Jurnal Poster Pirata Syandana
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles
115 Documents
Search results for
, issue
"PERIODE 154 (Juni 2022)"
:
115 Documents
clear
PENGEMBANGAN STASIUN TABING BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD)
Ni matul Aufa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebagai pusat perekonomian dan pemerintahan ibukota, Kota Padang memiliki aksesibilitas layanan jasa transportasi yang beragam, mulai dari jalur darat, udara, juga perairan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memilih moda transportasi yang diinginkan. Salah satu moda transportasi yang cukup diminati masyarakat Kota Padang yaitu kereta api, dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah penumpang sebanyak 35% dari tahun 2017-2020. Disamping itu Pemerintah Kota Padang saat ini sedang menerapkan penggunaan moda transportasi massal yang terintegrasi untuk mendukung Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Padang, salah satunya mengenai rencana pengembangan Stasiun Kereta Api Tabing yang terintegrasi dengan BRT dan monorel.Stasiun Tabing sendiri merupakan stasiun kereta api yang terletak di pinggir jalan utama dan menghubungkan pusat kota Padang dengan Bandara internasional Minangkabau (BIM). Perencanaan pengembangan Stasiun Tabing juga didukung oleh peningkatan jumlah penumpang yang belum diimbangi dengan fasilitas-fasilitas yang memadai. Oleh karena itu PT. KAI menilai bahwa dibutuhkannya peningkatan kualitas pelayanan Stasiun Tabing agar masyarakat lebih percaya dan memilih menggunakan jasa transportasi kereta api. Penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) pada pengembangan kawasan stasiun Tabing ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menggunakan angkutan transportasi massal yang aman dan nyaman, serta menjadikan Stasiun Tabing sebagai stasiun terpadu dan terintegrasi dengan lingkungan sekitarnya.
RESORT DI RAWA PENING DENGAN PENDEKATAN KONSEP ORGANIK
Maitsaa Darin Marsaa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tidak bisa dipungkiri, sandang, pangan, dan papan merupakan kebutuhan yang pokokbagi setiap makhluk hidup. Dalam bertahan hidup manusia perlu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Dalam berusaha untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, manusia tak sering menemui titik jenuh dan merasa lelah. Berwisata merupakan kegiatan yang dilakukan manusia untuk mengembalikan stamina yang hilang saat merasakan titik jenuh dan lelah. Berwisata menjadi kebutuhan manusia demi menghilangkannya titik jenuh dan rasa lelah. Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia, tahun 2020-2021, tempat rekreasi di kabupaten semarang, khususnya Rawa Pening, menduduki peringkat ketiga dengan jumlah pengunjung terbanyak setelah tempat rekreasi Candi Gedongsongo dan Cimory on The Valley, hal ini menandakan kawasan Rawa Pening termasuk kedalam daerah yang masih diminati sampai sekarang oleh pengunjung untuk berwisata. Disisi lain, Rawa Pening merupakan salah satu dari 15 danau yang diutamakan di tingkat nasional yang merupakan warisan Provinsi Jawa Tengah. Rawa Pening tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan nilai ekologi yang tinggi tetapi juga menjanjikan tawaran keadaan lingkungan seperti rawa dan persawahan yang cantik untuk menarik datangnya pengunjung. Dengan adanya kemampuan Rawa Pening menjadi tujuan tempat rekreasi oleh wisatawan semakin mengharuskan adanya peningkatian kualitas fasilitas rekreasi. Belum adanya penginapan berbintang di kawasan Rawa Pening menjadikan kawasan ini menjadi sangat cocok sebagai lokasi perancangan resort sebagai fasilitas penunjang kegiatan pariwisata yang ada di Rawa Pening. Fasilitas resort yang disebut wajib mengacu pada tujuan resort yaitu sebagai tempat wisatawan bersantai dan berlibur. Dimana perancangan resort tetap memperhatikan keadaan alam di Kawasan Rawa Pening, dan sebisa mungkin tidak merusak ekologi yang ada di danau Kawasan Rawa Pening. Konsep desain bangunan di area industri dengan dasar tujuan pariwisata yang dapat memberikan kesan berbaur pada alam sekitarnya salah satunya adalah konsep arsitektur organik. Tidak hanya menjaga ekologi sekitar tetapi juga dapat mendukung kegiatan pariwisata yang terdapat di Kawasan Rawa Pening. Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, penulis mengambil sebuah kesimpulan yaitu Perancangan Resort Di Kawasan Rawa Pening dengan Pendekatan Konsep Organik dapat dijadikan fasilitas penunjang kegiatan pariwisata yang ada di Rawa Pening dan dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang setiap tahunnya.
SEMARANG INCLUSIVE RECREATIONAL COMMUNITY CENTER
Stevan Hermawan
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seringkalikaumdisabilitasdi Indonesia mengalamitindakandiskriminatifbaikdariindividu, lembaga, danmasyarakat. Stigma kaumdisabilitasyang dipandanglemaholehmasyakatkitamembuatkonotasi yang negatifpadakaumdifabelsepertiketidakmampuandalambekerja, lemah, ketidakmampuanfinansialdan lain-lain yang membuatkesan “layak” untukdisantuni (Masduqi,2010). Kota Semarang merupakansalahsatukotabesar di Indonesia yang memilikijumlahpenduduksebanyak1,65 juta jiwa (Badan Pusat Statistik, 2020). Dengan jumlah penduduk penyandang disabilitassebanyak3.243 orang sedangkan jumlah keseluruhan masyarakat disabilitas Kota Semarang yaitu 5.800 orang (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kota Semarang tahun 2020). Namun sayangnya warga masih merasa kota Semarang masih belum ramah disabilitas. Hal tersebut dilontarkan oleh Ketua Yayasan Satu Harapan Didik Sugiarto meminta untuk Pemkot Semarang untuk dapat melengkapi fasilitas publik yang ramah kaum difabel. Beliau juga mengeluh terhadap salah satu proyek fasilitas publik di Kota Semarang yaitu Museum Bubakan yang tidak ramah difabel, padahal terkait fasilitas publik yang ramah difabel sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas (mediaindonesia.com 2021). Terrdapat salah satu komunitas kelompok Difabel di Semarang yaitu Komunitas Sahabat Difabel yang mana komunitas ini merangkul dan juga memberikan dukungan terutama pemberdayaan bagi kaum difabel di Kota Semarang. Komunitas ini berfokus untuk pengembangan kualitas SDM khususnya untuk masyarakat disabilitas. Namun terkait kondisi fisik dari komunitas tersebut juga belum begitu baik. Oleh karena itu, perlu adanya ruang publik dalam wujud Community Center dengan konsep Inclusive Recreational Community Center di Kota Semarang untuk dapat melengkapi fasilitas rekreasi publik di Kota Semarang yang bersifat inklusif.
REDESAIN MASJID JABALUL KHOIR SEBAGAI LANDMARK KOTA PURWODADI
Pamila Lutfiana Sari
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keberadaanbangunan masjid di Kota Purwodadicukupbanyakdaribangunanperibadatanlainnya. Hal tersebutdikarenakanmasyarakat yang beragama Islam juga mendominasi. Zaman yang semakinberkembang, tidakbisadipungkiriterjadinyaperkembangan pula pada bangunan masjid di Kota Purwodadi. Salah satu masjid terbesar di Kota Purwodadiyaitu Masjid JabalulKhoir, yang terletak di kawasanSimpang Lima Purwodadi. Letaknya yang strategis di pusatkegiatanmasyarakatPurwodadi, menjadikan Masjid JabalulKhoirsebagai landmark Kota Purwodadi yang banyakdikunjungimasyarakatdalammaupunluar Kota Purwodadi, denganberagamkegiatan.Akan tetapi, bangunan Masjid JabalulKhoirbelummemaksimalkanfungsinyasebagai landmark Kota Purwodadi. Hal tersebutdapatterlihatdaripotensi-potensi yang ada pada Masjid JabalulKhoirbelumdimanfaatkansecara optimal, sepertikurangnyafasilitaspenunjang yang menyebabkanminimnyakegiatanmasyarakat yang dapatditampung. Selainitu, pada aspekekologimasihterdapatsumberdayaalam yang belumdimanfaatkandenganbaikuntukmenatakawasan Masjid JabalulKhoir. Oleh sebabitu, diperlukanperancanganulangterhadapkeberadaan Masjid JabalulKhoir, agar dapatmencerminkanfungsinyasebagai salah satu ikon Kota Purwodadi, tidakhanyadarisegifasadbangunanbahkanbisabermanfaatbagilingkungansekitar, denganmenerapkankonseparsitekturtropisuntukmeresponkondisilingkungan. Bangunan masjid akandibuatmenjadi 2 lantai yang awalnyahanya 1 lantai, untukmenambahkapasitasjamaah. Pada kawasan masjid akanditambahkanfasilitastaman dan perpustakaan yang dapatmenjaditempatrekreasisekaligusmenambahpengetahuanpengunjung. Selainitu, terdapat pula fasilitaskoperasi, toko souvenir, dan ruangserbaguna, sertamenara masjid.
PERANCANGAN RENTAL OFFICE MELALUI PENDEKATAN BANGUNAN MODERN DI JALAN DIPONEGORO SEMARANG
Nikolas Soniadhi
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Commercialsearch.com dengan berita luar negeri bertajuk “predicting-the-market-for-office-space” menjabarkan terkait dengan dampak dari pandemi Covid -19 pada penyediaan ruang perkantoran yang beragam terhadap jenis penyewa. Sebagai contoh, penyewa besar akan mempertahankan sewanya sedangkan penyewa menengah cenderung mengurangi luasan sewa dan penyewa kecil melakukan migrasi model kerja. Respons penyewa terhadap kondisi pandemi berpotensi menyebabkan tingkat sewa perkantoran menurun dan berlangsung selama tahun 2021 (Fishman 2021) Kondisi yang terjadi pada paragraf sebelumnya merupakan gambaran global dari efek pandemi covid-19. Terhadap kondisi ekonomi yang masih belum stabil terdapat imbas yang cukup signifikan pada penurunan jumlah pengguna (Okupansi) dari perkantoran. Diperkuat dengan antisipasi dari penularan serta pertimbangan kenyamanan pekerja maka, pergeseran model kerja dari bekerja di kantor (WFO) menjadi bekerja dari rumah (WFH) sehingga terjadi pergeseran tren penyediaan bangunan perkantoran. Dengan adanya kelebihan dan kekurangan dari penerapan WFH, pelaku kerja dapat memutuskan optimalisasi kerja dalam lapangan usaha masing-masing yang dapat memberikan sumbangsih pada perbaikan perekonomian. Pada dasarnya meskipun kerja dapat dilakukan dari rumah (WFH) namun kantor tetap diperlukan sebagai tempat pusat koordinasi, formalitas dan perkumpulan bagi para pekerja.
REVITALISASI PASAR BUKU PALASARI BANDUNG
Faza Ramadhan Ekaputra
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menurut data AC Nielsen tahun 2005, pertumbuhan pasar tradisionalmelambat dan pertumbuhan pasar tradisionalmenyusutmenjadi 8% per tahun, sedangkanpertumbuhan pasar modern mencapai 31,4% per tahun (Poesoro, 2007). Hal inidisebabkandampakdaripermasalahan pasar tradisionalkarenafaktor internal dan eksternal. Faktor internal berupapengelolaan pasar yang tidakprofesional, banyakbangunanfisik dan sekitarnya yang masih kurangterawat dan tidakterawat. Hal inisecaratidaklangsungmenyebabkanpembelitidakmaumemasuki area pasar. Selainfaktoreksternaltersebut, perbankandinilaikurangmenjanjikansehinggamenyulitkanpedaganguntuklebihmengembangkanusahanya, tanpa bias terhadappedagangkecil. Pasar tradisional, jikadirencanakan dan dikeloladenganbaik, dapatmemberikanpendapatanaslidaerah (PAD) yang signifikan dan peluanguntukberkolaborasidengansektorswasta. Kehadirannyamenjadi salah satuindikatornyataaktivitasekonomimasyarakat di wilayah tersebut. Pasar adalah salah satujenis dan karakteristik yang berbedadarijenispengembanganruangpublikperkotaan dan dapatbertindaksebagaipenghubungkestrukturperkotaan. Memahamidinamika pasar saatini, terutamamelihatke masa depan, dapatmenciptakanparadigma dan pendekatanbaruterhadapruangpublik, pasar, inklusisosial dan mobilitasekonomi, sertamengidentifikasipeluang dan potensi strategi implementasi. Salah satucarauntukmeningkatkaninklusisosial di ruangpublik dan mempromosikanterjemahanadalah pasar (Project for Public Spaces, Inc. dan Partners for LiveableCommunitys, 2003).
MALL UMKM DAN COMMUNITY CENTER DENGAN PENDEKATAN KULTURAL DI KOTA DKI JAKARTA
Safa Medianto
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan data Kementrian Ketenagakerjaan (Kemnaker) banyak orang yang terkena dampak pandemi sekitar 29,2 juta pekerja dirumahkan, setengah hari kerja, maupun PHK selama 2019-2021 dengan adanya pendataan tersebut banyak pekerja beralih profesi sebagai wirausahawan dengan mendirikan UMKM. Serta seiring dengan perkembangan zaman yang diikuti dengan isu globalisasi dan Provinsi DKI Jakarta sebagai kota metropolitan, budaya Betawi semakin terpinggirkan oleh budaya-budaya yang berasal dari luar. Selain itu, banyaknya pendatang baru maupun pekerja di jakarta setiap tahunnya membuat kebutuhan ruang publik untuk warga jakarta semakin meningkat. Serta menyebabkan kenaikan tingkat stres pada masyarakat, salah satunya dengan adanya kebijakan baru dikarenakan adanya pandemi yang memicu tingkat kecemasan para masyarakat timbul sangat cepat. Tidak hanya itu, dengan adanya pengamen mapun pengemis ondel-ondel menandakan bahwa hilangnya ikon budaya Betawi, seharusnya ikon tersebut tidak digunakan untuk meminta-minta maupun mengemis, sehingga peran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat dibutuhkan dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan khususnya budaya Betawi. Dengan adanya isu tersebut maka dibutuhkannya ruang budaya dan ruang rekreasi yang dapat di kunjungi oleh seluruh kalangan untuk tetap mengembangkan pelestarian budaya dan mengembangkan UMKM di DKI Jakarta.
APARTEMEN BERKONSEP SMALL OFFICE HOME OFFICE (SOHO) DENGAN PENEKANAN GREEN ARCHITECTURE BERBASIS EDGE DI BSD CITY
Niabella Imania Putri
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota yang berbatasanlangsungdengan Ibu Kota DKI Jakarta, memungkinkanbanyaknyapendatangdari Jakarta masukke Tangerang Selatan untukkeperluanpekerjaanmaupunmencarihunian. Hal ini juga didukungdenganadanyakotamandiri di Tangerang Selatan yaitu BSD City, kota yang pembangunannyaterencana dan menjajikan. Dilihatdarisemakinmeningkatnyakebutuhanhunian dan minimnyaketersediaanlahan di Kota Tangerang Selatan, makadibutuhkantempat yang memadaiuntukmengakomodasikebutuhantersebut. PerancanganApartemen Small Office Home Office (SOHO) di BSD City inimenjadipilihan yang tepatmengingatminatApartemen SOHO masihtinggi. Selainmenghematpengeluaran, para penghuni juga dapatmenghematwaktu dan dapatbekerjadenganfleksibel.Kebutuhanlistrik dan air pastinya sangat diperlukanuntukmenunjangkegiatan di dalamnya. Hal iniberpengaruhterhadapkonsumsienergibangunan. Namun, jikakonsumsienergi pada bangunanterlalutinggi, dapatmembahayakanlingkungansertaberdampak pada biayaperawatan dan perbaikanbangunan yang tinggi. Untukmenghadapisituasitersebut, perancanganapartemeninimenggunakanpenekanan green architecture yang dievaluasidengan software EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiences), denganmemperhatikanaspekefisiensienergi, air, dan material pada bangunan. Melaluipenekanan dan evaluasidapatmenghasilkandesain yang nyaman, efektif, efisien, sertahematenergisebagaiupayapelestarianlingkungan. Sekaligusdapatmenjadinilaipentingdalammenarik investor dan end user.
SEMARANG SPORT CENTER PUSAT OLAHRAGA DAN REKREASI DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN HI-TECH ARCHITECTURE
Muhammad Faiz Naufal
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Semarang adalahkota yang memilikimasyarakat yang mempunyaiapresiasi yang tinggiterhadapperkembangan dunia olahraga. Olahragasudahmenempatiposisi yang pentingdalamkehidupansehari – harimasyarakat di Semarang. Bahkanmeningkatnyaminatmasyarakatditunjukkandengansemakinbertambahnyaklub – klubataukelompok – kelompokdariberbagaicabangolahraga di Jawa Tengah. Menurut BPPLOP, tercatatterdapat 322 atletresmi yang tersebarkebeberapacabangolahraga di Semarang. Bahkan, Semarang berhasilmendapatkan 3 medalisaat event PON XX di Papua
SPORTS CENTER DENGAN PENDEKATAN RUANG PUBLIK DI TEGAL (TEGAL SPORTS CENTER & PARK)
Dita Meirina Permata
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Tegal yang terletak di Jawa Tengah, juga dinilaiberpotensidalambidangolahraga. Kota iniseringkalimenyumbangcukupbanyakatletdalamajangkompetisiolahraga. Berdasarkan data KONI Kota Tegaltahun 2020, terdapat total 123 atletdariberbagaicabang yang sudahterdaftarsecararesmi di KONI cabangTegal. Diantaraolahraga-olahragatersebut, adabeberapaolahraga yang berpotensi di Kota Tegaldiantaranyatenislapangan, renang, dan pencaksilat. Yang dapatdibuktikandenganperolehanmedali dan juga perwakilan di PON Papua 2021. Walaupunbegitu, saranapelatihanolahraga di Kota Tegalmasihterbilangcukupterbatas. Hanyaada 3 GOR di Kota Tegalyaitu GOR Wisanggeni ,GOR Tegal Selatan, dan GOR Badminton Maruto. Diantara 3 GOR tersebut, hanya GOR Wisanggeni yang dapatmemfasilitasibeberapajenisolahraga. Sedangkan GOR Tegal Selatan difokuskanuntukolahragatenismeja dan GOR Badminton Marutodifokuskanuntukolahragabulutangkis. Sayangnyabanyakfasilitas di GOR Wisanggeni yang tidakdigunakansehinggamenjaditerbengkalai. Contohnyaada pada lapanganvoli yang ditumbuhirumput liar, ruko-rukobagianbelakang yang tidakterpakai, fasilitaspanjattebing yang rusak, dan lain-lain. Dari permasalahantersebut, Sports Center dapatmenjadisebuahsolusi yang tepat. Hal ituberhubungandengan Kota Tegalmemerlukanadanyasebuahfasilitasolahraga yang letaknyastrategis dan sesuaistandar , sertadapatmemfasilitasiolahraga- olahraga yang potensialuntuk Kota Tegal dan sekitarnya.