cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2021)" : 14 Documents clear
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN JIGSAW PADA SMP NEGERI 1 CIKEMBAR TAHUN PELAJARAN 2019/2020 AGUS SUJARWANTO
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i3.395

Abstract

Metode pembelajaran tipe Jigsaw, merupakan pemecahan yang diajurkan untuk meningkatkan aktivitas, hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Untuk membuktikan model ini dapat meningkatkan aktivitas, hasil belajar siswa, maka dilaksanakan PTK dengan melaksanakan proses pembelajaran tipe Jigsaw, yang dilaksanakan pada siswa di kelas IXb SMP Negeri 1 Cikembar. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus pertama membahas tentang kemagnetan, terdiri dari (1) Membuat perencanaan yaitu membuat (RPP-1, pedoman wawancara, soal ulangan, penilaian KBM guru), (2) (KBM guru dikelas), (3) observasi (penilaian oleh kolaborator selama KBM) dan (4) Refleksi (membahas kelemahan dan kelebihan selama KBM antara guru dan kolaborator). Data dari test formatif, hasil wawancara siswa dan penilaian pengamat. Siklus kedua dilaksanakan seperti siklus pertama dengan materi yang berbeda yaitu tentang sudut inklinasi. Dari data hasil penelitian diperoleh kenaikan hasil belajar dari PBM siklus 1 yaitu rata-rata kelas 77,75. Hasil tersebut ada kenaikan nilai rata-rata dibandingkan dengan pra siklus dengan perolehan nilai rata-ratanya sebesar 73,63. Begitu pula nilai rata-rata yang diperoleh siklus ke 2, ada kenaikan nilai rata-rata dari siklus pertama menjadi 82,75. Sedangkan proses KBM siklus pertama mendapat persentase skor total 86,67% kategori baik, meningkat di siklus 2 menjadi 98,33% kategori sangat baik. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian ini, membuktikan bahwa penggunaan model Jigsaw mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, disarankan Model Pembelajaran Jigsaw dapat dijadikan solusi untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar dalam PBM, terutama pada pelajaran IPA.
HUBUNGAN GAYA BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM DI KELAS VII SMPN 1 PELEPAT MUARA BUNGO TAHUN PELAJARAN 2017/2018 MISLIAWATI MISLIAWATI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i3.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan gaya belajar visual siswa kelas VII dengan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Pelepat Muara Bungo. 2) hubungan gaya belajar auditorial siswa kelas VII dengan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Pelepat Muara Bungo. 3) hubungan gaya belajar kinestetik siswa kelas VII dengan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Pelepat Muara Bungo. 4) hubungan gaya belajar siswa kelas VII dengan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Pelepat Muara Bungo. Pendekatan penelitian yaitu kuantitatif, jenis yaitu penelitian asosiatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-A dan VII-C yang berjumlah 70 siswa. Metode pengambilan data; 1) kuesioner model skala likert untuk variabel bebas yaitu gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik, 2) dokumentasi untuk variabel terikat yaitu hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Teknik analisis data: untuk menguji hipotesis adalah dengan teknik analisis regresi. Hasil penelitian: 1). Ada hubungan positif signifikan gaya belajar visual siswa kelas VII dengan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Pelepat Muara Bungo. 2). Ada hubungan positif yang signifikan gaya belajar auditorial siswa kelas VII dengan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Pelepat Muara Bungo. 3). Ada hubungan positif yang signifikan gaya belajar kinestetik siswa kelas VII dengan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Pelepat Muara Bungo. 4). Ada hubunganpositif yang signifikan gaya belajar siswa kelas VII dengan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Pelepat Muara Bungo.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) KELAS XI IPS 1 MAN 1 CILACAP MELALUI MODEL KOOPERATIF JIGSAW MUSLIHUDDIN MUSLIHUDDIN
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i3.467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model kooperatif jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas XI IPS 1 MAN 1 Cilacap. Metode penelitian mengguakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran menggunakan model Kooperatif Jigsaw dari kondisi awal, siklus 1, dan siklus 2 motivasi dan hasil belajar siswa terus mengalami peningkatan, sebagai berikut: (1) Motivasi dengan kategori rendah mengalami penurunan yaitu dari 71,88% menjadi 38,54, sehingga pada siklus 1 ke siklus 2 dari 38,54 % menjadi 0 %; Motivasi dengan kategori sedang dari kondisi awal ke siklus 1 yaitu 21,88 % menjadi 37,50 %, sehingga pada siklus 1 ke siklus 2 yaitu dari 37,50 % menjadi 13,54 %; dan motivasi dengan kategori tinggi dari kondisi awal ke siklus 1 yaitu dari 6,25 % menjadi 23,96 %, sehingga pada siklus 1 ke siklus 2 yaitu dari 23,96 % menjadi 86,46 %. (2) Hasil belajar mengalami kenaikan yaitu dari 71,88 % menjadi 46,88 %, sehingga pada siklus 1 ke siklus 2 dari 46,88 % menjadi 12,50 %. Yang nilainya tuntas (=/> KKM) pada kondisi awal ke siklus 1 yaitu dari 28,12 % menjadi 53,12 %, pada siklus 1 ke siklus 2 yaitu dari 53,12 % menjadi 87,50 %. Bedasarkan prosentase tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan masing-masing nilai 100% dan 87.50%
PENGARUH METODE PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY METHOD) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN ADITIF SISWA KELAS XI MIPA 8 DI SMA NEGERI 2 BANGKALAN SRI KUSNIAWATI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i3.548

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh metode penemuan terbimbing dalam pembelajaran matematika terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Bangkalan, Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penemuan terbimbing(Guided Disovery Method). Subyek penelitian ini adalah 32 siswa yang terdiri dari 17 siswa putri dan 15 siswa putra pada siswa kelas XI MIPA8. Kemampuan penalaran adaptif siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran adaptif siswa yang diajar dengan metode penemuan terbimbing lebih tinggi. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil tes kemampuan penalaran adaptif siswa yang diajar dengan metode penemuan terbimbing siklus I adalah sebesar72,58 dan siklus II adalah 86,48.Dengan demikian, kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan menggunakan metode penemuan terbimbing mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa.

Page 2 of 2 | Total Record : 14