cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 165 Documents
Search results for , issue "PERIODE 158 (JUNI 2024)" : 165 Documents clear
DEPOK POSTVENTION REHABILITATION CENTER FOR SUICIDE LOSS SURVIVORS Azzahra, Siti Fatimah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika seseorang melakukan bunuh diri, hal pertama yang terjadi adalah menyebabkan duka bagi orang-orang di sekitarnya. Seseorang yang mengalami kehilangan bunuh diri disebut sebagai penyintas bunuh diri. Penyintas bunuh diri biasanya mengalami duka yang lebih rumit dan lama. Hal ini menyebabkan gangguan emosional yang berdampak pada kondisi psikologis mereka. Fenomena bunuh diri tiruan atau copycat dapat muncul sebagai akibat dari kondisi psikologis yang terganggu. Copycat suicide dapat dicegah dengan intervensi postvention atau pascakematian. Rehabilitasi, atau penanganan pascakematian bunuh diri membantu individu dan sekelompok orang mengatasi trauma dan duka yang disebabkan oleh kematian seseorang yang bunuh diri. Analisis data dan perilaku adalah fokus dari pendekatan yang digunakan untuk menyusun program ini. Pendekatan perilaku penyintas kehilangan bunuh diri digunakan sebagai dasar untuk pembuatan program ruang perancangan.
PUSAT KEGIATAN MAHASISWA DAN INOVASI UNIVERSITAS DIPONEGORO Araminta, Zauhair
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Student Center atau Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Undip Tembalang merupakan salah satu fasilitas Undip yang berfungsi sebagai wadah kegiatan mahasiswa terutama di bidang non-akademik seperti Ormawa dan ekstrakurikuler tingkat kampus dalam Unit Kegiatan Mahasiswa. Namun dari sekian banyak UKM yang ada, tidak semua aktivitasnya dapat diakomodasi oleh gedung PKM. Banyak kegiatan-kegiatan UKM yang memerlukan ruang lebar atau membutuhkan kriteria ruang tertentu yang tidak dimiliki gedung PKM. Fungsi Student Center untuk mewadahi kegiatan mahasiswa nyatanya tidak dapat terpenuhi sepenuhnya akibat kurangnya fasilitas yang dimiliki gedung tersebut. Anggota UKM cenderung lebih memilih melakukan aktivitas dan kegiatannya di luar Student Center dengan suasana yang lebih nyaman. Selain kegiatan organisasi dan UKM, Undip juga mendukung kegiatan riset dan inovasi oleh dosen maupun mahasiswa. Hal ini sesuai dengan visi Undip yaitu Undip sebagai Universitas Riset yang Unggul. Pengembangan riset dan inovasi ini tentunya memerlukan wadah khusus yang bisa mengakomodasi kebutuhan kegiatan riset tersebut. Perancangan Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa dan Inovasi dengan pendekatan Arsitektur Boofilik menjadi penting sebagai salah satu upaya perwujudan visi Undip menjadi Kampus Riset Yang Unggul. Pendekatan Arsitektur Biofilik sendiri dipilih karena selaras dengan orientasi pengembangan wilayah kampus Undip yang green dan sustainable. Pengembangan Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa dan Inovasi diharapkan dapat menjadi wadah kegiatan mahasiswa, mendorong produktivitas dan kreativitas mahasiswa, meningkatkan jumlah riset dan inovasi oleh kampus, serta sebagai wadah inkubator bisnis.
PASAR MODERN BSB DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR FUTURISTIK Hafidz, Muhammad
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota yang dikenal sebagai pusat perdagangan yang cukup maju di Indonesia. Kota ini memiliki berbagai potensi bentang alam yang melimpah serta memiliki letak yang strategis yaitu terletak di jalur persimpangan kota-kota besar sehingga memiliki potensi besar dalam memfasilitasi kebutuhan ekonomi dan mempertahankan peran sosial dari sebuah pasar dalam kehidupan masyarakat. Namun, yang terjadi saat ini adalah munculnya fenomena berupa semakin menurunnya eksistensi pasar tradisional di Indonesia. Menurunnya eksistensi pasar tersebut berbanding terbalik dengan keberadaan pasar modern yang kian merebak dan berkembang pesat. Maka, diperlukan suatu solusi inovatif dalam upaya peningkatan kembali eksistensi sebuah pasar. Dalam konteks era globalisasi dengan pola dan gaya hidup masyarakat yang kian modern dan instan, masyarakat semakin menginginkan dan membutuhkan kemudahan dan kecepatan dalam segala hal tidak terkecuali tempat berbelanja. Oleh karena itu, perlu dirancang sebuah pasar yang mampu memadukan antara kebutuhan dalam aspek ekonomi maupun aspek sosial dengan gaya hidup modern. Dengan pendekatan arsitektur futuristik, pasar ini diharapkan mampu menjadi ikon baru untuk Kota Semarang serta memperkenalkan konsep pasar yang sesuai dengan tuntutan zaman. Dengan bentuk yang dinamis, estetis, dan inovatif, pasar ini diharapkan dapat bersaing bahkan tidak menutup kemungkinan untuk pasar dapat mengalahkan pasar-pasar modern. Perancangan pasar ini diharapkan juga dapat menjadi pionir dalam mempertahankan eksistensi pasar tradisional.
PERPUSTAKAAN KOTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR DI SEMARANG Zafira, Salma Hafni
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan kota di Semarang dirancang untuk mengatasi permasalahan tingginya minat baca, namun tidak diseimbangkan dengan fasilitas yang memadai. Selain itu, Perpustakaan Kota ini akan menggunakan pendekatan arsitektur neovernakular agar dapat memberikan kesadaran akan budaya Indonesia di Semarang. LP3A perpustakaan kota dengan pendekatan arsitektur neo-vernakular di Semarang ini dibuat dengan menggunakan metode deskriptif, studi literatur, dan metode komparatif. Hasil dari LP3A ini menunjukkan bahwa rancangan perpustakaan kota di Semarang akan dirancang dengan pendekatan arsitektur neovernakular sesuai dengan aspek-aspek arsitektur neo-vernakular. Dengan demikian, dari isu yang sedang terjadi perlunya adanya rancangan perpustakaan kota dengan pendekatan neo-vernakular di Semarang.
RUSUN LANSIA DI KOTA SEMARANG Achmad Khansa Daniswara, Ega
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sudah memasuki struktur penduduk tua (ageing population) sejak tahun 2021, di mana persentase penduduk lanjut usia sudah mencapai lebih dari 10 persen. Kota Semarang merupakan salah satu kota dengan presentase penduduk lanjut usia yang tinggi. Kota Semarang memiliki angka usia harapan hidup yang terus bertambah setiap tahunnya. Usia harapan hidup di Kota Semarang bertambah 0,49% di empat tahun terakhir, yaitu dari 77,25% di tahun 2018 menjadi 77,78% di tahun 2022 (BPS, 2024). Presentase jumlah lansia di Kota Semarang juga bertambah setidaknya 3% dari 2018 sampai 2023. Pada tahun 2023 Jumlah lansia di Kota Semarang mencapai 198 ribu jiwa atau sekitas 11,8 persen dari jumlah penduduk Kota Semarang (BPS, 2024). Permasalahan yang terjadi pada lansia diantaranya adalah penurunan kesehatan fisik dan perubahan aktivitas sehari hari yang mengakibatkan stress. Menurut WHO usia lansia merupakan usia dengan resiko stress paling tinggi. Stress pada lansia paling umum disebabkan karena kesepian ditinggalkan oleh pasangan maupun keluarga serta rasa bosan karena sudah sulit untuk beraktivitas seperti sedia kala. Menurut Badan Pusat Statistik terdapat sekitar 7,25 persen lansia yang tinggal sendiri dan 20,85 persen lansia yang tinggal bersama pasangannya. Terdapat banyak lansia yang rentan dan berseiko tinggi mengalami stress karena tinggal sendiri dan kurang mendapat perawatan yang semestinya. Tetapi pada kenyataannya fasilitas panti wredha masih belum dapat menjamin kesejahteraan lansi, selain itu panti wredha juga memiliki kesan yang suram dan buruk bagi lansia dan masyarakat umum. Berdasarkan beberapa penelitian didapatkan bahwa lansia yang tinggal di panti wredha malah memiliki presentase tingkat stress yang lebih besar. Oleh karena itu dibutuhkan fasilitas baru yang nyaman dan dapat mendukung lansia untuk hidup dan menghabiskan usianya. Kata Kunci: Lansia; Panti Wredha; Rusun
REDESAIN DAN PENATAAN KAWASAN PASAR BAWAH KOTA PEKANBARU DENGAN PENDEKATAAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Ma'fu'ah, Fiska Violin
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekanbaru merupakan kota bertuah, dan meruppakan area perdaganga pada provinsi riau, perdagangan yang masif membuatnya memerlukan sebuah wadar perdagangan yang nyamna dan mampu melayani penggun adengan baik, pasar bawha sebagai ikon kota pekanbaru menajadi area perdagnagan yang telah lama ada dan diperlukannya perombakan agar dapat bersaing di masa kini.
PALEMBANG CULTURAL CENTER DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Afifah, Annisa Nur
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Palembang, ibu kota Sumatera Selatan, adalah salah satu kota tertua di Indonesia dengan warisan sejarah yang mencakup periode Hindu, Islam, dan Kesultanan Palembang Darussalam. Meskipun Kota Palembang telah menjadi bagian dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia, sebagian besar peninggalan sejarahnya belum dimanfaatkan secara optimal dalam industri pariwisata. Upaya melestarikan kebudayaan lokal didasarkan pada isu-isu strategis yang diidentifikasi, termasuk peningkatan infrastruktur budaya dan kesadaran masyarakat. Faktor geografis, terutama Sungai Musi yang membelah kota, memengaruhi pembangunan yang tidak merata antara wilayah Seberang Ilir dan Seberang Ulu. Pembangunan fasilitas pusat kebudayaan, terutama di Kawasan Jakabaring, diharapkan dapat meningkatkan pelestarian budaya lokal, meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya, serta mendorong perekonomian lokal. Dalam upaya melestarikan dan mempromosikan kebudayaan lokal, rencana ini mengusulkan pembangunan pusat kebudayaan di Kota Palembang dengan menerapkan desain Arsitektur Neo-Vernakular. Konsep ini mempertimbangkan norma, peran budaya lokal, dan keselarasan dengan lingkungan sekitar.
MONTESSORI ARCHITECTURE: JAKARTA NEURODIVERSITY CHILDREN DEVELOPMENT FACILITY Hananti, Luthfia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur Montessori : Fasilitas Tumbuh-Kembang Anak Neurodiversitas adalah sebuah proyek karya Tugas Akhir arsitektur yang pemilihan judulnya didasarkan pada isu yang berkaitan dengan anak neurodivergent dan ketimpangan yang didapatkan dalam hal pemenuhan kebutuhan tumbuh-kembangnya dalam sebuah fasilitas sekolah. Hal ini nantinya akan dijawab berdasarkan sebuah metode pendidikan yang berlandaskan sebuah riset pendidikan terhadap anak neurodivergent yang ternyata telah menjadi populer dan memberikan banyak pengaruh baik bagi tumbuh-kembang anak. Fasilitas tumbuh-kembang anak di sini akan difokuskan kepada bidang perkembangan anak usia dini yang difasilitasi pada sebuah tipologi bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta perkembangan anak usia Sekolah Dasar (SD). Nantinya fasilitas ini akan memfasilitasi semua anak dengan keberagaman neuron untuk mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan potensi dan kecenderungan dirinya sebagai manusia yang terus ingin tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang utuh. Fasilitas ini akan dibangun di Jakarta pada sebuah area kompleks sekolah di Jalan Budi Utomo. Nantinya Arsitektur Montessori ini direspons sesuai dengan ketentuan kontekstual karena pada dasarnya pola-pola arsitektur ini sangat aplikatif pada semua konteks perancangan di dunia. Hal ini dikarenakan arsitektur Montessori berpedoman pada pemenuhan kebutuhan siswa berdasarkan bidang perkembangan bukan berdasarkan lokasi perancangan sehingga mudah diadaptasikan ke beberapa kondisi konteks. Pola-pola ini nantinya akan diartikulasikan menjadi prinsip dan elemen desain yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh-kembang anak. Kata Kunci : Montessori, Neurodiversitas, Neurodivergent, Arsitektur Montessori
MUSEUM WAYANG SEMARANG DENGAN PENDEKATAN IMERSIF Sitanggang, Olivia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan ibu kota provinsi Jawa Tengah yang kaya akan warisan sejarah dan budaya yang potensial, oleh karena itu sungguh sayang apabila kota Semarang kehilangan warisan budaya sebagai bagian dari jati dirinya. Semarang telah mengalami rangkaian kejadian yang meninggalkan banyak warisan budaya. Salah satu budaya yang sudah mulai dilupakan adalah wayang. Wayang sebagai karya budaya nenek moyang bangsa Indonesia, berkembang sejak Indonesia pada zaman pra sejarah hingga Indonesia mencapai kemerdekaannya. Indonesia sendiri memiliki berbagai wayang dan berbagai daerah salah satunya Jawa Tengah. Namun saat ini kesenian wayang mulai dilupakan, hal ini disebabkan karena pengaruh dari budaya luar. Akibat pengaruh tersebut, para remaja sekarang menganggap bahwa kesenian tradisional adalah budaya yang ketinggalan jaman atau kuno. Di era saat ini, yakni generasi muda mendominasi sebagai populasi terbesar, mereka menjadi target utama dalam banyak aspek, termasuk dalam bidang kebudayaan dan pendidikan. Sebagai generasi penerus, mereka memegang kunci masa depan, membawa bersama mereka potensi besar untuk mengubah dan membentuk dunia. Keterlibatan aktif mereka dalam pelestarian dan pengembangan warisan budaya tidak hanya akan memastikan kelangsungan warisan itu, tetapi juga membantu dalam menciptakan sebuah masyarakat yang lebih berpengetahuan, inklusif, dan berbudaya Melalui museum imersif, para pengunjung diharapkan dapat terinspirasi dan menjadikan sejarah nasional sebagai bagian dari sejarah personalnya. Wahana baru ini diharapkan dapat membuat pengunjung belajar dan mendapatkan pengetahuan budaya dengan cara yang menyenangkan. Dengan begitu, masyarakat khususnya generasi muda dapat memiliki kesadaran dan pemahaman akan kekuatan budaya Indonesia. Kata Kunci: Generasi Muda; Imersif ; Museum; Wayang
PERPUSTAKAAN HIBRIDA KOTA TANGERANG SELATAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Pramana, RIko
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan hibrida telah menjadi model yang inovatif dalam mempromosikan budaya membaca dan menyediakan akses informasi yang beragam. Membaca merupakan kegiatan penting dalam pembentukan intelektual dan perkembangan individu. Tujuan perancangan ini pustakaan hibrida hadir untuk memberikan dampak positif dalam mempengaruhi tingkat kegemaran membaca dan menyediakan layanan yang relevan di Tangerang Selatan. Melalui integrasi koleksi fisik dan digital, pengguna memiliki kesempatan untuk menemukan materi bacaan yang sesuai dengan minat dan kepentingan mereka. Selain itu, layanan tambahan seperti klub buku, lokakarya menulis, dan pertunjukan sastra juga telah memperkaya pengalaman membaca pengguna. Perpustakaan hibrida memainkan peran penting dalam mempromosikan minat membaca dan literasi di Tangerang Selatan. Dengan terus mengembangkan layanan yang inovatif dan relevan, perpustakaan ini dapat terus menjadi sumber daya berharga bagi masyarakat dalam memperluas pengetahuan dan pemahaman mereka melalui kegiatan membaca. Maka dari itu, Perpustakaan Hibrida Kota Tangerang Selatan Dengan Pendekatan Arsitektur Modern direncanakan dengan memperhatikan relevansi dari kemajuan teknologi informasi dan fasilitas yang memadai agar dapat mempengaruhi masyarakat dan juga turut andil untuk meningkatkan minat taraf baca khususnya masyarakat di Tangerang Selatan

Page 5 of 17 | Total Record : 165