cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Phone
+6281806885732
Journal Mail Official
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Editorial Address
Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kementerian Perindustrian Jl. Balai Kimia No.1, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta Timur 13710 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : 2088026X     EISSN : 25499424     DOI : http://dx.doi.org/10.24817
Jurnal Kimia dan Kemasan (JKK) publishes original research article related to Applied chemistry including natural product (essential oils, palm oil derivative, natural dye), biopolymer, chemical synthesis, and problems of chemical processes and apparatus; and also packaging material and technology.
Articles 410 Documents
Biosorpsi Logam Berat Cr (VI) Dari Limbah Industri Pelapisan Logam Menggunakan Biomassa Saccharomyces Cerevisiae Dari Hasil Samping Fermentasi Bir Siti Naimah; Rahyani Ermawati
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 1 April 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v33i1.1837

Abstract

Limbah cair industri pelapisan logam mengandung logam berat terlarut Cr (VI) dalam konsentrasi tinggi dan berpotensi untuk mencemari lingkungan. Limbah cair industri pelapisan logam umumnya dihasilkan dalam jumlah relatif banyak dan bersifat sangat toksik. Untuk mencegah timbulnya masalah akibat limbah tersebut diperlukan suatu metode pengolahan yang sesuai dengan karakteristik limbah tersebut. Dalam penelitian ini metode biosorpsi diteliti untuk menyisihkan logam berat Cr (VI) tersebut dari limbah industri pelapisan logam yang terlarut, dengan menentukan kondisi optimum proses, tingkat penyisihan dan kualitas hasil pengolahan yang dapat dicapai. Biosorpsi merupakan metode alternatif yang dapat digunakan dalam mengatasi pencemaran lingkungan yang berasal dari industri yang mengandung logam berat. Biosorpsi ion logam Cr (VI) oleh biomassa Saccharomyces cerevisiae dilakukan pada variasi waktu kontak dan konsentrasi awal ion logam tersebut. Metode yang digunakan adalah metode batch dan konsentrasi ion logam Cr (VI) sebelum dan sesudah biosorpsi diukur dengan spektrofotometer serapan atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penyisihan Cr sekitar 76%, yaitu dari 100,28 mg/L menjadi 24,7 mg/L yang dapat dicapai pada kondisi waktu kontak 3 jam. Meskipun presipitasi dapat menurunkan konsentrasi logam berat terlarut cukup signifikan dengan dua kali pengolahan, tetapi konsentrasi logam Cr (VI) hasil olahan terlarut masih belum memenuhi ambang batas baku mutu untuk industri pelapisan logam sebesar 1,0 mg/L sehingga masih memerlukan penanganan lebih lanjut. 
Inhibitor Pada Pengolahan Air Limbah OleoKimia Secara Upflow Anaerobik Sludge Blanket (UASB) Robiatun Robiatun
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4707

Abstract

Air limbah industri oleokimia bersifat kompleks karena mengandung inhibitor tertentu seperti minyak lemak ,asam lemak dan deterjen yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme pada pengolahan air limbah anaerobik. Untuk mengatasi problem tersebut air limbah oleokimia perlu dihilangkan atau dikurangi kadar inhibitornya untuk memudahkan dilakukan proses pengolahan secara UASB. Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa inhibitor dalam limbah oleokimia dapat dihilangkan atau direduksi dengan melakukan proses flotasi, tetapi hasilnya belum optimal oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk pengolahan pendahuluan limbah oleokimia
Pengaruh Penambahan Karet Alam Cair terhadap Sifat Termal Polyblend Elastomer Termoplastik Sugik Sugiantoro; Sudirman Sudirman; Aloma Karo Karo; Deswita Deswita; Saeful Yusuf
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 1 April 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v32i1.2734

Abstract

Analisis perubahan sifat termal polipaduan elastomer termoplastik-polietilen atau elastomer termoplastik- polipropilen akibat penambahan Karet Alam Cair (Liquid Natural Rubber/ LNR) telah dilakukan dengan teknik Simultaneous Thermal Analyzer (STA). Polipaduan LNR-polietilen dan LNR-polipropilen dilakukan dengan teknik blending dalam laboplastomill dengan variasi fraksi berat LNR sebesar 3 %berat, 5 %berat dan 7 %berat. Hasil karakterisasi dengan STA menunjukkan bahwa penambahan LNR 5 %berat pada polipaduan elastomer termoplastik-polietilen (ETP-PE) meningkatkan suhu puncak pelelehan dari ± 140 oC menjadi ± 164,1 oC, dan suhu mulai terjadinya dekomposisi meningkat dari ± 359 oC tanpa LNR menjadi ± 385 oC. Sedangkan polipaduan elastomer termoplastik-polipropilen meningkatkan suhu puncak pelelehan dari ± 170,4 0C menjadi ± 178,5 oC dan suhu mulai terjadinya dekomposisi meningkat dari ± 370,5 oC tanpa LNR menjadi ± 389,8 oC setelah penambahan LNR 3 %berat. 
Penurunan Kadar TOC Dan Suspended Solid Pada Air Limbah Industri Kertas Dengan Proses Koagulasi Dan Flotasi Siti Agustina; Emmy Ratnawati
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5120

Abstract

The Waste Water of paper industries normally contains suspended solid particles which have specific gravity lower than specific gravity of water, therefore in the waste water treatment needs flotation treatment to remove the suspended solid Research on treatment of waste water of paper industry (pH= 7.35, TOC = 331,7 mg/land SS= 796 mgll) has been done by using coagulation followed by flotation.The Waste Water of paper industry is treated by using Fe Cl3, 6H20 and Al2(S04)J 18H20 as a coagulant, NaOH as neutralizing agent, and three kinds of polymer (cationic, non ionic and anionic) as a flocculant . The optimum dosage for the best result is Al2(S04)J l8H20 300 mg/I, NaOH 100 mg/l, and anionic polymer A-2022 5 mg/l. The final result is decreasing of TOC value from 331, 7 mg/l to 38,4 mg/l and SS from 796 mg/l to 5 mg
Pengaruh Formulasi Edible Film dari Karagenan Terhadap Sifat Mekanik dan Barrier Guntarti Supeni
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 34 No. 2 Oktober 2012
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v34i2.1864

Abstract

Edible film adalah film yang terbuat dari satu atau beberapa jenis bahan pangan (food grade) dan dapat dikonsumsi tanpa menimbulkan pengaruh yang membahayakan. Karagenan merupakan sumber daya alam yang potensial, seiring dengan meningkatnya kepedulian konsumen terhadap lingkungan. Oleh karena itu penelitian pembuatan kemasan layak santap (edible film) dari karagenan perlu untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh formulasi pada karakteristik edible film dari karagenan untuk kemasan makanan. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pada penambahan 3% gliserol, semakin besar jumlah karagenan yang digunakan, maka semakin tebal edible film yang dihasilkan dengan kuat tarik dan elongasi yang semakin turun. Sedangkan pada hasil uji Water Vapor Transmission Rate (WVTR), semakin besar jumlah karagenan yang digunakan, WVTR yang dihasilkan semakin rendah. Dari hasil analisis sidik ragam, ada perbedaaan yang nyata antara rata-rata hasil pengujian dari kelima persentase karagenan. 
Penurunan Kadar Nikel Pada Limbah Cair Industri Pelapisan Logam Dengan Sistem Penyaringan Dual Media Siti Agustina
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4756

Abstract

Air limbah dari proses pencucian pada industri pelapisan logam mengandung Nike! 27 mg/l dan pH 5, dimana standar baku mutu Bapedal kandungan nikel maksimum 1 ml/L, pH 7-8. Untuk memenuhi baku mutu Bapedal tersebut, maka dilakukan penelitian dengan metoda sedimentasi dan penyaringan dual media dengan menggunakan media antrasite dan pasir.Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan nikel menurun hingga <O, I mg/L, dan pH setelah proses netralisasi = 7. Jni berarti bahwa "effluent" (air hasil olahan) dapat digunakan kembali untuk proses pencucian dan keuntungan lain dari metode ini adalah volume sludge lebih sedikit bila dibandingkan dengan metode koagulasi-sedimentasi.
GREEN SYNTHESIS NANOPARTIKEL ZnO MENGGUNAKAN MEDIA EKSTRAK DAUN TIN (Ficus carica Linn) Iwan Syahjoko Saputra; Siti Suhartati; Yoki Yulizar; Sudirman Sudirman
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 42 No. 1 April 2020
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v42i1.5501

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah sintesis nanopartikel ZnO menggunakan metode green synthesis dengan memanfaatkan ekstrak daun tin (Ficus carica Linn) sebagai media. Gugus aktif yang terkandung dalam ekstrak daun tin berperan sebagai media sekaligus sumber basa alami dalam sintesis nanopartikel ZnO dan berpengaruh terhadap sifat optik, bentuk morfologi serta karakteristik nanopartikel ZnO. Hasil karakterisasi nanopartikel ZnO menggunakan Spektrofotometer UV-Vis menunjukkan puncak serapan pada panjang gelombang 260 nm dengan nilai absorbansi 0,6. Hasil UV-Vis DRS menunjukkan nilai bandgap nanopartikel ZnO sebesar 3,32 eV dan hasil karakterisasi XRD menunjukkan tiga puncak spesifik kristalinitas nanopartikel ZnO yaitu pada 2 teta: 30.710, 33.360, dan 37.200 dengan ukuran kristal 15,9 nm. FTIR menunjukkan adanya vibrasi ZnO pada bilangan gelombang 492 cm-1 dan puncak serapan gugus fungsi –OH pada bilangan gelombang 3501 cm-1, -C=O pada bilangan gelombang 2490 cm-1, C-O-H pada 1397 cm-1, dan gugus fungsi amina pada 913 cm-1. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam ekstrak daun tin terdapat metabolit sekunder yang dapat berperan sebagai media dalam pembentukan nanopartikel ZnO. Hasil SEM-EDS menunjukkan bentuk morfologi nanopartikel ZnO berbentuk seperti kapas dengan perbandingan massa unsur Zn dan O adalah 30,24 % dan 69,76%. Hasil PSA dan PZC menunjukkan nanopartikel ZnO memiliki nilai PDI sebesar 0,739 dan distribusi rata-rata ukuran partikel sebesar 49,62 dengan nilai zeta potensial -23 mV.
Pembuatan Deterjen Krem Mampu Urai Hayati (Biodegradable Detergen) Budi Utami; Hendartini Hendartini
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5066

Abstract

Experiment of household cream detergent has been done in a laboratory scale by preparing several formulations containing several different types of substances. Each formulation has been tested according to the SNI 06 - 0162 - 1987. The formulation which the SNI requirement is formulation VIII which has stable paste, Ph = 10,8 , surfactant content = 24,03 %, and water insoluble matter = 2,63 % .
Karakterisasi Sifat Fisik dan Mekanik Penambahan Kitosan pada Edible Film Karagenan dan Tapioka Termodifikasi Guntarti Supeni; Agustina Arianita Cahyaningtyas; Anna Fitrina
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 37 No. 2 Oktober 2015
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v37i2.1819

Abstract

Penelitian tentang karakterisasi sifat fisik dan mekanik penambahan kitosan pada edible film karagenan dan tapioka termodifikasi telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah optimal penambahan kitosan pada pembuatan edible film dari karagenan dan tapioka termodifikasi untuk kemasan makanan. Edible film dibuat dengan pencampuran larutan karagenan dengan larutan tapioka termodifikasi, kemudian ditambahkan larutan kitosan menggunakan metode casting. Variabel yang digunakan adalah jumlah larutan kitosan yang ditambahkan pada larutan edible film karagenan-tapioka termodifikasi, yaitu 1,5%; 3%; 4,5%; 6%; dan 7,5%. Edible film yang diperoleh kemudian dilakukan pengujian ketebalan, kuat tarik, elongasi, Water Vapor Transmission Rate (WVTR), dan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan sebagai bahan pengemas alternatif yang ramah lingkungan. Nilai WVTR dari edible film berguna untuk memperkirakan daya simpan kemasan terhadap produk yang dikemas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan jumlah kitosan pada edible film karagenan dan tapioka termodifikasi, menghasilkan  ketebalan, elongasi, dan nilai laju uap air yang semakin meningkat, sedangkan  kuat tarik yang dihasilkan semakin menurun. Jumlah optimal penambahan kitosan pada edible film karagenan-tapioka termodifikasi adalah 1,5%.
Penyerap Oksigen Dan Aplikasinya Dalam Sistem Pengemasan Untuk Memperpanjang Umur Simpan Produk Pangan Yang Dikemas Triyanto Hadisoemarto
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4693

Abstract

Oksigen dikenal sebagai salah satu unsur penyebab berbagai jenis kernsakan produk pangan dalam kemasan.diantaranya pertumbuhan mikroba, denaturasi vitamin, kerusakan pigmen, proses pencoklatan ensimatik, berkurangnya aroma, serta oksidasi lemak yang berakibat produk pangan menjadi tengik. Laju dan kelangsungan reaksi sangat tergantung pada konsentrasi oksigen yang tersedia dalam ruang seputar produk. Penyerap oksigen merupakan  sarana yang tersedia secara komersial dan paling efektip dalam mengurangi atau bahkan menghilangkan oksigen yang ada di ruang kosong dalam kemasan. Penyerap oksigen berbasis serbuk besi adalah yang paling umum digunakan, terdiri atas serbuk besi dan berbagai jenis katalisator untuk mengawali reaksi dengan oksigen yang terdapat di dalam kemasan, yang akan mencegah terjadinya oksidasi komponen produk pangan yang dikemas. Terdapat pula beberapa jenis penyerap oksigen berdasarkan sistem oksidasi lainnya, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan, namun masih belum banyak diterima pasar.

Filter by Year

1976 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 2 Oktober 2021 Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue