cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 170 Documents
Search results for , issue "PERIODE 160" : 170 Documents clear
Sekolah Inklusi Berbasis Alam Dengan Pendekata Healing Therapeutic Architecture di Jepara Achsan, Diandra Farah Maulida
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Indonesia perlu diiringi dengan penyediaan fasilitas pendidikan yang dapat mengekomodasi keperluan mereka secara holistik salah satunya melalui pendekatan pendidikan inklusif. Dari 13,60% Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan formal, penting untuk menciptakan fasilitas pendidikan yang mampu menunjang perkembangan mereka. Penilitian ini bertujuan unutuk merancang Sekolah Inklusi Berbasis Alam dengan Pendekatan Healing Therapeutic, dengan mengintegrasikan elemen-elemen seperti cahaya, tekstur, visual, suara, pengelolaan lanskap dan suasana alam sebagai prinsip desain yang berperan sebagai  media terapi bagi peserta didik baik untuk meningkatkan kualitas hidup. Melalui kajian literatur dan studi preseden, perancangan ini mencoba menciptakan lingkungan multisensori dan ruang luar berbasis alam yang diharapkan dapat mendorong stimulasi kognitif, afektif dan psikomotorik. Sehingga, tujuan utama dalam perancangan ini adalah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak diskriminatif, setara dan ideal melalui pendekatan arsitektur yang memperhatikan kebutuhan penggguna.  Kata Kunci        : Inklusifitas, Terapi, Stimulasi, Multisensori, Pendidikan Inklusi, Healing Architecture
Women Empowerment Center Based On Women Behavior: Pusat Pemberdayaan Wanita di Daerah Istimewa Yogyakarta Maharani, Engelia Sivana
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women Empowerment Center : Perancangan Pusat Pemberdayaan Wanita di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah proyek karya Tugas Akhir arsitektur yang berfokus pada masalah-masalah kesejahteraan sosial, khususnya yang dihadapi oleh perempuan, yang seringkali terpinggirkan dalam hal akses terhadap sumber daya, pelatihan, dan kesempatan untuk berkembang. Hal ini nantinya akan dijawab berdasarkan sebuah metode program kegiatan pelatihan terhadap para perempuan penyandang masalah kesejahteraan sosial. Fasilitas pemberdayaan akan difokuskan kepada bidang keterampilan dan edukasi Permasalahan sosial yang dihadapi oleh perempuan, seperti kemiskinan, kekerasan berbasis gender, kurangnya akses pendidikan, dan ketidaksetaraan ekonomi, memerlukan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, perancangan pusat pemberdayaan wanita ini bertujuan untuk menciptakan ruang yang mendukung upaya pemberdayaan dan pengembangan potensi. Dalam hal ini, kegiatan akan difasilitasi dengan tipologi bangunan yang sesuai dengan pola perilaku para perempuan. Fasilitas ini akan dibangun di Yogyakarta yang dekat dengan permukiman warga. Pendekatan arsitektur perilaku digunakan dalam perancangan ini. Arsitektur perilaku mengacu pada bagaimana desain ruang dapat memengaruhi perilaku penghuni atau pengguna ruang tersebut. Dalam konteks pusat pemberdayaan perempuan, desain ruang tidak hanya akan berfokus pada aspek fungsional dan estetika, tetapi juga bagaimana ruang dapat memotivasi, memberdayakan, dan menciptakan interaksi sosial yang positif di antara penghuninya Kata Kunci : Wanita, Kesejahteraan, Pemberdayaan, Perilaku, Arsitektur Perilaku
Redesain Stasiun Bojonegoro Menjadi Pusat Transportasi Publik Terintegrasi Prasetyo, Dimas
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi publik yang selain berperan sebagai alat transportasi massal, ia juga memiliki implikasi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang signifikan. Fungsi utamanya adalah menyediakan aksesibilitas yang mudah dan efisien bagi masyarakat untuk mencapai tempat tujuannya. Stasiun Bojonegoro, yang merupakan stasiun kereta api utama di Kabupaten Bojonegoro dan menjadi hub penting bagi transportasi darat di wilayah tersebut sudah lama tidak di desain ulang sehingga meskipun termasuk stasiun besar, namun untuk fasilitas dan kenyamanan masih kurang. Terlebih lagi ini merupakan sarana transportasi utama di wilayah kota Bojonegoro. Hal ini yang mendasari perlunya untuk di desain ulang, bukan hanya sebagai sarana kereta api, namun juga memiliki integrasi dengan sarana trasnportasi publik atau umum lainnya sehingga akan menjadi hub atau pusat transportasi bagi para masyarakat. 
Perancangan Urban Wellness Retreat Berbasis Respon Emosi Di Kota Bandung Orbita Imagi Putri Agung, Brandi
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia selalu hidup dan berinteraksi dengan lingkungan fisik yang menjadi tempat berlangsungnya aktivitas sehari-hari. Lingkungan fisik, khususnya ruang-ruang binaan, tidak hanya berdampak pada perilaku namun juga kondisi emosional seseorang. Arsitektur sebagai bagian dari lingkungan fisik seharusnya mampu merespon kebutuhan emosional manusia, namun seringkali aspek ini kurang diprioritaskan dalam perancangan. Padahal, emosi memiliki kaitan erat dengan kondisi kesejahteraan atau wellbeing seseorang. Di Jawa Barat, prevalensi masalah kesehatan mental berada di tingkat tertinggi di Indonesia. Dalam hal ini, Kota Bandung sebagai salah satu kota dengan kepadatan penduduk tinggi dipilih sebagai studi kasus, untuk menghadapi tantangan dan menyediakan ruang yang mendukung kesejahteraan emosional dan mental di tengah perkotaan. Sebagai sebuah solusi, perancangan Urban Wellness Retreat di Kota Bandung hadir untuk menciptakan ruang yang merespon kebutuhan wellbeing, khususnya dalam aspek emosional manusia. Dengan pendekatan respon emosi dan tapak yang berlokasi di pusat Kota Bandung, retreat ini dirancang sebagai urban oasis untuk membantu pengunjung mengelola emosi intens seperti sedih, marah, takut, atau jijik, dan membimbing pengunjung menuju keseimbangan emosional melalui pengalaman multisensorial. Konsep neuroarchitecture diterapkan melalui elemen-elemen seperti bentuk, warna, pencahayaan, interior, ketinggian, proporsi, material, vegerasi, suara, dan aroma untuk menciptakan pengalaman ruang yang “merespon” emosi dan mampu membantu pengunjung memulihkan kesejahteraan emosional dan mental di tengah kepadatan lingkungan perkotaan.
Lenggok-Lengger: Simfoni Gerak Tari Lengger Wonosobo dalam Living Gallery Ayudya Aulia, Hasna
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas akhir ini berjudul "Lenggok Lengger: Simfoni Gerak Tari Lengger Wonosobo dalam Living Gallery." Perancangan ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara arsitektur dan seni tari, dengan fokus pada tari Lengger yang merupakan warisan budaya dari Wonosobo. Tujuan utama dari proyek ini adalah menciptakan ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai galeri hidup tetapi juga sebagai panggung untuk menampilkan keindahan dan kompleksitas gerakan tari Lengger. Melalui pendekatan desain yang inovatif, perancangan ini berusaha mengintegrasikan elemen-elemen tari ke dalam arsitektur, melalui pembedahan unsur-unsur tarian dan integrasinya dalam bangunan, sehingga menciptakan pengalaman interaktif bagi pengunjung yang dapat merasakan kedalaman budaya lokal. Metodologi yang digunakan mencakup studi literatur, analisis konteks budaya dan sosial, serta pengembangan desain menurut kebutuhan masyarakat berbasis Choreography Architecture. Temuan dari perancangan ini menunjukkan bahwa integrasi antara arsitektur dan seni tari dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah modernisasi. Proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan arsitektur yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan memperkuat identitas budaya Wonosobo. Dampak dari hasil perancangan ini mencakup peningkatan dukungan terhadap seni dan budaya lokal, serta penciptaan ruang publik yang mendukung edukasi dan interaksi sosial. Dengan memanfaatkan ruang sebagai medium untuk mengekspresikan seni tari, Living Gallery ini bertujuan untuk menjadi tempat yang tidak hanya mendukung pertunjukan seni tetapi juga memperkaya pengalaman budaya bagi masyarakat dan pengunjung. 
REVITALISASI MEDAN ZOO : TROPICAL RAINFOREST ZOO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HABITAT Ersa Mayori, Bintang Bella
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revitalisasi Medan Zoo menjadi Tropical Rainforest Zoo dirancang dengan pendekatan arsitektur habitat untuk menciptakan lingkungan yang menyerupai habitat alami satwa, khususnya hutan hujan tropis. Medan Zoo yang terletak di Kota Medan, Sumatera Utara, memiliki potensi sebagai pusat edukasi dan konservasi satwa, namun kondisi fisiknya saat ini tidak memadai, dengan kerusakan parah pada kandang dan lingkungan yang tidak layak. Pendekatan arsitektur habitat berupaya menghadirkan habitat buatan yang alami guna meningkatkan kesejahteraan satwa, sejalan dengan Prinsip Lima Kebebasan yang menjadi standar kesejahteraan hewan. Desain bangunan utama dan pendukung menggunakan sistem struktur space frame berbahan bambu untuk menekankan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan, sementara bentuk bangunan yang organik dan parametrik mendukung penciptaan ruang yang terintegrasi dengan alam. Konsep Tropical Rainforest Zoo ini tidak hanya meningkatkan pengalaman pengunjung melalui interaksi yang lebih dekat dengan satwa, tetapi juga memperbaiki kondisi hidup satwa dengan menyediakan ruang yang lebih luas dan alami. Dengan demikian, revitalisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap konservasi satwa, edukasi lingkungan, dan meningkatkan daya tarik wisata Medan Zoo sebagai kebun binatang yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Resort Hotel Berbasis Arsitektur Simbiosis Di Kawasan Wisata Pantai Panjang Kota Bengkulu Nabilah, Dieniati
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Panjang di Kota Bengkulu merupakan kawasan wisata strategis dengan potensi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan, meskipun memiliki tingkat risiko bencana gempa bumi dan tsunami yang tinggi. Resort Hotel Berbasis Arsitektur Simbiosis ini dirancang sebagai bentuk respons arsitektural yang menyinergikan manusia, alam, dan budaya lokal dalam hubungan mutualisme. Pendekatan Arsitektur Simbiosis Kisho Kurokawa diterapkan dengan mengintegrasikan arsitektur tradisional berupa rumah panggung dan bangunan elevated khas pesisir dengan teknologi modern yang mendukung kenyamanan dan keberlanjutan. Penggunaan material lokal seperti bambu komposit dan kayu olahan memperkuat aspek daya tahan dan keberlanjutan bangunan. Tata ruang semi terbuka dan orientasi sirkulasi visual diarahkan pada elemen alami seperti sungai pesisir dan pepohonan, memperkuat keterhubungan ruang luar dan dalam. Di bagian belakang tapak, ruang terbuka hijau dihadirkan sebagai elemen lanskap penyeimbang yang mendukung kenyamanan mikroklimat dan rekreasi pasif bagi pengguna. Resort ini diharapkan mampu menjadi salah satu contoh penerapan arsitektur yang adaptif dan kontekstual di kawasan pesisir Bengkulu—menawarkan akomodasi yang selaras dengan alam dan nilai lokal.
Perancangan Taman Budaya Di Kabupaten Semarang Dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular Fahmu, Aqiela
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Semarang merupakan daerah yang kaya akan objek wisata, termasuk wisata alam, budaya, dan sejarah. Dengan beragam warisan kesenian, seperti seni tari, pertunjukan rakyat, wayang, teater, dan musik tradisional, Kabupaten Semarang memiliki sekitar 595 kelompok kesenian yang tersebar di hampir semua kecamatan. Di era digital ini, pemerintah daerah aktif melestarikan kebudayaan lokal melalui program bantuan dana hibah sejak 2018, yang telah memberikan dukungan kepada 600 kelompok kesenian. Namun, masih terdapat keluhan dari pegiat seni terkait kurangnya fasilitas pertunjukan yang memadai. Oleh karena itu, pendirian Taman Budaya di Kabupaten Semarang dianggap sebagai langkah strategis untuk menjadi pusat kebudayaan dan kerajinan masyarakat. Taman ini diharapkan dapat mewadahi aktivitas seniman dan masyarakat dalam mengapresiasi seni dan budaya lokal serta menarik pengunjung dari seluruh Jawa Tengah. Taman Budaya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas sesuai standar Depdikbud RI, seperti gedung pameran, teater, balai seni, dan perpustakaan. Selain berfungsi sebagai sarana edukasi kebudayaan, taman ini juga diharapkan menjadi wahana rekreasi yang menyenangkan dan mendukung sektor pariwisata sebagai ikon Kabupaten Semarang.
Implementasi Konsep Tektonika Suara Dalam Desain Sekolah Musik Sebagai Pengalaman Sensorik Siswa Naufal Hilmy, Rashiekannafi
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain sekolah musik umumnya berfokus pada aspek fungsional dan akustik, namun kurang memberikan perhatian pada pengalaman sensorik siswa yang lebih mendalam. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengembangkan konsep arsitektur yang menggabungkan tektonika suara dengan desain ruang pendidikan musik, menciptakan pengalaman sensorik yang merangsang keterlibatan emosional dan kognitif siswa. Konsep tektonika suara, yang mengintegrasikan unsur materialitas dan struktur dengan kualitas akustik, menawarkan pendekatan inovatif dalam merancang ruang musik yang interaktif dan imersif. Melalui studi literatur dan analisis desain, penelitian ini mengeksplorasi material dengan kemampuan absorptif dan reflektif yang tinggi untuk menghasilkan identitas akustik yang khas pada setiap ruangan, serta menciptakan harmoni antara elemen visual dan aural. Selain itu, konsep arsitektur berbasis suara seperti Le Cylindre Sonore oleh Bernhard Leitner dan Swiss Sound Box oleh Peter Zumthor menjadi referensi utama dalam mewujudkan desain yang menekankan pengalaman aural sebagai elemen inti. Implementasi konsep ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar siswa di sekolah musik dengan menciptakan suasana ruang yang mendukung interaksi dengan lingkungan melalui indra pendengaran, sentuhan, dan penglihatan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perancangan ruang pendidikan musik yang tidak hanya memperhatikan aspek teknis, tetapi juga pengalaman sensorik yang holistik, memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas belajar siswa melalui pendekatan arsitektur yang inovatif.
Perancangan Shopping Mall Di Serang, Banten Dengan Pendekatan Green Wayfinding Architecture Janet, Renata
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan kunjungan wisatawan yang pesat di Kota Serang, Banten, menimbulkan peningkatan kebutuhan terhadap fasilitas komersial yang tidak hanya memenuhi fungsi ekonomi, tetapi juga sosial dan rekreatif. Shopping mall menjadi salah satu solusi ruang publik modern yang menjawab kebutuhan tersebut. Namun, kompleksitas tata ruang dan tingginya intensitas pengunjung memunculkan tantangan dalam navigasi ruang, sehingga dibutuhkan sistem wayfinding yang efektif dan ramah pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang shopping mall di Kota Serang dengan pendekatan green wayfinding architecture, yang mengintegrasikan sistem navigasi intuitif dengan prinsip arsitektur tropis. Metode yang digunakan meliputi pendekatan deskriptif dan komparatif untuk mengidentifikasi elemen wayfinding serta strategi desain ramah iklim tropis. Hasil perancangan diharapkan dapat menjadi acuan dalam menciptakan shopping mall yang efisien, nyaman, serta mampu meningkatkan pengalaman dan orientasi pengunjung melalui perpaduan elemen arsitektural, visual, dan lingkungan yang terpadu.