cover
Contact Name
iwan hermawan
Contact Email
iwan1772@gmail.com
Phone
+62811204704
Journal Mail Official
prosidingbalarjabar@gmail.com
Editorial Address
Balai Arkeologi Jawa Barat Jalan Raya Cinunuk Km. 17 Cileunyi Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat
ISSN : -     EISSN : 27753344     DOI : https://doi.org/10.24164/prosiding
Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat meruapakan terbitan ilmiah yang berisi kumpulan makalah yang dipresentasikan dalam seminar nasional arkeologi yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh Balai Arkeologi Jawa Barat yang dalam proses penerbitannya telah melalui tahapan penelaahan oleh reviewer. Tema Prosiding mengikuti tema seminar yang dilaksanakan.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Arkeologi
Articles 15 Documents
Search results for , issue "2019: PROSIDING SEMINAR ARKEOLOGI 2018" : 15 Documents clear
JENJANG PEMUKIMAN SITUS BENTENG MAJAPAHIT, LAMPUNG UTARA DAN SITUS PERIKI, LAMPUNG TIMUR: DALAM PERBANDINGAN Nurul Laili
Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat 2019: PROSIDING SEMINAR ARKEOLOGI 2018
Publisher : Balai Arkeologi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24164/prosiding18/12

Abstract

Situs Benteng Majapahit dan Situs Periki sebagai contoh pemukiman kuno tentunya berada pada jenjang pemukiman tertentu. Tulisan ini mengkaji jenjang pemukiman di Situs Periki dan Benteng Majapahit. Kedua situs yang sama-sama berada di tepian sungai, adakah perbedaan pada keduanya. Hal tersebut akan diamati dari variabel lingkungan, tinggalan artefak, ekofak, ataupun fitur. Selain hal tersebut objek amatan yang lain berupa luas areal pemukiman. Tujuan dari tulisan ini adalah pengetahuan tentang aktivitas yang pernah ada pada masa lampau di Situs Benteng Majapit dan Periki. Sesuai dengan permasalahan yang ada, dalam penelitian ini diterapkan tipe penelitian eksploratif dan deskriptif dengan mengikuti pola penalaran induktif. Situs Benteng Majapahit dan Situs Periki berdasarkan variabel lingkungan, tinggalan artefak, ekofak, ataupun fitur, dan luas areal pemukiman merupakan pemukiman desa. Istilah dalam masyarakat Lampung maka kedua situs, yaitu Benteng Majapahit dan Periki dimasukkan sebagai satuan pemukiman jenjang semi mikro disebutnya tiyuh, pekon, atau anek.
PEMBERONTAKAN PANDE BESI DI BALI ABAD 14—16 M STUDI KASUS UPAYA MERAIH LEGITIMASI KUASA Rusyanti
Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat 2019: PROSIDING SEMINAR ARKEOLOGI 2018
Publisher : Balai Arkeologi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24164/prosiding18/13

Abstract

Tulisan ini menyajikan kembali artikel dari DR. R. Goris mengenai pemberontakan golongan pande besi di Bali abad 14-19 M sebagai sudi kasus sekaligus refleksi sosial mengenai adanya upaya legitimasi status untuk memperkuat kuasa. Melalui studi pustaka dan kritik teks yang berkaitan dengan arti pande yang dijumpai dalam berbagai konteks, diketahui pemberontakan pande di Bali merupakan kasus yang unik, langka dan kasuistik yang erat kaitannya dengan eksistensi suatu kelompok dengan cara pelegitimasian di antaranya dengan “kodifikasi tradisi” melalui keturunan, pemecahagah, parasasti, dan babad bahwa mereka berasal dari dewata. Hal tersebut merupakan salah satu contoh bahwa klasifikasi sosial memiliki peran yang penting dan juga sensitif dalam menata fungsi dan peran suatu komunitas di dalam masyarakat dan sekaligus mempunyai pengaruh dalam menguasai opini kelompok.
LEGITIMASI SUKSESI KEKUASAAN YANG TERCERMIN PADA ARSITEKTUR KOMPLEKS KADIPATEN DI KRATON YOGYAKARTA
Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat 2019: PROSIDING SEMINAR ARKEOLOGI 2018
Publisher : Balai Arkeologi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24164/prosiding18/14

Abstract

Dalem atau tempat tinggal kaum bangsawan merupakan salah satu sub-kompleks di dalam lingkungan keraton. Salah satu di antara dalem tersebut adalah kadipaten yang merupakan kompleks hunian pangeran adipati anom atau putra mahkota. Kompleks Kadipaten di kawasan Kraton Yogyakarta pertama kali dibangun pada masa Hamengku Buwono I. Catatan sejarah, naskah kuno kesultanan, peta lama, tinggalan arkeologis, hingga toponim menunjukkan bahwa Kadipaten tersebut berada di wilayah sebelah timur keraton yang saat ini dikenal sebagai Kampung Panembahan. Pada tahun 2017, telah dilakukan upaya rekonstruksi arsitektur kompleks Kadipaten ini dengan menggunakan pendekatan arkeologi kesejarahan. Pada tulisan kali ini, pembahasan dititikberatkan pada legitimasi suksesi kekuasaan yang tercermin pada arsitektur kompleks Kadipaten, baik pada tata ruang, kelengkapan komponen, hingga fungsi tiap-tiap komponennya.
HAL-DEPAN PROSIDING 2018 admin admin
Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat 2019: PROSIDING SEMINAR ARKEOLOGI 2018
Publisher : Balai Arkeologi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LAMPIRAN-PROSIDING 2018 admin admin
Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat 2019: PROSIDING SEMINAR ARKEOLOGI 2018
Publisher : Balai Arkeologi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 2 of 2 | Total Record : 15