cover
Contact Name
Dr. Ir., Nurtati Soewarno, M.T
Contact Email
nurtati@itenas.ac.id
Phone
+6222-7272215
Journal Mail Official
terracotta@itenas.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung - Itenas Gedung 17 Lantai 1 Jl. P.H.H. Mustofa No 23 Bandung - Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA
ISSN : -     EISSN : 27164667     DOI : https://doi.org/10.26760/terracotta
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA adalah Jurnal Ilmiah yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang-bidang utama : Perancangan Arsitektur (gedung), Stuktur dan Konstruksi, Teknologi Bangunan, Perencanaan Kota dan Asitektur Kota, Perumahan dan Permukiman, serta Teori-Metoda dan Sejarah Arsitektur.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 12 Documents clear
Desain Ruang Terbuka Publik Ditinjau dari Elemen Pembentuk Fisik Kota Erwin Yuniar Rahadian; Alisha Nuur Salamah; Verina Dyah Kania; Vigia Tri Lestari
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v1i1.3376

Abstract

ABSTRAK Ruang terbuka publik pada dasarnya merupakan suatu wadah yang dapat menampung aktivitas tertentu dari masyarakatnya. Ruang terbuka Publik juga merupakan salah satu identitas citra kota atau kawasan dan indikator kualitas hidup kawasan perkotaan. Mengingat pentingnya peranan keberadaan ruang terbuka publik di dalam suatu kawasan perkotaan, maka sebuah ruang terbuka publik harus memiliki perencanaan dan perancangan sesuai dengan kelengkapan elemen pembentuk fisik kota. Kelengkapan elemen pembentuk kota tersebut juga terkait dengan desain arsitektural agar berfungsi sebagaimana mestinya ruang terbuka publik. Salah satu ruang terbuka publik di Bandung yaitu Alun-alun Cicendo Bandung yang didesain secara arsitektural dan menjadi icon kawasan Cicendo, berfungsi sebagai wadah untuk menampung aktivitas sosial masyarakat di kawasan Cicendo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakretistik ruang terbuka publik berdasarkan elemen-elemen pembentuk fisik kota yang berada di kawasan Alun-alun Cicendo Bandung dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil pembahasan dapat menggambarkan bahwa kawasan Alun alun Cicendo Bandung memenuhi elemen-elemen pembentuk fisik kota dengan desain yang baik. Kata kunci : Ruang Tebuka Publik, Alun-alun, Elemen Pembentuk Fisik Kota. ABSTRACT Open Space basically is a space that can accommodate people’s activity. Open space is one of the city image and a city life quality indicator. The existence of open space in a city has an important role in an urban area so a public space needs proper planning and design with completeness an image of the city elements. The completeness image of the city elements is related to an architectural design so the public space can operate properly. Alun alun Cicendo is one of open space in Bandung that designed architecturally and become an icon of Cicendo, functions as a place to accommodate a social activity. This research aims to review the characteristics of a public space based on the image of the city elements around Alun alun Cicendo Bandung with the descriptive qualitative method. The result can describe that Alun alun Cicendo Bandung complies image of the city elements with a good design. Keywords: Open Space, Square, Image of the City Elements
Penggunaan Prinsip Fengsui dalam Penentukan Ruang Ibadah Pada Wihara Pemancar Keselamatan Kota Cirebon Tecky Hendrarto; Ramadhan Rachmatuloh; Mochamad Ridwan Arif Arif; Tazkiya Savarani; Marzuq Fakhri Abdul Aziz
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v1i1.3358

Abstract

ABSTRAK Proses peribadahan di wihara memiliki tata cara serta alur ibadah dalam berdoa. Urutan tata cara ibadah mempengaruhi posisi ruang ibadah di dalam wihara. Letak dan urutan para Dewa yang harus disembah oleh jemaah secara berurutan didasarkan dari kedudukan para Dewa. Letak ruang ibadah akan berpengaruh terhadap alur ibadah jemaah. Selain memperhatikan hierarki dan posisi dewa di ruang ibadah, orientasi wihara pun harus sesuai dengan fengsui agar menghadirkan energi postif yang dipercaya dapat mengundang nasib baik. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan fengsui pada hierarki ruang ibadah wihara. Lingkup studi pada kajian ini penggunaan fengsui pada penempatan Dewa pada ruangan dan pada penempatan ruang di wihara beserta orientasinya. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, fengsui mempengaruhi penentuan hierarki ruang tata letak, dan orientasi Wihara Pemancar Keselamatan, contohnya dewa yang memiliki hierarki tertinggi berada di tengah dan terdalam ruangan, diikuti pada dewa yang letaknya di bagian kiri kemudian kanan, karena bagian kiri lebih utama daripada kanan. Kemudian, semakin jauh ruangan dari gerbang depan, maka semakin tinggi pula tingkat kesakralan ruangan tersebut. Letak Wihara Pemancar Keselamatan menghadap ke sumber air, yaitu sungai dan berada di posisi tusuk sate yang berfungsi untuk menyerap energi buruk agar energi tersebut tidak membawa nasib buruk kepada masyarakat di sekitar. Kata Kunci: Wihara, Hierarki Ruang Ibadah, Orientasi

Page 2 of 2 | Total Record : 12