cover
Contact Name
Suherman
Contact Email
suherman@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285277389989
Journal Mail Official
jurnal.libria@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Perpustakaan Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Jln. Ar-Raniry No.1 Darussalam - Banda Aceh, 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
LIBRIA: Library of UIN Ar-Raniry
ISSN : 20861532     EISSN : 25498606     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
This journal specializes in any topics and subjects related to the Librarianship, information and documentation, also it present the subjects and topics related to archives and literacy
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2021): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY" : 9 Documents clear
Tren Layanan Perpustakaan Untuk Pemustaka Milenial Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Padang Yudisman, Septevan Namda
LIBRIA Vol 13, No 1 (2021): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/10581

Abstract

AbstrakPerpustakaan dengan layanan teknologi digital telah merubah strategi dan kebijakan dalam suatu institusi perpustakaan sehingga mengalami perubahan baik dari sisi efektivitas kerja maupun perubahan mindset dalam melayani pekerjaan. Pergeseran makna dan strategi kolaboratif untuk menghadapi revolusi industri yang saat ini hangat diperbincangkan justru akan menjadi kekuatan pustakawan untuk menghadapinya dengan meningkatkan kompetensi yang lebih baik untuk dapat “berdamai” dengan teknologi informasi era revolusi industri 4.0 ini. Dengan sumber informasi dari perpustakaan sebagai sumber informasi yang dipercaya maka menjadi tugas pustakawan SMA Negeri 3 Padang untuk selalu melakukan update diri untuk melakukan kajian-kajian informasi yang semakin massif ini. Bekal utama yang harus dimiliki oleh para pemustaka adalah sikap ramah kepada semua pemustaka pada semua kondisi. Hal inilah yang selalau diharapkan dan dirindukan oleh para pemustaka di era digital dan revolusi industri 4.0. Perkembangan teknologi kadang sudah menggeserkan sikap sosial menjadi sikap asosial. Oleh karena itu, para pustakawan harus selalu menjadi pembeda dari kondisi kebiasaan yang ada. Kata kunci: Perpustakaan, Perpustakaan sekolah, revolusi                       industry, SMA Negeri 3 Padang.   Abstract Library with digital technology services has changed strategies and policies in a library institution so that it undergoes changes both in terms of work effectiveness and mindset changes in serving the work.The shift in meaning and collaborative strategy to face the industrial revolution that is currently hotly discussed will instead be the power of librarians to deal with it by increasing better competence to be able to "make peace" with information technology in the era of industrial revolution 4.0.With the source of information from the library as a reliable source of information, it is the duty of librarians of SMA Negeri 3 Padang to always update themselves to conduct increasingly massif information studies.The main must-have for the libraries is a friendly attitude to all libraries in all conditions.This is what is expected and missed by the musicians in the digital age and the industrial revolution 4.0.The development of technology has sometimes shifted social attitudes into asocial attitudes.Therefore, librarians should always be the differentiator of existing habitual conditions. Keywords: Library, School library, industrial revolution, SMA                   Negeri 3 Padang
Membangun Interpersonal Skills Pustakawan Dalam Layanan Informasi Perpustakaan Ghani, Syukrinur A
LIBRIA Vol 13, No 1 (2021): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/10600

Abstract

Komunikasi merupakan sarana membangun hubungan dengan orang lain. Membangun hubungan yang baik dan pelayanan perpustakaan yang berkualitas berkaitan dengan kemampuan pustakawan dalam memberikan informasi kepada para pemustaka. Seorang pustakawan dalam memberikan layanan informasi membutuhkan keterampilan dan kemampuan sehingga layanan informasi berjalan secara sempurna dan maksimal. Bagaimana interpersonal skills pustakawan dalam memberikan informasi dalam layanan perpustakaan?. Kajian pustaka yang bersifat kualitatif dilakukan untuk menjawab permasalahan tersebut dengan menelaah buku atau tulisan dari berbagai bentuk yang ada kaitannya dengan interpersonal skills. Pemaparan hasil dilakukan secara deskriptif analisis. Interpersonal skills pustakawan mempengaruhi respon pemustaka terhadap pemanfaatan layanan informasi perpustakaan. Keterampilan pustakawan tersebut dielaborasi dalam tulisan ini. Kata Kunci: Interpersonal Skills, Layanan Informasi
Literasi Digital Sebagai Penangkal Infodemi Covid-19 : Sebuah Literature Review AK, Lestari
LIBRIA Vol 13, No 1 (2021): LIBRIA: Library of UIN Ar-Raniry, VOL. 13, No. 1, Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyebaran  Coronavirus Disease 2019 yang begitu cepat telah menimbulkan keresahan di seluruh dunia. Di sini lain ledakan informasi terkait virus corona juga menyebar begitu cepat di media digital. Artikel ini bertujuan untuk mengulas bagaimana literasi digital dapat dijadikan sebuah upaya meminimalisir mewabahnya infodemi covid-19 di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan atau library research, yaitu sebuah metode yang memanfaatkan bahan perpustakaan di dalam memperoleh data penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih sangat banyak sekali masyarakat yang langsung menyebarkan suatu berita tanpa memeriksa kembali keakuratan dan validitas informasi yang terkandung di dalamnya. Selain itu, di dalam penelitian ini juga dipaparkan bahwa  terdapat korelasi antara indeks literasi digital dengan kecenderungan seseorang dalam menyebarkan informasi palsu, semakin tinggi indeks literasi digital yang dimiliki oleh seseorang maka rendah kecenderungannya dalam menyebarkan konten hoaks. Demikian halnya dengan kemampuan mengenali informasi yang bermuatan hoaks, seseorang yang memiliki literasi digital yang rendah kurang mampu membedakan antara informasi palsu dan informasi yang sebenarnya. Adapaun cara yang dapat dilakukan dalam meminimalisir mewabahnya  infodemi covid-19 di tengah adalah dengan melakukan konfirmasi melalui laman cek fakta resmi seperti cekfakta.com,www.covid-19.go.id/hoaks-buster/, turnbackhoax.id maupun laman lain yang dikelola secara resmi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hal tersebut hanya dapat dilakukan apabila sesorang memiliki tingkat literasi digital yang memadai.Kata Kunci : Literasi Digital, Infodemi Covid-19, Literasi            Media, Malinformasi, Hoaks Abstract The rapid spread of Coronavirus Disease 2019 has coused concern around the word. Here is another explosion of information related to the corona virus also spreading so fast in digital media. This article aims to review how digital literacy can be used as an effort to minimize the outbreak of the Covid-19 Infodemic in the community. This study uses a library research method, which is a method that utilizes library materials in obtaining research data. The results showed that there are still very many people who spread news directly without checking the accuracy and validity of the information. In addition, in this study it is also explained that there is a correlation between the digital literacy index a person has, the lower the tendency to spread hoax content. The ability to recognize hoax, someone who has low digital literacy is less able to distinguish between false information and actual information. The way that can be done to minimize the outbreak of the infoedemic covid-19 in the community is by confirming it through official fact checking pages such as cekfakta.com,www.covid-19.go.id/hoaks-buster/, turnbackhoax.id as well as other pages that are officially managed by The Ministry of Communication and Information. This can be done if someone has an adequate level of digital literacy. Keywords :  Digital Litercy-Infodemic Covid-19, Media                   Literacy, Malinformation,Hoax 
Pengelolaan Arsip Pada Bagian Sekretariat Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olaraga Kabupaten Magelang Indaryani, Winda Yuli; Ariesta Susilo, Ghina Fitri
LIBRIA Vol 13, No 1 (2021): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/10599

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan,arsip pada Bagian,Sekretariat, Dinas, Pariwisata Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan pengumpulan data dengan metode wawancara dan observasi. Objek penelitian ini dilakukan di Dinas Pariwisata Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian pada Bagian Sekretariat Dinas Pariwisata Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang yang masih perlu ditingkatkan. Kurangnya ruangan dan arsip paris menjadi kendala dalam pengelolaan arsip. Kendala tersebut diatasi dengan penggunaan ruangan kosong dan bantuan dari karyawan yang sudah pernah mengikuti pelatihan arsip. Kata kunci : Pengelolaan arsip, pengendalian internal, SekretariatDinas Pariwisata Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten  Magelang
Eksistensi Koleksi Jurnal Tercetak Di Era Digital (Studi Koleksi Berseri UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala) Yusriati, Zakiah &
LIBRIA Vol 13, No 1 (2021): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/10579

Abstract

Abstrak Salah satu jenis koleksi perpustakaan adalah koleksi serial, koleksi serial memiliki beberapa jenis yaitu jurnal, majalah, bulletin, dan surat kabar. Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi semua lini kehidupan begitu juga dengan kemas informasi, dulunya kemasan informasi hanya terdiri dari bentuk tercetak berjalan dengan perkembangan masa maka koleksi informasi telah berubah menjadi elektronik. UPT perpustakaan USK sebagai salah satu Perpustakaan perguruan berkewajiban menyediakan koleksi yang menjadi rujukan bagi civitas akademika salah satu rujukan yang wajib dimiliki adalah koleksi berseri yang utama adalah untuk jenis jurnal. UPT perpustakaan USK memiliki koleksi jurnal dalam bentuk tercetak dan elektronik, dari hasil penelitian ditemukan bahwa adanya perbedaan sangat signifikan dimana pengaksesan koleksi tercetak lebih sedikit dari koleksi elektronik. Key word: Layanan perpustakaan, koleksi serial tercetak,                   koleksi serial elektronik  Abstract One type of library collection is serial collection, serial collection has several types, namely journals, magazines, bulletins, and newspapers. The development of information technology has affected all lines of life as well as information packaging, in the past, information packaging only consisted of printed forms. With the development of the times, the collection of information has turned into electronic. The USK library's UPT as one of the university libraries is obliged to provide a collection that is a reference for the academic community. One of the mandatory references is the serial collection, which is the main type of journal. The USK library's UPT has a collection of journals in both printed and electronic forms, from the results of the study it was found that there was a very significant difference where access to printed collections was less than electronic collections. Key words: Library service, printed serial collection,                       electronic serial collection
Penyiangan (weeding) Bahan Pustaka Pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi Khairunnisa, Khairunnisa
LIBRIA Vol 13, No 1 (2021): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/10580

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan penyiangan (weeding) bahan pustaka di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi pustaka. Peneliti melakukan wawancara terstruktur jarak jauh kepada pustakawan yang paham secara keseluruhan mengenai pengembangan koleksi khususnya dalam kegiatan penyiangan bahan pustaka di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi. Temuan penelitian yaitu (1) Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi melakukan kegiatan penyiangan bahan pustaka satu kali dalam setahun bersamaan dengan kegiatan Stock Opmane. (2) Kegiatan penyiangan dilakukan oleh pustakawan dan staff yang bertugas di layanan masing-masing. (3) belum adanya kebijakan tertulis dalam kegiatan penyiangan koleksi. (4) Kriteria koleksi yang disiangi meliputi koleksi yang rusak parah maupun ringan, koleksi yang terlalu banyak eksemplarnya, dan koleksi yang tidak diminati pengguna. (5) prosedur penyiangan koleksi meliputi, Koleksi diseleksi berdasarkan kriteria, Mencatat daftar buku yang disiangi, Mengambil kartu katalognya, dihapus dari buku inventaris, kemudian membuat laporan. (6) Hambatan yang dihadapi DPAD Provinsi Jambi meliputi hambatan teknis dan manajemen. Hambatan teknis meliputi; psikologi Rasa sayang pada koleksi, Anggapan bahwa jumlah koleksi menentukan mutu perpustakaan, Anggapan bahwa penyiangan bertentangan dengan tujuan pengadaan, Prosedur yang rumit, terutama koleksi yang ada di perpustakaan instansi pemerintahan. Selain hambatan teknis DPAD provinsi Jambi juga mengalami hambatan managemen yaitu; Manajemen waktu yang belum efektif, Kebijakan penyiangan koleksi, tempat.Kata Kunci: Penyiangan Bahan Pustaka, Koleksi Perpustakaan,          Perpustakaan Umum ABSTRACT This study aims to determine the weeding activities of library materials at the Regional Library and Archives Service of Jambi Province. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques carried out through interviews and literature study. Researchers conducted long-distance structured interviews with librarians who had an overall understanding of the development of collections, especially in weeding activities of library materials at the Regional Library and Archives Office of Jambi Province. The findings of the study were (1) the Jambi Province Regional Library and Archives Office carried out weeding activities once a year. (2) Weeding activities are carried out by librarians and staff assigned to their respective services. (3) there is no written policy on weeding collections. (4) The criteria for weeded collections include collections that are severely or lightly damaged, collections with too many copies, and collections that are not of interest to the user. (5) collection weeding procedures include, collections are selected based on criteria, recording the list of weeded books, taking the catalog card, removing it from the inventory book, then making a report. (6) Barriers faced by DPAD Jambi Province include technical and management obstacles. Technical barriers include; Affection for collections, Assumption that the number of collections determines the quality of the library, Assumption that weeding is against the purpose of procurement, Complicated procedures, especially collections in the library of government agencies. Apart from technical obstacles, the DPAD Jambi province also experienced management obstacles, namely; Ineffective time management, collection weeding policy, place.Keyword: weeding library materials, library collections, public           libraries
Mengenal Karakteristik Pemustaka Usia Sekolah Dasar Guna Membangun Hubungan Interpersonal dengan Pustakawan Khairiah, Khairiah
LIBRIA Vol 13, No 1 (2021): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/10972

Abstract

Membangun hubungan interpersonal antara pemustaka dan pustakawan adalah salah satu hal penting di perpustakaan. Pada perpustakaan Sekolah Dasar, mengenal karakter anak dapat membantu pustakawan dalam memahami kepribadian anak serta kebutuhan informasi yang dibutuhkan anak tersebut. Tulisan ini membahas tentang bagaimana karakter anak usia Sekolah Dasar, apa saja koleksi yang harus dimiliki oleh perpustakaan dan yang dibutuhkan oleh pemustakanya, serta bagaimana perilaku anak dalam menelusuri informasi. Dalam hal lain, komunikasi  interpersonal dapat menentukan bagaimana kedudukan dari pustakawan dalam melakukan pelayanannya termasuk dalam hal menghadapi pustakawan.
Literasi Digital Sebagai Penangkal Infodemi Covid-19 : Sebuah Literature Review AK, Lestari
LIBRIA Vol 13, No 1 (2021): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/10967

Abstract

Penyebaran  Coronavirus Disease 2019 yang begitu cepat telah menimbulkan keresahan di seluruh dunia. Di sini lain ledakan informasi terkait virus corona juga menyebar begitu cepat di media digital. Artikel ini bertujuan untuk mengulas bagaimana literasi digital dapat dijadikan sebuah upaya meminimalisir mewabahnya infodemi covid-19 di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan atau library research, yaitu sebuah metode yang memanfaatkan bahan perpustakaan di dalam memperoleh data penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih sangat banyak sekali masyarakat yang langsung menyebarkan suatu berita tanpa memeriksa kembali keakuratan dan validitas informasi yang terkandung di dalamnya. Selain itu, di dalam penelitian ini juga dipaparkan bahwa  terdapat korelasi antara indeks literasi digital dengan kecenderungan seseorang dalam menyebarkan informasi palsu, semakin tinggi indeks literasi digital yang dimiliki oleh seseorang maka rendah kecenderungannya dalam menyebarkan konten hoaks. Demikian halnya dengan kemampuan mengenali informasi yang bermuatan hoaks, seseorang yang memiliki literasi digital yang rendah kurang mampu membedakan antara informasi palsu dan informasi yang sebenarnya. Adapaun cara yang dapat dilakukan dalam meminimalisir mewabahnya  infodemi covid-19 di tengah adalah dengan melakukan konfirmasi melalui laman cek fakta resmi seperti cekfakta.com,www.covid-19.go.id/hoaks-buster/, turnbackhoax.id maupun laman lain yang dikelola secara resmi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hal tersebut hanya dapat dilakukan apabila sesorang memiliki tingkat literasi digital yang memadai.
Kegiatan Digitalisasi Naskah Kuno Sebagai Upaya Diseminasi Informasi Kuswati, Suci Nurrahma
LIBRIA Vol 13, No 1 (2021): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/10971

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kegiatan Digitalisasi Naskah Kuno Sebagai Upaya Diseminasi Informasi (Sebuah Studi Pustaka Di Museum Radya Pustaka Surakarta, BPAD Provinsi Sulawesi Selatan Dan Yayasan Sastra Lestari)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan digitalisasi naskah kuno sebagai upaya pelestarian dan penyelamatan informasi serta diseminasi informasi di Museum Radya Pustaka Surakarta, BPAD Provinsi Sulawesi Selatan dan Yayasan Sastra Lestari. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur dan metode penelitian komparatif. Analisis data kualitatif deskriptif dari apa yang diperoleh dari studi pustaka dan komparasi. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan model analisis data Miles and Huberman, diantaranya yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian didapati bahwa selain melakukan proses digitalisasi dan diseminasi informasi BPAD Provinsi Sulawesi Selatan dan Yayasan Sastra Lestari juga melakukan transliterasi serta alihaksara sehingga naskah kuno yang miliki dapat dengan mudah dimengerti baik oleh peneliti maupun masyrakat umum. Sedangkan Museum Radya Pustaka Surakarta baru sampai pada tahap digitalisasi dan belum melakukan proses transliterasi serta alihaksara karena keterbatasan sumber daya manusia.

Page 1 of 1 | Total Record : 9