cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022)" : 11 Documents clear
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENYIMAK DAN MEMBACA MATERI WRITING A REPORT MELALUI MEDIA REKAMAN SUARA PADA WA GROUP KELAS XII TENIK KENDARAAN RINGAN DAN OTOMOTIF SMK NEGERI SUMATERA SELATAN EMILIZONA EMILIZONA
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i2.1122

Abstract

Listening and reading skills are part of learning English at the SMK level XII semester V. The students' listening and reading skills are still unsatisfactory and need to be improved. The research was conducted based on the CAR procedure which was divided into 2 cycles using a quantitative method. Research data collection was done through observation instruments, written tests. Data analysis was carried out descriptively by using the percentage technique to get information about things that happened in the learning process. Based on the observations of observers, students' attitudes, knowledge and listening and reading skills increased from the average category enough in the first cycle to the Good category in the second cycle, while for the written test students' knowledge of the average score of 77% in the first cycle to 80% in the first cycle. II. ABSTRAKKemampuan menyimak dan membaca merupakan bagian dari pembelajaran bahasa Inggris di jenjang pendidikan tingkat SMK kelas XII semester V. kemampuan menyimak dan membaca siswa juga masih kurang memuaskan dan perlu ditingkatkan. Penelitian dilakukan berdasarkan prosedur PTK yang terbagi dalam 2 siklus dengan menggunakan metode kuatitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui instrument observasi, tes tertulis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan teknik persentase untuk mendapatkan informasi mengenai hal hal yang terjadi dalam proses pelakasanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi pengamat, sikap, pengetahuan dan kemampuan menyimak dan membaca siswa meningkat dari kategori rata rata cukup pada siklus I menjadi kategori Baik pada siklus II, sedangkan untuk tes tertulis pengetahuan siswa pencapaian skor rata rata 77 % pada siklus I menjadi 80% pada siklus II.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT WORK DENGAN PERBAIKAN JOB SHEET UNTUK MENINGKATKAN HASIL PRAKTIK SISWA KELAS XII DI SMKN 1 MANGGAR EDY YUNARSAH
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i2.1156

Abstract

Learning is a process of change that occurs in a person through reinforcement so that permanent changes occur. The changes produced by the learning process are progressive and accumulative leading to perfection, for example from not being able to being able, from not understanding to understanding, both covering aspects of knowledge (cognitive domain), affective aspects (affective domain) and psychomotor aspects (psychomotoric domain). Based on the results of observations made, it is known that student learning outcomes in the subject of light vehicle engine maintenance for basic competence in regular maintenance of conventional gasoline fuel systems are still low, especially practical learning outcomes. Therefore, classroom action research was conducted through the application of the Project work learning model with the improvement of job sheets with the aim of improving practical learning outcomes for class XII-B TKRO SMKN 1 Manggar students. The research procedure was carried out using 2 cycles where each cycle was carried out in accordance with the learning organization strategy with the changes to be achieved. The steps for implementing the research were carried out in four stages, namely 1) action planning, 2) action implementation, 3) observation, and 4) reflection for the next cycle. The research data showed an increase in practical learning activities from 19.3% pre-cycle or 6 students completed from 31 students in the competent category (grades 75 to 86) and in the first cycle there was an increase of 64.5% 20 students completed (6 students were very competent, 14 students are competent) while in cycle II of 31 students there are 28 students who have completed an increase (10 students are very competent, 18 students are competent) or 90.3%. Based on research data in cycle I and cycle II of 31 students of class XII-B TKRO the application of the project work learning model with job sheet improvements can improve practical learning outcomes. ABSTRAKBelajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang melalui penguatan (reinforcement) sehingga terjadi perubahan yang bersifat permanen. Perubahan yang dihasilkan oleh proses belajar bersifat progresif dan akumulatif mengarah kepada kesempurnaan, misalnya dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, baik mencakup aspek pengetahuan (kognitive domain), aspek afektif (afektive domain) maupun aspek psikomotorik (psychomotorik domain). Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan diketahui bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan untuk kompetensi dasar merawat berkala sistem bahan bakar bensin konvensional masih rendah khususnya hasil belajar praktik. Oleh karena itu dilakukan penelitian tindakan kelas melalui penerapan model pembelajarn Project work dengan perbaikan job sheet dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar praktik siswa kelas XII-B TKRO SMKN 1 Manggar. Prosedur penelitian dilakukan dengan menggunakan 2 siklus dimana tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan strategi pengorganisasian pembelajaran dengan perubahan yang ingin dicapai. Adapun langkah pelaksanaan penelitian dilakukan melalui empat tahap, yaitu 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi untuk siklus selanjutnya. Data hasil penelitian adanya peningkatan aktivitas belajar praktik dari pra-siklus 19,3 % atau 6 siswa tuntas dari 31 siswa kategori kompeten ( nilai 75 s.d. 86) dan pada siklus I ada peningkatan 64,5 % 20 siswa tuntas ( 6 siswa sangat kompeten, 14 siswa kompeten) sedangkan pada siklus II dari 31 siswa terdapat 28 siswa tuntas mengalami peningkatan (10 siswa sangat kompeten, 18 siswa kompeten) atau 90,3 %. Berdasarkan data penelitian pada siklus I dan siklus II terhadap 31 siswa kelas XII-B TKRO penerapan model pembelajaran projeck work dengan perbaikan job sheet dapat meningkatkan hasil belajar praktik.
PENERAPAN METODE PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA DI SMK NEGERI TONJONG URIPAH URIPAH
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i2.1158

Abstract

This research was carried out with the background of the problem that there are still many students who get incomplete grades in physics lessons, this happens in almost all materials. Based on the results of the documentation of the daily test results of students in class X TTL3 SMK N 1 Tonjong in the 2021/2022 academic year, the learning outcomes with classical completeness are 45%. For this reason, it is necessary to apply a different method than before. One method that will be tried to be applied is the concept map method. The purpose of this research is to apply the concept map method to improve the learning outcomes of students in class X TTL 3 on dynamic electricity. Concept maps are dynamic learning methods to encourage students to read and hone their creativity in learning. The technique uses a common, global format that allows information to be presented in a way that the brain functions in multiple directions simultaneously. And the concept map learning method emphasizes team/group evaluation and learning activities so that learning the application of concepts in class is used more effectively in developing learning materials. The Concept Map Method is also known as Mind Mapping or Concept Mapping. The subjects of the study were students of class XTTL3 of SMK Negeri I Tonjong, Brebes Regency for the Academic Year 2021/2022, totaling 33 students, consisting of 22 males and 11 females. The results of the implementation of classroom action research regarding the application of the concept method to class XTTL3 students of SMK N 1 Tonjong in the even semester of the 2021/2022 academic year with dynamic electricity material where the teacher explains the material using a concept map chart. Starting from the first cycle to the second cycle, the results of the evaluation of student learning outcomes changed up. Starting from 55% classical completeness in cycle I to 85% successfully completed classically in cycle II. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan dengan latar belakang masalah masih banyak peserta didik yang mendapatkan nilai belum tuntas pada pelajaran fisika, ini terjasi hampir di semua materi. Berdasarkan hasil dokumentasi hasil ulangan harian peserta didik kelas X TTL3 SMK N 1 Tonjong tahun ajar 2021/2022, hasil belajar dengan ketuntasan klasikal sebesar 45 %. Untuk itu diperlukan penerapan metode yang berbeda dari sebelumnya. Salah satu metode yang akan dicoba diterapkan adalah metode peta konsep. Tujuan dari penelitian ini adalah dengan penerapan metode peta konsep untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X TTL 3 pada materi listrik dinamis. Peta konsep merupakan metode pembelajaran yang dinamik untuk mendorong peserta didik untuk membaca dan mengasah kreativitas mereka dalam pembelajaran. Teknik tersebut menggunakan format global dan umum yang memungkinkan informasi ditunjukkan dengan cara yang mirip otak berfungsi dalam berbagai arah yang serempak. Dan metode pembelajaran peta konsep menekankan pada kegiatan evaluasi dan pembelajaran tim/kelompok sehingga pembelajaran aplikasi konsep pada saat di kelas digunakan lebih efektif dalam mengembangkan materi pembelajaran. Metode Peta Konsep atau disebut juga Mind Mapping atau Concept Mapping. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas XTTL3 SMK Negeri I Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 33 peserta didik, terdiri atas 22 laki-laki dan 11 perempuan. Hasil pelaksanaan penelitian tindakan kelas mengenai penerapan metode konsep pada peserta didik kelas XTTL3 SMK N 1 Tonjong semester genap tahun pelajaran 2021/2022 dengan materi listrik dinamis dimana guru dalam menerangkan materi menggunakan bagan peta konsep. Mulai siklus I sampai dengan siklus II hasil evaluasi hasil belajar siswa berubah naik. Mulai dari 55 % ketuntasan klasikal pada siklus I sampai 85 % berhasil tuntas secara klasikal pada siklus II.
PENTINGNYA MANAJEMEN PEMBELAJARAN CRITICAL THINGKING SKILL PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) A. HARDIANTI; SUHARTI SUHARTI; PURNAMAWATI PURNAMAWATI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i2.1159

Abstract

This article aims to discuss the importance of the soft skills aspect of critical thinking skills in Vocational High Schools, especially for the industrial revolution 4.0. TeachersĀ  have a strategic role to improve these soft skills aspects so as to deliver graduates who really becomeĀ  competent human resources in facing the 4.0 industrial revolution by mastering 3 domains, namely knowledge, skills, and attitude. Several educational strategies that can improve creative thinking skills based on problems are adalah project based learning, problem based learning, guided inquiry learning serta cooperatif learning. This review uses the study method of the relevant literature. The stages of writing a review article are follows by: (1) conducting an article selection process by identifying the feasibility of the article; (2) evaluate the article data; (3) perform analysis and interpretation of the literature. The results of this review article show that students's critical thinking skills at Vocational High School have an important urgency to be fulfilled by improving critical thinking skills of Vocational High School. ABSTRAKArtikel ini bertujuan membahas pentingnya aspek softskill kemampuan berpikir kritis pada Sekolah Menengah kejuruan (SMK) khususnya di masa revolusi industri 4.0. Guru selaku pengajar mempunyai peran yang strategis untuk meningkatkan aspek softskill tersebut sehingga melahirkan lulusan yang menjadi SDM yang berkompetensi dalam menghadapi revolusi industry 4. 0 dengan menguasai 3 ranah yaitu knowledge, skill, serta attitude. Beberapa strategi pendidikan yang dapat melatih keahlian berfikir kritis yang didasari atas permasalahan adalah project based learning, problem based learning, guided inquiry learning serta cooperatif learning. Artikel review ini menggunakan metode study terhadap literatur-literatur yang relevan. Tahapan penulisan artikel review adalah sebagai berikut: (1) melakukan proses seleksi artikel dengan cara mengidentifikasi kelayakan artikel; (2) mengevaluasi data artikel; (3) melakukan analisis dan interpretasi terhadap literatur. Hasil dari artikel review ini menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa pada SMK memiliki urgensi yang penting untuk dipenuhi dengan cara meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMK.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISKOMDIG MEMPRODUKSI VIDEO MENGGUNAKAN METODE SMALL GROUP DISCUSSION MELALUI MEDIA INTERAKTIF ARTICULATED STORYLINE APRILIANA WULANDARU
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i2.1224

Abstract

The The purpose of this research is to improve the learning achievement of students in class X Mechatronics at vocational high school of SMK NEGERI 3 WONOSARI at the academic year 2021-2022. This class has 36 students by applying the Small Group Discussion learning method through the Articulated Storyline Interactive Learning Media (MPI). This classroom action research is designed in 2 cycles. Each cycle is carried out in 4 stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The competency standards carried out the improvement plan for cycle 1 and cycle 2 are Produce Video in Simulation and Digital Communication (SISKOMDIG) subjects. The subject research is students who study in class X Mechatronics at SMK Negeri 3 Wonosari in the odd semester of the 2021/2022 academic year. The results of classroom action research show that the applying of the Small Group Discussion learning method through the Articulated Storyline Interactive Learning Media (MPI) can improve the learning outcomes of class X Mechatronics students at vocational high school of SMK Negeri 3 Wonosari in the 2021/2022 academic year. The result of average learning outcome in cycle 1 is 27 students who completed (75%) and increased in cycle 2. The students who completed became 34 students (94%). The average theory and practicale score of students is also increasing, from the pre-cycle average students theory score is 76.97 and the students practical score is 72.38 increasing in cycle 1 the students theory score of 78.75 while the students practical score is 74.58 and continues to increase in cycle 2 to , the student's theoretical score is 82.61 and the student's practical score is 80.97. Based on these percentages, it shows that learning by applying the Small Group X Mechatronics at SMK Negeri 3 Wonosari can increase learning outcome. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil prestasi belajar siswa kelas X Mekatronika SMK Negeri 3 Wonosari Tahun Pelajaran 2021-2022 yang berjumlah 36 siswa dengan menggunakan metode pembelajaran Small Group Discussion melalui Mediaa Pembelajaran Interaktif (MPI) Articulated Storyline. Penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam 2 siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun standar kompetensi yang dilakukan pada rencana perbaikan siklus 1 maupun siklus 2 yaitu Memproduksi Video pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital (SISKOMDIG). Subjek penelitian ini adalah siswa yang belajar di kelas X Mekatronika SMK Negeri 3 Wonosari pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukan bahwa penggunaan metode pembelajaran Small Group Discussion melalui Mediaa Pembelajaran Interaktif (MPI) Articulated Storyline dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Mekatronika SMK Negeri 3 Wonosari Tahun Pelajaran 2021 / 2022, dengan rata - rata hasil belajar pada siklus 1 terdapat 27 siswa yang tuntas ( 75%) dan semakin meningkat pada siklus 2. Jumlah siswa yang tuntas menjadi 34 siswa ( 94% ). Rata - rata nilai teori dan nilai praktik siswa juga semakin meningkat, dari pra siklus rata - rata nilai teori siswa76.97 dan nilai praktik siswa 72.38 meningkat pada siklus 1 menjadi nilai teori siswa 78.75 sedangkan nilai praktik siswa 74.58 dan terus meningkat pada siklus 2 menjadi, nilai teori siswa 82.61 dan nilai praktik siswa 80.97. Berdasarkan prosentasi tersebut menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan metode Small Group Discussion melalui MPI Articulated Storyline dapat meningkatkan minat belajar siswa untuk mempelajari materi Memproduksi video pada mata pelajaran Simulasi Komunikasi Digital (SISKOMDIG) yang berorientasi pada peningkatan hasil prestasi belajar siswa kelas X Mekatronika SMK Negeri 3 Wonosari.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PEMESINAN BUBUT SISWA KELAS XI TPA DENGAN METODE TUTORIAL TEMAN SEBAYA DI SMKN 1 CIKARANG SELATAN KABUPATEN BEKASI SARUN SARUN
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i2.1225

Abstract

The background of this research is the demand that students of class XI TPA have a better understanding of facing material so that it has an impact on better student learning outcomes. However, in reality the value of student learning outcomes for this face turning material is still low. The low value of student learning outcomes is inseparable from the method used in the learning process which is only carried out with mass simulations, making it difficult for students to understand this subject matter properly. The use of peer tutorial methods in this subject matter is believed to be able to improve student learning outcomes and learning skills. Because with the tutorial method, peers who already understand and can do face lathe students will more easily understand how to turn their faces so that they are finally able to practice. In addition, the peer tutorial method will also make students more interested in participating in learning and do not hesitate to ask questions. The peer tutorial method is proven to improve student learning outcomes and student learning skills. The level of completeness of student learning reached 95% of the 40 students of class XI TPA. In addition, the use of the peer tutorial method also increases student participation during learning in Bekasi Regency. ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah adanya tuntutan agar siswa kelas XI TPA memiliki pemahaman yang lebih baik tentang materi membubut muka (facing) sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang lebih baik. Namun pada kenyataannya nilai hasil belajar siswa untuk materi membubut muka ini masih rendah. Rendahnya nilai hasil belajar siswa ini tidak terlepas dari metode yang digunakan pada proses pembelajaran yang hanya dilakukan dengan simulasi masal sehingga menyulitkan siswa untuk memahami materi pelajaran ini dengan baik. Penggunaan metode tutorial teman sebaya pada materi pelajaran ini diyakini dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan belajar siswa. Karena dengan metode tutorial teman sebaya yang sudah memahami dan bisa melakukan bubut muka siswa akan lebih mudah memahami cara membubut muka sehingga pada akhirnya mampu mempraktikan. Selain itu dengan metode tutorial teman sebaya juga akan semakin membuat siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran dan tidak merasa sungkan untuk bertanya. Dengan metode tutorial teman sebaya terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan keterampilan belajar siswa. Tingkat ketuntasan belajar siswa mencapai 95% dari 40 siswa kelas XI TPA. Selain itu penggunaan metode tutorial teman sebaya juga meningkatkatkan partisipasi siswa selama pembelajaranKabupaten Bekasi.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENGOPERASIKAN ALAT DAN MESIN PRODUKSI PERTANIAN MUH DAHLAN
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i2.1226

Abstract

This study aims to optimize students' skills in the Agricultural Machine Tools subject by applying the peer tutoring method for students in class X ATPH 1 SMK N 1 Nanggulan for the 2020/2021 academic year. This research is a Classroom Action Research conducted in two cycles. Each cycle goes through 4 stages, namely: planning, implementing, observing and reflecting. The research subjects were students of class X ATPH 1 SMK N 1 Nanggulan, totaling 36 students. The instruments used in this study were teacher observation sheets, student assessment sheets and documentation. The analysis used is descriptive quantitative data analysis in the form of percentages. Based on the results of the study, it was concluded that the application of the peer tutoring method could optimize skills in the Agricultural Machine Tool course for students of class X ATPH 1 SMK N 1 Nanggulan. The results of the research in Cycle 1 showed that students' skills were 66.7% and in cycle 2 increased to 91.67%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan ketrampilan siswa pada mata pelajaran Alat Mesin Pertanian dengan menerapkan metode tutor sebaya bagi siswa kelas X ATPH 1 SMK N 1 Nanggulan Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus melalui 4 tahapan yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X ATPH 1 SMK N 1 Nanggulan yang berjumlah 36 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observai guru, lembar penilaiai siswa dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif dalam bentuk prosentase. Bersadarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan metode tutor teman sebaya dapat mengoptimlakan ketrampilan pada mata pelajaan Alat Mesin Pertanian siswa kelas X ATPH 1 SMK N 1 Nanggulan. Hasil penelitian Siklus 1 menunjukkan ketrampilanr siswa sebesar 66,7% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 91,67%.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP LULUSAN PENDIDIKAN UMUM DAN PENDIDIKAN KEJURUAN PADA TINGKATAN PENDIDIKAN VOKASI RIDA AULIA FITRI; MUHAMMAD JEFRI; PURNAMAWATI PURNAMAWATI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i2.1227

Abstract

This research is a review of literature research on Public Perceptions of graduates of general education and vocational education at the vocational education level. The method used in this scientific article is to use a literature review that is compiled systematically, so as to produce quality output in viewing how graduates of both general and vocational education enter the job market or vocational education. This scientific article, the authors collect from various countries that apply the role of graduates of general education and vocational education at the vocational education level so that the author presents educational and training information descriptively complemented by articles that can be accessed from each review literature. The number of education systems that have developed with the separation between general education and vocational education makes the community and youth faced with the choice of deciding on their vocational education at the end of junior high school. Vocational education and training have played a central role in promoting the transition from school to the world of work for young people. The assumption developed by Vocational Education is that it can empower a compatible workforce, master basic abilities or skills that can be used to be competent in the spelling market, have an impact or contribution to the national economy, have social benefits and is also aimed at preparing novice workers and is directed at workforce needs in the community. The main purpose of this research is to examine more about the public's view of how graduates of vocational education and general education have career levels. The results of this study indicate that vocational track graduates are more likely to have literacy skills advantages, short-term job advantages, and long-term job disadvantages compared to general graduates in tracking graduates. ABSTRAKPenelitian ini merupakan review penelitian literatur tentang Persepsi Masyarakat terhadap lulusan pendidikan umum dan pendidikan kejuruan pada tingkatan pendidikan vokasi. Metode yang digunakan dalam artikel ilmiah ini adalah menggunakan kajian litaratur review yang disusun secara sistematis, sehingga menghasilkan output yang berkualitas dalam memandang bagaimana lulusan pendidikan baik umum dan kejuruan dalam memasuki pasar kerja ataupun pendidikan vokasi. Artikel ilmiah ini, penulis himpun dari berbagai negara yang menerapkan bagaimana peran lulusan pendidikan umum dan pendidikan kejuruan pada tingkat pendidikan vokasi sehingga penulis menyajikan informasi-informasi pendidikan dan pelatihan secara deskriptif yang dilengkapi dengan artikel-artikel yang dapat diakses dari masing-masing literatur riview. Banyaknya sistem pendidikan yang berkembang dengan pemisah antara jalur pendidikan umum dan pendidikan kejuruan membuat masyarakat dan remaja di hadapkan pada pilihan yang dimana harus memutuskan pendidikan vokasi mereka diakhir sekolah menengah pertama. Pendidikan dan pelatihan kejuruan telah memainkan peran sentral dalam mempromosikan transisi dari sekolah ke dunia kerja bagi kaum muda rakyat. Asumsi yang dikembangkan oleh Pendidikan Kejuruan yaitu dapat memberdayakan tenaga kerja yang kompitibel, menguasai kemampuan atau keterampilan dasar yang dapat digunakan untuk berkompetensi dalam pasar kerja, memberikan dampak atau kontribusi terhadap ekonomi nasional, memiliki manfaat sosial dan juga ditujukan untuk mempersiapka pekerja pemula serta di arahkan pada kebutuhan tenaga kerja di masyarakat. Tujuan utama dari penelitian ini agar lebih mengkaji bagaiamana pandangan masyarakat tentang bagaimana lulusan pendidikan kejuruan dan pendidikan umum tingkatan karir. Untuk Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lulusan jalur kejuruan lebih cenderung memiliki kekurangan keterampilan literasi, keuntungan pekerjaan jangka pendek, dan kerugian pekerjaan jangka panjang dibandingkan dengan lulusan umum dalam melacak lulusan.
EFEKTIFITAS PENERAPAN PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI PADA SISTEM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEJURUAN (VET) NOPIAN SISWAHYUDI; HELMI HELMI; PURNAMAWATI PURNAMAWATI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i2.1228

Abstract

This article aims to review the literature on the effectiveness of implementing competency-based education in the vocational education and training (VET) system. The research method used is the literature study method, with data collection techniques in the form of documenting the sources of literature documents. The source of this literature study is in the form of 12 online journal articles. Based on the results of the research review, it can be concluded that: a). Competency-based curriculum is a learning strategy that places students in realistic situations where they have to show whether they can solve certain problems and how they do it. b) The application of competency-based education in the vocational education and training (VET) system is effective in preparing students to improve their skills in facing the world of work, although they still have shortcomings in terms of the preparation of teaching staff and educational facilities. ABSTRAKArtikel ini bertujuan mereview literatur tentang efektifitas penerapan pendidikan berbasis kompetensi pada sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan (VET). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi literatur, dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi sumber- sumber dokumen literatur. Sumber dari studi literatur ini berupa artikel jurnal online sebanyak 12 artikel. Berdasarkan hasil review penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa: a). Kurikulum berbasis kompetensi merupakan strategi pembelajaran yang menempatkan siswa dalam situasi yang realistis di mana mereka harus menunjukkan apakah mereka dapat memecahkan masalah tertentu dan bagaimana mereka melakukannya. b) Penerapan pendidikan berbasis kompetensi pada sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan (VET) efektif untuk menyiapkan peserta didik untuk meningkatkan keterampilan dalam menghadapi dunia kerja, meskipun masih memiliki kekurangan dari segi penyiapan tenaga pengajar dan fasilitas pendidikan.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN MATEMATIKA UKURAN PEMUSATAN DATA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS XII AKL 1 SMK NEGERI I LIWA KASIYATUN KASIYATUN
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i2.1252

Abstract

Based on the results of the first daily test of class XII students, especially class XII AKL1 at SMK Negeri I Liwa in mathematics subjects related to basic competencies Data Concentration Measures, it can be seen that those who get the complete criteria score are 46.15%, while those who have not completed are 53, 85%. This shows that the results of children's achievement in mathematics are still low. This is indicated by the low class average of 58.08 with the highest student score of 100 and the lowest student score of 20. from several factors causing the low student learning outcomes. The use of teaching methods that are mostly carried out by teachers prioritize the role of the teacher, this happens because the teacher is oriented towards completing quite a lot of material, while the time available is quite limited, so the lecture learning method dominates in learning activities which causes the role of students to be reduced and in the end learning outcomes the achievement was less than the kkm, namely 65. Student learning outcomes increased, the atmosphere showed positive changes, namely a new conducive atmosphere in learning activities, teacher performance increased, especially in developing learning models. The increase in students' learning motivation can be seen from the results of the evaluation tests of students of class XII AKL1 in the third cycle of the second meeting with an average of 78.08, meaning that the mathematics value of class XII AKL1 for Competency Measures of Data Centering is above the KKM value. ABSTRAKBerdasarkan hasil ulangan harian pertama siswa kelas XII, khususnya kelas XII AKL1 di SMK Negeri I Liwa pada mata pelajaran matematika yang berkaitan dengan kopetensi dasar Ukuran Pemusatan Data terlihat bahwa yang mendapat nilai kriteria tuntas sebesar 46,15%.sedangkan yang belum tuntas sebesar 53,85%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil prestasi anak pada pelajaran matematika masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan masih rendahya rata-rata kelas yakni 58,08 dengan nilai siswa tertinggi 100 dan nilai siswa terendah 20. dari beberapa faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa. Penggunaan metode mengajar yang sebagian besar dilakukan guru mengedepankan peran guru, hal ini terjadi karena guru berorentasi pada penyelesaian materi yang cukup banyak, sementara waktu yang tersedia cukup terbatas, sehingga metode pembelajaran ceramah mendominasi dalam kegiatan pembelajaran yang menyebabkan peran siswa berkurang dan pada akhirnya hasil belajar yang diraihpun kurang dari kkm yaitu 65. Hasil belajar siswa meningkat, Suasana menunjukkan perubahan positif yaitu suasana baru yang kondusif dalam kegiatan pembelajaran, Kinerja guru meningkat terutama dalam mengembangkan model pembelajaran. Peningkatan motivasi belajar siswa dapat di dilihat dari hasil tes evaluasi siswa kelas XII AKL1 pada siklus ke III Pertemuan ke-dua dengan rata-rata 78,08 artinya nilai matematika kelas XII AKL1 untuk Kompetensi Ukuran Pemusatan Data di atas nilai KKM.

Page 1 of 2 | Total Record : 11