadah akuarium atau kolam, merupakan salah satu bukti adanya usaha manusia mendekatkan diri terhadap alam, dengan memelihara dan memperlajari kehidupan lain di luar dirinya, sebagai akibat munculnya kebutuhan rekreasi dari kegiatan rutinitas sehari-hari. Kondisi topografi Kota Semarang memperlihatkan adanya elemen-elemen estetik alami yang bisa dikembangkan untuk peningkatan kegiatan rekreasi dan pariwisata sebagai peningkatan fungsi Kota Semarang baik yang berupa laut, pesisir, daratan serta alam perbukitan. Semarang juga memiliki fasilitas sistem transportasi yang lengkap, yaitu sistem transportasi air melalui pelabuhan Menurut Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, mengubah kota semarang yang tadinya sektor ekonomi berpusat pada sector indurstri menjadi sektor pariwisata adalah langkah yang tidak mudah. Untuk itu, saat ini pemerintah kota Semarang sedang fokus untuk membangun infrastruktur guna menunjang sektor pariwisata Semarang untuk lebih baik lagi.
CIREBON CULTURAL CENTER DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU RYANNOVELLA CHANDRA KRISHNA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 151 (desember 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Kota Cirebon semakin maju terutama dalam sektor kesenian dan pariwisata. Semakin berkembangnya kesenian di Kota Cirebon ini ditandakan dengan terdapat cukup banyaknya sanggar kesenian, di antaranya terdapat sebanyak 137 sanggar yang masihterdaftar di Disporabudpar Kota Cirebon. Di Kota Cirebon juga terdapat beraneka ragam kuliner khas Cirebon dan kebudayaan keraton yang merupakan salah satu peninggalan paling bersejarah selama Kota Cirebon berdiri. Yang paling terkenal dari kebudayaan dan kesenianCirebon adalah Kirab Budaya, Festival Keraton Nusantara, Festival Seni dan Budaya Pesisiran, Festival Gotrasawala, Sintren, Tari Topeng, dan Batiknya. Atas hal-hal yang telah dijelaskan di atas, salah satu usulan dari pemenuhan kebutuhan dan pemecahan permasalahan ini adalahdengan membangun sebuah Cultural Center di wilayah strategis Kota Cirebon dengan pendekatan Arsitektur Hijau sebagai wadah dari pusat kegiatan, pengembangan, edukasi, pelestarian, dan bentuk apresiasi terhadap peninggalan seni dan kebudayaan Kota Cirebon.

Page 2 of 2 | Total Record : 17