cover
Contact Name
Zulkifli Abdullah
Contact Email
zulkifliabdullah@fisip.unmul.ac.id
Phone
+6285222935761
Journal Mail Official
psd@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Muara Muntai, Kampus Gunung Kelua, Samarinda 75119, Kalimantan Timur, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Progress in Social Development
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 27222861     DOI : https://doi.org/10.30872/psd
Core Subject : Humanities, Social,
Progress in Social Development published by the Department of Social Development, Faculty of Social Science and Political Science Universitas Mulawarman, which is published twice a year in January and July. Articles are written in Bahasa Indonesia.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2022): January 2022" : 5 Documents clear
Tilan Island Tour in Rantau Bais Tourism Village: From Festival To Eco-tourism: Wisata Pulau Tilan di Desa Wisata Rantau Bais: Dari Festival Menuju Ekowisata Candra Amrita, Devita; Hidir, Achmad; El Amady, M. Rawa
Progress In Social Development Vol. 3 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v3i1.33

Abstract

ABSTRACT:This study discussed about tourist destinations in Tilan Island, which was built under the initiative of the local youth through festival tourism. The tourist destination has been positively responded to by visitors whose number keeps increasing each year, and Kepenghuluan Rantau Bais has been recognised as a Tourism Village. Tourism in Tilan Island persistently transforms from festival tourism to regular tourism, starting from its opening every Saturday and Sunday. This study is a qualitative study that uses the ethnography method where the researcher lived for two months in Kepenghuluan Rantau Bais. The data was obtained using participative observation and in-depth interviews with an appointed informant who has a wide knowledge on tourism in Tilan Island. This research found that not all tourism potential in Tilan Island and Rokan River are explored to become tourist activities. ABSTRAK:Studi ini membahas tentang destinasi wisata Pulau Tilan, destinasi wisata yang dibangun atas inisiatif pemuda melalui wisata festival. Destinasi wisata sudah direspon positif oleh pengunjung yang datang terus meningkat setiap tahunnya, dan diakuinya Kepenghuluan Rantau Bais sebagai desa wisata. Wisata Pulau Tilan secara bertahap bertransformasi dari wisata festival ke wisata regular dimulai dengan dibukanya wisata pada setiap hari Sabtu dan Minggu. Studi ini merupakan studi kualitatif dengan menggunakan metode etnografi dimana peneliti tinggal selama dua bulan di Kepenghuluan Rantau Bais. Teknik pengambilan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam kepada informan yang ditetapkan karena pengetahuannya tentang wisata Pulau Tilan. Penelitian ini menemukan bahwa belum semua potensi wisata di Pulau Tilan dan Sungai Rokan dieksplorasi menjadi aktivitas wisata.
Impact of Corporate Social Responsibility on Social Economic Changes in Belibak Village Community: Dampak Corporate Social Responsibility Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Belibak Asdaq, Teguh Miftah
Progress In Social Development Vol. 3 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v3i1.34

Abstract

ABSTRACT:The activities of a company can have a big impact on the community around its operating area, changes in socio-economic patterns are one of the impacts that are quite real on the community, these changes can lead to good or bad. The Corporate Social Responsibility (CSR) activity in Belibak Village is one clear evidence of a change in the socio-economic pattern of the community around the corporate area. This study aims to describe how CSR activities have a direct impact on people's lives and describe how these activities began to change the way of life of the Belibak Village community. This research was arranged in a qualitative method with an ethnographic field methodology, data collection was carried out directly for 2 months (1 September – 1 November 2021) in Belibak Village, Kec. Palmatak, Anambas Islands. The result in the case of Belibak Village is that this CSR activity has changed the socio-economic pattern of the community affected by the sustainable development program. ABSTRAK:Aktivitas suatu perusahaan bisa membawa dampak besar terhadap masyarakat disekitar wilayah operasinya, perubahan pola sosial ekonomi merupakan salah satu dampak yang cukup nyata terhadap masyarakat, perubahan ini bisa mengarah baik ataupun buruk. Aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Belibak salah satu bukti nyata terjadinya perubahan pada pola sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan korporasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana aktivitas CSR berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan mendeskripsikan bagaimana aktivitas ini mulai mengubah tatanan hidup masyarakat Desa Belibak. Penelitian ini disusun dalam metode kualitatif dengan metodologis lapangan Etnografi, pengambilan data dilakukan langsung selama 2 bulan (1 September – 1 November 2021) di Desa Belibak, Kec. Palmatak, Kepulauan Anambas. Hasilnya pada kasus Desa Belibak aktivitas CSR ini telah mengubah pola sosial ekonomi masyarakat yang terdampak program pembangunan berkelanjutan.
Anambas Island Coastal Empowerment Strategy For Development Facilities And Infrastructure: Strategi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Kepulauan Anambas Dalam Pengembangan Fitri Yeni, Ulfa Ayu; Hambali
Progress In Social Development Vol. 3 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v3i1.35

Abstract

ABSTRACT: Development in the community has a sufficient process through many stages that aim to achieve community welfare. The provision of access to electric lighting and access to clean water, which are fundamental interests in supporting community activities, is a problem that is often encountered in certain areas, such as in Belibak Village which is a village located in the Palmatak District, Anambas Islands Regency, Riau Islands Province. Coastal areas and islands inhabited by fishing communities are often faced with limited access to basic needs, uneven development felt by the community, several factors that cause uneven development in archipelagic areas, one of which is the geographical location of an area that makes it difficult to enter development. Like the people of Belibak Village, who feel the impact of the geographical location, which makes Belibak Village have serious problems in the provision of clean water and the provision of electricity networks. ABSTRAK: Pembangunan pada masyarakat memiliki proses yang cukup melalui banyak tahapan yang bertujuan untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat. Penyediaan akses penerangan listrik dan akses air bersih yang merupakan kepentingan mendasar dalam penyokong aktivitas masyarakat menjadi permasalahan yang sering dijumpai pada wilayah-wilayah tertentu seperti halnya di Desa Belibak yang merupakan desa yang terletak di wilayah Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Wilayah pesisir dan kepulauan yang dihuni oleh masyarakat nelayan sering dihadapkan dengan keterbatasan akses untuk pemenuhan kebutuhan dasar, tidak meratanya pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat beberapa faktor yang menyebabkan tidak meratanya pembangunan pada daerah kepulauan salah satunya adalah faktor letak geografis sebuah wilayah yang menyulitkan masuknya pembangunan. Seperti halnya masyarakat Desa Belibak yang merasakan dampak dari letak geografis tersebut yang membuat Desa Belibak memiliki permasalahan serius dalam pengadaan air bersih dan pengadaan jaringan listrik.
Ethnographic Study of Changes In Tradition of The Petalangan Tribe In Tambak Village: Studi Etnografi Perubahan Tradisi Menumbai Suku Petalangan di Desa Tambak Nikita, Tamara; Hijjang, Pawennari
Progress In Social Development Vol. 3 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v3i1.37

Abstract

ABSTRACT: This research aims to examine the tradition of Menumbai on Patalangan tribal community in Tambak Village. The focus of the study in this research is to find out the process on how the continuity of the current tradition of Menumbai is going on and to distinguish the tradition of Menumbai in the past and nowadays. This research also studies the shifts or changes that occur in the tradition of Menumbai and examine the cause behind it. The method used in this study is qualitative research using an ethnographic approach. The data collection techniques in this research were observation, participant observation, and in-depth interview. This research was conducted for two months long by directly staying at the research location in Tambak Village, Langgam District, Pelalawan Regency, Riau Province. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi menumbai pada masyarakat suku Patalangan di Desa Tambak. Fukos kajian pada penelitian ini yaitu untuk mengetahuai bagaimana keberlangsungan tradisi menumbai pada saat sekarang ini serta mempelajari bagaimana tradisi menumbai dahulu dan bagaimana tradisi menumbai sekarang ini. penelitian ini juga mempelajari pergeseran atau perubahan yang terjadi pada tradisi menumbai serta penyebabnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Sumber data pada penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, observasi terlibat, dan wawancara mendalam. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan dengan berdiam dilokasi penelitian yaitu di Desa Tambak, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Ethnographic Gayo Community Of Tampur Paloh Village In The Lower Tamiang River, Simpang Jernih District, East Aceh Regency, Aceh Province: Etnografi Masyarakat Gayo Desa Tampur Paloh Di Hilir Sungai Tamiang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh Muhammad Farhan Zuldiansyah; Zuska, Fikarwin
Progress In Social Development Vol. 3 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v3i1.38

Abstract

ABSTRACT: Formal education in Tampur Paloh Village is lagging in all aspects, especially in the field of communication and the feasibility of facilities and support. This is the main problem of formal education there which leads to the low competitiveness of local children in the regional and even national arena. This study will discuss the situation and backwardness of rural communities downstream of the Tamiang River, Simpang Jernih District, East Aceh Regency, Aceh Province by looking at the dynamics that occur in formal schools. This research was conducted using qualitative descriptive methods with data sourced from participatory observations in the region. Explain clearly the facts on the ground and to what extent they lag behind the relevance of today's education. By being exposed to the limitations of formal schools, the local community can invite further steps to address the limitations of the quality of these formal studies. ABSTRAK: Pendidikan Formal di Desa Tampur Paloh mengalami ketertinggalan dari segala aspek, khususnya di bidang komunikasi dan kelayakan sarana dan penunjang. Hal tersebut menjadi masalah utama pendidikan formal disana yang berujung menjadi rendahnya daya saing anak setempat di kancah daerah bahkan nasional. Kajian ini akan membahas keadaan dan ketertinggalan masyarakat pedalaman di Hilir Sungai Tamiang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh dengan melihat dinamika yang terjadi di sekolah formal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang bersumber dari observasi partisipatif di wilayah tersebut. Menjabarkan dengan jelas fakta di lapangan dan sampai sejauh apa ketertinggalan mereka terhadap kerelavan pendidikan zaman sekarang. Dengan tereksposnya keterbatasan sekolah formal masyarakat setempat dapat mengundang langkah lanjutan penanganan keterbatasan kualitas studi formal tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5