cover
Contact Name
Muhammad Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Simpang Unimed, Jl. Williem Iskandar No.22/k, Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cybernetics: Journal of Research and Educational Studies
Published by Pusdikra Publishing
ISSN : -     EISSN : 27742490     DOI : -
Core Subject : Education,
Cybernetics is Journal of Research and Educational Studies diperuntukkan sebagai sarana publikasi bagi para pendidik seperti Guru, Dosen, Pengawas, Konsultan, mahasiswa, dan peneliti untuk menyumbangkan hasil studi dan penelitiannya di bidang yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Nomor 2 April 2023" : 15 Documents clear
Implementasi Nilai-Nilai Pedidikan Karakter Perspektif Kh. Bisri Mustofa Dalam Syi’ir Mitra Sejati Di Madrasah Khalafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo Jawa Timur M Hasan Nasrullah, Tri Fahad Lukman Hakim, Ahmad Mubarok
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 4 Nomor 2 April 2023
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v4i2.1275

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan menganalisa nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Syi’ir Mitra Sejati di Madrasah Khalafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul hasan Genggong untuk mengetahui Nilai-nilai pendidikan Karakter yang terkandung dalam Syi’ir Mitra Sejati dan di Implementasikan di Madrasah Khalafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul hasan Genggong, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekata studi kasus dengan cara mengumpulkan data kemudian menganalisisserta membuat kesimpulan dari data di lapangan yang telah didapatkan. Adapun temuan penelitian ini adalah : 1) nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Syi’ir Mitra Sejati di Madrasah Khalafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul hasan Genggong, : a) Madrasah Kholafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul Hasan Genggong merupakan lembaga pendidikan salaf formal yang mempelajari kitab-kitab salaf sebagai materi pokok b) Dengam membaca Syi’ir mitra sejati pada saat sebelum memulai jam pelajaran santri diharapkan dapat menghayati serta mengambil faidah yang terkandung dalam syi’ir mitra sejati c) Syi’ir mitra sejati mengandung 11 nilai-nilai karakter. 2) Implementasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Syi’ir Mitra Sejati di Madrasah Khalafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul hasan Genggong, : a) Demi meningkatkan Akhlaq Santri Madrasah Kholafiyah Syafi’iyah Tingkat Wustha Zainul Hasan Genggong, mengadakan program takriran sebelum jam pelajaran dimulai sebagai pedoman dalam berprilaku baik b) Asatid menjadi contoh dalam bersikap, serta mengisahkan salafunas Sholeh sebagai tauladan yang harus dijadikan panutan c) Madrasah mengawasi sikap dan prilaku santri yang dibantu oleh pengurus pondok saat diluar madrasah, dalam mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Syi’ir Mitra Sejati.
Hubungan Antara Tingkat Keharmonisan Keluarga Dan Kematangan Emosi Siswa Kelas VIII Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Pematangsiantar Semester Genap T.P.2019/2020 Teresia Ulima Simarmata
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 4 Nomor 2 April 2023
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v4i2.1294

Abstract

Keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi anak. Selain itu keluarga juga merupakan pondasi primer bagi perkembangan anak, karena keluarga merupakan tempat anak untuk menghabiskan sebagian besar waktu dalam kehidupannya. Kematangan emosi seseorang turut ditentukan oleh keluarga sebab seorang individu akan memperlakukan dirinya dan cenderung memilih individu lain yang sekiranya dapat memperlakukan dirinya seperti perlakuan yang diperoleh dalam lingkungan sebelumnya dalam hal ini adalah keluarganya. Sampel diambil secara random sampling sebanyak 80 siswa, yang diambil dari tiap-tiap kelas 10 siswa. Variabel yang diteliti ada dua yaitu keharmonisan keluarga sebagai variabel bebas dan kematangan emosi siswa sebagai variabel terikat. Data diambil dengan angket dan skala psikologis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa keharmonisan keluarga siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pematangsiantar adalah dalam kriteria sedang dengan persentase 67,34% sedangkan kematangan emosi siswa termasuk kriteria sedang yaitu dengan persentase 67,96%. Hasil analisis korelasi memperoleh koefisien korelasi 0,459. Pada ? = 5% dengan N = 80 diperoleh = 0,220. Karena = 0,459 > = 0,220, yang berarti ada hubungan antara keharmonisan keluarga dan kematangan emosi siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Pematangsiantar. Berkaitan dengan hasil penelitian ini, peneliti dapat mengajukan saran antara lain : 1) siswa hendaknya selalu menerima keadaan diri dan berpikir secara positif, karena setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya dan apabila ada masalah, berbagilah dengan guru pembimbing di sekolah atau orang-orang terdekat agar tidak terbebani dengan masalah yang dihadapi, dan 2) perlunya kerja sama antara guru pembimbing dengan guru mata pelajaran serta wali kelas untuk memberikan bimbingan dan perhatian terhadap perkembangan siswa.
Keefektifan Pembelajaran Model MMP Berbantuan Cabri 3D Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas IX Pada Materi Dimensi Tiga Di SMP Negeri 1 Pematangsiantar T.P. 2019/2020 Renti Nurhaida Hutapea
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 4 Nomor 2 April 2023
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v4i2.1295

Abstract

Kebutuhan utama dalam kehidupan seseorang ialah pendidikan. Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu dunia pendidikan dituntut untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikannya. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Pematangsiantar. Team teaching pada dasarnya adalah metode pembelajaran yang dilakukan oleh dua orang guru atau lebih yang saling bekerjasama mengajar kelompok siswa yang dilaksanakan secara bersama oleh beberapa guru. Tim atau guru yang menyajikan bahan pelajaran dengan metode mengajar beregu ini menyajikan bahan pelajaran yang sama dalam waktu dan tujuan yang sama pula. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pematangsiantar, dengan jumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan dua kali pertemuan pada tiap siklus. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Kriteria keberhasilan penelitian yang ditetapkan untuk hasil belajar siswa adalah ? 71 mencapai 80 %. berdasarkan KKM di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran team teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Pematangsiantar. Jumlah siswa yang tuntas belajar di siklus I sebanyak 28 orang atau setara dengan 77,78%. Pada siklus II jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 36 siswa atau setara dengan 100%. Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis penelitian diterima
Peningkatan Profesional Guru Dalam Menguasai Materi Pelajaran Melalui Penguatan Positif Oleh Kepala Sekolah Di SD Negeri 122390 Pematangsiantar Semester Genap T.P. 2019/2020 Hotmaria Purba
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 4 Nomor 2 April 2023
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v4i2.1296

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membina profesional guru dalam meningkatkan motivasi menguasai pelajaran melalui penguatan positif di SD Negeri 122390 Pematangsiantar semester genap T.P. 2019/2020. Masalah: Apakah membina profesional guru dapat meningkatkan motivasi menguasai pelajaran melalui penguatan positif di SD Negeri 122390 Pematangsiantar semester genap T.P. 2019/2020? Untuk memecahkan masalah yang ditemukan, peneliti melakukan (1). Pembinaan terhadap guru-guru agar mampu mengajar secara profesional. (2). Pembinaan terhadap guru-guru agar mampu menerapkan Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif. Penelitian dilakukan berdasarkan Model Tindakan Sekolah yang dilaksanakan melalui tiga siklus dengan prosedur: (1). Planning/ Perencanaan; (2). Acting/ Tindakan; (3). Observing/ Pengamatan; (4). Reflekting/ Refleksi; Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Aspek-aspek kelemahan tindakan pada setiap siklus akan direfleksikan sebagai bahan perbaikan pada siklus berikutnya. Setelah penelitian Tindakan dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa kemampuan guru menerapkan Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif mengalami peningkatan secara signifikan dari Siklus I ke Siklus II, hal itu dapat dilihat dari aspek penguasaan kemampuan menerapkan Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif berdasarkan hasil observasi antar siklus menunjukkan adanya suatu perbaikan yang signifikan terhadap kualitas kemampuan menjelaskan langkah-langkah Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif, mengelompokkan siswa, mendisain tugas kelompok dan membimbing siswa belajar ber kelompok. Karena itu disarankan agar: (1). Kepala Sekolah tetap melakukan Penelitian Tindakan secara berkelanjutan dan melakukan pembinaan secara terprogram kepada guru-guru dan kepala sekolah di lingkungan kerjanya. Hasil kemampuan guru kondisi awal 6,27 menjadi 7,07 pada siklus I dan pada siklus II menjadi 8,33. Kemudian dari hasil observasi dalam menerapkan Numbered Heads Together pada kondisi Awal memperoleh nilai 6,67 menjadi 13,33 pada siklus I dan 46,67 pada siklus II. Dilihat dari aspek penguasaan kemampuan menerapkan Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif berdasarkan hasil observasi antar siklus menunjukkan adanya suatu perbaikan yang signifikan terhadap kualitas kemampuan guru. Beberapa aspek kemampuan guru menerapkan Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif yang mengalami peningkatan antara lain : kemampuan menjelaskan langkah-langkah Peningkatan Motivasi Menguasai Pelajaran Melalui Penguatan Positif, kemampuan mengelompokkan siswa, kemampuan mendisain tugas kelompok dan kemampuan membimbing siswa belajar ber kelompok.Karena itu disarankan agar: (1). Kepala Sekolah tetap melakukan Penelitian Tindakan secara berkelanjutan dan melakukan pembinaan secara terprogram kepada guru-guru di instansi tempat bertugas. (2).Pemerintah c/q Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar agar memberikan motivasi dan mengalokasikan anggaran untuk Penelitian Tindakan.
Minimnya Kompetensi Seorang Guru Dalam Kegiatan Mengajar Di Kelas The Minimum Competence Of A Teacher In Class Teaching Activities Gaby Agustina Nainggolan, Gelora Sembiring, Linton Naibaho, Putri Andini, Wulan Ayu Trisna, Yunita M
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 4 Nomor 2 April 2023
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v4i2.1339

Abstract

The teacher is the main facilitator at school, whose function is to explore, develop, optimize their potential so that they become part of a civilized society. The lack of professional teacher competence, the classroom atmosphere created by the teacher is less innovative and creative, as well as phenomena of lack of teacher competence such as still stuttering in mastering teaching material broadly and deeply so that it fails to present meaningful and useful learning activities for students. The purpose of this writing is How are the problems related to the lack of teacher competence. The method used is descriptive qualitative research with library research techniques. Research results Teachers must design teaching and learning interactions that are more dynamic to achieve the expected goals in the form of knowledge, skills, attitudes and social.

Page 2 of 2 | Total Record : 15