cover
Contact Name
Dr. Ir., Nurtati Soewarno, M.T
Contact Email
nurtati@itenas.ac.id
Phone
+6222-7272215
Journal Mail Official
terracotta@itenas.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung - Itenas Gedung 17 Lantai 1 Jl. P.H.H. Mustofa No 23 Bandung - Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA
ISSN : -     EISSN : 27164667     DOI : https://doi.org/10.26760/terracotta
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA adalah Jurnal Ilmiah yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang-bidang utama : Perancangan Arsitektur (gedung), Stuktur dan Konstruksi, Teknologi Bangunan, Perencanaan Kota dan Asitektur Kota, Perumahan dan Permukiman, serta Teori-Metoda dan Sejarah Arsitektur.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2" : 5 Documents clear
Transisi Pola Sirkulasi Pendaftaran Konvensional Ke Digital, Studi Kasus RSUD Tarakan Jakarta Lumbanraja, Boi Dapot; Susetyarto, Martinus Bambang; Puspatarini, Retna Ayu
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 2
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i2.10911

Abstract

Saat ini pelayanan rumah sakit mengalami transisi dari manual ke digital. Perubahan ini memberikan dampak pada layanan rumah sakit seperti perubahan pola sirkulasi rumah sakit. Saat ini kajian perubahan pola sirkulasi akibat transisi ini belum banyak dilakukan. Riset ini merupakan riset terapan untuk mengkaji perubahan perilaku akibat perubahan layanan konvensional ke digital. Perubahan ini direspon dengan riset terapan secara mendalam sebelum melakukan perubahan tata letak ruang dan sirkulasi. Hal ini ditugaskan kepada peneliti untuk menyelesaikannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran perubahan pola sirkulasi alur pasien akibat transisi pendaftaran manual ke digital. Gambaran yang didapatkan adalah mendapatkan gambaran pola sirkulasi pada saat ini yang masih menggabungkan konvensional dan digital,  mendapatkan behavior mapping pendafataran online, dan menganalisa hasil data temuan . Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi pola sirkulasi dengan teknik pemetaan perilaku, wawancara dengan nara sumber pengelola rumah sakit. Hasil data yang didapat dikoding dan di triangulasi. Kesimpulan didapatkan bahwa transisi dari konvensional ke digital membawa dampak pada tata letak dan sirkulasi. Perlu adanya penyesuaian dengan penambahan kapasitas tata letak dan sirkulasi bagi pasien pendaftar online dan pengurangan area pendaftar manual, termasuk pengurangan area layanan informasi.
Strategi Revitalisasi Taman Gajah Mada Kota Batam dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku Aguspriyanti, Carissa Dinar; Zertson, Zertson; Husnul, Khayril; Sudirman, M Reza; Alifia, Nabila Dea; Suwarlan, Stivani Ayuning
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 2
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i2.11407

Abstract

Penurunan kualitas ruang menjadi salah satu faktor menurunnya minat masyarakat dalam mengunjungi taman kota, di samping adanya kecenderungan perilaku-perilaku negatif pengunjung yang mempengaruhi keamanan dan kenyamanan di taman tersebut. Minimnya akses terhadap ruang terbuka hijau yang berkualitas di perkotaan beresiko mempengaruhi kesehatan fisik dan mental masyarakatnya. Oleh karena itu, studi deskriptif kualitatif ini mengeksplorasi strategi revitalitasi salah satu ruang terbuka hijau publik di Kota Batam, yaitu Taman Gajah Mada, dengan pendekatan arsitektur perilaku. Data-data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi lapangan terkait kondisi lingkungan dan perilaku terbuka pengunjung yang ditekankan pada pola aktivitas, serta wawancara untuk mengetahui perilaku tertutup atau persepsi pengunjung. Hasil analisis perilaku menunjukan respon positif dan negatif yang kemudian menjadi dasar pertimbangan dalam merumuskan strategi revitalisasi. Adapun strategi tersebut disusun berdasarkan lima aspek lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku manusia, yaitu ruang; ukuran dan bentuk; perabot dan penataannya; warna; suara, temperatur, dan pencahayaan. Studi ini juga menemukan bahwa salah satu faktor penting dan masih berkaitan dengan aspek ruang adalah ketersediaan kegiatan rutin komunal masyarakat di taman sebagai media promosi taman dan sekaligus melibatkan masyarakat untuk merawat taman tersebut secara tidak langsung. Keterlibatan masyarakat dapat menciptakan ikatan emosional dengan taman dan mendorong partisipasi aktif dalam menjaga dan memanfaatkan ruang tersebut.
Analisis Pengaruh Koridor Jalan Braga Terhadap Lingkungan Permukiman di Kawasan Wisata, Jalan Braga Utomo, Regi Raihan; Sutarno, Wida Hamidah; Falah, Zildan Rasyid; Busono, Rr. Tjahyani; Yosita, Lucy
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 2
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i2.10641

Abstract

Kota Bandung merupakan salah satu kota yang berada di Indonesia dengan potensi geografis yang memiliki daya tarik wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan internasional. Kota yang biasa disebut dengan sebutan “Bandung Lautan Api” ini memang memiliki daya tarik sendiri bagi para wisatawan seperti makanan daerah yang beragam hingga bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Belanda. Salah satu kawasan yang paling terkenal bagi wisatawan adalah Kawasan Braga. Kawasan Braga dinilai memiliki potensi wisata heritage untuk menarik minat para wisatawan dengan bangunan-bangunan bersejarahnya. Dengan memiliki potensi tersebut, pemerintah membuat permukiman pada sekitar Jalan Braga menjadi kampung wisata pada tahun 2019 dengan upaya mengembangkan pariwisata pada sektor tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kawasan braga terhadap lingkungan permukiman yang berada di kawasan wisata Braga yaitu pada RW 08 yang berada di sebelah barat Jalan Braga. Pengambilan data diperoleh dengan cara melakukan observasi langsung (data primer) pada kawasan permukiman dan melakukan wawancara kepada ketua RW 08. Adapun studi literatur (data sekunder) yang diperoleh dari jurnal atau website yang sudah diteliti sebelumnya. Berdasarkan hasil observasi, penulis dapat menyimpulkan bahwa pemukiman yang terletak pada kawasan-kawasan yang ramai memiliki potensi seperti membantu faktor ekonomi penduduk hingga sosial yang terjadi di kawasan permukiman. Namun, terdapat ancaman yang ditimbulkan oleh wisatawan yang dapat mengganggu para penduduk. Oleh karena itu, para wisatawan dan penduduk harus turut andil dalam menjaga lingkungan kawasan Braga.
Optimalisasi Termal Pada Perancangan Bangunan Creative Hub di Kota Medan dengan Plug-in Sefaira Aipin, Angga Hariguna; Nasution, Aulia Muflih
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 2
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i2.11266

Abstract

Pada pertemuan Friends Of Creative Industries (FEC) bulan November 2020, dikatakan ekonomi kreatif merupakan bagian penting dari pemulihan ekonomi global. Data dari Bekraf menunjukan bahwa Sumatera Utara memiliki ketertarikan pada industri kreatif, dengan subsektor musik, kuliner dan seni pertunjukan yang paling diminati. Oleh karena itu, dibutuhkan creative hub untuk mewadahi industri kreatif ini. Selain itu, banyak masyarakat mulai sadar akan perubahan iklim karena kualitas lingkungan saat ini semakin menurun karena faktor alam itu sendiri maupun makhluk hidup. Berawal dari kesadaran ini, para arsitek mulai mencari solusi untuk mengatasi masalah iklim dengan menggunakan pendekatan desain yang meningkatkan kinerja termal bangunan dan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca pada atmosfer bumi sehingga meminimalkan pemanasan global. Penggunaan software Sefaira harus digunakan sebagai alat tambahan untuk membantu mengoptimalkan penerapan sustainable architecture. Setelah menentukan lokasi perancangan, orientasi bangunan, serta kebutuhan bangunan yang digunakan pada bangunan, Sefaira akan memberikan informasi hasil dari simulasi desain bangunan seperti nilai peak loads, free area serta comfort berdasarkan tiga indikator seperti dry bulb temperature, operating temperatur dan ASHRAE 55. Dengan demikian, simulasi Sefaira ini akan memungkinkan bangunan untuk memaksimalkan tingkat kenyamanan dan mempermudah perancangan untuk mendesain bangunan yang sustainable dengan mengoptimalkan perancangan melalui rekomendasi yang diberikan oleh software Sefaira.
Evaluasi Pencahayaan Alami pada Masjid Al-Huda Tembalang Purba, Revlitania
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 2
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i2.11269

Abstract

ABSTRAKBerbagai bentuk ibadah umat Islam menggunakan rutinitas masjid minimal 5 kali sehari yaitu pagi, siang, sore, dan malam. Kondisi inilah yang menjadikan masjid sebagai salah satu tempat yang dapat digunakan dalam kondisi yang berbeda. Metode pada penelitian berupa observasi, dokumentasi, dan pengukuran menggunakan alat berupa luxmeter. Fokus penelitian untuk mengetahui bagaimana kinerja pencahayaan alami pada Masjid Al-Huda Tembalang. Bertujuan untuk mengukur atau mengetahui kualitas cahaya di beberapa titik dengan membagi area berdasarkan tingkat cahaya pada ruangan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, pencahayaan alami pada ruang ibadah Masjid Al-Huda Tembalang belum memenuhi standar dari segi pencahayaan alami dikarenakan ruangan yang diapit ruangan lain dan cahaya alami yang terhalang oleh pohon-pohon besar yang berada di depan masjid. Hal ini menunjukkan bahwa posisi bangunan sangat berpengaruh pada pencahayaan alami yang masuk ke dalam ruangan bila diapit atau tidaknya oleh ruangan maupun bangunan lain serta penempatan beberapa tanaman yang menjadi penghalang masuknya cahaya alami.Kata kunci: Al-Huda, ibadah, masjid, pencahayaan alamiABSTRACTThe various forms of Islamic worship use the mosque routine at least five times a day, in the morning, afternoon, evening, and night. This condition makes the mosque one of the places that can be used in different conditions. The method in the research is observation, documentation, and measurement using a luxmeter. Focus research to find out how the natural lighting performance of the Al-Huda Tembalang Mosque is. Aim to measure or know the quality of light at several points by dividing the area by the level of light in the room. The results of the research that has been done, natural lighting in the worship space of Al-Huda Tembalang Mosque has not met the standards in terms of natural lighting because the room is flanked by other rooms and natural light is blocked by large trees in front of the mosque. This shows that the position of the building is very influential on the natural lighting that enters the room when flanked or not by other rooms and buildings as well as the placement of some plants that become a barrier to the entry of natural light.Keywords: Al-Huda, worship, mosque, natural lighting

Page 1 of 1 | Total Record : 5