cover
Contact Name
Muhammad Aditya Pratama
Contact Email
adityapratama@ikj.ac.id
Phone
+6285693972062
Journal Mail Official
imaji@ikj.ac.id
Editorial Address
Jalan Sekolah Seni No.1 (Raden Saleh, Kompleks Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Jakarta, Central Jakarta City, Jakarta 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal IMAJI
ISSN : 19073097     EISSN : 27756033     DOI : https://doi.org/10.52290/JI
Core Subject : Humanities, Art,
Journal IMAJI accommodates a collection of various topics of film / audio-visual studies that contain ideas, research, as well as critical, fresh, and innovative views on the phenomenal development of cinema in particular and audio-visual in general. This journal aims to provide research contributions to film and audio-visual media which are expected to encourage the development of film, including photography, television and new media in Indonesia, so that they are superior and competitive at the national level and in the international world.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI" : 6 Documents clear
Paradigma Sekolah Film: Dinamisasi Kurikulum Studi Khusus Program Studi D.3 Film Budisantoso, Subagyo
IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hal penting yang menunjang keberhasilan sebuah lembaga pendidikan adalah kurikulum yang dibuat dan diterapkan. Tanpa kurikulum yang baik sebuah lembaga pendidikan tidak akan dapat menjalankan proses belajar dan mengajarnya dengan lancar. Kurikulum adalah acuan pembelajaran di lembaga pendidikan dan sarana promosi yang efektif. Program D-3 Film FFTV IKJ secara periodik selalu memperbaharui kurikulumnya berdasarkan pada kebutuhan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat (industri) dan kepentingan lembaga itu sendiri. Tujuannya utamanya adalah menghasilkan karya-karya film yang memenuhi standar kelayakan kualitas yang bersifat Nasional maupun Internasional.
Melirik Sinematografi Sebagai Muatan Lokal Akbar, Budiman
IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun ditahun 2013 ini pemerintah akan memberlakukan sistem pendidikan yang berbeda dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebelumnya, tetapi dengan tetap mempertahankan mulok, setidaknya hal ini adalah peluang sebagai pintu masuk keilmuan sinematografi untuk diber- ikan di sekolah-sekolah, baik sekolah menengah pertama ataupun sekolah menengah atas. Hal ini guna menunjang pendidikan perfilman nasional pada khususnya dan produksi film pada umumnya. Oleh karenanya diperlukan kurikulum yang menyeluruh sebagai konsekuensi dari keinginan tersebut. Tidak adanya arahan dari sebuah visi perfilman nasional, menyebabkan manajerial pendidikan mulok sinematografi sepertinya terkesan tidak memiliki fungsi dan manfaat bagi perfilman. Apalagi ditambah dengan tidak adanya institusi perguruan tinggi yang melakukan penelitian secara konkrit, tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar pendidikan mulok sinematografi, semakin memperkuat ketidapedulian dan ketidakseriusan para insan perfilman untuk lebih mengembangkan dan meningkatkan perfilman nasional.
Posisi Bayangan Dalam Imaji Visual dan Kemungkinan Analisisnya Ariansah, Mohamad
IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayangan merupakan sebuah entitas yang selalu dipandang sebagai sumber dari kejahatan dan keburukan. Sebuah wilayah di mana cahaya yang merupakan sumber dari pengetahuan sejati dan kebaikan tidak mampu meneranginya.Karena itulah maka peradaban memberikan sebuah pencitraan yang buruk dan penuh dengan perasaan curiga terhadapnya. Namun muncul film-film yang dapat mengangkat posisi dari bayangan.Selain merubah cara pandang peradaban Barat yang mengakar sangat kuat.Sebab bayangan bisa menjadi terapi bagi manusia dalam menjalani trauma dan kegelapan.
Industri Media Dan Pendidikan Sebuah Pengamatan Dilematis Ayawaila, Gerzon Ron
IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhkembangnya media berikut industrinya di Indonesia dapat diakui semakin semarak. Pengaruhnya pun terasa dan terlihat pada pergeseran nilai yang terjadi dalam pola berpikir dan gaya hidup masyarakat. Budaya media sudah meresap kedalam kebutuhan keseharian masyarakat yang dianggap haus akan informasi dan hiburan. Pertumbuhan ini diikuti dengan tumbuhnya sejumlah besar institusi pendidikan film dan televisi yang kebanyakan berkumpul di pulau Jawa. Tentunya pertumbuhan industri kreatif ini dapat menunjang rencana jangka panjang pemerintah dalam hal ini Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Akan tetapi berkembangnya industri media bagian dari industri kreatif, tidak selalu membawa hikmah dan berkah bagi lapisan masyarakat yang terlibat, sebagai publik media. Dipihak lain dari sisi para kreator, penggiat televisi, sineas film yang berfungsi sebagai distributor karya cipta kepada industri media, juga mengalami ketidak seimbangan antara kontribusi dan imbalan pendapatan, hingga soal hak azasinya didalam ranah hukum.
58 Tahun Film Animasi Indonesia: Film Animasi Indonesia Dalam Pertumbuhan Prakosa, Gotot
IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah Film Animasi Indonesia bagi para animator dunia dianggap begitu jelas, disamping Indonesia memiliki sejarah kebudayaan yang sangat kental. Seperti wayang dan candi-candi yang ada di pulau Jawa, semuanya memiliki gambar-gambar relief tradisional yang dianggap telah memiliki ‘hidup’, seperti visi film animasi secara umum. Disamping itu tentu saja pengaruh perkembangan jaman dan teknologi yang meng-global, tentu memberikan perkembangan dan pertumbuhan tersendiri. Maka sejak masa lahirnya Negara Indonesia, dengan berbagai kekuasaan dan kebijakan Presidennya, juga menumbuhkan perkembangan tersendiri. Boleh dibilang pertumbuhan film animasi Indonesia jika dimulai dengan diciptakannya film animasi propaganda Si Doel Memilih, karya animator dan kartunis Dukut Hendronoto, kini boleh dicatat film animasi Indonesia telah berusia 58 tahun. Usia yang cukup umur untuk dijadikan acuan, semestinya perkembangannya sudah ke berbagai ranah. Baik ranah individu maupun ranah industrinya. Namun kenyataannya selalu meleset dari pertumbuhannya itu sendiri.
Pakaian Perempuan Dan Kesenangan Laki-Laki Dalam Iklan Axe 2012 End Of Girls (2012) Kuspujiati
IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media kita saat ini menampilkan image perempuan yang « sempurna », yang tentunya cantik, tinggi dan langsing. Perempuan telah menjadi « icon » dari iklan sekaligus menjadi « objek » menarik di dunia televisi dan film. Hingga pada akhirnya image perempuan seperti inilah yang membentuk pemikiran masyarakat umum. Ketika televisi dan film menstandarisasi ukuran kecantikan, maka perempuan-perempuan yang tidak memiliki atau tidak memenuhi kriteria tersebut, ia jauh dari kategori «cantik ». Pada kenyataannya, standarisasi kecantikan dalam film maupun televisi tidak muncul begitu saja, namun itu semua merupakan konstruksi dari dominasi laki-laki.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori Vol. 16 No. 2 (2025): Film, Masyarakat, Teknologi, dan Identitas Budaya Vol. 16 No. 1 (2025): Identitas dalam Sinema Indonesia Vol. 15 No. 3 (2024): Ruang, Penonton, dan Wacana Sinematik Vol. 15 No. 2 (2024): Fotografi, Bahasa Visual dan Eksotisme Vol. 15 No. 1 (2024): Arsip, Wacana Visual & Film Eksperimental Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan Vol. 14 No. 2 (2023): Fotografi, Riwayatmu Hingga Kini Vol. 14 No. 1 (2023): Antara Struktur dan Bahasa Visual Vol. 13 No. 3 (2022): Menuju Layar Personal sebagai Budaya Baru Menonton Vol. 13 No. 2 (2022): Wawancara dan Kedalaman Penelitian Media Audio Visual Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual Vol. 12 No. 2 (2021): Panorama Mengamplifikasi Gagasan melalui Media Audio-Visual Vol. 12 No. 1 (2021): Sinema dan Wacana Vol. 11 No. 2 (2020): Sinema, Ideologi, dan Kritik Sosial Vol. 11 No. 1 (2020): Bentuk, Gaya, dan Persepsi Penonton Vol. 10 No. 2 (2018): Karakter dan Konsep-Konsep Psikoanalisis dalam Film Vol. 10 No. 1 (2018): Teknologi dan Storytelling dalam Medium Audio-Visual Vol. 9 No. 1 (2017): Mitos dalam Film dan Televisi Vol. 8 No. 1 (2016): IMAJI Vol. 5 No. 2 (2013): IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI Vol. 4 No. 1 (2012): IMAJI No. 6 (2011): IMAJI No. 5 (2009): IMAJI No. 4 (2008): IMAJI No. 3 (2007): IMAJI No. 2 (2006): Dimana Posisi Kritik Sinema Indonesia? No. 1 (2005): Antara Melihat dan Membaca More Issue