cover
Contact Name
Ryandi
Contact Email
studiasosiareligia@uinsu.ac.id
Phone
+6285336892787
Journal Mail Official
studiasosiareligia@uinsu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pancing Medan, Pasar V Medan Estate» Tel /fax : 0616622925 /
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama
ISSN : -     EISSN : 26222019     DOI : http://dx.doi.org/10.51900/ssr.v3i1
Core Subject : Religion,
Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama memuat artikel yang berasal dari hasil penelitian studi agama dalam ragam lingkup kajian meliputi perbandingan agama, sejarah agama, agama dan politik, sosiologi agama, antropologi agama, agama dan isu-isu kontemporer, hubungan antaragama, toleransi agama, pluralisme, multikulturalisme, perdamaian dan kekerasan dalam agama.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
MEMAHAMI PESAN AJARAN AGAMA SECARA DEWASA SALAH SATU SYARAT UNTUK MEWUJUDKAN TOLERANSI Kamaluddin Kamaluddin
Studia Sosia Religia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v2i1.6466

Abstract

AbstrakMewujudkan toleransi baik antar umat beragama, Intern umat beragama, maupun antar umat beragama dengan pemerintah (Trilogi Kerukunan), sikap kedewasaan dalam memahami ajaran agama yang dianutnya merupakan prasyarat bagi penganut masing-masing agama. Di dalam ajaran Hindu senantiasa dituntut untuk melaksanakan sosialisasi kehidupan beragama ke arah persaudaraan dan persahabatan antara sesama manusia. Di dalam agama Budha toleransi merupakan cermin suatu kedewasaan mental dalam beragama. Sebab beragama atau mempunyai keyakinan tidak semata-mata untuk menciptakan atau membentuk seseorang untuk mengasingkan diri dari agama-agama lain. Di dalam ajaran agama Kristen sikap toleransi yaitu melihat diri orang lain sama seperti dirinya, mengasihi orang lain sama seperti mengasihi dirinya, walaupun kepada seorang musuh. Begitu juga di dalam ajaran agama Islam, agama ini sangat menekankan kepada aspek kemanusiaan (memanusiakan manusia), ia berusaha melepaskan manusia dari segala bentuk penindasan, penderitaan dan kekerasan, sehingga apabila penganut dari masing-masing agama bersifat dewasa dalam memahami ajaran agamanya masing-masing, maka akan diharapkan bahwa konfik  Intrn Umat Beragama, Antar Umat Beragama dan Antar Umat Beragama dengan Pemerintah dapat dihindari.Kata Kunci : Ajaran Agama, Toleransi AbstractRealizing tolerance (tasammuh), both among religious communities, interns of religious communities, as well as between religious communities and the government (Harmony Trilogy), an attitude of maturity in understanding the teachings of the religion it adopts is a prerequisite for adherents of each religion. In Hinduism it is always demanded to carry out the socialization of religious life toward brotherhood and friendship between fellow human beings. In Buddhism tolerance is a reflection of mental maturity in religion. Because religion or belief is not merely to create or shape someone to isolate themselves from other religions. In the teachings of Christianity the attitude of tolerance is seeing others as themselves, loving others as loving themselves, even to an enemy. Likewise in the teachings of Islam, this religion emphasizes the human aspect (humanizing humanity), it seeks to release people from all forms of oppression, suffering and violence, so that if the adherents of each religion are mature in understanding the teachings of their respective religions , it will be expected that the conflict between the Interreligious Beliefs, Interfaith Religion and Interfaith Religion with the Government can be avoided.Keywords: Religious Teachings, Tolerance
MITOS SUMUR LUBER DALAM PANDANGAN MASYARAKAT DESA PERKEBUNAN TELUK DALAM KECAMATAN TELUK DALAM KABUPATEN ASAHAN Aprilinda M. Harahap dan Leli Ramadhani Harahap
Studia Sosia Religia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v2i1.6470

Abstract

AbstrakMitos kini menjadi kehidupan, bahkan suatu kepercayaan yang diaktualisasikan dalam bentuk ritual tertentu yang terkadang mengandung unsur kesyirikan. Salah satu mitos yang terdapat didalam masyarakat yaitu Sumur Luber. Penelitian ini merupakan (field research) menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan Antropologi dan teori fungsionalisme, terhadap masyarakat Desa Perkebunan Teluk Dalam Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan. Berupaya menilisik pandangan masyarakat terhadap mitos Sumur Luber di Desa Perkebunan Teluk Dalam Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Asahan dan mengapa kini sudah tidak dipecayai lagi? Sumur Luber merupakan sumber air kesehatan, namun kini masyarakat sudah tidak lagi mempercayai karena khawatir akan kesyirikan. Kata Kunci : Mitos, Kepercayaan, Sumur Luber AbstractMyth is now life, even an actualized belief in the form of certain rituals which sometimes contains elements of shirk. One of the myths contained in society is Sumur Luber. This research is a field research, using qualitative methods, with Anthropology approach and functionalism theory towards the community of Perkebunan Teluk Village, Teluk Dalam district, Asahan. Attempting to examine people's views on the myth of the Sumur Luber, at Perkebunan Teluk Village, Teluk Dalam district, Asahan and why they are no longer trusted? Sumur Luber is a source of health water, but now people no longer trust for fear of shirk.Keyword : Myth, Beliefs, Sumur Luber
TASHAWWUR ISLAM SEBAGAI ASAS PERDAMAIAN Agusman Damanik
Studia Sosia Religia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v2i1.6472

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan ingin menelaah dan menganalisis sejauh mana Tashawwur Islam sebagai asas perdamaian, tentunya dengan memahami terlebih dahulu makna tashawwur dan selanjutnya memahami berbagai dimensi-dimensi Tashawwur Islam diantaranya, dimensi teleologis, dimensi teologis, dimensi filosofis dan dimensi kausalitas atau sunnatullah. Kemudian dibahas tentang Tashawwur melalui tujuh karakteristik Islam yakni Rabbaniyah, Insaniyah, Syumuliyah, Alwaqi’iyah, Alwashitiyyah, Alwudhuh dan Tauhid Tashawwur wa tsabat. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan riset kepustakaan yang bersumber dari berbagai literatur yang relevan dengan masalah yang diteliti. Data yang telah terhimpun kemudian dianalisis dengan berbagai pendekatan terutama melalui pendekatan secara normatif filosofis.                 Kata kunci : Islam, Perdamaian, Tashawwur AbstractThis study aims to examine and analyze the extent of Islamic Tashawwur as the principle of peace. Of course, by first understanding the meaning of tashawwur and further understanding the various dimensions of Islamic Tashawwur, among them are the teleological dimensions, theological dimensions, philosophical dimensions and the dimensions of causality or sunnatullah.  Then discussed about Tashawwur through seven characteristics of Islam, that is Rabbaniyah, Insaniyah, Syumuliyah, Alwaqi’iyah, Alwashitiyyah, Alwudhuh and Tauhid Tashawwur wa tsabat. This research is a library research, sourced from various literature relevant to the problem under study. The collected data is then analyzed using various approaches, especially through philosophical normative approaches.Keyword: Islam, Peace, Tashawwur
ISLAM NUSANTARA (DESKRIPTIF-ANALITIS) Ryandi Ryandi
Studia Sosia Religia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v2i1.6464

Abstract

ISLAM NUSANTARA(DESKRIPTIF-ANALITIS) RyandiUniversitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medanryanasofee@gmail.com AbstrakTulisan ini merupakan uraian deskriptif-analitis tentang Islam Nusantara (selanjutnya disebut IN), yang belakangan ini banyak diperbincangkan baik di kalangan elit intelektual, agamawan dan bahkan masyarakat awam. Dari sini dapat disimpulkan bahwa terdapat dua pemaknaan terhadap Islam Nusantara. Pertama merujuk pada praktik orang-orang Nusantara dalam ber-Islam, ini artinya secara implisit, makna tersebut berarti Islam di Nusantara, yang tentunya berbeda dengan orang-orang Islam di negara-negara Islam lainnya. Kedua, merujuk pada peleburan nilai-nilai Islam pada Nusantara dalam kerangka HAM, Demokrasi, Kearifan Lokal, dan Pancasila, tanpa memperhatikan aspek-aspek pokok atau tsawabit dalam Islam. Namun demikian, menurut penulis, walaupun pada pemaknaan pertama, maksud Islam Nusantara adalah baik, pengistilahan tersebut juga kurang tepat. Kata “Islam” adalah istilah kunci (key concept) yang tidak perlu ditambahi atau dikurangi. Penambahan kata dalam Islam tentunya mereduksi makna Islam itu sendiri.Kata Kunci : Deskriptif-Analitis, Islam, Nusantara AbstractThis paper is a descriptive-analytical description of Nusantara Islam (hereinafter referred to as IN), which has recently been much discussed among both the intellectual elite, religious leaders and even ordinary people. From this it follows that there are two meanings of Nusantara Islam. The first refers to the practice of Archipelago people in Islam, this means implicitly, the meaning means Islam in the Archipelago, which is certainly different from the Muslims in other Islamic countries. Second, it refers to the fusion of Islamic values in the archipelago within the framework of human rights, democracy, local wisdom, and Pancasila, without regard to the basic aspects or tsawabit in Islam. However, according to the writer, although in the first meaning, the meaning of Nusantara Islam is good, the terminology is also not quite right. The word "Islam" is a key concept (key concept) that does not need to be added or subtracted. The addition of words in Islam certainly reduces the meaning of Islam itself.Keywords: Descriptive-Analytical, Islam, Nusantara
JARAN KEPANG MENURUT PANDANGAN TOKOH ISLAM DAN KRISTEN DI DESA SEI ROTAN, DELI SERDANG Husna Sari Siregar dan Zulkifli Nasution Sari Siregar
Studia Sosia Religia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v2i1.6465

Abstract

 Tulisan ini  membahas  jaran  kepang dalam pandangan  tokoh  Islam  dan  Kristen yang  terdapat  di  Desa Sei  Rotan  Kecamatan  Percut  Sei  Tuan  Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini merupakanstudi lapangan(field Research)menggunakan metode  deskriftif analisis  dengan pendekatan komperatip. Penelitian ini berupaya mengkaji pandangan tokoh Islam dan pandangan tokoh Kristen mengenai jaran kepang. Tokoh Islam menyatakan ada 2 sudut pandang syirik dan khurafat. Pandangan Tokoh Kristen ini merupakan sesuatu hal yang dilarang karena mengandung khurafat  dan  syirik.Kata Kunci : Islam, Kristen, dan Jaran Kepang                  AbstractThis paper discusses of Jaran Kepang in the view of Muslim and Christian figures in Sei Rotan Village, Percut Sei District, Deli Serdang Regency. This research is a field research, using descriptive analysis method with a comparative approach. This research attempts to trace the views of Islamic figures and Christian figure about Jaran Kepang. Islamic figures state that there are two points of view of shirk and khurafat. According to the views of Christian figures this is something that is prohibited because it contains khurafat and shirk.Keyword : Islam, Kristen, dan Jaran Kepang

Page 1 of 1 | Total Record : 5