cover
Contact Name
Nahda Kanara
Contact Email
hortuscolerpyk@gmail.com
Phone
+6281365562928
Journal Mail Official
hortuscolerpyk@gmail.com
Editorial Address
Jalan Negara Km 7, Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapupuh Kota, Sumatera Barat
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Hortuscoler
ISSN : 27759245     EISSN : 27759962     DOI : https://doi.org/10.32530/jh
Core Subject : Agriculture,
Focus Jurnal Hortuscoler publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of horticulture. Manuscripts could be written either in English or in Indonesia. Scope Jurnal Hortuscoler covers horticulture in broad sense including agronomy, plant production, genetic and plant breeding, plant physiology, plant ecology, plant biotechnology, modeling, and seed science and technology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 01 (2020): Maret" : 5 Documents clear
PEMANFAATAN KOMPOS KIRINYUH (Chromolaena odorata L.) UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Pramono, Hadi
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i01.67

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Terung dapat dikonsumsi dalam bentuk sayur dan lalapan, dan jika diolah terung di buat untuk sayur lodeh, tumis, asem-asem, pecel, sayur bening, pepesan berbumbu dan sebagainya. Terung juga bermanfaat membantu pencernaan, mencegah timbulnya sariawan dan dapat mencegah penyakit kejang. Tanaman terung merupakan tanaman yang responsif terhadap pemupukan. Pemupukan sangat penting karena menentukan tingkat pertumbuhan dan hasil baik kuantitatif maupun kualitatif sebagai alternatifnya yaitu memakai pupuk organik. Untuk mengoptimalkan produksi terung dapat digunakan kompos kirinyuh, yang mengandung 2,95% N; 3,02% K dan 0,35% P. Sehingga pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman terung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Tujuan proyek usaha mandiri yaitu pemanfaatan kompos kirinyuh untuk mengoptimalkan produksi tanaman terung serta menganalisa kelayakan usaha budidaya tanaman terung dengan potensi pasar di daerah Kabupaten Lima Puluh Kota dan sekitarnya. Proyek Usaha Mandiri ini telah dilaksanakan pada kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh di Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, dari bulan September sampai Desember 2015. Pelaksanaan Proyek Usaha Mandiri menghasilkan produksi terung ungu sebanyak 542 kg dengan harga jual rata-rata Rp. 3.626, penerimaan total (TR) Rp.1.951.200, dan biaya total (TC) sebesar Rp.785.032 dengan untung sebesar Rp. 1.166.168. R/C yang didapat adalah 2,48 dan profitabilitasnya 148,5 %, sehingga Proyek Usaha mandiri ini layak diusahakan, berdasarkan hal tersebut disarankan menggunakan kompos kirinyuh yang dapat mengoptimalkan produksi dan kesuburan tanah.
PENGGUNAAN FERMENTASI URIN KUDA DAN PUPUK KANDANG KUDA UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG DAUN ( Allium fistulosum L.) Saputri, Mega; Jonni, Jonni; Jonni, Jonni
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i01.68

Abstract

Bawang daun merupakan istilah umum yang terdiri dari spesies yang berbeda. Tiga Jenis bawang daun yang banyak dibudidayakan adalah bawang prei atau leek (Allium porum L), kucai (Allium schoecoprasum) dan bawang bakung dan bawang semprong (Allium fistulosum L). Hasil program penelitian dan pengembangan hortikultura di Indonesia pada periode tahun 1989-1994 garapan puslitbang hortikultura belum memprioritaskan bawang daun, namun kenyataan di lapangan bawang daun telah dibudidayakan secara luas di berbagai daerah (wilayah). Tujuan dari proyek usaha mandiri ini : Menganalisis kelayakan usaha budidaya tanaman bawang daun dengan teknologi urin kuda difermentasi dan pupuk kandang kuda dan mengoptimalkan produksi tanaman bawang daun dengan teknologi urin kuda difermentasi dan pupuk kandang kuda Proyeksi Usaha Mandiri ini telah dilaksanakan pada kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh di Tanjung Pati, dari bulan September sampai Desember 2016. Pelaksanaan Proyek Usaha Mandiri diperoleh hasil produksi bawang daun sabanyak 25 kg dengan harga jual Rp. 15.000 dari hasil produksi diperoleh penerimaan total (TR) Rp. 375.000 dan biaya total (TC) Rp. 872.224. Kesimpulan dari proyek usaha mandiri bawang daun dengan teknologi urin kuda difermentasi dan pupuk kandang kuda memperoleh hasil sebanyak 25 kg, TR Rp. 375.000, TC Rp. 872.224 yang mana proyek mengalami kerugian dengan profitabilitas –57 % dan R.C ratio 0,43 dan fermentasi urin kuda dan pupuk kandang kuda belum mampu mengoptimalkan produksi bawang daun pada proyek usaha mandiri ini. Disarankan pada budidaya ini penggunaan teknik fermentasi urin kuda dan pupuk kandang kuda sebaiknya dilakukan pada kondisi lingkungan yang menguntungkan.
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM Nurahim, Lukman; Alfina, Rina
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i01.69

Abstract

Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu komoditi hortikultura yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat terutama sebagai pelengkap bumbu masakan, untuk menambah cita rasa dan kenikmatan makanan. Selain itu bawang merah juga besar manfaatnya terhadap kesehatan konsumen, seperti mampu mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh, mencegah pertumbuhan sel kanker, mengontrol kadar diabetes dalam tubuh dan sebagai bahan aromatik dalam tubuh. Banyaknya manfaat yang dimiliki bawang merah menyebabkan kebutuhan terhadap bawang merah setiap tahunnya selalu meningkat. Petani bawang merah pada saat ini banyak yang bercocok tanam dengan menggunakan bahan anorganik dimana penggunaan bahan anorganik secara terus menerus akan merusak lingkungan. Dengan demikian, penggunaan pupuk kandang ayam dalam budidaya bawang merah merupakan alternatif teknologi yang dapat diaplikasikan untuk pengurangan pemakaian bahan anorganik dalam budidaya bawang merah serta dapat meningkatkan produksi bawang merah. Budidaya bawang merah ini dilakukan pada proyek usaha mandiri dengan tujuan yaitu, menerapkan sistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, mengoptimalkan produksi bawang merah dalam proyek usaha mandiri, dan menganalisis kelayakan usaha budidaya bawang merah di daerah Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini dilaksanakan selama 4 bulan yang berlangsung dari Oktober 2015 sampai Januari 2016. Lokasi proyek adalah di kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Dari pelaksaan Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini dapat disimpulkan bahwa hasil yang diperoleh sebanyak 29 kg dengan harga rata-rata Rp.25.172,41 /kg, profitabilitas – 39,06 % dan R/C rasio 0,61 serta kegiatan PUM mengalami kerugian. Faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah adalah kondisi lingkungan yang kurang cocok dengan kebutuhan bawang merah. Saran untuk budidaya bawang merah ini hedaklah memilih waktu dan lokasi yang tepat untuk budidaya.
PENGGUNAAN KOMPOS BAGASE UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Selfiani, Risa; Darmansyah, Darmansyah
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i01.75

Abstract

Eggplant (Solanum melongena L.) is a plant species that is known as the fruit and vegetables grown for use as a food ingredient. These plants belong to one group of plants that produce seeds Eggplant Trunk divided into two kinds, namely the main stem and branching. Eggplant leaf consists of a petiole and the leaf blade. Eggplant flowers are hermaphrodite flowers, or better known as the bisexual flowers, the flowers are one of the stamen to the pistil. Eggplant fruit is the fruit of a true single.. Cultivation of eggplant in the Project of Independent Business is using composting technology bagase. Bagase compost is compost that comes from bagasse or the rest of the sugar mill. Bagase own compost organic matter content of about 90%, N content of 0,3%, 0,02% P2O5, K20 0,14%, Ca 0,06% and 0,04% Mg. The project goal independent business is the use of compost bagase on the cultivation of eggplant to reduce the use of chemical fertilizers and optimize plant production eggplant, farming systems semi-organic environmentally sustainable and analyze the feasibility of cultivation of eggplant with market potential in Payakumbuh and the District Fifty City. Independent business projects implemented during the four months from September to December 2015 and conducted experiments dikebun State Agricultural Polytechnic Payakumbuh with total area of ​​300 m2. Eggplant crop production on the independent business projects with the use of compost bagase treatment that is 575 Kg/300 m2, a profit of Rp. 835.310, the profitability of 92% and RC Ratio of 1,92.
PEMANFAATAN KOMPOS KULIT KAKAO UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG Yulianti, Widia; Aburdin, Asrin
HORTUSCOLER Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v1i01.188

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan sayuran buah yang banyak digemari oleh berbagai kalangan karena cita rasanya yang enak dan bisa diolah menjadi berbagai hidangan makanan. Terung mempunyai kedudukan cukup penting dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia dan termasuk sayuran komersial yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi, bahkan terung merupakan komoditas ekspor yang cukup berarti. Kebutuhan masyarakat akan terung terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan penduduk, tetapi petani belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan produksi terung menggunakan kompos kulit kakao. Kandungan hara kompos yang dibuat dari kulit buah kakao adalah 1,81% N, 26,61% C-organik, 0,31% P2O5, 6,08% K2O, 1,22% CaO, 1,37 % MgO, dan 44,85 cmol/kg KTK. Tujuan Proyek Usaha Mandiri adalah mengoptimalkan produksi tanaman terung dengan menggunakan kompos kulit kakao dan dapat menganalisa kelayakan usaha budidaya tanaman terung dengan potensi pasar di daerah Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Proyek Usaha Mandiri ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan September sampai bulan Desember 2015 dengan luas lahan 206 m2. Teknologi dalam proyek usaha mandiri ini adalah kompos kulit kakao. Berdasarkan hasil kegiatan Proyek Usaha Mandiri (PUM) didapatkan produksi terung sebanyak 359 kg dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 292.670 untuk luasan 206 m2, R.C ratio 1,36, profitabilitas 36%, BEP harga Rp 2.236/Kg, BEP hasil 259/Kg dan BEP lahan 151 m2 dan usaha ini layak untuk diusahakan. Oleh sebab itu disarankan menggunakan teknologi kompos kulit kakao untuk budidaya tanaman terung

Page 1 of 1 | Total Record : 5