cover
Contact Name
Ismi Nurwaqiah Ibnu
Contact Email
ismiibnu@unja.ac.id
Phone
+6285242773354
Journal Mail Official
jurnalkesmasjambi@unja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jl. Tri Brata Pal 11, Pondok Meja, Kec. Metong, Muaro Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Kesmas Jambi
Published by Universitas Jambi
ISSN : 25498053     EISSN : 25805894     DOI : https://doi.org/10.22437/jkmj.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal kesmas Jambi (JKMJ) merupakan jurnal yang nantinya diterbitkan dua kali setahun, dengan topik keilmuan kesehatan masyarakat. Pengelola JKMJ adalah Prodi Kesmas FKM Universitas Jambi. Diharapkan dengan adanya JKMJ ini menjadi sarana publikasi keilmuan kesehatan masyarakat terbaik di Provinsi Jambi dan diharapkan bisa dikembangkan ke arah yang lebih baik kedepannya.JKMJ saat ini sudah mendapatkan nomor ISNN, direncanakan akan dikembangkan menjadi e-jurnal.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2017): Vol. 1 - No. 2 - September 2017" : 8 Documents clear
Analisis Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Terhadap Perilaku Upaya Pencegahan Penyakit Malaria Di Puskesmas Koni Kota Jambi Dwi Noerjoedianto
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 1 No. 2 (2017): Vol. 1 - No. 2 - September 2017
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v1i1.6525

Abstract

Berdasarkan data yang didapat di Dinas Kesehatan Kota Jambi pada tahun 2012 di 20 Puskesmas dengan AMI yaitu 13,57% dengan kasus berjumlah 7300 kasus. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Koni Kota Jambi bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (Pengetahuan dan Sikap) dengan variabel dependen (Perilaku Upaya Pencegahan Penyakit Malaria), dengan jumlah sampel sebesar 105 responden. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross secsional. Dari 36 responden yang memiliki pengetahuan rendah, 52,5% responden mempunyai perilaku pencegahan penyakit malaria yang kurang baik dan 10,9% responden mempunyai perilaku pencegahan penyakit malaria yang baik. Sedangkan dari 69 responden yang memiliki pengetahuan tinggi, 47,5% responden mempunyai perilaku pencegahan penyakit malaria kurang baik dan 89,1% responden mempunyai perilaku pencegahan penyakit malaria yang baik dengan p-value 0,000. Sedangkan dari 71 responden yang memiliki pengetahuan rendah, 83,1% responden mempunyai perilaku pencegahan penyakit malaria yang kurang baik dan 47,8% responden mempunyai perilaku pencegahan penyakit malaria yang baik. Sedangkan dari 34 responden yang memiliki pengetahuan tinggi, 16,9% responden mempunyai perilaku pencegahan penyakit malaria kurang baik dan 52,2% responden mempunyai perilaku pencegahan penyakit malaria yang baik dengan p-value 0,000. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku upaya pencegahan penyakit malaria. Bagi Masyarakat dan jajaran petugas kesehatan, diharapkan partisipasi aktif dalam upaya peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap upaya pencegahan penyakit malaria, melalui kolaborasi kegiatan yang berkesinambungan.
Analisa Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Di Kota Jambi Tahun 2017 Andy Amir; M. Ridwan; M. Dody Izhar
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 1 No. 2 (2017): Vol. 1 - No. 2 - September 2017
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v1i1.6526

Abstract

Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dengan ≥140 mmHg tekanan sistolik dan tekanan diastolik ≥90 mmHg. Indeks massa tubuh, riwayat keluarga, kebiasaan merokok dan stres sebagai faktor risiko hipertensi. Ini adalah penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah individu yang telah berusia ≥ 30 tahun sebanyak 384 orang yang tinggal di Kota Jambi, diambil secara proporsional stratified random sampling. Analisis menggunakan perangkat lunak analisis statistik dengan tingkat signifikansi uji p <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks massa tubuh: obesitas 193 orang (50,26%), riwayat keluarga hipertensi sebanyak 156 orang (40,63%), kebiasaan merokok 125 orang (32,55%) dan stres dengan kriteria sedang sebanyak 7 orang. (1,82%) dan stres ringan sebanyak 46 orang (11,98%). Ada hubungan yang signifikan dari indeks massa tubuh (p: 0,000, rs: 0,254, POR: 4,249 (2,330-7,748), riwayat keluarga (p: 0,000, rs: 0,255, POR: 3,843 (2,217-6,663), (p: 0,000, rs: 0,254, POR: 4,249 (2,330-7,748), kebiasaan merokok (p: 0,000, rs: 0,190, POR: 2,667 (1,577-4,544), tekanan sedang (p: 0,001, rs: 0,422, POR: 0,022 ( 0,003- 0,192), stres ringan (p: 0,000, rs: 0,422, POR: 0,112 (0,057-0,219) dengan kejadian hipertensi di Kota Jambi 2017. Studi ini menyimpulkan bahwa obesitas, riwayat keluarga, kebiasaan merokok, stres sedang / ringan signifikan terhadap kejadian hipertensi.
Kajian Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Masyarakat Di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi Tahun 2016 M. Ridwan
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 1 No. 2 (2017): Vol. 1 - No. 2 - September 2017
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v1i1.6527

Abstract

Pemanfaatan tenaga kesmas di Industri juga merupakan hal yang perlu dilakukan identifikasi kompetensi apa yang harus di siapkan dalam membuat profil lulusan yang akan di terima pasar kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan design studi kasus, berlokasi di Kabupaten kerinci, dengan populasi seluruh SKM baik itu yang berstatus CPNS, PNS dan tenaga kontrak. Metode pengambilan sampel purposive sampling, variabel penelitian terdiri tenaga SKM, Kompetensi lulusan, peran tenaga SKM, pengambilan data dengan Lokakkarya wawancara mendalam, dan FGD. Analisis Data menggunakan pendekatan content analysis. Tenaga sarjana Kesehatan Masyarakat masih banyak bekerja yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan peminatan, membuat SKM lebih generalis ada sebuah pilihan agar SKM tidak menjadi Peminatan yang kurang membuat kepercayaan diri bagi SKM. Dengan demikian Profesi adalah pilihan agar membuat SKM lebih berdaya saing. dari hasil wawancara bahwa pendidikan kesmas sangat kurang terhadap praktek sehingga dilapangan mendapat kesulitan di dunia kerja. membuatkan SKPI yang memliki Kompetensi keahlian Khusus sesuai peminatan merupakan solusi dalam persaingan di dunia kerja. Kompetensi SKM yang harus dimiliki menurut responden adalah advokasi, analisis masalah, Aplikasi Komputer, perhitungan biaya, manajemen. pengembangan media, pemberdayaan Masyarakat, pengambilan sample, survey cepat, surveillance, pembiayaan peningkatan kemampuan profesi SKM adalah kemampuan melakukan advokasi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Analisis Sistem Pengelolaan Sampah Medis Puskesmas Perawatan Di Kabupaten Merangin Romaningsih Romaningsih; Asparian Asparian
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 1 No. 2 (2017): Vol. 1 - No. 2 - September 2017
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v1i1.6528

Abstract

Kabupaten Merangin memiliki 6 puskesmas Perawatan yang mempunyai alat incinerator namun dalam keadaan rusak dan 4 puskesmas lain tidak mempunyai alat incinerator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah medis Puskesmas Perawatan Di Kabupaten Merangin Tahun 2016 mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, penampungan sementara dan pembuangan akhir sampah medis. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus deskriptif. Penelitian ini dilakukan di 10 Puskesmas Perawatan Kabupaten Merangin Tahun 2016. Informan dalam penelitian ini berjumlah 61 Orang terdiri dari Kasi penyehatan Lingkungan Dinkes Merangin, Kepala Puskesmas, Petugas Kesehatan Lingkungan, Petugas Laboratorium, Kepala Ruang Perawatan, Perawat, dan Cleaning Service. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument, pedoman wawancara, daftar checklist, alat perekam gambar, suara dan alat tulis. Teknik analisis data kualitatif menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengelolaan sampah medis di 10 Puskesmas Perawatan Kabupaten Merangin, memiliki proses yang sama yaitu melakukan pemilahan sampah medis dan sampah non medis, pengumpulan dan pengangkutan sampah ke tempat pembakaran. Kemudian dilakukan proses akhir pengelolaan sampah medis padat dengan pembakaran manual. Tetapi tidak melakukan pembakaran dengan alatincinerator dan tidak melakukan kerja sama dengan rumah sakit yang mempunyai alat incineratoruntuk pemusnahan sampah medis. Kesimpulan penelitian ini adalah, sistem pengelolaan sampah medis Puskesmas Perawatan di Kabupaten Merangin Tahun 2016 belum sesuai dengan KepmenkesNo 1428/MENKES/SK/XII/2006.
Kajian Penempatan Sumber Daya Manusia Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) Pada Tingkat Pelayanan Dasar Di Kabupaten Batanghari Tahun 2016 Asparian Asparian
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 1 No. 2 (2017): Vol. 1 - No. 2 - September 2017
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v1i1.6529

Abstract

Tenaga kesehatan merupakan kunci utama dalam keberhasilan pencapaian tujuan pembangunan bidang kesehatan di Indonesia. Jumlah tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui ketersediaan dan kekurangan tenaga kesehatan. Data jumlah tenaga kesehatan masyarakat hanya 157 orang yang tersebar di seluruh puskesmas dalam provinsi Jambi. Jumlah ini masih jauh dari kebutuhan yang diharapkan. Penelitian ini adalah penelitian kualitaif dengan rancangan tracer studi, subjek utamanya adalah Kepala Puskesmas, kadinkes, tenaga SKM di PKM, kepala SKPD dan perwakilan stakeholder terkait. Data primer diperoleh dari informan penelitian dengan cara wawancara melalui metode lokakarya didukung data sekunder melengkapi informasi. Penyebaraan tenaga kesehatan tidak merata disemua puskesmas di wilayah Kabupaten Batang Hari. Terdapat 9 puskesmas yang tidak memiliki tenaga kesehatan masyarakat dari total 17 puskesmas yang ada. Sedangkan data rasio tenaga kesehatan masyarakat terhadap jumlah penduduk menunjukan angka 8 per seratus ribu penduduk. Tenaga kesehatan masyarakat tidak diberikan tugas dan fungsi sesuai dengan keahlian pendidikan kesehatan masyarakat yang dimilikinya. Pemerintah dalam mengangkat pegawai diharapkan memperhatikan jenis pegawai yang dibutuhkan dapat menempatkan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan dan pendistribusian tenaga kesehatan yang merata pada setiap Puskesmas. Perlu penelitian lebih lanjut untuk menentukan kebutuhan tenaga kesehatan dan menghitung berdasarkan beban kerja dan jumlah penduduk.
Studi Kasus Peran Tenaga Kesehatan Masyarakat Dalam Upaya Promotif dan Preventif Di Kabupaten Tanjab Barat Provinsi Jambi Andy Amir; Dwi Noerjoedianto
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 1 No. 2 (2017): Vol. 1 - No. 2 - September 2017
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v1i1.6530

Abstract

Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemajuan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Salah satu jenis ketenagaan yang sangat dibutuhkan untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan adalah SKM yang mempunyai peran nyata, sehingga layak untuk dikaji melalui studi kasus. Merupakan penelitian kualitatif dengan design studi kasus, berlokasi di Kabupaten Tanjab Barat, dengan populasi seluruh SKM baik itu yang berstatus CPNS, PNS dan tenaga kontrak. Metode pengambilan sampel purposive sampling, variabel penelitian terdiri tenaga SKM, Kompetensi lulusan, peran tenaga SKM, uraian jabatan/tupoksi, upaya promotif dan upaya preventif, Instrumen penelitian pedoman wawancara terbuka, dan FGD. Analisis Data menggunakan pendekatan content analysis. Uraian dan pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi tenaga SKM yang didasarkan keahlian dan pelatihan sudah ada, dalam bentuk peraturan daerah namun pemahaman masih belum optimal. Namun demikian penjabaran dalam melaksanakan tupoksi yang akan berakibat terhadap capaian indikator kinerja. Sehingga perlu peningkatan pengetahuan baik kediklatan maupun peningkatan pendidikan di semua level unit layanan kesehatan. Upaya tersebut bisa berjalan dengan baik jika ada dukungan kebijakan pemerintah Kab. Tanjab Barat dalam mendukung peran tenaga SKM yang tertuang dalam Rencana Strategi dan Rencana Operasional. Sehingga fokus peningkatan kemampuan profesi SKM adalah kemampuan melakukan advokasi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Dengan Pola Asuh Makan Terhadap Status Gizi Anak Di Kota Jambi M. Dody Izhar
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 1 No. 2 (2017): Vol. 1 - No. 2 - September 2017
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v1i1.6531

Abstract

Asupan gizi memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pengetahuan tentang pola asuh makan sangat berkontribusi terhadap status gizi anak, dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 12-24 bulan sebanyak 78 ibu balita yang diambil secara one stages cluster sampling. Keseluruhan analisis menggunakan software analisis statistik dengan tingkat kemaknaan uji p<0,05. Hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan kurang baik sebanyak 26 ibu (33,3%), pola asuh kurang baik sebanyak 47 ibu (60,3%) dan status gizi kurang sebanyak 12 balita (15,4%). Ada hubungan secara signifikan pengetahuan ibu dengan pola asuh makan (p=0,001), dan ada hubungan secara signifikan pola asuh makan dengan status gizi anak (p=0,022), berdasarkan analisis stratifikasi tidak ada perbedaan antara pengetahuan yang baik (p=1,000) dan kurang baik (p=0,208) dengan pola asuh makan terhadap status gizi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pola asuh makan terhadap status gizi anak di Kota Jambi.
Pengaruh Penyuluhan Mengenai Bahaya Merokok Menggunakan Media Leaflet Terhadap Perubahan Pengetahuan Dan Sikap Siswa Di SMPN 3 Bintan Timur Indra Martias; Suci Nursamsi
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 1 No. 2 (2017): Vol. 1 - No. 2 - September 2017
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v1i1.6532

Abstract

Perilaku merokok sudah mulai dilakukan oleh generasi penerus bangsa mulai dari usia sekolah. Untuk itu diperlukan penyuluhan kesehatan mengenai bahaya merokok pada usia sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan mengenai bahaya merokok menggunakan media leaflet terhadap perubahan perilaku siswa. Penelitian ini adalah pra eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest dengan jumlah sampel sebanyak 104 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariant dan bivariant. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pemberian penyuluhan bahaya merokok menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan dan sikap. Hasil pengetahuan (0,001 < 0,05), sikap (0,000 < 0,05). Diharapkan adanya dukungan dari pihak sekolah dalam mencegah perilaku merokok siswa dengan mengadakan sanksi tegas terhadap siswa yang terbukti melakukan pelanggaran

Page 1 of 1 | Total Record : 8