cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 4 (2024): October" : 21 Documents clear
Design of Mathematics Teaching Materials Based on Local Wisdom for Strengthening Mathematical Literacy on Social Arithmetic Material Prabawati, Mega Nur; Santika, Satya; Mulyani, Eva
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1868

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil awal kemampuan literasi matematis siswa, merancang dan mengembangkan bahan ajar matematika berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan literasi matematis, dan mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE, yang meliputi lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis, tingkat literasi matematika siswa kelas 9 di empat sekolah menengah pertama (SMPN 1 & 2 Sukahening, SMPN 6 & 14 Tasikmalaya) ditemukan pada level 2-3, berdasarkan kerangka kerja PISA. Pada tahap desain, dibuatlah rencana pembelajaran yang mengintegrasikan unsur-unsur kearifan lokal Tasikmalaya. Pada tahap pengembangan, handout interaktif dibuat dengan menggunakan Canva, dengan menggabungkan pilihan font, warna, dan grafik tematik. Soal pre-test/post-test dan kuesioner persepsi siswa juga dikembangkan dan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, yang menghasilkan nilai kelayakan sebesar 92% (sangat layak). Siswa menyelesaikan pre-test sebelum menggunakan handout dan post-test setelahnya, diikuti dengan kuesioner tentang kepraktisan dan persepsi. Analisis data menunjukkan peningkatan rata-rata penguasaan pembelajaran dari 50,84% (pre-test) menjadi 71,18% (post-test). Siswa memberikan tanggapan yang sangat positif mengenai isi, desain, dan relevansi budaya dari materi. Abstract This study aims to identify students' initial profiles of mathematical literacy skills, design and develop mathematics teaching materials based on local wisdom to enhance mathematical literacy, and describe students’ learning outcomes after using these materials. The research employs a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes five phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. In the analysis phase, the mathematical literacy level of 9th-grade students at four junior high schools (SMPN 1 & 2 Sukahening, SMPN 6 & 14 Tasikmalaya) was found to be at levels 2–3, based on the PISA framework. During the design phase, lesson plans were created that integrated elements of Tasikmalaya’s local wisdom. In the development phase, interactive handouts were created using Canva, incorporating thoughtful choices of fonts, colors, and thematic graphics. Pre-test/post-test questions and student perception questionnaires were also developed and validated by a content expert and a media expert, resulting in a feasibility score of 92% (highly feasible).The implementation took place over four class sessions across the selected schools. Students completed a pre-test before using the handouts and a post-test afterward, followed by a questionnaire on practicality and perception. Data analysis showed an increase in average learning mastery from 50.84% (pre-test) to 71.18% (post-test). Students gave highly positive responses regarding the content, design, and cultural relevance of the materials.
Realistic Mathematics Assisted with Learning Management System in Improving Students' Reflective Thinking Ability Apiati, Vepi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1874

Abstract

Abstrak Kemampuan berpikir reflektif merupakan salah satu keterampilan yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika di abad ke-21. Salah satu pendekatan yang dinilai mampu mendorong pengembangan kemampuan ini adalah Realistic Mathematics Education (RME). Pendekatan ini menekankan pada keterkaitan antara konsep matematika dan konteks aktivitas harian siswa, hal ini memungkinkan siswa untuk tidak hanya menangkap materi secara konseptual, tetapi juga mengevaluasi proses berpikirnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran matematika realistik berbantuan Learning Management System (LMS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir reflektif siswa dan mengetahui kelayakan dari modul ajar tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan yang diadaptasi dari Borg dan Gall. Prosedur pengembangan terdiri atas beberapa tahapan, yakni: pengumpulan data awal, tahap perencanaan, pembuatan prototipe awal, uji coba terbatas, revisi berdasarkan hasil uji coba pertama, uji coba skala luas, revisi lanjutan, uji coba operasional akhir, dan penyempurnaan produk sebagai hasil akhir. Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI di SMA Darussalam Tasikmalaya sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket kelayakan modul ajar, dan soal kemampuan berpikir reflektif. Analisis data dilakukan dengan penilaian pada hasil tes kemampuan berpikir reflektif dan penskoran pada angket kelayakan modul ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan mendapat penilaian layak dari ahli materi dan ahli media. Selain itu, penggunaan modul ajar ini mampu meningkatkan kemampuan berpikir reflektif siswa, sebagaimana tercermin dari peningkatan skor tes kemampuan berpikir reflektif siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa modul ajar matematika realistik berbantuan LMS mampu menciptakan suasana belajar yang kontekstual, menarik, dan efektif dalam mendukung pemahaman matematika yang lebih dalam. Dengan demikian, modul ini dapat dijadikan referensi oleh para pendidik dalam merancang pembelajaran matematika yang bermakna dan sesuai dengan tuntutan pendidikan di era digital. Abstract Reflective thinking ability is one of the skills that need to be developed in mathematics learning in the 21st century. One approach that is considered capable of encouraging the development of this ability is Realistic Mathematics Education (RME). This approach emphasizes the relationship between mathematical concepts and the context of students' daily activities, this allows students to not only grasp the material conceptually, but also evaluate their own thinking process. This study aims to develop a realistic mathematics learning module assisted by the Learning Management System (LMS) to improve students' reflective thinking skills and determine the feasibility of the teaching module. The method used in this study is Research and Development (R&D) with a development model adapted from Borg and Gall. The development procedure consists of several stages, namely: initial data collection, planning stage, initial prototype creation, limited trials, revisions based on the results of the first trial, large-scale trials, further revisions, final operational trials, and product refinement as the final result. This study involved grade XI students at SMA Darussalam Tasikmalaya as subjects. Data collection was carried out using a questionnaire instrument for the feasibility of the teaching module, and reflective thinking ability questions. Data analysis was carried out by assessing the results of the reflective thinking ability test and scoring on the module feasibility questionnaire. The results of the study showed that the developed teaching module received a decent assessment from material experts and media experts. In addition, the use of this teaching module was able to improve students' reflective thinking abilities, as reflected in the increase in students' reflective thinking ability test scores. These findings indicate that the LMS-assisted realistic mathematics teaching module is able to create a contextual, interesting, and effective learning atmosphere in supporting a deeper understanding of mathematics. Thus, this module can be used as a reference by educators in designing meaningful mathematics learning that is in accordance with the demands of education in the digital era.
Transpotition Didactic Design in Mathematics Learning: A Hermeneutic Phenomenology Muzaki, Ahmad; Masjudin, Masjudin; Pujilestari, Pujilestari; Nissa, Ita Chairun; Yuliyanti, Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1951

Abstract

Abstrak Meskipun banyak penelitian telah mengeksplorasi pentingnya pecahan dalam kurikulum sekolah dasar, penelitian mengenai topik ini di tingkat sekolah menengah pertama masih terbatas, terutama dalam mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dan merancang pendekatan alternatif untuk mengatasi tantangan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kedua aspek tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi hermeneutik. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 1 Narmada Lombok Barat yang terdiri dari 29 siswa kelas VIII. Peneliti berperan sebagai instrumen utama yang didukung dengan beberapa alat seperti tes operasi pecahan, pedoman wawancara mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa rendahnya kemampuan siswa dalam mengoperasikan bilangan bulat, khususnya perkalian dan pembagian, merupakan faktor utama kesulitan belajar. Rancangan didaktis terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama meliputi beberapa kegiatan yaitu Ayo Tebak dan Ayo Baca. Tahap kedua meliputi kegiatan-kegiatan seperti Mari Mencari, Mari Berdiskusi, dan Mari Menyimpulkan. Tahap ketiga terdiri dari kegiatan Ayo Latihan dan Refleksi Diri. Tahapan ini dikembangkan untuk memperkuat pemahaman terhadap prasyarat tersebut melalui kegiatan yang melibatkan penentuan kelipatan persekutuan terkecil dan faktor persekutuan terbesar. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan agar guru matematika mengadopsi berbagai situasi didaktik berbasis masalah dalam pembelajaran pecahan. Abstract Although numerous studies have explored the role of fractions in the elementary school curriculum, research at the junior high school level remains limited, especially in identifying factors contributing to students' learning difficulties and developing alternative instructional approaches to address these challenges. This study aimed to examine both aspects. A hermeneutic phenomenology method was employed, with participants consisting of 29 eighth-grade students from SMPN 1 Narmada in West Lombok. The researcher acted as the primary instrument, supported by tools such as fraction operation tests and in-depth interview guidelines. The findings indicated that students’ difficulties stemmed primarily from their weak understanding of integer operations, particularly multiplication and division. To address this, a three-stage didactic design was implemented. The first stage included activities like "Let’s Guess" and "Let’s Read." The second stage incorporated "Let’s Search," "Let’s Discuss," and "Let’s Conclude." The final stage consisted of "Let’s Practice" and "Self-Reflection." These stages were designed to strengthen prerequisite knowledge through exercises on determining the least common multiple and greatest common factor. The study recommends that mathematics teachers integrate problem-based didactic strategies into fraction instruction.
Student Profile of Mathematical Communication Process of Prospective Mathematics Teachers Reviewed from Self-Confidence Gunawan, Gunawan; Ferdianto, Ferry; Untarti, Reni; Akhsani, Lukmanul
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1958

Abstract

Abstrak Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek afektif yang penting dalam meningkatkan komunikasi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi matematis calon guru matematika dalam memecahkan masalah berdasarkan kepercayaan diri. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Instrumen penelitian terdiri dari angket, tes, dan wawancara. Hasil angket kepercayaan diri dikategorikan dalam tinggi, sedang, dan rendah. Setiap kategori mengambil satu orang sebagai responden. Analisis data menggunakan tahap reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa kategori kepercayaan diri tinggi dan sedang memiliki karakteristik proses komunikasi yang baik. Siswa menggunakan simbol dengan tepat untuk menjelaskan informasi dan masalah yang diketahui serta menuliskan jawaban secara terperinci. Siswa kategori kepercayaan diri rendah membutuhkan bantuan untuk menerjemahkan informasi dan simbol matematika. Hal ini mengakibatkan kesulitan dalam menyelesaiakan masalah dengan tepat. Kondisi ini menunjukkan bahwa tahap identifikasi informasi dan representasi masalah sebagai kunci awal proses komunikasi matematika. Abstract Self-confidence is one of the important affective aspects in improving mathematical communication. This study aims to analyze the mathematical communication process of prospective mathematics teachers in solving problems based on confidence. The method used is qualitative. The subject of the study is a student of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. The research instrument consisted of questionnaires, tests, and interviews. The results of the confidence questionnaire are categorized into high, medium, and low. Each category takes one person as a respondent. Data analysis uses reduction, presentation, and conclusion stages. The results showed that students in the high and medium confidence categories had the characteristics of a good communication process. Students use symbols appropriately to explain known information and problems and write down answers in detail. Students in the low confidence category need help translating mathematical information and symbols. This results in difficulties in solving problems appropriately. This condition shows that the stage of information identification and problem representation is the initial key to the mathematical communication process.
Exploring Students' Visualization Skills concerning Learning Styles Konstansia Hermiati; Tupulu, Nasri; Suprihatiningsih, Siti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1970

Abstract

Abstrak Kemampuan visualisasi merupakan aspek krusial dalam memahami materi dimensi tiga. Tujuan penelitian ini yaitu menggambarkan kemampuan visualisasi siswa sekolah menengah atas dalam pembelajaran materi dimensi tiga berdasarkan gaya belajar. Subjek penelitian kualitatif ini dipilih dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essay berdasarkan indikator ketrampilan visualisasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, kategorisasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan visualisasi siswa berbeda berdasarkan gaya belajar. Siswa dengan gaya belajar visual menunjukkan kemampuan visualisasi yang sangat baik yaitu menyelesaian masalah, pencarian pola, pengonsepan, pengimajinasian, dan memvisualkan. Siswa dengan gaya belajar auditori menyelesaikan masalah, pencarian pola, dan memvisualkan, namun belum optimal dalam pengimajinasian dan pengonsepan. Siswa dengan gaya belajar kinestetik menyelesaian masalah dan pencarian pola, sedangkan mengimajinasikan hanya tercapai sebagian, dan pengonsepan serta memvisualkan belum terpenuhi secara memadai. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan erat antara gaya belajar dan pencapaian kemampuan visualisasi dalam memahami materi dimensi tiga. Abstract Visualization ability is a crucial aspect in understanding three-dimensional material. The purpose of this study is to describe the visualization ability of high school students in learning three-dimensional material based on learning styles. The subjects of this qualitative study were selected using the purposive sampling method. The data collection technique used an essay test based on visualization skill indicators. Data analysis techniques include data collection, data categorization, data presentation and drawing conclusions. The results of the study showed that students' visualization abilities differed based on learning styles. Students with a visual learning style showed very good visualization abilities, namely solving problems, finding patterns, conceptualizing, imagining, and visualizing. Students with an auditory learning style solved problems, finding patterns, and visualizing, but were not optimal in imagining and conceptualizing. Students with a kinesthetic learning style solved problems and searching for patterns, while imagining was only partially achieved, and conceptualizing and visualizing had not been adequately fulfilled. These findings indicate a close relationship between learning styles and the achievement of visualization abilities in understanding three-dimensional material.
Learning Trajectories of Different Denominator Fractions with Ote-ote Ainin, Niva Al Kuril; Amir, Mohammad Faizal; Wulandari, Fitria
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.2506

Abstract

Abstrak Pecahan berpenyebut berbeda adalah subtopik pecahan yang sangat berkontribusi dalam menjelaskan konsep dasar pecahan. Namun, bagi siswa sekolah dasar menantang karena didasarkan dari konsep yang membutuhkan representasi beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan learning trajectories (LT) pada pecahan berpenyebut berbeda dengan konteks Ote-ote.  Ote-ote merupakan makanan khas Jawa Timur yang berbentuk mirip dengan lingkaran. Partisipan penelitian ini adalah 26 siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Jimbaran Wetan, Sidoarjo. Desain penelitian yang digunakan adalah desain research dengan tahapan: preparation, implementation, dan retropective analysis. Data dikumpulkan melalui lembar kerja siswa, observasi, dan tes. Teknis analisis data menggunakan triangulasi sumber. LT yang dikembangkan terdiri dari empat aktivitas, yaitu: (1) pengenalan pecahan, (2) penjumlahan pecahan berpenyebut sama (3) pecahan senilai, dan (4) penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. Aktivitas LT membangun pemahaman siswa mengenai pecahan berpenyebut berbeda, umumnya dalam kategori memuaskan. Abstract Different denominator fractions is a subtopic of fractions that greatly contributes to explaining the basic concept of fractions. However, it is challenging for primary students because it is based on a concept that requires multiple representations. This study aims to develop learning trajectories (LT) on different denominator fractions in the context of Ote-ote. Ote-ote is a typical East Java food shaped similarly to a circle. The participants of this study were 26 grade 5 students from Sekolah Dasar Negeri Jimbaran Wetan, Sidoarjo. The study design used was research design with stages: preparation, implementation, and retrospective analysis. Data were collected through student worksheets, observation, and tests—technical data analysis using source triangulation. The developed LT consists of four activities, namely: (1) introduction of fractions, (2) addition of common denominator fractions, (3) equivalent fractions, and (4) addition of different denominator fractions. The LT activities construct students' understanding of different denominator fractions, generally in the satisfactory category.
A Systematic Literature Review on Algebraic Reasoning in Mathematics Instruction Warifdah, Yumna; Sujadi, Imam; Setiawan, Rubono; Nurhasanah, Farida
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.2536

Abstract

Abstrak Penalaran aljabar menjadi topik hangat dalam dua dekade terakhir, tetapi siswa sekolah menengah mengalami kesulitan dalam mempelajari hal ini, sebab mengalami transformasi dari pemikiran aritmatika ke pemikiran aljabar yang abstrak. Penelitian ini menganalisis artikel penalaran aljabar dari basis data Scopus berdasarkan tahun penelitian, metode, dan sebaran geografis dalam satu dekade. Penelitian disajikan melalui tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan protokol PRISMA meliputi Preferred Reporting Item for Systematic Reviews and Meta-Analytic. Dari proses seleksi, didapatkan 29 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan lolos tiga tahap penyaringan. Penelitian dengan topik ini cenderung mengalami penurunan, terutama dalam 4 tahun terakhir. Metode yang paling sering digunakan adalah metode penelitian kualitatif karena dianggap peneliti sangat cocok untuk meneliti kemampuan berpikir. Dari 8 wilayah yang melakukan penelitian penalaran aljabar, Indonesia merupakan negara yang paling banyak melakukannya. Hal ini dilatarbelakangi rendahnya penalaran aljabar siswa. Peluang penelitian pada topik ini masih terbuka lebar dengan menggunakan penelitian ini sebagai rujukan. Abstract Algebraic reasoning has become a hot topic in the last two decades, but high school students have difficulty in learning it, because they experience a transformation from arithmetic thinking to abstract algebraic thinking. This study analyzes algebraic reasoning articles from the Scopus database based on the year of research, methods, and geographical distribution in one decade. The research is presented through a systematic literature review using the PRISMA protocol including the Preferred Reporting Item for Systematic Reviews and Meta-Analytic. From the selection process, 29 articles were obtained that met the inclusion criteria and passed three stages of screening. Research on this topic tends to decline, especially in the last 4 years. The most frequently used method is the qualitative research method because researchers consider it very suitable for researching thinking skills. Of the 8 regions that conduct algebraic reasoning research, Indonesia is the country that does it the most. This is due to the low algebraic reasoning of students. Research opportunities on this topic are still wide open by using this research as a reference.
Practicality of Hypothetical Learning Trajectory on Straight-Line Equations Concept Nasution, Eline Yanty Putri; Yulia, Putri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.2545

Abstract

Abstrak Pembelajaran matematika masih belum sepenuhnya terintegrasi dengan Nilai-Nilai Keislaman. Padahal Matematika dan Islam memliki keterkaitan yang erat, sebagaimana terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktikalitas Hipotetical Learning Trajectory (HLT) berbasis Ayat-Ayat Al-Qur’an pada pembelajaran konsep persamaan garis lurus. Penelitian ini menggunakan metode desain research yang terdiri dari tiga tahap: desain pendahuluan, percobaan desain, dan analisis retrospektif. Partisipan penelitian adalah 18 mahasiswa semester kedua Jurusan Tadris Matematika IAIN Kerinci. Instrumen penelitian meliputi angket, observasi, dan wawancara, yang telah divalidasi untuk memastikan kelayakannya dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain HLT berbasis Ayat-Ayat Al-Qur’an dinyatakan praktis dengan skor 81% dengan kategori sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi Nilai-Nilai Keislam dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa serta mendukung pengembangan model pembelajaran yang kontekstual. Abstract Mathematics learning is still not fully integrated with Islamic values. However, mathematics and Islam are inherently connected, as in Al-Qur'an verses. This research aims to analyze the practicality of Hypothetical Learning Trajectory (HLT) based on Al-Qur'an verses in teaching the concept of straight-line equations. This study is a design research type consisting of three stages: preliminary design, design experiment, and retrospective analysis. The research participants were 18 second-semester students of the Mathematics Education at IAIN Kerinci. Research instruments included questionnaires, observations, and interviews, which were validated to ensure their feasibility for this study. Data analysis combined qualitative and quantitative approaches. Results show that the HLT design based on Al-Qur'an verses on the concept of straight-line equations was declared practical by students at 81% in the very practical category. This implies that integrating Islamic values in mathematics learning can enhance students' understanding and support the development of contextually relevant learning models.
Designing Learning Trajectories to Support Prospective Teachers’ Statistical Literacy Skills Utari, Rahma Siska; Putri, Ratu Ilma Indra; Zulkardi, Zulkardi; Hapizah, Hapizah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.2546

Abstract

Abstrak Literasi statistik sangat penting bagi calon guru untuk menafsirkan data secara akurat dan membuat keputusan yang tepat. Namun, banyak yang mengalami kesulitan akibat pendekatan pembelajaran yang terlalu abstrak. Studi ini mengembangkan Learning Trajectory (LT) dengan mengintegrasikan produksi kopi Pagar Alam sebagai konteks dunia nyata untuk mendukung literasi statistik calon guru. Dengan menggunakan metodologi design research tipe validation study, penelitian ini terdiri dari tiga fase yaitu fase preliminary, Fase design experiment termasuk pilot experiment serta teaching experiment, dan fase retrospective analysis. Studi ini melibatkan 60 calon guru matematika dari Universitas Sriwijaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan lembar kerja. LT yang dikembangkan terdiri dari empat langkah utama yaitu memahami jenis data, menerapkan konsep statistik, menganalisis tren probabilitas, dan menggunakan model statistik untuk prediksi. Studi ini menekankan pentingnya menghubungkan konsep teoretis dengan aplikasi praktis, memberikan wawasan berharga bagi pendidikan calon guru dan pengembangan kurikulum. Abstract Statistical literacy is essential for prospective teachers to interpret data accurately and make informed decisions. However, many struggle due to abstract instructional approaches. This study develops a Learning Trajectory (LT) that integrates Pagar Alam coffee production as a real-world context to support statistical literacy of prospective teachers. Employing a design research methodology within a validation study framework, the research consists of three phases: (1) a preliminary phase, (2) a design experiment phase, including a pilot experiment and a teaching experiment, and (3) a retrospective analysis phase. The study involved 60 prospective mathematics teachers from Sriwijaya University. Data collection methods included interviews, observations, and worksheets. The developed LT comprises four key steps: understanding data types, applying statistical concepts, analyzing probability trends, and using statistical models for predictions. This study underscores the importance of linking theoretical concepts with practical applications, providing valuable insights for teacher education and curriculum development.
Empowering Primary School Students Through Problem-Based Learning: A Path to Literacy and Numeracy Mastery Siregar, Rosliana; Siagian, Muhammad Daut; Syahlan, Syahlan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.2550

Abstract

Abstrak Keterampilan literasi dan numerasi sangat penting untuk mencapai potensi penuh dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan produktif. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Kota Medan. Menggunakan desain quasi-eksperimen, sampel terdiri dari 37 siswa kelompok eksperimen (PBL) dan 35 siswa kelompok kontrol (konvensional). Data dikumpulkan melalui tes prior knowledge (PK), literasi, dan numerasi, dianalisis dengan ANOVA dua jalur. Hasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan, dengan N-Gain literasi (0.449) dan numerasi (0.439) lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (0.268 dan 0.236). Selain itu, PK berpengaruh signifikan terhadap numerasi, tetapi tidak terhadap literasi. Penelitian ini merekomendasikan integrasi PBL dalam kurikulum untuk meningkatkan keterampilan siswa serta penelitian lanjutan terkait motivasi dan konteks sosial-budaya. PBL terbukti sebagai pendekatan inovatif yang relevan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Abstract Literacy and numeracy skills are essential for individuals to reach their full potential, lead meaningful and productive lives, and participate fully in society. This study aims to examine the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) in enhancing the literacy and numeracy skills of primary school students in Medan, Indonesia. Employing a quasi-experimental design, the study involved 37 students in the experimental group (PBL) and 35 students in the control group (conventional learning). Data were collected through prior knowledge (PK) tests, as well as literacy and numeracy assessments, and analyzed using two-way ANOVA. The results revealed that the experimental group showed significantly greater improvement, with N-Gain scores for literacy (0.449) and numeracy (0.439) exceeding those of the control group (0.268 and 0.236, respectively). Additionally, prior knowledge had a significant effect on numeracy outcomes, but not on literacy. The study recommends integrating PBL into the curriculum to enhance student skills and encourages further research on motivational and sociocultural factors. PBL is demonstrated to be an innovative and relevant approach for improving the quality of education in Indonesia.

Page 2 of 3 | Total Record : 21


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 3, No 1 (2014) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 2, No 1 (2013) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue