cover
Contact Name
Alfons Renaldo Tampenawas
Contact Email
alfonsreenz@gmail.com
Phone
+6281331834627
Journal Mail Official
journal@sttybmanado.ac.id
Editorial Address
Jln. Cendana, Kel. Sumompo, Lingk 1, Kec. Tuminting, Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 27744477     EISSN : 27469026     DOI : 10.51615
SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, merupakan wadah publikasi ilmiah dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Kristiani, serta diperuntukkan bagi semua dosen maupun peneliti, baik di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Yerusalem Baru maupun institusi lain yang memiliki bidang kajian yang sama. Jurnal Shamayim menggunakan sistem double-blind review. Adapun yang menjadi Fokus dan Ruang Lingkup dalam Jurnal SHAMAYIM adalah: Teologi Biblika (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru) Teologi Historika Teologi Sistematika Misiologi Biblikal & Praktikal Etika Kristen Pendidikan Kristiani dalam Gereja, Keluarga & Sekolah
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021): Mei 2021" : 7 Documents clear
Kajian Teologis Peran Kepala Keluarga Kristen Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Yerusalem Baru, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.182 KB) | DOI: 10.51615/sha.v1i2.21

Abstract

AbstractMany husbands do not understand their responsibility to love their wives at all, and for centuries, many fathers have become fathers who do not play their roles properly so that they do not feel their positive contribution to society. The research method used in this research is the library research method. The purpose of this research is to review the important role of a man as head of a Christian family through theological studies. The results of this study conclude that the role as head of a Christian family is a mission of life responsibility and the correct response to the cultural mandate of God, and to be an effective head of a Christian family must have a vision of a great obsession that is planned, focused and has a goal according to biblical truth. AbstrakBanyak para suami sama sekali tidak memahami tanggung jawabnya untuk mengasihi istrinya, dan juga sudah berabad-abad, banyak kaum bapa yang telah menjadi seorang ayah yang tidak memerankan perannya dengan baik sehingga tidak dirasakan kontribusinya yang  positif bagi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kembali peran penting seorang pria sebagai kepala keluarga Kristen melalui kajian teologis. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa  peran sebagai kepala keluarga Kristen adalah sebuah misi pertanggungjawaban kehidupan dan respon yang benar atas mandat budaya dari Allah, dan untuk menjadi kepala keluarga Kristen yang efektif harus memiliki visi obsesi agung yang terencana, fokus dan mempunyai tujuan seturut kebenaran Alkitab
Peran Integrasi Teologi Psikologi Terhadap Pemulihan Prilaku Menyimpang Joko Santoso
SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Yerusalem Baru, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.726 KB) | DOI: 10.51615/sha.v1i2.24

Abstract

AbstractHumans were created in the image of God. Have a perfect personality. However, human perfection does not guarantee that humans are free from deviant behavior. This is evidenced by the biblical figures, namely Adam and Eve, deviating from God's law. Using literature studies in a qualitative descriptive approach. Thus, it can prove that theology is the foundation for everything related to humans and psychology which contributes according to their needs. Although the theological and psychological aspects have different roles and roles in handling patients, the integration of these two aspects certainly has a big impact on achieving expectations in behavioral problem. AbstrakManusia diciptakan segambar dengan Allah. Memiliki kepribadian yang sempurna. Namun kesempurnaan yang dimiliki manusia tidak menjamin manusia bebas dari perilaku menyimpang. Hal ini dibuktikan melalui tokoh Alkitab yaitu Adam dan Hawa menyimpang terhadap hukum Allah. Menggunakan studi literatur dalam pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teologi sebagai dasar fondasi atas segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia dan psikologi memberikan kontribusi sesuai dengan kebutuhannya. Walaupun aspek teologis dan aspek psikologi memiliki peran yang berbeda satu dengan yang lain dan penanganan terhadap pasien, namun dengan terintregrasinya kedua aspek tersebut tentunya sangat memberikan dampak besar untuk meraih harapan dalam menyelesaikan persoalan penyimpangan perilaku.
Sejarah Lahirnya Gereja Kebangsaan di Minahasa Changlie Harter Assa
SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Yerusalem Baru, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.888 KB) | DOI: 10.51615/sha.v1i2.18

Abstract

AbstractThis paper aims to show the existence of a national church in the land of Minahasa. This nationalist church was born from a group of Christian nationalists and Christian figures from the Minahasa. The result of the birth of the National Church was the establishment of KGPM, which was an independent church that was free from the shadows of Dutch colonialism. The national spirit of KGPM is manifested in its theme: Jesus Christ in Nationality, Nationality in Jesus Christ. The KGPM founders believed that Indonesian independence must also be in line with ecclesiastical independence. Concerning the national movement, the founders of KGPM were directly involved in Indonesia's independence. The movement performed together for the realization of independence from Dutch colonial The results of this paper, recommended to need for massive socialization of Christian leaders and organizations involved in the Indonesian independence processAbstrak Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan adanya gereja kebangsaan atau gereja yang menekankan landasan semangat nasionalisme di tanah Minahasa. Gereja kebangsaan ini lahir dari kelompok nasionalis Kristen dan tokoh-tokoh Kristen dari Minahasa. Hasil dari lahirnya gereja kebangsaan ialah berdirinya Kerapatan Gereja Protestan Minahasa yang adalah gereja mandiri yang lepas dari bayang-bayang kolonial Belanda. Semangat nasionalisme KGPM dinyatakan melalui tema: Yesus Kristus dalam Kebangsaan, Kebangsaan dalam Yesus Kristus. Pendiri KGPM yakin bahwa kemerdekaan Indonesia harus sejalan juga dengan kemerdekaan bergereja. Dalam kaitannya dengan pergerakan nasional, para pendiri KGPM ikut terlibat langsung terhadap pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Pergerakan dilakukan secara bersama-sama demi terwujudnya kemerdekaan dari kolonial Belanda. Hasil penulisan ini merekomendasikan perlunya sosialisasi secara masif akan adanya tokoh-tokoh Kristen dan organisasi-organisasi Kristen yang terlibat dalam proses kemerdekaan Indonesia
Peranan dan Kedudukan Orang Tua Di Tengah Keluarga dan Gereja Sebagai Pendidik Ida Bagus Nyoman Widiartawan; Talizaro Tafonao
SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Yerusalem Baru, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.491 KB) | DOI: 10.51615/sha.v1i2.27

Abstract

AbstractThis study departs from the author's concern about the formation of parents, which the church has so far only underestimated. The church does not have a special interest in cultivating parents as educators in the family and church as explained in this article. The purpose of writing this article is to encourage the church to increase its role in coaching parents / the elderly. The method used is the literature research method by examining the role and influence of parents in the family and church. The analysis process carried out is to use various literary sources, both journals, books and other reliable reference materials to support the author's analysis. The results found in the review of this article have a very significant role in fostering and educating families. Based on these findings, it can be concluded that the negative assumptions regarding the role of parents so far can be ignored by the real explanation in this article. AbstrakKajian ini berangkat dari keprihatinan penulis terhadap pembinaan kepada orang tua yang selama ini hanya dipandang dengan sebelah mata oleh gereja. Gereja tidak memiliki perhatian secara khusus dalam membina orang tua sebagai pendidik dalam keluarga dan gereja sebagaimana penjelasan dalam artikel ini. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendorong gereja untuk meningkatkan perannya dalam melakukan pembinaan orang tua/lansia. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pustaka dengan mengkaji peran dan pengaruh orang tua dalam keluarga dan gereja. Proses analisis yang dilakukan adalah menggunakan berbagai sumber literatur-literatur baik jurnal, buku dan bahan referensi lainnya yang terpercaya untuk mendukung analisis penulis. Hasil yang ditemukan dalam kajian artikel ini memiliki peran yang sangat signifikan dalam membina dan mendidik keluraga. Berdasarkan hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa asumsi-asumsi negatif terhadap peran orang tua selama ini dapat ditepis dengan penjelasan riil dalam artikel ini.
Problematika Pendidikan Karakter, Antara Konsep dan Realita Ida Destariana Harefa; Ahmad Tabrani
SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Yerusalem Baru, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.936 KB) | DOI: 10.51615/sha.v1i2.23

Abstract

AbstractCharacter education is a conscious effort to shape and develop a person with the aim of building national character. Various aspects support the implementation of characher education, namely family, school, community, friends and society. However, the reality is that Indonesia is currently experiencing an alarming moral decline. The government has tried a strategy in implementing character education by integrating character education with subjects applied in schools. The concept that has been devised by the government with reality is inversely proportional. So, the purpose of this study is to describe the problematics of character education, between concept and reality. Researcher used library research by examining theories based on facts from previous studies. The result of researct on the prolematics of character education strategy consists of aspects that play a role in building character education, including schools, families, communities and oneself. Second, creating noble character education will be realized because of the awareness of their respective responsibilities in building the character of the nation because all asoect are always sustainable.Abstrak Pendidikan karakter adalah suatu usaha sadar untuk membentuk dan mengembangkan karakter seseorang dengan tujuan membangun karakter bangsa. Berbagai aspek yang mendukung terlaksananya pendidikan karakter yaitu keluarga, sekolah, komunitas, teman bergaul dan masyarakat. Kenyataan yang terjadi Indonesia saat ini mengalami kemerosotan moral yang mengkhawatirkan. Pemerintah telah memikirkan strategi dalam menerapkan pendidikan karakter dengan mengintegrasikan pendidikan karakter dengan mata pelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah. Konsep yang telah dirancangkan oleh pemerintah dengan realita berbanding terbalik. Jadi, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan problematika pendidikan karakter, antara konsep dan realita.  Peneliti menggunakan penelitian kepustakaan dengan mengkaji teori-teori berdasarkan fakta dari penelitian-penelitian. Hasil penelitian dari prolematika pendidikan karakter, pertama pentingnya strategi pendidikan karakter terdiri dari aspek-aspek yang berperan dalam membangun pendidikan karakter antara lain sekolah, keluarga, komunitas dan diri sendiri. Kedua, menciptakan pendidikan karakter luhur itu akan terwujud karena adanya kesadaran akan tanggungjawabnya masing-masing dalam membangun karakter bangsa karena semua aspek selalu berkesinambungan.
Model Kepemimpinan yang Ideal Dalam Penataan Organisasi Gereja Simon Simon; Alvonce Poluan
SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Yerusalem Baru, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.108 KB) | DOI: 10.51615/sha.v1i2.22

Abstract

AbstractThe basic idea of this article comes from factual events there are disputes between the leaders of the church organization and the members they lead. Disputes are caused by the leadership model run by the leader in organizing the organization that does not match the expectations (expectations) of the subordinates. The research method used in the writing of this article is a qualitative method with a literature approach and in-person interviews. The description of this paper, the church organization stands on the permission of God initiated by His servants. With the organization, the church provides a sketch of who is the leader and who is being led. The leadership model needed in the organization of the church by a leader is non-tribalism, open to input and criticism, not concerned with personal interests but not to self-indulgence in practical politics. The achievement of organization missions is on the shoulders of the leader, whether to mobilize all the resources possessed by the organization components of the church. AbstrakIde dasar dari artikel ini berangkat dari peristiwa faktual, adanya perselisihan antara pemimpin  organisasi gereja dengan anggota yang dipimpin. Perselisihan itu timbul ditenggarai oleh model kepemimpinan yang dijalankan oleh si pemimpin dalam penataan organisasi tidak sesuai dengan ekspektasi (harapan) oleh bawahan. Metode yang peniliti gunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan disertai wawancara secara langsung. Uraian dari tulisan ini, organisasi gereja berdiri atas seijin Tuhan yang diprakarsai oleh hamba-hamba-Nya. Dengan adanya organisasi gereja memberikan sketsa siapa yang menjadi pemimpin dan siapa yang dipimpin. Model kepemimpinan yang dibutuhkan dalam penataan organisasi gereja oleh seorang pemimpin adalah tidak sukuisme, terbuka kepada masukan dan kritikan, tidak mementingkan kepentingan pribadi maupun golongan serta tidak menceburkan diri pada politik praktis. Tercapainya sebuah visi-misi organisasi ada dalam pundak sang pemimpin, apakah ia bisa menggerakkan semua sumber daya yang dimiliki oleh kompomen organisasi gereja tersebut.
Kajian Mengenai Ekoteologi dari Perspektif Keugaharian Yornan Masinambow; Yuansari Octaviana Kansil
SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Yerusalem Baru, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.514 KB) | DOI: 10.51615/sha.v1i2.20

Abstract

AbstractThis article aims to explain and reflect an ecological understanding of the natural environment from a theological perspective of frugality. The existence of the thought that humans as the center that result in exploitative actions against nature, treat nature, the environment as objects make environmental damage everywhere. The paradigm of humans who are masters also destroys the relationship between humans and nature itself. Therefore, human consciousness, which began to appear to be struggling with this, presented an ecotheological reflection of the spiritual dimension of spirituality. That way, harmony, loving nature can be formed, applied to human thinking. This study uses a qualitative method with a literature approach to describe the ecotheological views of beauty from various kinds of literature. The results of this study concluded that there were various kinds of views ranging from spirituality, philosophy, and reflection. All of them aim at bringing justice, love, and a sufficient life to be able to build a human attitude for nature and the environment. The eco-theology of passion is also presented by the church in the form of preaching the Word, education, and pastoral care so that the congregation is given a good understanding of the importance of caring for nature which is also God's beautiful creation.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan serta merefleksikan suatu pemahaman ekoteologi mengenai lingkungan serta alam dari perspektif keugaharian. Adanya pemikiran bahwa manusia sebagai pusat yang mengakibatkan tindakan eksploitatif terhadap alam, memperlakukan alam, lingkungan sebagai objek membuat kerusakan lingkungan dimana-mana. Paradigma manusia yang adalah tuan juga merusak tatanan relasi manusia dengan alam itu sendiri. Oleh karena itu, kesadaran manusia yang mulai nampak menggumuli hal tersebut menghadirkan suatu refleksi ekoteologis dari dimensi spirtualitas keugaharian. Dengan begitu, keselarasan mengasihi alam dapat dibentuk serta diterapkan dalam pola berpikir manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan untuk mendeskripsikan pandangan-pandangan ekoteologis keugaharian dari berbagai macam literatur. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa ada berbagai macam pandangan mulai dari spiritualitas, filosofis, serta reflektif. Semuanya mengarahkan pada menghadirkan keadilan, cinta kasih, serta kecukupan hidup agar dapat membangun suatu sikap kemanusiaan bagi alam, lingkungan. Ekoteologis keugaharian juga dihadirkan oleh gereja dalam bentuk pemberitaan Firman, Pendidikan, dan pelayanan pastoral agar jemaat diberikan pemahaman yang baik mengenai pentingnya merawat alam yang juga adalah ciptaan Tuhan yang indah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7