cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017" : 3 Documents clear
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI WAHANA PEMBENTUKAN SIKAP TOLERANSI MAHASISWA Prabowo, Adikara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.578 KB) | DOI: 10.31316/jk.v1i1.881

Abstract

AbstrakIndonesia sebagai bangsa yang memiliki begitu banyak keragaman baik dari segi agama maupun etnis yang dimiliki warga masyarakatnya, berkeyakinan bahwa Bhineka Tunggal Ika merupakan simbol yang mampu mempersatukan bangsa yang memiliki budaya beraneka ragam ini, untuk bekerja sama dalam hidup bernegara dan membangun Indonesia untuk kepentingan bersama. Namun disisi lain, bangsa dan negara kita juga memiliki titik-titik rawan konflik berdasarkan agama, kedaerahan dan gender (sara) yang cukup menghawatirkan. Oleh karena itu, pengetahuan, penilaian, sikap dan perilaku serta pendidikan karakter yang menunjang tercapainya ke Bhineka Tunggal Ika-an dan Pendidikan Multikultural itu perlu dikembangkan sehingga menjadi milik keseluruhan warga republik ini. Untuk itu diperlukan pendidikan yang berorientasi multikultural. Sebenarnya, dalam  praktik pendidikan kita mulai dari jenjang pendidikan taman kanak-kanak telah banyak dilakukan pendidikan yang menerapkan prinsip multikulturalisme itu. Lebih-lebih disekolah lanjutan atas atau universitas, dalam ilmu-ilmu sosial khususnya antropologi, dipelajari lebih luas dan mendalam berbagai budaya dan pola kehidupan yang merupakan ciri khas budaya daerah. Memang betul bahwa pendidikan multikultural itu belum dimuat secara khusus dalam dokumen pendidikan, misalnya dalam Undang-Undang Sisdiknas. Jangan sampai peserta didik hanya mengenal multikulturalisme deskriptif (ada pengakuan kesetaraan atau kesamaan derajat) tapi tidak sampai kepada multikulturalisme normatif (ada niatan untuk bersatu).Kata Kunci : Pendidikan Multikultural, Toleransi, Mahasiswa AbstractIndonesia as a nation that has so much diversity both in terms of religion and ethnicity owned by its citizens, believes that Bhineka Tunggal Ika is a symbol that is able to unite a nation that has a diverse culture, to work together in state life, and build Indonesia for the common good. But on the other hand, our nation and country also have conflict-prone points based on religion, regionality, and gender (Sara) which is quite worrying. Therefore, the knowledge, assessment, attitude and behavior, and character education that supports the achievement of Bhineka Tunggal Ika-an and Multicultural Education need to be developed so that it belongs to the entire citizens of this republic. Therefore, a multicultural-oriented education is required. Actually, in the practice of education, we start from the level of kindergarten education has been done a lot of education that applies the principle of multiculturalism. More and more high school or university, in social sciences especially anthropology, studied more broadly and deeply the various cultures and patterns of life that are characteristic of regional cultures. It is true that multicultural education has not been specifically contained in educational documents, for example in the Sisdiknas Law. Do not let learners only know descriptive multiculturalism (there is recognition of equality or equality of degrees) but not normative multiculturalism (there is an intention to unite).Keywords: Multicultural Education, Tolerance, Students
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI PENDIDIKAN HUKUM Santoso, Marcello Imam
Jurnal Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.544 KB) | DOI: 10.31316/jk.v1i1.921

Abstract

AbstrakArtikel ini merupakan hasil pengamatan mengenai “Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Hukum”. Bagaimana penerapan pendidikan hukum agar dapat saling berkaitan dengan pendidikan kewarganegaraan. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca naskah ilmiah dan penumpulan data survey penerapan hukum. Dari penerapan hukum yang berjalan masih terdapat tidak kesesuaian di masyarakat, sehingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia masih diragukan. Sering kali sebagian kalangan merasa masih tidak diberlakukan sama dan adil didepan hukum. Pendapat ini karena ketidak pahaman dari sebagian orang mengenai hukum karena minimnya pengetahuan yang dimiliki. Masyarakat juga harus memahami dan mengerti hukum agar pendapat ini bukan hanya disalahkan untuk pemerintah saja. Perlu pembiasaan sejak dini akan pentingnya hukum di masyarakat. Pendidikan kewarganegaraan menjadi pengajaran untuk memahamkan warga negaranya agar dapat dijalankan dengan baik. Perlunya pengembangan dari pengajaran ini agar hukum yang berjalan semakin membaik dan menjadi pengetahuan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Metode yang digunakan berarti juga harus ditinjau melalui dunia kenyataan yang berjalan seperti di masyarakat. Agar harapannya dapat ditemukan permasalahan yang terjadi sehingga pengembangan pendidikan kewarganegaraan dapat lebih baik lagi.Kata kunci: Pendidikan Hukum, Masyarakat, Pendidikan Kewarganegaraan. AbstractThis article is an observation about "Development of Citizenship Education as Legal Education". How the application of legal education in order to be interrelated with citizenship education. Data collection is done by reading scientific manuscripts and collecting survey data on the application of the law. From the application of the current law, there is still no conformity in the community, so social justice for all Indonesians is still in doubt. Often some people feel that it is still not enforced equally and fairly before the law. This opinion is due to the ignorance of some people about the law because of the lack of knowledge possessed. The public must also understand and understand the law so that this opinion is not just blamed for the government alone. It is necessary to habituate early on the importance of the law in the community. Citizenship education is teaching to understand its citizens in order to be carried out properly. The need for the development of this teaching in order for the law to improve and become knowledge that is interrelated with each other. The method used means it must also be reviewed through the world of reality that goes as it does in society. So that the hope can be found problems that occur so that the development of citizenship education can be better.Keywords: Legal Education, Community, Citizenship Education
DAMPAK KETERLAMBATAN DOSEN TERHADAP ANTUSIASME MAHASISWA Akbar, Mukhlisin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.478 KB) | DOI: 10.31316/jk.v1i1.925

Abstract

AbstrakRiset ini memiliki pengertian atau penjelasan tentang dampak keterlambatan dosen terhadap antusiasme mahasiswa. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui dampak keterlambatan dosen terhadap antuisasme mahasiswa.Kata Kunci: Dosen, Mahasiswa, Keterlambatan AbstractThis research has an understanding or explanation about the impact of lecturer delays on student enthusiasm. This study was also conducted to determine the impact of lecturer delays on student enthusiasm.Keywords: Lecturers, Students, Delays

Page 1 of 1 | Total Record : 3