cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 4 (2024): December" : 47 Documents clear
Membangun Fondasi Bisnis yang Kokoh dengan Menerapkan Laporan Keuangan yang Tepat, Pemasaran yang Terarah, dan Branding yang Menarik Bagi Pengusaha Kue Sagon Putra, Gede Sanjaya Adi; Yudha, Cokorda Krisna; Putra, I Putu Iwan Pramana
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2120

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tema "Membangun Fondasi Bisnis yang Kokoh dengan Menerapkan Laporan Keuangan yang Tepat, Pemasaran yang Terarah, dan Branding yang Menarik bagi Pengusaha Kue Sagon" bertujuan untuk memberdayakan pengusaha kue sagon di komunitas lokal melalui peningkatan kompetensi dalam pengelolaan bisnis. Kegiatan ini meliputi pelatihan tentang penyusunan laporan keuangan yang sederhana dan efektif, penerapan strategi pemasaran yang terarah, serta pengembangan branding yang menarik untuk meningkatkan daya saing produk. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program terdiri dari sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola laporan keuangan, merancang strategi pemasaran, dan menciptakan identitas merek yang kuat. Kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program, seperti perbedaan tingkat pemahaman peserta dan keterbatasan waktu, juga diidentifikasi, disertai dengan masukan untuk perbaikan program di masa mendatang. Diharapkan, melalui program ini, pengusaha kue sagon dapat membangun fondasi bisnis yang lebih kokoh, yang tidak hanya mendukung keberlanjutan usaha mereka, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal secara keseluruhan.
Pemberdayaan Santri Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sanitasi Melalui Pelatihan Slow Sand Filter dan Biomassa Filter Pahriah, Pahriah; Hatimah, Husnul; Zulkarnaen, Muhammad Fauzi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2164

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan mencegah kasus diare di Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW Santong Terara Lombok Timur melalui pelatihan teknologi pengolahan air bersih. Masalah utama yang dihadapi adalah buruknya sanitasi dan tingginya prevalensi diare akibat pembuangan sampah sembarangan serta pengelolaan air yang tidak optimal. Untuk mengatasi masalah ini, program memperkenalkan metode slow sand filter dan biomassa filter berbahan arang aktif dari tempurung kelapa. Pelatihan dilakukan melalui beberapa tahapan: (1) Pemberian materi teori yang meliputi pentingnya sanitasi, pengenalan teknologi pengolahan air bersih, dan prinsip kerja slow sand filter serta biomass filter; (2) Praktik langsung pembuatan dan instalasi filter dengan menggunakan bahan lokal, seperti pasir halus, kerikil, dan arang aktif dari tempurung kelapa; dan (3) Evaluasi kinerja filter berdasarkan parameter kualitas air seperti kekeruhan dan total zat padat terlarut (TDS). Proses pemilihan peserta melibatkan 50 santri yang dipilih berdasarkan ketersediaan waktu dan minat untuk terlibat dalam program, dengan fokus pada mereka yang bertanggung jawab atas pengelolaan air di pesantren. Evaluasi peningkatan pengetahuan peserta dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan skor rata-rata meningkat dari 45 pada pre-test menjadi 80 pada post-test (peningkatan 41,67%). Dari segi kualitas air, hasil pengukuran menunjukkan penurunan TDS setelah penggunaan filter. Program ini berhasil mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terkait air bersih dan sanitasi, serta memberikan solusi praktis bagi perbaikan sanitasi di pesantren. Empowering Santri of Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW to Improve Sanitation Quality and Prevent Diarrhea Through Slow Sand Filter and Biomass Filter Training Abstract This community service program aims to improve sanitation quality and prevent cases of diarrhea at Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW Santong Terara, East Lombok, through training in clean water treatment technology. The main issues faced are poor sanitation and the high prevalence of diarrhea due to improper waste disposal and suboptimal water management. To address these issues, the program introduced the slow sand filter and biomass filter methods, using activated charcoal from coconut shells. The training was conducted in several stages: (1) Theoretical sessions covering the importance of sanitation, an introduction to clean water treatment technology, and the working principles of the slow sand filter and biomass filter; (2) Hands-on practice in constructing and installing the filters using local materials, such as fine sand, gravel, and activated charcoal from coconut shells; and (3) Evaluation of filter performance based on water quality parameters, such as turbidity and total dissolved solids (TDS). The participant selection process involved 50 students, chosen based on their availability and interest in participating in the program, with a focus on those responsible for water management at the pesantren. Participant knowledge improvement was evaluated through pre-test and post-test assessments. The results showed a significant increase in knowledge, with average scores rising from 45 in the pre-test to 80 in the post-test (an increase of 41.67%). In terms of water quality, measurements indicated a decrease in TDS after using the filters. This program successfully supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) related to clean water and sanitation, while also providing practical solutions to sanitation issues at the pesantren.
Menumbuhkan Keberdayaan Komunitas Desa Wosu Kabupaten Morowali: Peningkatan Kesadaran dan Keterampilan Masyarakat dalam Menghadapi Tantangan Dunia Kerja Anisah, Anisah; Daud, Salma; Alfiah, Nurul Rahma; Ahmad, Nur Sulfana; Handayani, Cipta
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2169

Abstract

Kesenjangan keterampilan, kurangnya akses terhadap pendidikan dan pelatihan serta, kesadaran akan tantangan dunia kerja yang masih rendah, dapat menghambat masyarakat Desa Wosu untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan khususnya pada komunitas PKK di Desa Wosu dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Pelaksanaan kegiatan pengabdian diawali dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan keterampilan peserta. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, rata-rata nilai peserta meningkat dari 100,21 menjadi 175,87 dari total 200 poin, menunjukkan peningkatan sebesar 75,50%. Hasil ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesiapan peserta dalam menghadapi dunia kerja setelah pelatihan. Artinya, pemberdayaan komunitas melalui program-program yang berfokus pada pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kesadaran dapat membantu masyarakat Desa Wosu dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan di dunia kerja. Selain itu, strategi yang terintegrasi dengan kemitraan strategis antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, komunitas dan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara efektif, akan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Empowering the Wosu Village Community in Morowali Regency: Raising Awareness and Enhancing Skills to Tackle Workforce Challenges Abstract Skills gaps, limited access to education and training, and low awareness of workforce challenges can prevent the people of Wosu Village from securing decent employment. This service activity aims to increase awareness and skills, especially within the PKK community in Wosu Village, to better equip them for the challenges of the job market. The implementation of the service activities follows a participatory and sustainable approach, beginning with preparation, followed by execution, and concluding with evaluation. The results of this program show a significant increase in participants' awareness and skills. Based on pre-test and post-test scores, the average participant score rose from 100.21 to 175.87 out of a possible 200 points, reflecting a 75.50% increase. These results indicate improved understanding and readiness among participants to face job market challenges following the training. This outcome suggests that community empowerment through education, training, and awareness programs can effectively prepare the people of Wosu Village to meet workforce demands. Additionally, an integrated strategy, leveraging partnerships between government, academics, the private sector, and local communities to make effective use of local resources, can foster an environment that supports inclusive and sustainable economic growth.
Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Anemia untuk Menurunkan Risiko Stunting di Desa Cikawao Isviyanti, Isviyanti; Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari; Hairani, Hairani; Gumangsari, Ni Made Gita; Hidayati, Diana; Gustiya, Sherly Dwi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2172

Abstract

Artikel ini melaporkan hasil dari sebuah program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengurangi risiko stunting melalui edukasi pencegahan pernikahan dini di Desa Cikawao tepatnya di SMPN 2 Pacet dengan menggunakan pendekatan partisipatif. Program ini memberikan informasi tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan ibu dan anak serta menawarkan solusi untuk mengatasi masalah stunting dengan mengkonsumsi tablet Fe dan edukasi kesehatan reproduksi untuk pencegahan pernikahan dini. Penilaian dilakukan melalui survei awal dan akhir program untuk mengukur perubahan pengetahuan remaja. Dari hasil perbandingan pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi sebesar 16.83%. Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan pada siswa pada materi yang diberikan. Dengan demikian edukasi dinilai efektif dalam mengubah persepsi tentang pernikahan dini. Education on the Prevention of Early Marriage and Anemia to Reduce the Risk of Stunting in Cikawao Village Abstract This article reports the results of a community service program which aims to reduce the risk of stunting through education on preventing early marriage in Cikawao Village, specifically at SMPN 2 Pacet using a participatory approach. This program provides information about the impact of early marriage on maternal and child health and offers solutions to overcome the problem of stunting by consuming Fe tablets and reproductive health education to prevent early marriage. Assessments are carried out through surveys at the beginning and end of the program to measure changes in youth knowledge. From the results of the pre-test and post-test comparison, it shows that there is an increase in knowledge before and after education (16,83%). There is a significant difference between the level of knowledge before and after counseling students on the material provided. Thus, education is considered effective in changing perceptions about early marriage.
Edukasi Pariwisata Berkelanjutan dalam Meningkatkan Daya Saing Pelaku Usaha Wisata di Desa Masaingi Munawarah, Munawarah; Idris, Idris; Mahardiana, Lina; Evrianti, Hesti; Hilal, Nur; Fera, Fera
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2174

Abstract

Pelaku usaha wisata di daerah pedesaan sering menghadapi tantangan dalam mengadopsi praktik pariwisata berkelanjutan, yang berdampak pada daya saing dan keberlanjutan destinasi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan implementasi pariwisata berkelanjutan di kalangan pelaku usaha wisata di Desa Masaingi. Permasalahan utama meliputi rendahnya pemahaman konsep pariwisata berkelanjutan, terbatasnya adopsi praktik ramah lingkungan, dan kurangnya pelibatan masyarakat lokal dalam pengembangan wisata. Metode pemecahan masalah menggunakan pendekatan participatory action research (PAR) dan experiential learning, melibatkan 30 pelaku usaha wisata dalam program edukasi. Program ini mencakup workshop, mentoring, dan praktik lapangan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep pariwisata berkelanjutan sebesar 44,95%, melebihi target awal 30%. Tingkat adopsi praktik berkelanjutan mencapai 78%.Program ini berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha, dengan rata-rata kenaikan sebesar 35% dalam 6 bulan setelah implementasi. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat 25% dan rata-rata lama tinggal wisatawan bertambah dari 1,2 hari menjadi 2,5 hari.Meskipun menghadapi tantangan infrastruktur digital dan dampak pandemi COVID-19, program ini berhasil meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha wisata. Simpulannya, pendekatan PAR dan experiential learning efektif dalam memfasilitasi adopsi pariwisata berkelanjutan di destinasi wisata pedesaan, berkontribusi signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan terkait pariwisata. Sustainable Tourism Education in Enhancing the Competitiveness of Tourism Business Operators in Masaingi Village Abstract Tourism business operators in rural areas often face challenges in adopting sustainable tourism practices, which impacts destination competitiveness and sustainability. This research aims to enhance understanding and implementation of sustainable tourism among tourism business operators in Masaingi Village. The main issues include limited understanding of sustainable tourism concepts, minimal adoption of environmentally friendly practices, and insufficient local community involvement in tourism development. The problem-solving methodology employed participatory action research (PAR) and experiential learning approaches, engaging 30 tourism business operators in an educational program. The program encompassed workshops, mentoring, and field practices. Results demonstrated a significant 44.95% improvement in understanding sustainable tourism concepts, exceeding the initial target of 30%. The adoption rate of sustainable practices reached 78%. The program positively impacted business operators' revenue, with an average increase of 35% within 6 months post-implementation. Tourist arrivals increased by 25%, and the average length of stay extended from 1.2 days to 2.5 days. Despite challenges in digital infrastructure and COVID-19 pandemic impacts, the program successfully enhanced the capacity and competitiveness of tourism business operators. In conclusion, the PAR and experiential learning approach effectively facilitated sustainable tourism adoption in rural tourism destinations, contributing significantly to achieving tourism-related Sustainable Development Goals.
Pelatihan Pembukuan Sederhana Bagi Pelaku Usaha Wisata Pantai Pangi di Desa Masaingi Kabupaten Donggala Fattah, Vitayanti; Rombe, Elimawaty; Saharuddin, Saharuddin; Hadi, Suryadi; Asriadi, Asriadi; Anisah, Anisah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2176

Abstract

Desa Masaingi, Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala memiliki potensi usaha wisata yang belum optimal karena pengelolaan yang kurang baik. Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat terhadap manajemen keuangan. Dimana mayoritas pelaku usaha belum memiliki pembukuan yang memadai dan masih kurang memahami urgensi pembukuan keuangan, serta masih cenderung mengambil keputusan berdasarkan intuisi dan pengalaman. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi pelaku usaha mengenai pembukuan sederhana. Metode yang digunakan adalah Sosialisasi, diskusi, demonstrasi, serta monitoring dan evaluasi melalui tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasilnya terjadi peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam membuat pembukuan keuangan, yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan usaha Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan, terjadi peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan pelaku usaha dalam menyusun pembukuan keuangan. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata 70, yang meningkat menjadi 109,51 pada post-test, dari total skor 130. Peningkatan sebesar 56,4% ini menunjukkan bahwa pelatihan telah berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara lebih sistematis dan berbasis data, sehingga mendukung mereka dalam pengambilan keputusan yang lebih rasional dan terukur. Simple Bookkeeping Training for Pangi Beach Tourist Enterprises in Masaingi Village, Donggala Regency Abstract Masaingi Village in Sindue District, Donggala Regency, has tourism business potential that remains underdeveloped due to inadequate management. This situation stems from the community's limited understanding of financial management, where the majority of business owners lack adequate bookkeeping practices and do not yet recognize the importance of financial records. They often continue to make decisions based on intuition and experience. To address this, our program aims to educate business owners on basic bookkeeping. The methods employed include socialization, discussion, demonstration, along with monitoring and evaluation through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results show a significant improvement in the ability of business owners to maintain financial records, which can be used as a basis for business decision-making. Evaluation of the training outcomes revealed a notable increase in participants' understanding and skills in financial bookkeeping. The average pre-test score was 70, which rose to 109.51 on the post-test, out of a total score of 130. This 56.4% improvement indicates that the training successfully enhanced participants' understanding and skills in systematic and data-driven financial management, supporting them in making more rational and informed business decisions.
Meningkatkan Keterampilan Public Speaking dan Kemahiran Berbicara Bahasa Inggris Melalui Program English Club bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama Imansari, Nurul; Sudewi, Putu Wahyu; Putri, Andi Mega Januarti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2183

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan public speaking dan kemahiran berbicara bahasa Inggris melalui program English Club bagi siswa sekolah menengah pertama di SMPN 3 Majene. Program ini dirancang untuk memberikan platform latihan berbicara bahasa Inggris melalui berbagai aktivitas seperti latihan MC, pidato, dan diskusi kelompok. Kegiatan ini menerapkan pendekatan partisipatif yang menggabungkan teori dan praktik, serta berfokus pada unjuk kerja untuk membangun kepercayaan diri siswa dan meningkatkan kemampuan komunikasi verbal. Evaluasi program dilakukan melalui pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan berbicara siswa. Rata-rata nilai pre-test adalah 58,5, sementara post-test menunjukkan peningkatan menjadi 76,3, dengan peningkatan kepercayaan diri berbicara di depan umum sebesar 32%. Hasil ini menegaskan bahwa English Club berkontribusi positif dalam pengembangan keterampilan berbahasa Inggris siswa, terutama dalam konteks public speaking. Improving Public Speaking Skills and English Proficiency through an English Club Program for Junior High School Students Abstract This article aims to improve public speaking skills and English proficiency through the English Club program for junior high school students at SMPN 3 Majene. The program is designed to provide a platform for practicing English speaking through various activities such as MC training, speeches, and group discussions. The activities implement a participatory approach that combines theory and practice, focusing on performance to build students' confidence and enhance their verbal communication skills. The program evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, which showed a significant improvement in students' speaking skills. The average pre-test score was 58.5, while the post-test score increased to 76.3, with a 32% increase in public speaking confidence. These results affirm that the English Club contributes positively to the development of students' English language skills, particularly in the context of public speaking.
Pelatihan Pembuatan Desain Kemasan untuk Meningkatkan Brand Awareness Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Jual Produk UMKM di Kota Cirebon Daud, Rosy Febriani; Rosyid, Dzulfiqar Fickri; Rachmawati, Ine; Khodijah, Tiara
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2191

Abstract

Desain kemasan produk tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga sebagai alat promosi yang efektif untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk. Hal ini menjadi tantangan bagi pelaku UMKM di Indonesia yang sering kali kurang memanfaatkan desain kemasan yang menarik. Di Kota Cirebon, sekitar 82% pelaku UMKM di sektor makanan belum memiliki pengetahuan memadai tentang desain kemasan yang efektif. Untuk mengatasi hal ini, tim pelaksana kegiatan PKM bekerja sama dengan UMKM di Cirebon mengadakan pelatihan desain kemasan untuk meningkatkan brand awareness dan nilai jual produk. Pelatihan ini diikuti oleh 52 peserta, dan hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman tentang desain kemasan sebesar 85% setelah pelatihan, dengan 94% peserta setuju bahwa kemasan yang menarik berperan penting dalam pemasaran. Metode yang digunakan meliputi presentasi, demonstrasi, dan diskusi. Secara keseluruhan, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif dalam mengembangkan kemasan produk dengan nilai jual yang lebih tinggi. Training on Packaging Design to Increase Brand Awareness as an Effort to Enhance the Market Value of MSME Products in Cirebon City Abstract Product packaging design not only serves as a protective feature but also as an effective promotional tool to enhance the appeal and market value of products. This remains a challenge for many MSME players in Indonesia, who often lack an attractive packaging design. In Cirebon City, approximately 82% of MSMEs in the food sector lack sufficient knowledge about effective packaging design. To address this, the PKM implementation team collaborated with MSMEs in Cirebon to conduct packaging design training aimed at increasing brand awareness and product value. This training was attended by 52 participants, with evaluation results showing an 85% increase in understanding of packaging design after the training, and 94% of participants agreeing that attractive packaging plays a significant role in marketing. The methods used included presentations, demonstrations, and discussions. Overall, participants demonstrated enthusiasm and active participation in developing product packaging with higher market value.
Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Air Tawar pada Kelompok Swadaya Masyarakat "Balesemi" di Desa Bakalan Kabupaten Pasuruan Ernawati; Nugroho, Matheus; Hidayati, Novi Itsna; Soedarmadji, Wisma; Akbar, Maulana Jamaludin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2195

Abstract

Desa Bakalan berada di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, mempunyai potensi wilayah yang dilewati aliran sungai yang cukup melimpah airnya, sehingga dimanfaatkan untuk mengairi tanaman dan memelihara ikan antara lain nila, tombro ataupun lele. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah teknologi budidaya perikanan air tawar kurang berkembang, pengetahuan tentang perikanan masih cukup rendah, dan penggunaan alat produksi serta sarana prasaran masih sederhana. Rendahnya pengetahuan mengenai teknologi dalam budidaya menyebabkan kegiatan produksinya tidak berjalan secara kontinyu. Mitra kegiatan adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) “Balesemi” desa Bakalan. Anggota kelompok berjumlah 20 orang, yang berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok mitra guna menjaga kontinyuitas produksi dengan penerapan teknologi wadah kolam terpal sebagai media budidaya. Kegiatan dimulai dari tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan sampai dengan pendampingan. Tahap persiapan dengan cara survei dan wawancara, melakukan pendekatan dan identifikasi masalah, diskusi bersama tentang pemecahan masalah. Adapun tahap pelaksanaan Bimtek meliputi: 1) Penyiapan kolam, 2) Pemilihan bibit, 3) Penebaran benih 4) Pemilihan pakan berkualitas; 5) Cara panen dan pasca panen. Solusi selanjutnya adalah pemberian bantuan kolam terpal yang dapat digunakan untuk budidaya ikan yang lebih baik. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui hasil survei dan kuisioner. Hasil survei didapat bahwa peningkatan pemahaman peserta sebelum Bimtek terhadap materi pada kisaran paling rendah 25% dan persentase pemahaman tertinggi 50%. Kemudian setelah dilakukan Bimtek mengalami peningkatan pemahaman tertinggi pada materi persiapan kolam mencapai 100% sedangkan terendah  pada materi mengenai pakan sebesar 80%. Hasil pengabdian ini penting artinya bagi perkembangan budidaya perikanan pada umumnya dan peningkatan pendapatan bagi kelompok mitra. Technical Guidance for Freshwater Fish Cultivation at the "Balesemi" Community Self-Help Group in Bakalan Village, Pasuruan Regency Abstract Bakalan Village is located in Purwosari District, Pasuruan Regency, has the potential of an area crossed by a river with abundant water, so it is used to irrigate plants and raise fish including tilapia, tombro or catfish. One of the problems faced is that freshwater fisheries cultivation technology is underdeveloped, knowledge about fisheries is still quite low, and the use of production tools and infrastructure is still simple. The low knowledge of technology in cultivation causes production activities not to run continuously. The activity partner is the Community Self-Help Group (KSM) "Balesemi" in Bakalan Village. This activity aims to improve the knowledge and skills of partner groups in order to maintain production continuity by implementing tarpaulin pond technology as a cultivation medium. Activities start from the preparation stage, socialization, implementation to mentoring. The preparation stage is by means of surveys and interviews, approaching and identifying problems, and discussing together about solving problems. The implementation stages of the Technical Guidance include: 1) Preparation of ponds, 2) Selection of seeds, 3) Spreading seeds, 4) Selection of quality feed; 5) How to harvest and post-harvest. The next solution is to provide assistance in the form of tarpaulin pools that can be used for better fish farming. Evaluation of success is carried out through survey results and questionnaires. The survey results showed that the increase in participants' understanding before the Technical Guidance on the material was in the range of the lowest 25% and the highest percentage of understanding was 50%. Then after the Technical Guidance was carried out, there was the highest increase in understanding in the material on pond preparation reaching 100% while the lowest was in the material on feed at 80%. The results of this service are important for the development of fisheries cultivation in general and increasing income for partner groups.
Pengembangan Diversifikasi Pangan Melalui Pengolahan Keripik Komak Sebagai Camilan Sehat Dewi, Ika Nurani; Primawati, Sri Nopita; Putra, Guyup Mahardian Dwi; Sukri, Akhmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2199

Abstract

Salah satu potensi hasil pertanian lokal di Pulau Lombok adalah kacang komak. Secara ekonomi kacang komak sangat berpotensi sebagai sumber protein nabati. sehingga kacang komak dapat menjadi alternatif substitusi kedelai dalam pembuatan tempe. Namun saat ini, pengolahan  kacang-kacangan menjadi pangan fungsional sebagai sumber protein alternatif dan produk yang   bernilai ekonomi tinggi masih sangat kurang. Permasalahan lainnya yang terjadi di masyarakat (mitra) adalah proses produksi tempe masih tergantung pada pasokan bahan baku kedelai. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: (1) meningkatkan pengetahuan mitra tentang diversifikasi pangan lokal kacang komak sebagai pengganti kedelai, (2) mengembangkan inovasi produk dengan variasi yang berbeda yaitu keripik tempe komak dan (3) meningkatkan keterampilan dalam menggunakan teknologi pembuatan keripik tempe komak, sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan pada sentra industri tempe di lingkungan Abian Kelurahan Pejeruk Ampenan kota Mataram pada bulan Juli-Oktober 2024. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan demonstrasi pelatihan pembuatan tempe komak. Berdasarkan hasil pretest sebesar 17% dan postest sebesar 93% diketahui ada peningkatan  pengetahuan dan pemahaman peserta terkait pengolahan kacang komak. Selain itu, 90% peserta juga menyampaikan minat untuk mengembangkan produk tempe komak lebih lanjut. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan tersebut efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta berpotensi mendorong pemberdayaan ekonomi melalui usaha berbasis bahan pangan lokal. Development of Food Diversification Through Processing Komak Chips as a Healthy Snack Abstract One of the potential local agricultural products on Lombok Island is komak beans. Economically, komak beans have great potential as a source of vegetable protein. so that komak beans can be an alternative substitute for soybeans in making tempeh. However, currently, the processing of nuts into functional food as an alternative protein source and product with high economic value is still very lacking. Another problem that occurs in the community (partners) is that the tempeh production process still depends on the supply of soybean raw materials. The objectives of this community service activity are: (1) increasing partners' knowledge about local food diversification of komak beans as a substitute for soybeans, (2) developing product innovation with different variations, namely komak tempe chips and (3) increasing skills in using chip making technology tempe komak, as well as improving community welfare. This activity was carried out at the tempe industrial center in the Abian area, Pejeruk Ampenan subdistrict, Mataram city in July-October 2024. The methods used included lectures and Training demonstrattions on making tempe komak. Based on the pretest resultan of 17% and posttest of 93%, it is known that there has Een an increase in participants in participants knowledge and understanding regarding the procssing of komak nuts. A parit krom that, 90% of pasticipants also expressed Intertest in developing tempe komak Products further. These resultan Shaw that the Training is effective in increasing particioants knowledge and skills, and has the potential to encourage economic empowerment through local Food-based businesses.