cover
Contact Name
Zulkifli Abdullah
Contact Email
zulkifliabdullah@fisip.unmul.ac.id
Phone
+6285222935761
Journal Mail Official
psd@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Muara Muntai, Kampus Gunung Kelua, Samarinda 75119, Kalimantan Timur, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Progress in Social Development
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 27222861     DOI : https://doi.org/10.30872/psd
Core Subject : Humanities, Social,
Progress in Social Development published by the Department of Social Development, Faculty of Social Science and Political Science Universitas Mulawarman, which is published twice a year in January and July. Articles are written in Bahasa Indonesia.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021): January 2021" : 5 Documents clear
Social Hermeneutics Study On the Meaning of Jihad by Students of Mulawarman University: Studi Hermeneutika Sosial Tentang Makna Jihad Menurut Mahasiswa Universitas Mulawarman Saputra, Langgeng; Murlianti, Sri; Nanang, Martinus
Progress In Social Development Vol. 2 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v2i1.23

Abstract

ABSTRACT: Jihad has been an integral part of Islamic discourse from its early days until today. This research was conducted to determine variations in the meaning of jihad that developed in Mulawarman University students. I use Paul Ricoeur's theory of Social Hermeneutics to explain how the process of interpreting meaning from a text. Ricoeur views that text has a life of its own regardless of the author's intention or intent (text autonomy). In interpreting the text, Ricoeur also argues that understanding and explanation are not two contradictory methods of interpreting the text. The workings of Paul Ricoeur's social hermeneutics include three factors, namely the world of text, the world of presenters, and the world of readers, whereas in this paper there are only two factors, namely the world of text and the world of readers. Jihad in al-Qur'an is repeated 41 times in 23 verses and by Ibn Al-Qayyim it is divided into four meanings, namely jihad against lust, jihad against Satan, jihad against infidels, and hypocrites, and jihad against injustice and wickedness. Meanwhile, readers only divide jihad into two meanings, namely jihad against lust and war jihad. In the process of interpreting, readers are greatly influenced by the trajectories of life that they have been through. This can be seen from the many meanings of jihad they express, namely war, defending, doing good, effort/strength, being serious, preaching, and enthusiasm. ABSTRAK: Jihad merupakan bagian integral wacana Islam sejak masa awal kedatangannya hingga sampai saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variasi makna jihad yang berkembang pada Mahasiswa Universitas Mulawarman. Teori Paul Ricouer tentang Hermenutika Sosial saya gunakan untuk menjelaskan tentang bagaimana proses menafsir sebuah makna dari sebuah teks. Ricouer berpandangan bahwa teks memiliki kehidupannya sendiri terlepas dari intensi atau maksud pengarang (otonomi teks). Dalam menginterpretasi teks, Ricoeur juga berpendapat bahwa pemahaman dan penjelasan bukanlah dua metode yang bertentangan dalam menafsirkan teks. Cara kerja hermenutika sosial Paul Ricoeur mencakup tiga faktor yaitu dunia teks, dunia pemateri dan dunia pembaca sedangkan dalam tulisan ini hanya ada dua faktor yaitu dunia teks dan dunia pembaca. Jihad dalam al-Qur’an terulang 41 kali dalam 23 ayat dan oleh Ibn Al-Qayyim dibagi menjadi empat makna, yakni jihad melawan hawa nafsu, jihad melawan setan, jihad memerangi kaum kafir dan kaum munafik serta jihad melawan kezaliman dan kefasikan. Sedangkan pembaca hanya membagi jihad dalam dua makna yakni jihad melawan hawa nafsu dan jihad perang. Dalam proses penafsirannya, pembaca sangat dipengaruhi oleh trajektori kehidupan yang mereka pernah lalui. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya makna jihad yang mereka ungkapkan, yaitu perang, membela, melakukan kebaikan, usaha/kekuatan, bersungguh-sungguh, dakwah serta semangat.
The Process of Institutionalizing Regional Regulation Number 07 the Year 2017 of Samarinda City Fostering Street Children and Homeless Beggars: Proses Pelembagaan Perda Nomor 07 Tahun 2017 Kota Samarinda Pembinaan Pengemis Anak Jalanan dan Gelandangan Fitriyah, Lailatul; Sukapti, Sukapti; Sarifudin, Sarifudin
Progress In Social Development Vol. 2 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v2i1.24

Abstract

ABSTRACT: This research is to describe the efforts of the Social Service and Satpol PP of Samarinda City in institutionalizing Perda Number 07 of 2017, describing the constraints in enforcing Regional Regulation Number 07 of 2017, describing the institutionalization process, namely the stages of being known, known, obeyed and respected and to describe at what stage society is Jalan Pramuka in the institutionalization of Perda Number 07 of 2017. The results obtained from this study indicate that the efforts made by the Social Service are direct socialization, namely socialization in schools, sub-districts and official meetings, then indirect socialization through appraisal signs, brochures and pamphlets. The process of institutionalizing Perda Number 07 of 2017 has not been internalized by the Jalan Pramuka community, the community only goes through the first stage, namely the known stage. Some people do not know the Perda because there is no direct socialization in Sempaja Selatan Village. Obstacles in enforcement by the Social Service administrators are limited funds for comprehensive outreach, Satpol PP which is not sufficient to cover the whole of Samarinda City, and reluctance to take action against people who still give, because it is considered that giving is a human right. ABSTRAK: Penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya dari Dinas Sosial dan Satpol PP Kota Samarinda dalam pelembagaan Perda Nomor 07 Tahun 2017, mendeskripsikan kendala dalam penegakan Perda Nomor 07 Tahun 2017, mendeskripsikan proses pelembagaan yaitu tahap dikenal, diketahui, ditaati dan dihargai dan untuk mendeskripsikan pada tahap mana masyarakat Jalan Pramuka dalam pelembagaan Perda Nomor 07 Tahun 2017. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Upaya yang dilakukan oleh Dinas Sosial adalah dengan sosialisasi secara langsung yaitu sosialisasi di sekolah, kelurahan dan rapat dinas, kemudian sosialisasi secara tidak langsung melalui plang himbauan, brosur dan pamplet. Proses pelembagaan Perda Nomor 07 Tahun 2017 belum terinternalisasi oleh masyarakat Jalan Pramuka, masyarakat hanya melalui satu tahap pertama yaitu tahap dikenal. Sebagian masyarakat tidak mengetahui Perda tersebut karena tidak adanya sosialisasi secara langsung di Kelurahan Sempaja Selatan. Kendala dalam penegakan oleh pihak penyelenggara Dinas Sosial terbatasnya dana untuk sosialisasi secara menyeluruh, Satpol PP yang tidak cukup dalam mengcover seluruh Kota Samarinda, serta rasa segan dalam menindak masyarakat yang masih memberi, karena dinilai memberi adalah hak asasi manusia.
Evaluation of Forest and Climate Change Empowerment Programs of Long Laai Village, Kecamatan Segah Berau District: Evaluasi Program Pemberdayaan Forest and Climate Change Programme Desa Long Laai Kecamatan Segah Kabupaten Berau Anye, Herman; Suryaningsih, Novita
Progress In Social Development Vol. 2 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v2i1.25

Abstract

ABSTRACT: The community participation program in conserving village forests is carried out by the Forest and Climate Change Program of Long Laai Village. Indonesia's forest is one of the third largest tropical forests in the world and is ranked second in terms of diversity. From an ecological, economic and social perspective, it turns out that the level of forest destruction in Indonesia is still relatively high from year to year due to uncontrolled exploitation activities carried out massively without paying attention to sustainability and sustainability. Kalimantan is one of the lungs of the world whose forest area is 40.8 million hectares. According to data released by the forestry department, the deforestation rate in Kalimantan from 2000 to 2005 reached around 1.23 million hectares. Berau District has an area of 2,194,299,525 hectares consisting of protection forest, limited production forest, permanent production forest, conservation forest and other areas of use. The successes and failures achieved by the community and the Forest and Climate Change program and the supporting and hindering factors for the program's running are a village approach strategy to raise community awareness in maintaining and utilizing forest products. ABSTRAK: Program partisipasi masyarakat dalam melestarikan hutan desa dilaksanakan oleh Forest and Climate Change Programme Desa Long Laai. Hutan Indonesia merupakan salah satu hutan tropis terluas ketiga di dunia dan ditempatkan pada urutan kedua dalam hal tingkat keanekaragaman. Dari sisi ekologi, ekonomi dan sosial ternyata tingkat kerusakkan hutan di Indonesia masih relatif tinggi dari tahun ketahun diakibatkan kegiatan eksploitasi yang tidak terkendali dan dilakukan secara masif tanpa memperhatikan kelestarian serta keberlanjutan. Kalimantan adalah salah satu paru-paru dunia luas hutannya yaitu, 40,8 juta hektar. Menurut data yang dikeluarkan departemen kehutanan angka deforestasi Kalimantan pada tahun 2000 sampai 2005 mencapai sekitar 1,23 juta hektar. Kabupaten Berau memiliki luas wilayah 2.194.299,525 Ha yang terdiri dari Hutan Lindung, Hutan Produksi Terbatas, Hutan Produksi Tetap, Hutan Konservasi, dan Areal penggunaan Lain. Keberhasilan dan kegagalan yang dicapai masyarakat dan Forest and Climate Change programme dan faktor pedukung dan penghambat jalannya program ada strategi pendekatan desa untuk membangkitkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan hasil hutan.
Farmers Perceptions On the Performance of Field Agricultural Extenders in Rempanga Village, Kutai District Kartanegara: Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan di Desa Rempanga Kabupaten Kutai Kartanegara Fahreza, Fiqri B; Sutadji, Sutadji; Abdullah, Zulkifli
Progress In Social Development Vol. 2 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v2i1.26

Abstract

ABSTRACT: This study describes and analyzes the Perceptions of Farmer Groups on the Performance of Field Agricultural Extension (PPL) in Rempanga Village, Loa Kulu District, Kutai Kartanegara Regency, and to identify whether farmers understand the main duties and functions of field agricultural extension agents in Rempanga Village, Loa Kulu District, Kutai Kartanegara Regency. The type of research used is descriptive qualitative. The research focus in this thesis refers to how farmers understand the performance of field agricultural extension agents (PPL) in the sustainability of the agricultural process. The data sources were obtained from primary data, namely conducting interviews with key informants and informants, and secondary data from the archives and documents of the Rempanga Village Office as well as other documents related to this research. The data analysis technique used is an interactive data analysis method. Based on the results of research in the field of Farmer Groups' Perceptions of Field Agricultural Extension (PPL) performance, it can be said that the absence of agricultural instructors has had a quite visible negative impact, especially in terms of assistance and education which is an obstacle to running agriculture in Rempanga Village. ABSTRAK: Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis mengenai Persepsi Kelompok Tani Atas Kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Desa Rempanga Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, dan untuk mengidentifikasi apakah para petani mengerti tugas dan fungsi utama penyuluh pertanian lapangan di Desa Rempanga Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian dalam skripsi ini mengacu pada bagaimana petani memahami kinerja penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam keberlangsungan proses pertanian. Sumber data diperoleh dari data primer yaitu melakukan wawancara dengan key informan dan informan, dan data sekunder yang berasal dari arsip dan dokumen-dokumen Kantor Desa Rempanga maupun dokumen lain yang terkait dengan penelitian ini. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis data interaktif. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan Persepsi Kelompok Tani Atas Kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dapat dikatakan bahwa ketiadaan penyuluh pertanian membawa dampak negatif yang cukup terlihat terutama dalam segi bantuan serta edukasi yang menjadi kendala jalannya pertanian di Desa Rempanga.
Community Perception of Bukit Raya Village On Coffee Stalls On the Edge Jalan Samarinda - Tenggarong: Persepsi Masyarakat Desa Bukit Raya Terhadap Warung Kopi di Tepi Jalan Samarinda - Tenggarong Suptandar, Alan Chandra; Harihanto, Harihanto; Nasir, Badruddin
Progress In Social Development Vol. 2 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v2i1.27

Abstract

ABSTRACT: The background of this research is the news on social media that the coffee shop on Jalan Samarinda - Tenggarong, Kilometer 10, Bukit Raya Village is considered by some members of the surrounding community to be used as a shrouded place of protection. This study aims to verify and validate the correctness of the perceptions and judgments of these community members. To achieve this goal, data has been collected from community members and leaders, as well as officials in Bukit Raya Village through interviews. The selection of community members as informants was done accidentally. Verification is also carried out through participatory observation in some of the coffee shops mentioned above. The data that had been collected were analyzed qualitatively-descriptive-interpretive. The results showed that in general the members of the Bukit Raya community were aware of these coffee shops. As far as they know, the owners and waiters of the coffee shop are not local people, but outsiders - Samarinda and it is suspected that some are from Surabaya. Some members of the Bukit Raya community think that these coffee shops are also generally used as places of disguised prostitution. ABSTRAK: Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya berita di media sosial bahwa warung kopi yang ada di Jalan Samarinda – Tenggarong, Kilometer 10, Desa Bukit Raya dinilai oleh sebagian anggota masyarakat di sekitarnya digunakan sebagai tempat protistusi terselubung. Penelitian ini bertujuan memferifikasi dan memvalidasi kebenaran persepsi dan penilaian anggota masyarakat tersebut. Untuk mencapai tujuan ini telah dikumpulkan data dari anggota dan tokoh masyarakat, serta aparat di Desa Bukit Raya melalui wawancara. Pemilihan anggota masyarakat sebagai informan dilakukan secara kebetulan (accidental). Verifikasi juga dilakukan melalui pengamatan terlibat (observation participatory) di beberapa warung kopi yang disebut di atas. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara kualitatif-deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya anggota masyarakat Desa Bukit Raya mengetahui adanya warung-warung kopi tersebut. Sepengetahuan mereka para pemilik dan pelayan warung kopi tersebut bukan orang setempat, melainkan orang luar – Samarinda dan diduga ada yang dari Surabaya. Sebagian anggota masyarakat Desa Bukit Raya menilai bahwa warung-warung kopi tersebut umumnya digunakan pula sebagai tempat prostitusi terselubung.

Page 1 of 1 | Total Record : 5