cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2024): June" : 21 Documents clear
Program Kemitraan Masyarakat: Pelatihan Budidaya Tanaman Obat Keluarga Masyarakat Desa Bengkaung Bayani, Faizul; Muhali, Muhali; Hulyadi; Bilad, Muhammad Roil; Samsuri, Taufik; Fitriani, Herdiyana
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.2032

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di lingkungan pekarangan kantor desa menjadi strategi terencana untuk menggabungkan pengetahuan lokal dengan upaya meningkatkan literasi masyarakat tentang tanaman obat di Desa Bengkaung, Kecamatan Batu Layar. penanaman TOGA tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat dalam upaya preventif dan promosi kesehatan yang berkelanjutan. Desa Bengkaung, sebagai daerah kaya sumber daya alam dengan warisan tradisional penggunaan tanaman obat, menunjukkan potensi pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan obat kimia menjadi dasar masyrakat mulai beralih keobat herbal. Budidaya tanaman obat penting keluarga penting untuk dilakukan untuk menjadi benteng pertahanan masyrakat ditengah meningkatnya penyakit yang menyerang imun tubuh. Program kemitraan masyrakat ini dilaksnakan dengan teknik PRA (Participatori Rural Appraisal) dimana dalam pelaksanaannya melibatkan masyarakat sekitar dalam seluruh kegiatan dan stakeholder setempat. Penggunaan teknik ini bertujuan agar masyarakat dapat saling berbagi dan meningkatkan pengetahaun mereka tentang kondisi dan kehidupan masyarakat, membuat rencana dan bertindak. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan setelah penaman selama 1 bulan tanaman obat tumbuh dengan baik. Bukti ini menunjukkan proses pengomposan dan metedo penanaman berjalan sesuai dengan harapan. Literasi masyrakat tentang obat juga meningkat ini tercermin dari rasa ingin tahu dan variasi tanaman obat yang terus bertambah ditaman obat Desa bengkaung. Community Partnership Program: Training on Cultivating Family Medicinal Plants for the Residents of Bengkaung Village Abstract The utilization of family medicinal plants (TOGA) in the village office yard is a planned strategy to combine local knowledge with efforts to enhance community literacy about medicinal plants in Bengkaung Village, Batu Layar District. The cultivation of TOGA not only contributes to environmental sustainability but also empowers the community in sustainable preventive and health promotion efforts. Bengkaung Village, rich in natural resources with a traditional heritage of medicinal plant use, demonstrates the potential of an effective participatory approach to improving public health. The negative impacts of chemical medicines have prompted the community to shift towards herbal remedies. Cultivating essential family medicinal plants is crucial to fortify the community amidst the rise of diseases that compromise immune health. This community partnership program is implemented using the PRA (Participatory Rural Appraisal) technique, involving the local community and stakeholders in all activities. The use of this technique aims to facilitate knowledge sharing among community members about their conditions and lifestyles, enabling them to plan and take action. Based on the activity evaluation results, one month after planting, the medicinal plants have grown well. This evidence indicates that the composting process and planting methods met expectations. Community literacy about medicinal plants has also increased, as reflected in the growing curiosity and variety of medicinal plants in Bengkaung Village's medicinal garden.

Page 3 of 3 | Total Record : 21