cover
Contact Name
Amin Iskandar
Contact Email
aminiskandar@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6281288567482
Journal Mail Official
jshnilha@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Ilmu Hadis Lantai 2 Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Studi Hadis Nusantara
ISSN : 2797734X     EISSN : 2721219X     DOI : http://dx.doi.org/10.24235/jshn
Core Subject : Religion,
Jurnal Studi Hadis Nusantara (JSHN) is an open access and peer-reviewed journal published by Department of Hadith Studies, Islamic State University Syekh Nurjati Cirebon. The journal accepts submissions of manuscripts from any issues related to hadith studies, such as, Ulum al-Hadith, living Hadith, contemporary perspective on hadith, etc.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020): JUNE 2020" : 7 Documents clear
KONSEP ITTISHAL AL-SANAD SEBAGAI SYARAT KAJIAN KITAB KUNING DALAM TRADISI PESANTREN AN-NAHDLIYYAH CIREBON Anisatun Muthi`ah; Luqman Zain MS
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 2, No 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v2i1.6746

Abstract

The process of transferring knowledge from teacher to student is also called the transmission of knowledge in the boarding school environment carried out by maintaining the tradition of continuation of sanad, sanad diploma. this allows the teachings delivered at the pesantren to the authors of the book to be continued to the Prophet. At this time of the millennial era there are some people who study religion without going through a clear teacher. Some have learned from social media, Facebook and YouTube networks, because in this technological era anyone can easily access it, both across regions and times. But the tradition at An-Nahdliyyah Islamic Boarding School in Cirebon still maintains a continuation tradition. This article explains the concept of ittishal sanad in scientific transfer. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through observation and interviews. The results show that the concept of ittishal al-sanad in Pondok Pesantren an-Nahdliyyah Gebang is a clear connection (mu’tamad) in the scientific transmission between teacher and student. it’s clear where he got it from. The continuation of the sanad is similar to the chain of the narrators of the narrators of the hadith, but the series of the narrators ends in the last rawi as book mushannif because the hadith has been recorded (tadwin), whereas in scientific transmission especially in the pesantren boarding school the continuation of the teachers and students will continue, until the end of the period . And for original and caution, it is expected that all types of knowledge must know the continuity of their sanad. Keywords: Ittishal Al-Sanad, Tradition, An-Nahdliyyah Islamic Boarding School
KORUPSI PERBUATAN TERCELA DARI PERSPEKTIF HADIS Samud Samud
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 2, No 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v2i1.6747

Abstract

Secara umum, korupsi adalah tindakan untuk membuat diri Anda atau orang lain menjadi kaya, tetapi kaya dalam proses yang harus dilakukan dengan cara yang bertentangan dengan hukum. Perbuatan korupsi seperti suap dan tip. Korupsi di Indonesia saat ini memiliki patologi sosial (penyakit sosial) yang sangat berbahaya yang mengancam semua aspek kehidupan masyarakat, negara dan bangsa. Korupsi telah mengakibatkan kerugian materi keuangan negara yang sangat besar. Namun, yang lebih memprihatinkan adalah apropriasi dan drainase keuangan dilakukan secara kolektif oleh anggota legislatif dengan kedok studi banding. Masalah dari penelitian ini adalah bagaimana makna korupsi yang ada dalam pandangan Hadis? Penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan (library research), yang sifatnya termasuk penelitian deskriptif analitis. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan ada dua yaitu data primer yang secara langsung diperoleh peneliti dari sumber asli seperti, Shahih Bukhari, Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Daud, Sunan Ibnu Majah, dan Sunan An-Nasai. Selain itu, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari buku-buku yang berkaitan dengan hadis korupsi. Kata kunci: Korupsi, Keuangan Negara, Hadis.
Analisis Dan Kritik Pada Pandangan Joseph Schacht Terhadap Hadis Dan Hukum Islam Amin Iskandar; Dwi Umardani
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 2, No 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v2i1.6741

Abstract

Joseph Schacht ialah seorang orientalis yang sangat terkenal dalam kajian hukum Islam. Definisi sunnah menurut pandangan Schacht sebagai konsepsi Arab kuno yang berlaku kembali sebagai salah satu pusat pemikiran dalam Islam. Schacht menilai lebih berarti pada praktek ideal dari komunitas setempat atau doktrin yang muncul ke permukaan. Menurut Schacht hukum Islam bukan sebagai seperangkat norma yang diwahyukan, tetapi sebagai fenomena historis yang berhubungan erat dengan realitas sosial. Schacht juga menyimpulkan bahwa sebagian besar hukum Islam, termasuk sumber-sumbernya, merupakan akibat dari sebuah proses perkembangan historis. Schacht berpendapat bahwa pada awal abad kedua hijriah merupakan era di mana, hukum Islam memiliki titik tolak, yang terus berkembang hingga periode tulis menulis. Gagasan Schacht ini mendapatkan kritik dari berbagai kalangan, baik dari kalangan sarjana muslim maupun sarjana non muslim.Kata Kunci: Sunah, Hukum Islam, SkeptismeAbstract: Joseph Schacht is an orientalist who looks at the sources of the Muslims with the critical power and skepticism. Schacht defines sunnah as conceptions of ancient Arabic which apply to the centers of Islamic thought. He considers that sunnah is more meaningful as the ideal practice of the local community or as the doctrine that came to the surface. He thinks that Islamic law is not a set of norms that were revealed, but as a historical phenomenon that is closely related to social reality. Schacht concludes that the majority of Islamic laws, including its sources, are the result of historical development process. He also asserts his opinion that only in the early second century Hijriyyah Islamic law had a starting point and developed. His view reaps some criticism from many circles both the orientalists as well as Muslim scholars, and influences to modern scholars. Keywords: Sunnah, Islamic Law, Skepticism
DINAMIKA PEMAHAMAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM MENAFSIRKAN AL-QUR’AN DENGAN AL -RA’YU Wasman Wasman
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 2, No 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v2i1.6749

Abstract

Berbicara tentang hadis, pasti akan sampai pada permasalahan bahwa tidak semua hadis berkedudukan Qat’iy al-Wurud. Ada sebagian yang bersifat Zanniy al-Wurud sehingga hadis perlu dieliti kembali orisinalitasnya. Karya ini mengkaji matan hadis larangan menafsirkan alQur’an dengan ra’y dan penelitian matan ini tidak bisa terlepas dari penelitian sanad hadisnya. Pada hadis larangan menafsirkan al-Qur’an dengan ra’y sanad hadisnya berkedudukan hasan. Sedangkan hadis-hadis yang terkait secara langsung hanya terdapat pada Sunan al-Turmuzi, Sunan Abu Dawud, dan Musnad Ahmad bin H{anbal. Makna al-Ra’y yang dikehendaki dalam hadis tersebut adalah penafsiran yang hanya didasarkan pada nalar semata dengan tidak memperhatikan riwayat atau kaedahkaedah atau pengetahuan yang terkait atau tidak selaras dengan prinsipprinsip syariat merupakan sesuatu yang sangat berbeda antara menafsirkan al-Qur’an dengan ra’yu (bi al-Ra’y) dengan tafsir bi al-Ra’yu yang dalam penefsirannya didominasi oleh akal namun tetap dalam bingkai syar`iat. Penelitian dilakukan dengan metode research library, yaitu penelitian yang dilakukan terhadap literatur-literatur yang ada di perpustakaan terutama yang berkaitan dengan kitab-kitab hadis, dan literatur-literatur syarah alHadis. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki dua data yaitu data primer dan skunder. Kata Kunci: Tekstual dan Kontekstual, Tafsir al-Qur’an, al Ra’yu
HADIS ”RAGHIMA ANFU ’ABDIN” DALAM PERSPEKTIF LEKSIKOLOGI ARAB Rijal Mahdi; Ahmad Asri Lubis
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 2, No 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v2i1.6748

Abstract

 إن مستوى لغة القرآن الكريم في قمة اللغة العربية؛ إذ ظهور الإسلام كان في عهد كان الأدب العربي في أوج ازدهاره؛ فجاء كتاب الله العزيز متحديا لفحول اللغة؛ فانبهروا به وأعجب أشد الإعجاب؛ فمنهم من خضع وأسلم، ومنهم من أبي واستحجرعقله، فهذه الدراسة تستهدف إظهار معاني أقوال المصطفى صلى الله عليه وسلم التي تحتوي ألفاظها على العبارة: "رغم أنف رجل"، وذلك من منظور المعاجم العربية المتعددة؛ من أجل تسليط الضوء على أحاديثه صلى الله عليه وسلم التي تستخدم هذه العبارة في ثلاثة أمور عظيمة في الإسلام:  الصيام، وبر الوالدين، والصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم. وهذه العبارة تحمل معنى الكناية أو المجاز. وقد استخدم الباحث في هذه الدراسة منهجا مقارنا، مستعينا بالقواميس العربية للكشف عن المعاني المقصودة للعبارة في الحديث الشريف؛ وذلك من أجل إزالة اللبس أو الغموض في نفوس القرّاء وطلاب العلم؛ توصلا إلى فهم أقواله صلى الله عليه وسلم في هذا المجال. وقد وقف هذا المسعى على أن المعاني الواردة في المعاجم اللغوية تدل على أنها لا تختلف كثيرا من ناحية المباني والألفاظ، بل هي متقاربة، تنصب على زاوية واحدة، وتتّجه إلى معنى واحد يدل على: الكناية عن الذل، أو المذلة، أو العار، أو الذليل، أو الكاره، أو الساخط، أو الخضوع، أو الهوان، أو التغضّب، وغيرها من المعاني الواردة في المصادر اللغوية.الكلمات المفتاحية: رغم أنف رجل، الصيام، بر الوالدين، الصلاة والسلام
Studi Kritik Matan Hadis (Naqd al-Matn): Kajian Sejarah dan Metodologi Engkus Kusnandar
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 2, No 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v2i1.6765

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan tentang metode kritik matan hadis yang ditempuh ulama hadis untuk menilai kualitas suatu hadis. Artikel ini akan mendiskripsikan secara analitis dan mengeksplorasi secara kritis metodologi kritik matan hadis (Naqd al-Matn). Penulis akan mengkaji urgensi kritik matan dan kitab-kitab kritik matan hadis. Selain itu, tulisan ini juga akan mendiskusikan sejarah kritik matan dan kriteria atau metode kritik matan hadis (naqd al-matn) beserta contoh-contohnya. Signifikansi kajian ini adalah untuk menunjukan bahwa kriteria kritik matan hadis telah lahir sejak awal pada masa sahabat Nabi SAW berbarengan dengan kritik sanad hadis. Namun pada perkembangannya, para ulama hadis lebih dominan meneliti kritik sanad hadis ketimbang kritik matan hadis. Kata Kunci: Naqd al-Matn, Metodologi Naqd al-Matn, Salahuddin Ibn Ahmad al-Adhabi, Kritik Eksternal (al-Naqd al-Khariji), kritik Internal (al-Naqd al-Dakhli)
PENDIDIKAN HADIS UNTUK ANAK USIA DINI Rizki Faizah Isnaeni; Muhammad Alfatih Suryadilaga
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 2, No 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v2i1.6745

Abstract

Artikel ini membahas tentang  pendidikan hadis anak usia dini. Anak perlu diajarkan pendidikan yang berlandaskan pada agama. Agama akan menjadi pedoman dan petunjuk mengenai suatu hal yang dilaksanakan di dalam menciptakan sikap dan perilaku yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam serta membimbing anak agar terciptanya akhlak yang mulia. Anak merupakan harapan orang tua di masa depan dan menjadi generasi bangsa. Oleh sebab itu, orang tua seharusnya menanamkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual karena sangat penting ditanamkan sejak dini, agar anak dapat menjadi penerus bangsa yang memiliki moral yang tinggi. Salah satu cara agar terciptanya penanaman nilai agama dan moral sejak dini adalah dengan memberikan pembelajaran berupa hadis yang diberikan kepada anak usia dini melalui suatu metode pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini.Kata Kunci : Pendidikan Hadis, Anak Usia Dini, Metode

Page 1 of 1 | Total Record : 7