cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 115 Documents
Search results for , issue "PERIODE 154 (Juni 2022)" : 115 Documents clear
SHOPPING MALL DI KABUPATEN KLATEN DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC Salsabila Putri Mahardhika
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhanekonomi di suatudaerahmerupakansebuahtandabahwadaerahtersebutterusberkembang. Lajupertumbuhanekonomi di KabupatenKlatenmengalamipeningkatansetiaptahunnya, dimanasektorperdaganganmemberikankontribusiterbesarkeduasetelahsektorindustri pada PDRB KabupatenKlatentahun 2020. Untukmendukungpertumbuhanekonomitersebut, sudahseharusnyadiiringidenganbertumbuhnyafasilitasperdagangan salah satunyayaitupusatperbelanjaan. Namun, KabupatenKlatenhanyamemilkisatupusatperdagangan modern, yaitu Plaza Klaten. Oleh karenaitu, keberadaanpusatperbelanjaan modern berupa shopping mall di KabupatenKlateninimenjadihal yang cukupkrusial. Hal inidapatdilihatdarifenomena yang ada di masyarakatKlaten yang akanpergikeluarkota, baikituke Solo maupun Yogyakarta, untukpergikebioskop, berjalan-jalanataubahkanmencaribarangbermerk yang tidakbisaditemukan di Klaten. Pendekatan biophilic dipilihkarenahubunganantaramanusiadenganalam pada masyarakat urban yang semakinhilang. Pendekatan biophilic mampumemenuhikebutuhanfisiologis (kenyamanan) dan kebutuhanpsikologis (kesehatan & ketenangan) penggunabangunan. Selainitu, pendekatan biophilic pada shopping mall memilikipotensiuntukmeningkatkanpenjualan.
HOTEL BISNIS BINTANG EMPAT DAN CONVENTION DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE DI KOTA SEMARANG Resthesia Hafidz Sedono
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang adalah Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah menjadikannya salah satu kota yang dituju oleh para investor untuk menjalankan bisnisnya. Kota Semarang ada di urutan ke-11 kota dengan jumlah penduduk terbanyak dengan jumlah 1.653.524 jiwa penduduk (BPS). Jumlah penduduk yang besar tentunya akan mendatangkan ekonomi yang besar pula. Ekonomi suatu daerah dapat dilihat dari besaran produk domestik bruto (PDB) daerah tersebut. PDB merupakan akumulasi dari berbagai unit ekomoni yakni besaran konsumsi penduduk, investasi atau penanaman modal, investasi pemerintah, serta besaran ekspor-impor. PDB Indonesia pada tahun 2019 mencapai angka 15.833,9 triliun rupiah  (BPS) sedangkan PDB regional Kota Semarang pada 2019 sebesar 191.365 miliar rupiah (BPS). Angka ekonomi Kota Semarang tersebut terdiri dari beberapa sektor ekonomi. BPS menunjukkan kalau sektor perdagangan memiliki porsi sebesar 13,61% terhadap PDB regional. Angka tersebut juga menjadi yang paling besar di antara wilayah lain di Provinsi Jawa Tengah sehingga Kota Semarang berperan sebagai pusat ekonomi Provinsi Jawa tengah didukung dengan kedudukan Kota Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah. Dunia bisnis  perdagangan yang berkembang akan menimbulkan bisnis lain yakni MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Bisnis perdagangan, terutama bisnis menengah dan besar memerlukan tempat yang dapat mengakomodasi kegiatan perusahaan seperti pertemuan, konvensi, dll. Secara sederhana, Pendit (1999, dalam Fafurida, 2016) mendefinisikan bisnis MICE sebagai bisnis yang memberikan jasa pelayanan bagi pertemuan sekelompok orang (cendekiawan, pelaku bisnis, dll) yang berkumpul untuk membahas hal yang berkaitan dengan urusan bersama. Bisnis MICE terus berkembang seiring waktu. Data yang dikeluarkan oleh Bappeda Kota Semarang menunjukkan perkembangan kegiatan MICE di Kota Semarang salah satunya ditunjukkan oleh kenaikan infrastruktur penunjang bisnis MICE. Infrastruktur penunjang MICE pada tahun 2012 berjumlah 5793 dan bertambah menjadi 6953 pada tahun 2015. Kenaikan ini secara tidak langsung menggambarkan besarnya industri ini yang memantik pertumbuhan infrastruktur pendukungnya. Sedangkan bila dirinci lagi, dalam usaha perhotelan, kegiatan meeting mendominasi usaha penyewaan ruang. Meeting berkontribusi sebesar 54%, diikuti dengan Connvention sebesar 28%, Incentive 13%, dan Exhibition 4%. maka dibutuhkan tempat yang memadai untuk mengakomodasi kegiatan tersebut. Perencanaan Hotel Bisnis Bintang 4 di Kota Semarang memiliki nilai penting karena perkembangan bisnis Kota Semarang yang pesat dan potensi bisnisnya. 
SMART RENTAL APARTMENT BERBASIS TOD STANDARD 3.0 DAN BERSERTIFIKASI GREENSHIP DI KAWASAN CBD THAMRIN, JAKARTA Eugenius Rivado Victor Laude
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Apartemen adalah bangunan hunian yang tidak asing dalam masyarakat urban dan jika dibandingkan dengan hunian bertingkat banyak seperti rumah susun, apartemen terbilang lebih mewah dari pemilihan material dan fasilitas-fasilitasnya. Salah satu fasilitas yang membedakan adalah parkir luas untuk mobil-mobil penghuninya. Fenomena “induced demand” menyatakan setiap kali adanya peningkatan fasilitas yang mewadahi kendaraan bermotor yang awalnya berusaha untuk mengurangi kemacetan justru memperparah keadaan tersebut (Lee, n.d.). Kemacetan yang diperparah tersebut ditambah kendaraan bermotor yang tidak ramah lingkungan memperburuk kejernihan udara yang membuat orang semakin malas berjalan kaki sehingga kendaraan bermotor kembali meningkat dan jika solusinya adalah memperlebar jalan atau menambah parkir akan menciptakan lingkaran “setan” yang tidak ada akhirnya. Walaupun demikian, konsep bangunan hunian bertingkat mewah tetap memiliki manfaatnya diantaranya adalah sebagai aset investasi (real estate) (Saputra, 2021), lebih menghemat ruang jika direncanakan dengan baik dibandingkan rumah-rumah mewah dengan lahan luas yang hanya dihuni beberapa orang, dan khusus di wilayah perencanaan juga mampu mengimbangi investasi terhadap pembangunan kantor-kantor baru yang mencapai 43,5 Ha luasnya (Ruhulessin, 2021). Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan apartemen yang tepat agar bisa memaksimalkan potensi tersebut tanpa memperburuk masalah. Perencanaan dilakukan dengan kembali memikirkan teori Doxiadis (1970) dalam perencanaan kota dimana selalu dibutuhkan hubungan interkoneksitivitas antara 5 elemen: manusia, masyarakat, shell, jaringan dan alam itu sendiri. Secara detail perencanaan dilakukan dengan meninjau prinsip Transit Oriented Development (TOD) dan Green Building yang akan disatukan dalam naungan SMART Tech.
PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN KYAI GALANG SEWU SEMARANG M Najib Asrof Imtiyas
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Menurut pengurus pondok pesantren Kyai Galang Sewu di bidang sekretariatan  menjelaskan bahwa 9 dari 10 santri yang mendaftar pertahunnya, sudah diterima dahulu sebagai mahasiswa di suatu perguruan tingginya masing masing. Kebanyakan dari  mereka kuliah di Universitas Diponegoro, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Kesehatan Semarang, bahkan ada yang kuliah di Universitas Semarang. Pengurus juga mengatakan bahwa santri baru yang dulunya juga pernah mondok di pesantrennya lebih memilih untuk terus melanjutkan pondoknya daripada tinggal di kos atau kontrakan. Hal ini disebabkan karena kegiatan belajar di pondok pesantren (ngaji) sudah menjadi kebiasaan mereka di kehidupan sehari – hari. Selain itu juga kebanyakan dari mereka mendapat saran dari guru – guru mereka untuk tetap melanjutkan pondoknya meskipun  disampingi dengan kuliah.Adanya program pengurus dan kyai yang ingin mengembangkan pesantren ini juga menjadi alasan mengapa penulis mengambil judul ini. Pengembangan ini direncanakan sejak tahun 2018. Untuk kurikulum pondok pesantren ini menganut pada kurikulum pondok pesantren dimana sistem pembelajaran terpaku pada kitab – kitab kuning. Hanya saja mahasiswalah yang menjadi santri disini. Perencanaan ini juga sebagai rasa khidmat dan ta’dhim saya ke pondok pesantren dan guru – guru saya untuk sedikit membantu dalam proses mendesain bangunan ini. Untuk itu sedikit adanya kontribusi ini diharapkan mampu memberikan bekal kedepannya untuk melakukan rencana pengembangan dan penataan pondok pesantren Kyai Galang Sewu Tembalang Semarang ini. Penataan dalam hal ini berarti desain ulang ( redesain ) serta pengembangan disini berarti perluasan lahan maupun penambahan sarana dan prasarana.
MASJID KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN BANGUNAN HIJAU An Umillah Hasya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Keputusan DirekturJenderalBimbingan Masyarakat Islam No. DJ. II/ 802 Tahun 2014 TentangStandarPembinaanManajemen Masjid, Masjid adalahbangunantempat ibadah umat Islam yang dipergunakanuntukshalatrawatib (lima waktu) dan shalatjumat. Masjid Agung Semarang atau yang biasadisebut Masjid Kauman Semarang merupakan masjid tertua di Kota Semarang. Masjid Agung adalah masjid yang berada di ibukotaPemerintahanKabupaten/ Kota dan disahkan oleh Bupati/ WalikotaatasusulanDirektur Kementerian Agama Kabupaten/ Kota yang menjadipusatkegiatankeagamaanislam dan sosialdenganpartisipasiinstansipemerintahkota. Persebaranpendudukmuslim di Kota Semarang semakinbanyak, namundikarenakan Masjid Kaumanmerupakanbangunan lama dan telahdigolongkansebagaicagarbudaya, Masjid Kauman Semarang belummemenuhikriteriatipologi Masjid Agung yang adasekarang. Berdasarkanhaltersebut, makabelumadanya Masjid Agung Semarang yang dapatmemenuhikebutuhanpendudukmuslimkhususnya Kota Semarang. Oleh karenaitumenjadiacuanpenulisuntukmerancang Masjid Kota Semarang. Masjid Kota Semarang initermasukdalamtipologi Masjid Agung. Perancangan Masjid Kota Semarang diharapkandapatmenjadipenghubungkegiatanpositifbaikdalambentuk ibadah maupunkegiatanbudaya. Perancanganinimengambillokasi di Jalan YosSudarso, Kecamatan Semarang Barat, dikarenakanmerupakan wilayah pusatkotadenganpendudukmuslimtertinggiketiga di Kota Semarang. 
PENGEMBANGAN STASIUN KELAS I SEBAGAI BAGIAN DARI REAKTIVASI STASIUN BONDOWOSO Angeline Michelle Justisia S Koraag
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengacu pada PeraturanPresiden No. 80 Tahun 2019,  pemerintahmerencanakan salah satu program pembangunan (kembali) trayekkeretaapimenuju Pelabuhan Panarukan yang melewatiKabupatenBondowoso. ReaktivasilayanankeretaapitrayekKalisat-Panarukantentuharusdiikutidenganpengembanganstasiun yang dilalui oleh trayektersebut, termasukStasiunBondowoso. Namun, adanyafungsibarusebagai museum dan status BangunanCagarBudaya pada StasiunBondowosodiikuti oleh ketentuan-ketentuan yang harusditaati agar tidakmenghilangkannilainya. Agar rencanareaktivasitrayekKalisat-Panarukandapatberjalandengantetapmempertahankannilaicagarbudayadari Museum KeretaApiBondowoso, makadiperlukanreaktivasiStasiunBondowososebagaititikkedatangan dan keberangkatanpenumpangkeretaapiberupapembangunanstasiunbaru. Oleh sebabitu, muncullahmasalahperancanganterkaitbagaimanamenghadirkanbangunanstasiunbaru yang fungsionalnamuntetapmempertahankanbangunanstasiun lama sebagaibangunancagarbudaya dan terciptakesinambungan di antarakeduanya. Meskipunstasiunbaruhadirdengangaya yang berbedadenganbangunan lama, dalamperancangannyatetapharusmemperhatikanprinsip-prinsip yang digunakan pada perancanganbangunan lama. Mengacu pada kondisi-kondisiini, perancanganiniberusahauntukmerancangpengembanganbangunanbaruStasiunBondowososesuailayanankeretadenganmemperhatikankeberadaanbangunanstasiun lama melaluipendekatankontekstual.  
MASJID AGUNG KABUPATEN KULON PROGO BERDASARKAN TINJUAN REGIONALISME KRITIS Baharrudin Purbahanggita
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

    Masjid merupakantipologibangunan ibadah yang keberadaannyamudahditemukankhususnya di Indonesia yang mayoritasberagamaislam. Terlebih di tradisimasyarakatjawa masjid seringditemukan di barat alun-alunkota. Perancangan masjid tersebutmasukkedalamklasifikasi masjid agung karenakepemilikanpemerintahdaerah. Pendekatan pada perancangan masjid agung denganregionalismekritis yang menitikberatkan pada kontektualtapak. Regionalismekritis pada perancangan masjid agung lebihmelihatdaritipe masjid yang memilikihierarkiruang yang paling tinggisebagairuangutamasholat. Selain itu juga pendekatanregionalismekritisberkaitandengankontekstualalamdengan salah satunyaekplorasi material alam yang ada di sekitartapak. Selainituregionalismekritis juga melihatsistemstruktur yang biasaumumdigunakan oleh masjid jawa yang kemudian di sesuaikan agar dapatbentanganlebar.
TERMINAL BUS MANGKANG MIXED-USE BERBASIS ARSITEKTUR INKLUSIF ADAPTASI PANDEMI COVID-19 Maharani Rachma Savitri
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan Ibu Kota ProvinsiJawa Tengah dan kota metropolitan membutuhkanpenunjangkegiatanmobilisasiterutama di daratyakni salah satunyadenganadanya terminal bus. Kota Semarang memiliki Terminal Tipe A yakni Terminal Mangkang yang menjadisimpulpergerakantransportasidarat di Kota Semarang, sebagaipenghubungdengankota Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan kota-kotalainnya di Indonesia. Lokasinya yang berada di KecamatanTugu dan jauhdaripusatkotamemunculkanbanyak terminal bayangan di sekitarlokasi dan menyebabkankemacetan. Pandemi Covid-19 juga turutberdampak pada intensitasjumlah bus dan penumpang pada terminal. Mengenaihaltersebut Menteri  Perhubunganmemilikigagasanuntukterusmelakukanpembenahan pada pelayanan terminal hinggabisasamabaiknyadengan Bandara. Untukmenarikminatpengunjungdiperlukanredesain Terminal Mangkangdengankonsep Mixed-Use yakniberupapusatkuliner dan oleh-oleh serta Mall Pelayanan Publik sebagaifungsiekonomi dan sosial. Terminal juga terkoneksidenganlingkungansekitardimanaterdapatsektorpariwisatayakniKebunBinatangMangkang di seberang terminal sebagaiperluasanjangkauan terminal. Selainitu terminal juga memilikitampilanikonikmengadopsi  konsep neo vernakuler, inklusif, dan adaptifterhadapPandemi Covid-19 sebagaipemenuhankenyamanan dan keamananpengunjung. 
BOGOR REGENCY SPORTS CENTER DENGAN PENDEKATAN ECO-TECH Ariyatna Kurnia Ruditya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satubentukusahamenerapkanpolahidupsehatadalahdenganberolahraga. Di sampingmanfaatnyabagikesehatan, olahraga juga dapatmembangunidentitas dan karaktersuatumasyarakat. Prestasidalambidangkeolahragaandapatmemperkokohketahanannasional, mengangkatkehormatan, martabat, dan harkatbangsa di kancahinternasional, sertamempereratpersatuan dan kesatuanbangsa. Mengingatperanolahragadalampembangunan Negara tersebut, diterbitkanlahPeraturanPresiden RI Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain BesarOlahraga Nasional (DBON). Grand design inidibuatsebagaiupayamenggencarkan kultur ataukebiasaanberolahraga pada Masyarakat Indonesia denganmelakukanpembinaan dan pengembangansehinggadapatmunculbibitatlet-atlet Nasional.  Salah satusentrautama DBON iniadalahprovinsiJawa Barat karenamerupakangudangatletnasional. Provinsiinimerupakanjuarabertahan PON XIX dan XX yang menandakankeberhasilannyadalamaspekkeolahragaan. Untukmendukungterlaksananya DBON, daerah-daerah di Jawa Barat perlumemilikisarana dan prasaranakeolahragaan yang baik dan memadaidenganstandarnasionalmaupuninternasional. Salah satudaerah yang memilikipotensikeolahragaan di Jawa Barat adalahKabupaten Bogor. Pada Kabupaten Bogor sudahterdapatkawasanolahragadenganstandarinternasionalyaitu Kawasan Stadion Pakansari di Kecamatan Cibinong. Namunmengingatluasnya wilayah Kabupaten Bogor, makatetapdiperlukansuatufasilitas yang dapatmendukungsekaligusmeningkatkanminatberolahragamasyarakatKabupaten Bogor di daerahselainKecamatan Cibinong. FasilitasinidapatberupaGelanggangOlahragaatauSports CenterTipe B (melayanikebutuhantingkatkabupaten) yang menerapkanstandarinternasional pada desainnyasebagaiupayamelahirkanbibitatletinternasional.
SEKOLAH TINGGI SENI PERTUNJUKKAN DI YOGYAKARTA DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR EKLEKTIK Hana Fairuz Shinta
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi yang berada di Pulau Jawa yang memiliki adat istiadat dan budaya yang sangat menarik. Sebagian besar masyarakat di sini masih memegang teguh adat istiadat dan budaya yang dimilikinya. Dari proses kebudayaan tersebut munculah berbagai kesenian sebagai bentuk ekspresi dan karakter masyarakat setempat. Kesenian daerah tersebut tersebar di seluruh wilayah di Provinsi Yogyakarta salah satunya adalah Kabupaten Kulon Progo. Kesenian tersebut dihidupkan oleh kelompok seniman yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kulon Progo. Kulon Progo juga terkenal dengan budaya seni pertunjukkannya khususnya seni tari. Total jumlah komunitas seni pertunjukkan di Kulon Progo sampai tahun 2020 sudah mencapai 1096 kelompok seni. Dari beberapa kesenian yang ada, seni pertunjukkan merupakan salah satu kesenian yang patut dilestarikan. Kesenian Kulon Progo dikelompokkan ke dalam berbagai macam yaitu seni tari, seni music, seni teater/drama, dan seni karawitan.cNamun hingga tahun 2014 jumlahnya hanya komunitas tersebut menurun. Sehingga pemerintah menggencarkan kegiatan yang akan mendukung Kembali kesenian tersebut. Sekolah Tinggi Seni Pertunjukkan di Kulon Progo ini merupakan perancangan fasilitas pendidikan yang berfokus pada bidang seni pertunjukan. Proyek ini dirancang untuk mewadahi kebutuhan para peminat kesenian pertunjukan asal DIY yang hingga saat ini belum memiliki fasilitas pendidikan formal untuk mengembangkan bakat mereka dalam bidang seni pertunjukan.•

Page 11 of 12 | Total Record : 115