cover
Contact Name
Dr. Ir., Nurtati Soewarno, M.T
Contact Email
nurtati@itenas.ac.id
Phone
+6222-7272215
Journal Mail Official
terracotta@itenas.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung - Itenas Gedung 17 Lantai 1 Jl. P.H.H. Mustofa No 23 Bandung - Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA
ISSN : -     EISSN : 27164667     DOI : https://doi.org/10.26760/terracotta
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA adalah Jurnal Ilmiah yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang-bidang utama : Perancangan Arsitektur (gedung), Stuktur dan Konstruksi, Teknologi Bangunan, Perencanaan Kota dan Asitektur Kota, Perumahan dan Permukiman, serta Teori-Metoda dan Sejarah Arsitektur.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2022)" : 6 Documents clear
Kualitas Akustik pada Auditorium dengan Konsep Arsitektur Biomimikri Contoh Kasus: Teater IMAX Keong Emas Nur Laela Latifah
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v3i3.6848

Abstract

AbstrakMelalui penerapan konsep arsitektur biomimikri, gubahan massa bangunan dan ruang di dalam ruang auditorium dapat berbentuk dinamis sehingga dapat mempengaruhi perolehan kualitas akustik termasuk visualnya. Teater IMAX Keong Emas yang berlokasi di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta adalah auditorium pemutaran film edukasi berteknologi IMAX yang menerapkan konsep arsitektur biomimikri dengan meniru hewan keong sawah. Dengan keunikannya maka bangunan teater ini perlu untuk dianalisis bagaimana keberhasilan desain terkait fungsinya sebagai ruang bagi audiens untuk mendengar dan menonton pertunjukan. Analisis penelitian dilakukan baik secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan data primer dari lapangan yang telah diolah, mencakup foto lapangan, hasil pengukuran lapangan, dan hasil wawancara internal dengan pihak manajemen Teater IMAX Keong Emas. Variabel penelitian mencakup konsep bentuk serta dimensi dan proporsi bangunan; bentuk serta dimensi dan proporsi ruang teater; pengaturan kursi, sudut pandang, dan kemiringan lantai audiens; desain plafon; juga material akustik interior. Tujuan penelitian adalah diperolehnya pemahaman bagaimana kualitas akustik juga kualitas visual dari auditorium pada bangunan dengan konsep arsitektur biomimikri. Berdasarkan analisis diperoleh nilai kebaruan di antaranya bahwa arsitektur biomimikri dapat diterapkan pada bangunan auditorium, serta plafon tidak harus berfungsi sebagai reflector pada auditorium bila telah menerapkan sistem tata suara yang sangat baik.Kata kunci: Auditorium, Biomimikri, Kualitas Akustik, Sudut Pandang AbstraCTThrough the application of the biomimicry architectural concept, the composition of the building mass and space in the auditorium can be dynamically shaped so that it can affect the acquisition of acoustic quality, including visuals. The Keong Emas IMAX Theater, located in the Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tourist area, Jakarta, is an auditorium for the screening of eduactional films with IMAX technology that applies the biomimicry architectural concept by imitating rice snail. With its uniqueness, this theater building needs to be analyzed how the success of the design is related to its function as a space for the audience to hear and watch performances. Research analysis was carried out both quantitatively and qualitatively based on primary data from the field that had been processed, including field photos, results of field measurements, and results of internal interviews with the management of the Keong Emas IMAX Theater. The research variables include the concept of shape as well as the dimensions and proportions of the building; the shape as well as dimensions and proportions of the theater space; seat layout, viewing angles, and audience floor slope; ceiling design; also interior acoustic materials. The purpose of this research is to gain an understanding of the acoustic quality as well as the visual quality of the auditorium in a building with the biomimicry architectural concept. Based on the analysis obtained novelty values including that biomimicry architecture can be applied to the auditorium building, and the ceiling does not have to function as a reflector in an auditorium if it has implemented a very good sound system.Keywords: Acoustic Quality, Auditorium, Biomimicry Viewing Angles
Kajian Gaya Arsitektur Tradisional Jawa pada Villa So Long Nabella Deka Putri; Adibah Nurul Yunisya
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v3i2.6522

Abstract

Sebagai tempat peristirahatan, villa harus mempertimbangkan kenyamanan pengunjung, selain kenyamanan, villa juga harus memperhatikan keindahan arsitektur pada bangunannya. Banyak bangunan villa yang gaya arsitekturnya diadaptasi dari lokasi maupun alam disekitarnya, selain menjadi ciri khas juga sebagai bentuk pelestarian terhadap arsitektur setempat, salah satu contohnya adalah Villa So Long yang terletak di kabupaten Banyuwangi menggunakan gaya arsitektur tradisional Jawa. Penerapan gaya arsitektur tradisional Jawa terlihat pada tampak bangunan meliputi atap, dinding, bukaan, ornamen, bentuk, pemilihan jenis material, warna serta interior. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan melihat objek studi pada bangunan Villa So Long, untuk pengumpulan dan analisis data yaitu mengumpulkan informasi dan mengembangkan suatu teori yang sesuai terhadap tampilan bangunan Villa So Long. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk melihat gaya arsitektur tradisional Jawa pada Villa So Long. Kemudian diperoleh hasil dan kesimpulan dari penelitian ini yaitu villa So Long banyak mengadaptasi gaya arsitektur tradisional Jawa bukan hanya pada tampilan tetapi juga pada interior bangunan. Dengan adanya kajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk merancang bangunan yang mengusung gaya arsitektur tradisional Jawa, sehingga selain untuk melestarikannya namun juga untuk memperkenalkan arsitektur tradisional kepada seluruh penjuru dunia. Kata kunci: arsitektur, tradisional, villa
Eksistensi Pola Geometrik, Organik, & Superimposisi Dalam Arsitektur Pada Kawasan Summarecon Bekasi Albert Bernadus
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v3i3.7000

Abstract

Eksistensi sebuah pola dalam kota ataupun kawasan di dalam kota sangatlah penting dalam membantu pengaturan hubungan aktivitas, tata bangunan, jaringan jalan, ruang terbuka, dan sistem kota lainnya, pola tersebut akan ada yang muncul secara alami atau juga dengan disengaja dan diantaranya akan ada yang lebih dominan dibanding satu sama lainnya. Untuk bisa merencanakan sebuah sistem kawasan yang efektif maka haruslah diidentifikasikan terlebih dahulu pola dasar kawasan tersebut seperti padahalnya kawasan Summarecon Bekasi dimana akan ada pola dominan didalam kawasan tersebut yang bisa membantu dalam pertumbuhan kawasannya baik dari penambahan bangunan baru, pembaharuan jaringan jalan, dan lainnya. Hasil penelitian ini akan menunjukan ke eksistensian pola-pola di dalam kawasan Summarecon Bekasi baik yang alami dan yang disengaja dan pola mana saja yang lebih dominan dibanding dengan yang lainnya agar bisa menjadi acuan dalam pengambangan kawasan dimasa depan baik dari perkembangan fisik dan juga sosial.
Penerapan Arsitektur Hijau pada Perancangan Apartemen Mahasiswa di Medan Yunita Syafitri Rambe
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v3i3.7085

Abstract

Layanan pendidikan di Indonesia semakin berkembang seiring berkembangnya arus globalisasi, teknologi dan informasi. Jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, yang berasal dari dalam kota maupun yang berasal dari luar kota, mengakibatkan kebutuhan tempat tinggal sementara terus meningkat. Fenomena ini menjadi dasar berlomba-lomba untuk membangun hunian masyarakat salah satunya apartemen mahasiswa yang berada di Medan Sunggal. Pada apartemen ini, konsep bangunan menggunakan arsitektur hijau berlandaskan prinsip-prinsip arsitektur hijau dapat meminimalisirkan pengoperasian dan perawatan gedung apartemen ini sehingga akan berpengaruh pada biaya sewa yang akan di keluarkan mahasiswa agar tidak terlalu memberatkan. Penelitian  ini bertujuan untuk memberikan penilaian terhadap bangunan apartemen mahasiswa ini, apakah bangunan ini sudah memenuhi bangunan dengan penerapan arsitektur hijau. Metode penelitian berupa metode kualitatif deskriptif dengan melakukan pengumpulan data dan analisis terhadap hasil perancangan bangunan apartemen. Luaran dalam penelitian ini merupakan tercapainya tujuan penelitian dengan melakukan publikasi sebagai referensi untuk penelitian berikutnya.
Penerapan Konsep Arsitektur Industrial pada Bangunan Masjid Jami Al Hurriyah Jakarta Selatan Widi Dwi Satria
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v3i3.7075

Abstract

Masjid merupakan bangunan tempat beribadah bagi umat muslim yang tersebar di seluruh dunia. Bangunan masjid sangat banyak di temui di Indonesia karena mayoritas penduduknya yang beragama muslim. Keberadaan masjid di indonesia tak lepas dari ciri khas arsitektur yang unik dan beragam. Berbagai macam konsep arsitektur diterapkan pada desain masjid untuk menciptakan bangunan yang berkualitas. Konsep arsitektur yang baik akan menciptakan pengalaman arsitektur yang mengesankan. Masjid di indonesia identik dengan permainan ornamen, kaligrafi, atap kubah, serta warna yang terang. Masjid Jami Al Hurriyah merupakan masjid di indonesia yang menerapkan konsep unik dan berbeda yakni konsep arsitektur industrial. konsep arsitektur industrial sangat mengedepankan fungsional dan kejujuran penggunaan material. Konsep arsitektur industrial sendiri muncul pada era modern seiring dengan banyaknya bekas pabrik di tahun tersebut yang sudah tidak produktif dan terbengkalai kemudian difungsikan kembali tanpa merubah keaslian nya. Masjid Jami Al Hurriyah memiliki pendekatan yang unik dengan memberi pengalaman bentuk, ruang dan suasana yang berbeda dengan masjid lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi dan mempelajari penerapan arsitektur industrial pada bangunan masjid. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi terkait sudut pandang baru pada perancangan masjid. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini berupa penerapan elemen khas arsitektur industrial yang terlihat pada eksterior maupun interior masjid.
Telaah Nilai Kontekstualitas pada Konfigurasi Rancangan Masjid Menara Kudus Muhammad - Rakha; Rahadhian Prajudi Herwindo
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v3i3.7015

Abstract

Dewasa ini, semakin banyak dijumpai rancangan arsitektur yang berusaha tampil berbeda tanpa mempedulikan konteks lingkungan sekitarnya. Kurang disorotinya kontekstualitas dalam rancangan menjadi fenomena yang mengkhawatirkan, khususnya bagi bangunan maupun kawasan bersejarah. Pasalnya, arsitektur yang tidak kontekstual membuat keharmonisan dan kesan kesatuan antar bangunan dan sekitarnya menjadi berkurang. Penelitian ini pada dasarnya berusaha memfokuskan pada pembahasan kontekstualitas pada rancangan Masjid Menara Kudus yang telah mengalami adisi, ekspansi dan renovasi. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana nilai kontekstualitas rancangan terwujud pada rancangan Masjid Menara Kudus, beserta aspek-aspek apa saja yang mempengaruhinya. Analisis pada penelitian dilakukan dengan menggunakan teori tipomorfologi arsitektur yang digunakan untuk membedah konfigurasi rancangan objek studi dan teori kontekstualitas yang digunakan untuk menalaah pendekatan-pendekatan kontekstual beserta aspek-aspek apa saja yang menjadi indikatornya. Dari penelitian ini didapatkan temuan bahwa terdapat dua lingkup rancangan yang memiliki nilai kontekstualitas yang ideal dan dua lingkup rancangan lainnya yang kurang mencerminkan konsep rancangan kontekstual pada Masjid Menara Kudus. Pada penelitian ini juga ditemukan lima aspek rancangan yang berperan penting mempengaruhi nilai kontekstualitas Masjid Menara Kudus.

Page 1 of 1 | Total Record : 6