cover
Contact Name
Dr. Ir., Nurtati Soewarno, M.T
Contact Email
nurtati@itenas.ac.id
Phone
+6222-7272215
Journal Mail Official
terracotta@itenas.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung - Itenas Gedung 17 Lantai 1 Jl. P.H.H. Mustofa No 23 Bandung - Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA
ISSN : -     EISSN : 27164667     DOI : https://doi.org/10.26760/terracotta
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA adalah Jurnal Ilmiah yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang-bidang utama : Perancangan Arsitektur (gedung), Stuktur dan Konstruksi, Teknologi Bangunan, Perencanaan Kota dan Asitektur Kota, Perumahan dan Permukiman, serta Teori-Metoda dan Sejarah Arsitektur.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020)" : 12 Documents clear
Kenyamanan Pencapaian Pengguna Bangunan Rumah Sakit Multi Massa terhadap Desain Sirkulasi sebagai Penghubung Antarfungsi Bangunan Theresia Pynkyawati; Panji Meilan; Alfonzo Dianro Rafles; Bayu Mirza Dwi Putro
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v1i2.4017

Abstract

ABSTRAKRumah sakit merupakan sebuah sarana penunjang bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan jasmani ketika dalam kondisi sakit ataupun saat mengalami kecelakaan darurat. Sarana maupun prasarana yang tersedia pada rumah sakit diharapkan dapat memberikan kenyamanan terhadap pasien, maupun staff tenaga medis dan non medis. Sarana sirkulasi menjadi sebuah penghubung kegiatan di dalam sebuah bangunan. Pola sirkulasi yang baik akan mempermudah pengguna bangunan dalam beraktifitas. Desain rancangan Rumah Sakit Dustira menerapkan konsep bangunan dengan tatanan multi massa. Dampak dari konsep ini menyebabkan setiap bangunan pada kawasan memiliki jarak pencapaian yang berbeda. Adapun maksud dari penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kenyamanan pencapaian pada pengguna di kawasan rumah sakit. Metode analisa dilakukan secara kualitatif terhadap kenyamanan sirkulasi yang diuraikan secara deskriptif dan mengacu pada teori kenyamanan pencapaian, zoning pada rumah sakit, dan teori konsep tatanan massa. Hasil analisis menunjukan bahwa kenyamanan pencapaian pada setiap kebutuhan medis cukup nyaman, dengan pola sirkulasi yang teratur dan zoning yang jelas ditambah adanya signage disetiap node dapat membantu pengunjung atau pasien dalam menemukan gedung medis yang dituju.Kata kunci: Rumah Sakit, multi massa, kenyamanan pencapaian, sirkulasi, pengguna bangunnan AbstraCTThe hospital is a supporting facility for the community in meeting physical needs when they are sick or when experiencing an emergency accident. Facilities and infrastructure available at the hospital are expected to provide comfort to patients, as well as medical and non-medical staff. The means of circulation become a hub of activity in a building. A good circulation pattern will facilitate building users in their activities. The design design of the Dustira Hospital applies the concept of building with a multi-mass order. The impact of this concept causes each building in the region to have different achievement distances. The purpose of this study aims to measure the level of comfort of achievement for users in the hospital area. The method of analysis is carried out qualitatively on the convenience of circulation which is described descriptively and refers to the theory of comfort of achievement, zoning in hospitals, and the theory of the concept of mass order. The results of the analysis show that the comfort of achievement in each medical need is quite comfortable, with regular circulation patterns and clear zoning plus the presence of signage in each node can help visitors or patients find the intended medical building.Keywords: Hospital, multi mass, comfort achievement, circulation, building users
Penerapan Metoda Adaptive Reuse pada Alih Fungsi Bangunan Gudang Pabrik Badjoe Menjadi Kafetaria Widya Primatiana Susanto; Raima Dien Medina; Adanthi Maudy Adwitya P
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v1i2.4019

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari penerapan metoda adaptive reuse pada sebuah bangunan ex gudang pabrik baju yang sudah tidak digunakan lagi. Maraknya bisnis factory outlet dan strategisnya lokasi memberi ide kepada pemilik pabrik untuk tidak menghancurkan gudang tersebut tetapi merubahnya menjadi sebuah bangunan komersil dengan fungsi kafetaria.  Ide ini sejalan dengan isu sustainable yang menerapkan konsep 3R yaitu reduce,reuse dan recycle yang pada bangunan dikenal sebagai adaptive reuse. Dengan mempelajari sejarah bangunan dan melakukan observasi ke objek maka diperoleh gambaran penerapan konsep adaptive reuse. Alih fungsi mendorong terjadinya perubahan, terutama pada ruang dalam sebagai bentuk adaptasi terhadap fungsi baru. Bagaimana potensi yang dimiliki bangunan, seperti tinggi plafond, lebar dan luas bangunan, perletakan jendela dan lubang angin dapat dipertahankan dan dioptimalkan untuk fungsi baru. Sedangkan perubahan pada facade bangunan dimaksudkan untuk memperindah tampilan sehingga bangunan terlihat indah dan dapat menarik banyak pengunjung. Metoda adaptive reuse cocok dengan issue sustainable sehingga bangunan lebih baik dialih fungsikan daripada dihancurkan. Untuk menunjang issue sustainable diperlukan campur tangan pemerintah dalam mengatur pembangunan sehingga ratio area terbangun dan tidak terbangun di kota Bandung dapat seimbang.Kata kunci: adaptive reuse, transformasi, sustainable building. ABSTRACTThis research is intended to study the application of the adaptive reuse method on an unused clothing warehouse building. The emerging of the outlet factory business and the strategic location of the building give the factory owner ideas not to knock down the warehouse but instead change it into a commercial building function as a cafeteria. This idea is in line with the sustainable issue which apply the 3R concept: Reduce, Reuse, and Recycle or known as an adaptive reuse. By studying the building history and observing the object, an image of the adaptive reuse concept application could be gained. The function shift pushes to changes, especially in the inner room as an adaptation to the new function. How this building potential such as the ceiling high, wide and spacious, window and opening placement could be maintained and optimized to a new function. Whilst the building facade alteration is intended to beautify performance so the building looks picturesque and could attract many visitors. The adaptive reuse method is suitable for the sustainable issue so it is better to switch the function rather than to devastate it. To support the sustainable issue the intervention by the government is needed to organize the development so the ratio between the built and non built area in Bandung city could be balanced.Keywords: adaptive reuse, transformation, sustainable building.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari penerapan metoda adaptive reuse pada sebuah bangunan ex gudang pabrik baju yang sudah tidak digunakan lagi. Maraknya bisnis factory outlet dan strategisnya lokasi memberi ide kepada pemilik pabrik untuk tidak menghancurkan gudang tersebut tetapi merubahnya menjadi sebuah bangunan komersil dengan fungsi kafetaria. Ide ini sejalan dengan isu sustainable yang menerapkan konsep 3R yaitu reduce,reuse dan recycle yang pada bangunan dikenal sebagai adaptive reuse. Dengan mempelajari sejarah bangunan dan melakukan observasi ke objek maka diperoleh gambaran penerapan konsep adaptive reuse. Alih fungsi mendorong terjadinya perubahan, terutama pada ruang dalam sebagai bentuk adaptasi terhadap fungsi baru. Bagaimana potensi yang dimiliki bangunan, seperti tinggi plafond, lebar dan luas bangunan, perletakan jendela dan lubang angin dapat dipertahankan dan dioptimalkan untuk fungsi baru. Sedangkan perubahan pada facade bangunan dimaksudkan untuk memperindah tampilan sehingga bangunan terlihat indah dan dapat menarik banyak pengunjung. Metoda adaptive reuse cocok dengan issue sustainable sehingga bangunan lebih baik dialih fungsikan daripada dihancurkan. Untuk menunjang issue sustainable diperlukan campur tangan pemerintah dalam mengatur pembangunan sehingga ratio area terbangun dan tidak terbangun di kota Bandung dapat seimbang.Kata kunci: adaptive reuse, transformasi, sustainable building.ABSTRACTThis research is intended to study the application of the adaptive reuse method on an unused clothing warehouse building. The emerging of the outlet factory business and the strategic location of the building give the factory owner ideas not to knock down the warehouse but instead change it into a commercial building function as a cafetaria. This idea is in line with the sustaineable issue which apply the 3R consept: Reduse, Reuse and Recycle or known as adaptive reuse. By studying the building history and observing the object, an image of the adaptive reuse consept application could be gained. The function shift pushes to changes, especialy on the inner room as an adaptation to the new function. How this building potential such as the ceiling high, wide and spacious, window and opening placement could be maintained and optimized to a new function. Whilst the building facade alteration is intendet to beautify performance so the building looks picturesque and could attract many visitors. Adaptive reuse method is suitable with the sustainable issue so its better to swich the function rather then to devaste it. To support the sustainable issue the intervention by the government is needed to organize the development so the ratio between the built and non built area in Bancung city could be balanced.Keywords: adaptive reuse, transformation, sustainable building.

Page 2 of 2 | Total Record : 12