cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 3 (2024): September" : 32 Documents clear
Inovasi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Berbasis Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Nugget Bayam Brazil Dalam Mencegah Stunting Di Kelurahan Kademangan Hermanto, Hermanto; Devi, Nourma Ulva Kumala; Supraptiningsih, Linda Kurnia; Haris, Abdul; Ngatimun, Ngatimun; Marwiyah, Marwiyah; Musriati, Titik; Fadilah, Siti Nur; Maharani, Vero
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2114

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik ibu-ibu rumah tangga dalam menyediakan makanan bergizi berbasis sumber daya lokal, sebagai upaya preventif dan kuratif stunting pada anak-anak di Kelurahan Kademangan. Permasalahan stunting di wilayah ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kemiskinan, praktik pengasuhan yang kurang optimal, serta terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan dan gizi yang memadai. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan dalam memanfaatkan sumber daya lokal, seperti nugget bayam Brazil, untuk mencegah dan mengatasi stunting pada anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu rumah tangga dalam menyediakan makanan bergizi berbasis sumber daya lokal. Sebelum pelatihan, hanya 40% ibu-ibu yang memiliki pengetahuan cukup, sedangkan setelah pelatihan meningkat menjadi 85%. Selain itu, prevalensi stunting di Kelurahan Kademangan, yang sebelumnya mencapai 30%, turun menjadi 20% setelah intervensi. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi upaya penanggulangan stunting di wilayah Kademangan, dengan peningkatan pengetahuan sebesar 45% dan penurunan prevalensi stunting sebesar 10%. Healthy Kitchen Innovation to Overcome Stunting (DASHAT) Based on Utilization of Local Resources Brazilian Spinach Nuggets in Preventing Stunting in Kademangan Village Abstract The aim of this community service activity is to increase the knowledge and practice of housewives in providing nutritious food based on local resources, as a preventive and curative measure for stunting in children in Kademangan Village. The stunting problem in this region is caused by various factors, such as poverty, less than optimal parenting practices, and limited access to adequate health and nutrition services. The method used is community empowerment through training and assistance in utilizing local resources, such as Brazilian spinach nuggets, to prevent and overcome stunting in children. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of housewives in providing nutritious food based on local resources. Before the training, only 40% of mothers had sufficient knowledge, whereas after the training this increased to 85%. In addition, the prevalence of stunting in Kademangan Village, which previously reached 30%, fell to 20% after the intervention. This activity had a positive impact on efforts to overcome stunting in the Kademangan area, with an increase in knowledge by 45% and a reduction in stunting prevalence by 10%.
Implementasi Global Think Local Act Pada Wisata Kesehatan Tradisional Bali Husada Melalui Pemanfaatan Online Social Media Putra, I Komang; Pramartha, I Made Aditya; Rusmiati, Ni Nyoman
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2115

Abstract

Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan mitra Tanah Hyang Healing Centre bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi khususnya kurangnya akses promosi melalui media online dan prasarana pendukung sebagai implementasi konsep "Global Think Local Act." Program ini berfokus pada menguraikan masalah yang dihadapi Tanah Hyang Healing Centre dengan memanfaatkan media sosial online. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi berbasis partisipatif peserta. Metode ini melibatkan masyarakat secara langsung dalam setiap tahap, mulai dari pemetaan masalah hingga implementasi. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai mitra aktif yang ikut dalam diskusi dan pemberian umpan balik. Setelah pelaksanaan program pengabdian, terjadi peningkatan dalam pemahaman pemanfaatan sosial media, yang diukur melalui hasil post-test. Rata-rata skor hasil post-test untuk tingkat pemahaman mitra Tanah Hyang Healing Centre tentang penggunaan media sosial untuk promosi adalah 3,64 yang berarti bahwa setelah adanya sosialisasi dan pendampingan dari tim pengabdian masyarakat, pengelola dan staf Tanah Hyang Healing Centre telah memahami cara memanfaatkan media sosial untuk promosi. Hal ini menunjukkan efektivitas sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman anggota tim, yang sebelumnya terbatas. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan peningkatan kapasitas peserta sosialisasi dalam mengelola sosial media untuk usaha yang dimiliki. Tanah Hyang Healing Centre diharapkan dapat memiliki posisi yang lebih kuat sebagai destinasi wisata kesehatan yang unggul, dengan model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai tempat lain. Implementation of Global Think Local Act in Bali Husada Traditional Health Tourism Through the Utilization of Online Social Media Abstract Community Partnership Empowerment with partner Tanah Hyang Healing Center aims to overcome the problems faced, especially the lack of access to promotion through online media and supporting infrastructure as an implementation of the concept of “Global Think Local Act.” This program focuses on outlining the problems faced by Tanah Hyang Healing Centre by utilizing online social media. The method used in this activity is participatory participant-based socialization. This method involves the community directly in every stage, from problem mapping to implementation. The community not only acts as recipients of information, but also as active partners who participate in discussions and provide feedback. After the implementation of the service program, there was an increase in the understanding of the use of social media, as measured by the post-test results. The average score of the post-test results for the level of understanding of Tanah Hyang Healing Centre partners about the use of social media for promotion is 3.64, which means that after socialization and assistance from the community service team, managers and staff of Tanah Hyang Healing Centre have understood how to use social media for promotion. This shows the effectiveness of socialization in increasing the understanding of team members, which was previously limited. The results of this PKM activity show an increase in the capacity of socialization participants in managing social media for their businesses. Tanah Hyang Healing Center is expected to have a stronger position as a superior health tourism destination, with an empowerment model that can be replicated in various other places.
Program Kemitraan Masyarakat Pada Kelompok Pengrajin Bubut Kayu Mang Abes Kabupaten Klungkung Aryasa, I Putu Gde Chandra Artha; Miati, Ni Luh Putu Mita; Suryanditha, Putu Arya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2119

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Pengrajin Bubut Kayu Mang Abes di Kabupaten Klungkung, Bali, dengan fokus pada peningkatan pengelolaan keuangan dan kesehatan kerja. Para pengrajin menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya pencatatan keuangan yang baik dan risiko kesehatan akibat paparan debu kayu serta penggunaan alat berat. Program ini meliputi pelatihan manajemen keuangan sederhana, sosialisasi kesehatan kerja, dan pengadaan alat produksi yang lebih modern. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana 85% pengrajin mampu memahami pentingnya pencatatan keuangan setelah program dibandingkan 35% sebelum pelatihan. Di sisi kesehatan, kesadaran akan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) meningkat dari 25% sebelum program menjadi 70% setelah pelatihan. Pengadaan alat baru juga meningkatkan kapasitas produksi sebesar 40%, dari 50% sebelum program menjadi 90% setelahnya, serta peningkatan kualitas produk dari 55% menjadi 85%. Meskipun demikian, diperlukan pendampingan lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan program dan penerapan teknologi secara konsisten. Rekomendasi yang diusulkan meliputi pembinaan jangka panjang, peningkatan akses pasar, serta monitoring intensif guna mendukung daya saing dan keberlanjutan usaha kelompok pengrajin. Community Partnership Program for the Mang Abes Wood Lathe Craftsman Group, Klungkung Regency Abstract:This Community Partnership Program (PKM) aims to enhance the capacity of the Mang Abes Woodturning Craftsmen Group in Klungkung Regency, Bali, focusing on financial management and occupational health. The craftsmen face challenges such as poor financial record-keeping and health risks due to wood dust exposure and the use of heavy equipment. This program included training on basic financial management, occupational health education, and the provision of modern production tools. The training results showed significant improvements, with 85% of the craftsmen understanding the importance of financial record-keeping after the program, compared to 35% before. In terms of health, awareness of the importance of personal protective equipment (PPE) usage increased from 25% before the program to 70% after. The introduction of new equipment also enhanced production capacity by 40%, from 50% to 90%, and product quality improved from 55% to 85%. However, further assistance is needed to ensure the program's sustainability and consistent technology adoption. Recommendations include long-term mentoring, market access enhancement, and intensive monitoring to support the group's competitiveness and business sustainability.
Training On The Development Of Differentiated Learning Tools For Inclusion Teachers At Labschool UNESA Lidah Wetan Surabaya Dwirisnanda, Danis Ade; Wijiastuti, Asri; Widajati, Wiwik; Nur, Devina Rahmadiani Kamaruddin; Ekasari, Diah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2125

Abstract

Children with special needs can be interpreted as children who are slow or have disorders (retarded) who will never succeed in school for children in general. Children with special needs can also be interpreted as children who have physical, mental, intelligence and emotional disorders so that special learning is required. Children with special needs have a classification, namely physical disorders, mental disorders, behavioral disorders. Children with Special Needs (ABK) are increasingly being found day by day. ABK who appear are not only those who are slow to understand lessons slow learners, stand out / gifted or berkabat, but also those who are hyperactive, autistic and other types of ABK. The importance of handling students in the ABK category is very necessary because the success of basic education is very important for students to be able to continue their education at the next level, therefore, teachers in schools need to be given insight, introduction and training about ABK knowledge and methods of handling it. Currently, the Labschool Unesa Lidah Wetan neighborhood school has 9 students with special needs spread across elementary school levels, at school they are served by class teachers and several parents who accompany them while studying. Their disorders tend to be autism and lack of focus. Class teachers and parents of students do not yet have adequate knowledge about special needs, therefore knowledge and understanding of handling special needs are needed so that teachers and parents can work together in providing services, so that they will provide optimal results. This training was conducted for representatives of the inclusive teachers of the Labschool Unesa Lidah Wetan neighborhood school, totaling 16 people. This training activity aims to equip inclusive teachers in handling children with special needs. This training is given to inclusive teachers with special needs students who really need special attention and treatment. The training is conducted in the form of workshops or seminars with theory and practice provided in a balanced manner. Implementation in the classroom will be monitored by the PKM team. The results will be analyzed by describing the implementation of the training results in the field, as well as describing changes in handling special needs students.
Pelatihan Pembuatan Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Pada Taman Alun-Alun Desa Drajat Wakhid, Abdur Rohman; Santoso, Eko Wahyu; Faroh, Rifky Aisyatul; Laksono, Arief Budi; Bachri, Affan; Ilmi, Ulul; Amri, Sholihul; Prasetyo, M. Romadhoni Eko; Waliuddin, Aubait; Ni’am, Wafirun; Hidayat, Faruq Dwi Fahrul; Saputra, M. Bayu Irwan; Utomo, Heru Prasetio
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2131

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memudahkan warga Desa Drajat dalam melakukan perawatan tanaman di taman alun-alun desa secara otomatis sehingga lebih efektif dan efisien. Sistem penyiraman tanaman otomatis yang dirancang juga bertujuan untuk menghemat energi serta memastikan penyiraman yang teratur dan merata. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan terkait penggunaan Timer Relay untuk membangun sistem penyiraman tanaman otomatis. Sasaran dari kegiatan ini adalah warga Desa Drajat, dengan peserta yang terdiri dari pelajar, nelayan, dan karyawan, berjumlah lebih dari 15 orang. Pelatihan ini meningkatkan pengetahuan warga tentang sistem penyiraman otomatis berbasis Timer Relay hingga 70%. Penerapan sistem ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan penyiraman manual yang tidak konsisten dan meningkatkan efisiensi dalam perawatan taman alun-alun. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan warga tentang teknologi modern yang dapat mempermudah aktivitas sehari-hari. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sistem penyiraman otomatis yang dikembangkan berhasil diimplementasikan, memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, dan memungkinkan warga untuk merawat tanaman secara lebih efisien. Training on the Creation of an Automatic Plant Watering System in the Drajat Village Square Park Abstract This community service aims to facilitate the residents of Drajat Village in automatically maintaining plants in the village square park, making the process more effective and efficient. The automatic plant watering system is also designed to save energy and ensure regular and even irrigation. The service activities were conducted through socialization and training on the use of Timer Relay to build an automatic plant watering system. The target audience was the residents of Drajat Village, with participants including students, fishermen, and employees, totaling more than 15 people. This training increased the residents' knowledge of the automatic watering system using Timer Relay by up to 70%. The implementation of this system is expected to resolve the inconsistency of manual watering and improve efficiency in maintaining the village square park. Additionally, the activity aimed to broaden the community's knowledge of modern technology that can simplify daily tasks. The results showed that the automatic watering system was successfully implemented, providing benefits to the surrounding environment and enabling residents to maintain the plants more efficiently.
Optimalisasi Singkong (Cassava) Sebagai Bahan Baku Tepung Mocav Untuk Peningkatan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Melalui Kelompok Tani Subur III Lidyana, Novita; Perwitasari, Dyah Ayu; Arista, Hermin; Oktaviani, Dewi Anggun; Sulistiyowati, Retno; Rustianawati, Mutimmah; Haidiputri, Trivosa Aprilia Novadiani
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2133

Abstract

Singkong memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas industri pangan berbasiskarbohidrat. Panen singkong yang cukup banyak di daerah mitra memerlukan pemanfaatan menjadi produk yang lebih tahan lama dengan nilai jual yang lebih tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pembuatantepung mocaf (modified cassava flour). Tujuan kegiatan pengabdian adalah pelatihan pembuatan danpengemasan tepung mocaf pada kelompok tani Subur III Desa Pegalangan Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Kegiatan didahului dengan diawali dengan persiapan, yang meliputi penyamaan presepsi dan pemahaman, pembagian tugas dan tanggungjawab anggota tim dan mahasiswa MBKM yang terlibat serta untuk menggali tentang potensi pemanfaatan singkong dan masalahnya. Selanjutnya dilakukanpelatihan dan pendampingan untuk mengenal tepung mocaf, pembuatan, dan pemanfaatannya diikuti dengan praktik pembuatan menggunakan Teknologi Tepat Guna (TTG) serta pengemasan tepung mocaf. Hasil kegiatan berupa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan 80% anggota Kelompok tani Subur III Desa Pegalangan Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo terampil dalam diversifikasi olahan berbasis Singkong menjadi Tepung Mocaf (modified cassava flour), serta adanya peningkatan pendapatan anggota kelompok tani pada saat terjualnya tepung mocaf dengan harga Rp.25.000. Optimizing Cassava as Raw Material for Mocav Flour to Increase Added Value and Welfare Through Kelompok Tani Subur III Abstract Cassava has great potential to be developed into a food-based industrial commodity carbohydrate. The large cassava harvest in partner areas requires utilization into a more durable product with a higher selling value. One effort that can be done is manufacturing mocaf flour (modified cassava flour). The purpose of service activities is training in making and packaging of mocaf flour in the Subur III farmer group, Pegalangan Kidul Village, Maron District, Probolinggo Regency. The activity was preceded by preparation, which included equalizing perceptions and understanding, dividing tasks and responsibilities of the team members and MBKM students involved as well as exploring the potential use of cassava and its problems. Next is done training and mentoring to get to know mocaf flour, its manufacture and use, followed by manufacturing practices using Appropriate Technology (TTG) and packaging of mocaf flour. The results of the activity include an increase in the knowledge and skills of 80% of the members of the Subur III farmer group, Pegalangan Kidul Village, Maron District, Probolinggo Regency, skilled in diversifying cassava-based processed products into modified cassava flour, as well as an increase in the income of farmer group members when selling mocaf flour with price Rp. 25,000.
Pembangunan Sistem Informasi Pengaduan dan Penanganan Mamalia Terdampar dan Pelatihan Manajemen Keuangan Untuk Pemberdayaan Keluarga Sarja, Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari; Widana, I Putu Krisna Arta; Sarja, Ni Ketut Pradani Gayatri; Pramitari, I Gusti Ayu Astri; Sumiari, Kadek Nita
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2139

Abstract

Satwa liar didefinisikan sebagai organisme yang berkembang bebas di habitatnya. Permasalahan pada satwa liar di darat dan di laut yaitu hewan laut terdampar. Hewan laut terdampar merujuk pada hewan laut yang ditemukan di darat yang tidak memiliki kemampuan untuk kembali ke laut. Hewan laut yang terdampar sering terlihat di pantai di seluruh dunia dengan alasannya beragam, mulai dari interaksi antropis dan perikanan hingga penyakit, polusi laut, dan bahkan karena terjadinya badai. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok nelayan KUB Merta Segara Serangan yang berlokasi di Serangan, Denpasar Selatan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah keterbatasan media pelaporan mamalia laut terdampar dan media informasi proses penanganan mamalia laut terdampar tersebut dan kurangnya pengetahuan terkait pengelolaan keuangan usaha. Solusi yang dapat diberikan berdasarkan hasil diskusi dengan mitra adalah mengembangkan sistem informasi pelaporan dan penanganan mamalia terdampar yang dapat diakses secara real time kapanpun dan dimanapun, melakukan pelatihan secara langsung dengan uji coba penggunaan aplikasi pelaporan dan penanganan mamalia terdampar untuk nelayan maupun pihak pembuat laporan serta petugas yang akan menangani mamalia terdampar tersebut dan melakukan pelatihan pengelolaan keuangan usaha untuk family empowerement. Target yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah sistem informasi pelaporan dan penanganan mamalia terdampar 100% dapat digunakan oleh nelayan, pihak pembuat laporan, petugas yang akan menangani mamalia terdampar tersebut serta masyarakat, terdapat 2 orang nelayan, 2 pembuat laporan dan 2 petugas yang akan menangani mamalia terdampar tersebut dapat menggunakan sistem informasi pelaporan dan penanganan mamalia terdampar serta 1 orang dari masing-masing family empowerment dapat membuat pelaporan keuangan usaha. Development of an Information System for Complaints and Handling of Stranded Mammals and Financial Management Training for Family Empowerment Abstract Wildlife defined as organisms that grow freely in their habitat. Problem faced by wildlife, both living on land and sea, is stranded marine animals. Stranded marine animals refer to marine animals found on land that do not have the ability to return to the sea. Stranded marine animals are often seen on beaches for various reasons, ranging from anthropic interactions and fisheries to disease, marine pollution, and even storms. The partner in this activity is the KUB Merta Segara fishermen group located in Serangan. The problems faced are limited media for reporting stranded marine mammals and information media for the process of handling stranded marine mammals and the lack of knowledge related to business financial management. The solution that can be provided is to develop a stranded mammal reporting and handling information system that can be accessed in real time, training with direct trial on the use of stranded mammal reporting and handling applications for fishermen and those who make reports and officers who will handle stranded mammals and conduct business financial management training for family empowerment. The target from this activity is a reporting information system and handling of stranded mammals 100% can be used by fishermen, report makers, officers who will handle the stranded mammals and the community, there are 2 fishermen, 2 report makers and 2 officers who will handle the stranded mammals can use the reporting information system and handling of stranded mammals and 1 person from each family empowerment can make business financial reports.
Optimalisasi Pembelajaran Sains Terapan Konteks Teknologi Ramah Lingkungan Berbasis Keterampilan Hidup Guru Sekolah Indonesia Malaysia Wardana, Rendy Wikrama; Yanti, Fitri April; Dharmayana, I Wayan; Risdianto, Eko; Heryensi, Elza; Sartika, Rita; Handayani, Rinda Fitri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2142

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi optimalisasi pembelajaran sains terapan dengan fokus pada teknologi ramah lingkungan di sekolah Malaysia dengan penekanan pada pengembangan keterampilan hidup guru. Tujuan penelitian ini adalah melaksanakan pembelajaran sains terapan konteks teknologi ramah lingkungan berbasis keterampilan hidup bagi guru sekolah di Malaysia. Kegiatan berupa penguatan dan implementasi pembelajaran sains secara kontekstual sebagai upaya pengembangan keterampilan hidup guru dengan aspek yang diukur berupa social, personal, dan specific skill.  Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, eksperimen dan demonstrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran sains terapan berbasis teknologi ramah lingkungan berhasil meningkatkan keterampilan social 85%, personal 90%, dan specific skill 80% dengan rata-rata peningkatan yang sangat baik setelah mengikuti implementasi pembelajaran sains secara kontekstual. Guru menjadi lebih percaya diri dalam menerapkan konsep teknologi ramah lingkungan serta lebih terampil dalam mengintegrasikan teori dan praktik di kelas.Tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program termasuk keterbatasan infrastruktur dan resistensi terhadap perubahan dalam metode pengajaran. Solusi yang diusulkan termasuk peningkatan infrastruktur teknologi dan pelatihan berkelanjutan yang lebih luas untuk guru, serta peningkatan sosialisasi program untuk mendukung keberhasilan dan keberlanjutan program. Optimization of Applied Science Learning in The Context of Environmentally Friendly Technology Based on The Life Skills of Indonesian School Teachers in Malaysia Abstract This research explores the optimization of applied science learning with a focus on environmentally friendly technology in Malaysian schools with an emphasis on developing teachers' life skills. The aim of this research is to implement applied science learning in the context of environmentally friendly technology based on life skills for school teachers in Malaysia. Activities include strengthening and implementing contextual science learning as an effort to develop teachers' life skills with aspects measured in the form of social, personal and specific skills.  The methods used in this training activity are lecture, discussion, question and answer, experiment and demonstration methods. The results of the research show that the implementation of applied science learning based on environmentally friendly technology succeeded in increasing social skills by 85%, personal skills by 90%, and specific skills by 80% with a very good average increase after following the implementation of contextual science learning. Teachers became more confident in applying environmentally friendly technology concepts and more skilled in integrating theory and practice in the classroom. Challenges faced during program implementation included limited infrastructure and resistance to changes in teaching methods. Proposed solutions include improved technology infrastructure and broader ongoing training for teachers, as well as increased program outreach to support program success and sustainability.
Literasi Lingkungan dan Pendirian Bank Sampah di Lingkungan Pendidikan Usia Dini Berbasis Digital dan Sosiopreneur Untuk Mengurangi Darurat Sampah di Yogyakarta Witanti, Arita; Soeharto, Triana Noor Edwina Dewayani; Fatimah, Malida
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2146

Abstract

Di tengah tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks, TK IT Mekar Insani Yogyakarta menghadapi permasalahan terkait implementasi kebijakan pengelolaan sampah yang baru. Pentingnya literasi lingkungan pada anak-anak usia dini tidak dapat diabaikan, terutama dalam membentuk kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Oleh karena itu, dua inisiatif utama dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dirancang: pendirian Bank Sampah berbasis digital dan sosiopreneur, serta kegiatan literasi lingkungan yang melibatkan anak-anak, orang tua, dan guru. Bank Sampah berfungsi untuk mengelola sampah yang memiliki nilai ekonomi, menggunakan sistem pencatatan digital yang efisien. Sementara itu, kegiatan literasi lingkungan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa serta orang tua mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 60% pada peserta. Evaluasi awal menunjukkan bahwa hanya 50% peserta yang memiliki dasar pengetahuan tentang pengelolaan sampah, sedangkan setelah pelatihan, angka ini meningkat menjadi 85%. Pada kegiatan literasi lingkungan, pemahaman siswa juga meningkat signifikan, dengan skor rata-rata peserta meningkat dari 5 menjadi 9 poin. Pengelolaan Bank Sampah yang juga melibatkan unsur sosiopreneur diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Environmental Literacy and Waste Bank using Digital and Sociopreneur-Based for Early Childhood Education Environment to Reduce the Waste Emergency in Yogyakarta Abstract Amid increasingly complex waste management challenges, TK IT Mekar Insani Yogyakarta faces issues related to the implementation of a new waste management policy. The importance of environmental literacy for early childhood cannot be overlooked, especially in shaping awareness and care for the environment. Therefore, two key initiatives of the Community Partnership Program (PKM) were designed: the establishment of a digital and sociopreneur-based Waste Bank, and environmental literacy activities involving children, parents, and teachers. The Waste Bank functions to manage waste with economic value, utilizing an efficient digital recording system. Meanwhile, the environmental literacy activities aim to improve students' and parents' understanding and awareness of the importance of waste management. The program's results showed a 60% increase in participants' knowledge. Initial evaluations revealed that only 50% of participants had basic knowledge of waste management, which increased to 85% after the training. In the environmental literacy activities, students' understanding also significantly improved, with the average participant score increasing from 5 to 9 points. The management of the Waste Bank, which also involves sociopreneurial elements, is expected to reduce the amount of waste sent to landfills, while providing economic benefits to the community.
Peningkatan Produktivitas dan Pemasaran Kerajinan Dulang Fiber melalui Pelatihan K3 dan Digitalisasi di Desa Lodtunduh, Gianyar Pramitari, I Gusti Ayu Astri; Dewi, Kadek Cahya; Suprapto, Putu Adi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2156

Abstract

Desa Lodtunduh terletak di Kecamatan Ubud, Gianyar – Bali dimana usaha terkenal dengan kerajinan dulang. Dulang merupakan alat kelengkapan upacara agama Hindu di Bali, yang berfungsi sebagai alas banten atau gebogan. Salah satu usaha kerajinan dulang di Desa Lodtunduh adalah Usaha Kerajinan yang diberi nama “ASTA DALA” yang didirikan oleh Ibu Made Sriasih yang beralamat di Jalan Raya Lodtunduh, Ubud, Gianyar. Usaha kerajinan dulang ini didirikan pada tahun 2015 yang memproduksi Dulang, Bokor, wakul daksina yang terbuat dari fiber serta keben dan sokasi untuk keperluan upacara yadnya. Permasalahan yang dihadapi oleh Mitra kerajinan dulang fiber “ASTA DALA” meliputi pemasaran yang dirasa belum optimal, kurangnya pemahaman terhadap aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), alat penunjang proses produksi yang masih terbatas dan kurangnya pengetahuan dalam pencatatan keuangan usaha. Mengacu pada permasalahan tersebut tim pengabdian membuat kegiatan berupa memberikan pelatihan K3, pelatihan pemasaran di media social dan marketplace, pelatihan pembukuan usaha dan memberikan bantuan alat-alat penunjang proses produksi serta pelatihan penggunaanya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan jumlah produksi barang sebanyak 50% dengan bantuan alat produksi serta jangkauan pemsaran yang lebih luas karena menggunakan media sosial. Berdasarkan hasil evaluasi dengan wawancara secara langsung 100% produk sudah ditata dengan baik pada rak display produk, 2 orang mitra sudah dapat menggunakan bantuan alat yang diberikan serta adanya peningkatan jumlah produksi sebanyak 50%, peningkatan pengetahuan mitra terhadap kesehatan dan keselamatan kerja pada saat proses produksi, adanya penambahan media pemasaran online instagram dan marketplace dan 1 orang mitra bisa menggunakan media pemasaran online dan pembukuan usaha. Improving Productivity and Marketing of Fiber Dulang Handicrafts through OHS Training and Digitalization in Lodtunduh Village, Gianyar Abstract Lodtunduh Village is located in the Ubud District, Gianyar – Bali, known for its famous dulang handicrafts. A dulang is a traditional piece used in Hindu religious ceremonies in Bali, functioning as a base for offerings (banten) or fruit arrangements (gebogan). One of the dulang handicraft businesses in Lodtunduh Village is a business named "ASTA DALA," founded by Mrs. Made Sriasih, located on Jalan Raya Lodtunduh, Ubud, Gianyar. This dulang handicraft business was established in 2015 and produces dulang, bokor, wakul daksina made from fiber, as well as keben and sokasi for yadnya ceremonies. The challenges faced by the fiber dulang handicraft partner, "ASTA DALA," include suboptimal marketing, limited understanding of occupational health and safety (OHS), limited production process support tools, and lack of knowledge in business financial record-keeping. To address these issues, the service team conducted activities such as providing OHS training, social media and marketplace marketing training, business bookkeeping training, and supplying tools to support the production process along with training on their usage.The purpose of this service activity was to increase the production output by 50% with the help of production tools and to expand the marketing reach through the use of social media. Based on the evaluation results from direct interviews, 100% of the products were well-arranged on the product display racks, two partners were able to use the provided tools, and there was a 50% increase in production volume. Additionally, the partners' knowledge of health and safety during the production process improved, there was an expansion in online marketing platforms with Instagram and marketplace presence, and one partner could use online marketing platforms and manage business bookkeeping.

Page 3 of 4 | Total Record : 32